Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Monday, 20 April 2009

Pentingkah UN?

UN Ato UAN ato EBTANAS...

{Penting*kah?}

Hal yang menentukan kelulusan siswa. Dari dulu, setiap tahun terus ada kenaikan standar nilai, ada perubahan sistem pengajaran. Tapi nyatanya hasilnya makin lama makin ga bermutu. Asal lulus, ya syukur. Kalo ga, paling nangis trus nunggu Ujian remedial. Iya, kalo ada dibuat pemerintah. Kalo ga, ya.. Nunggu tahun depan. Kebayang dong ngulang setaon, buang-buang uang, buang-buang umur.

Tapi belakangan ini banyak kabar yang beredar, Katanya UAN seharusnya ga diadakan. Kenapa?

1. Mutu pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya merata.

(Mank iya…Baru nyadar? Ga usah “MUTU”nya, Bangunannya aja keropos, udah pada bau tanah sih kayunya. Banyak anggaran, tapi menguap ga jelas…Ckckckc..)

2. UAN melanggar hak anak.

(Auk dah napa. Kata para suatu lembaga di Jakarta sih kayak geTTo.. Ntah darimana dilihat. Tapi ga papa lah. Yang penting bisa memperkuat alasan untuk meniadakan UN, hahaha… )

3. Guru-guru yg ngajar blum tentu sama mutunya.

(Mungkin guru-gurunya pada berTITLE semua. TITLE kan ga menjamin. Who Knows TITLEnya dibeli, iyo tak??)

4. Daya tangkap siswa/i tidak sama.

(Ini yang pling tepat. Yang Diatas aja nyiptain manusia ga sama pikirannya. Kalo sama semua, mana ada manusia disebut “MAKHLUK SOSIAL”? Kalo semua guru, siapa yang jadi murid. Kalo semua dokter, siapa jadi pasien? Kalo semua *KORUPTOR*, siapa yang mau diporotin???)

5. Dapat mengganggu jiwa siswa/i apabila tidak lulus.

(Iyah… Ketidaklulusan buat mental siswa/i bias jadi “DOWN”. Oh Gosh, ntar ga hanya Caleg yang kalah yang masuk rsJ, tapi yang stress gara-gara UN bisa nginep disitu juga. Makin penuh thu Hotel, wakakaka…)

Jadi kesimpulannya, UAN/UN/EBTANAS itu ga perlu diadakan. Sebenarnya, ujian akhir itu seharusnya dilakukan sekolah masing-masing. Karena guru2 yg ngajar yg tau kemampuannya murid2nya.

SetOedjOe??

No comments:

Post a Comment