Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Wednesday, 21 December 2011


22nd December..
Aku pribadi, senang sekali masih bisa ngerasain kasih sayang seorang mama sampai sekarang dan emang berharap selamanya..
Wait!!
Aku puter lagunya Rinto Harahap “Untuk Mama” yang dinyanyikan sama Christine Panjaitan. Ini lagu jadul banget. Check it out!
Apa ya? Aku ga tau menggambarkan mamaku ini gimana. Mama itu sosok yang:
1. Serba bisa
2. Paling ga bisa lihat rumah kotor
3. Pahlawan
4. Pengatur keuangan handal
5. Dokter
6. Guru
7. Koki
8. Tukang bangunan
9. Tukang kebun
10. Tempat durhat
11. Pokoknyaa semuanya dia bisa lakukan.
Mama itu belahan jiwanya ayahku. Ga ada yang bisa menggantikan posisi dia deh. Ayah dan mama itu makin lama makin mirip. Xixixi.. :D
Mama itu orangnya cerewet, paling ga bisa ngelihat barang-barang yang brantakan, paling ga bisa ngelihat anak-anaknya ga mandi sore, paling ga bisa lihat suaminya berpakaian berantakan. Pokoknya mama itu SUPER HERO kali woi.
Jujur aje yee, kalo denger dia cerewet-cerewet dirumah, rasanya pengen pake headset dan puter lagu “we are the champhion” #entah apa hubungannya. Abaikan aja ya masbro dan mbakbroo. Tapi pas aku udah ngekost kaya sekarang, beeehh rasanya ga denger cerewetannya satu hari itu kaya ada yang hilang. Karena aku nyadar apa yang dicerewetkan mama itu adalah hal yang baik.. Beeeh, golap..golap...!! @$#&$^#%$@^#^
Sosok yang serba bisa ini sering kali merasa kuat, tapi padahal dia udah sempoyongan. Udah dibilang, “nanti aja ma dikerjain” tapi tetep go ahead aja dia. Akunya yaaa, diem..hening..
Semua beres dengan adanya dirinya di rumah ini. Entah terbuat dari apa otaknya itu. Semua urusan rumah bisa terselesaikan sama dia. Pintar kali mengurus semuanya. Dari urusan pengeluaran, jadwal antar jemput, sampe resep masakan yang banyak itu. Ondeeeh..
Kadang kami anak-anaknya yang suka ngelawan ini emang ga tau diri. Tapi si mama tetep aja sayang sama kami. Beeeh, sumpah aku pengen nangis terharu kalo inget kasih sayangnya loo ya.. *cengeng kau nop!!!*
Tak heran jika aku, ayah, dan 2 adik sangat sayang samamu, mama... kami ga tau apa bakal yang terjadi kalau kehilangan sosok sepertimu.
Aku kutip kalimat dari @mahasiswaFK :
“seorang ibu mencintai anaknya sejak dlm kandungan, ia bahkan tak pernah meliat wujud anaknya. sungguh cinta buta itu nyata :)
“Yuk kita buat ibu kita bahagia dgn menjadi dokter yg hebat suatu saat nanti :)
Ma, anak mu ini belum bisa kasih apa-apa untukmu. Tapi aku mau kasih doa buatmu, mama sayang....
“Tuhan..
Suatu hal luar biasa aku bisa lahir dari dirinya.
Suatu hal terindah aku bisa bertemu wanita sepertinya
Suatu hal hebat kepribadianku oleh jiwa keibuannya..
Tuhan,
Tuhan tau kan dia udah sangat baik samaku
Apa ya Tuhan? Udah banyak kali hal-hal indah yang diberikannya samaku..
Udah banyak kebahagiaannya yang kurampas tanpa sengaja hanya karna kebahagiaanku..
Udah banyak peluhnya untuk jiwaku..
Udah banyak hal-hal yang ga terhitung yang udah dilakukannya samaku..
Tuhan,
Tuhan sayang samaku, kan?
Tuhan tahu benar apa yang membuat mamaku bahagia, kan?
Tuhan, BERIKANLAH KEBAHAGIAAN UNTUKNYA LEBIH DARI KEBAHAGIAAN YANG DIBERIKANNYA KEPADAKU..
Cuman itu permintaanku..
Ku tahu, Kau tahu aku sayang pada dia..
Dia mamaku.. J
Satu harapan terbesarku kelak adalah menjadi sosok kuat dan serba bisa sepertimu, ma...
Love you..
Resapi lagu ini ya ceman-ceman...
“Mama you're the queen of my heart
Your love is like
Tears from the stars
Mama I just want you to know
Lovin' you is like food to my soul
A Song for Mama (Boyz II Men)

Tuesday, 20 December 2011



Hari ini aku menuliskan tentang wanita dan pria..
Sebenarnya alasan aku menulis ini karena terinspirasi dari film “7 Hati 7 Cinta 7 Wanita”. Ga tau mesti dimulai darimana, tapi aku ngerasa film ini emang bagus banget. Berhubung aku juga calon dokter (sumpah, jadi dokter itu ga mudah. Yang mau kepengen jadi dokter, mesti siap-siap deh. Kedokteran itu beda dengan fakultas lain. Disaat fakultas lain udah ongkang-ongkang kaki, nah kita masih aja pacaran sama buku. Upps! Tapi kalo udah kebiasaan dengan hal itu semua, kita bakal have fun aja kok. Yang penting kudu punya tekad kuat deh dan EMANG HARUS CITA-CITA SENDIRI. Nah loh? Kok jadi curcol?? Balik ke topic deh..)
Yaps, aku nonton itu film hanya setengahnya aja. Tapi baru setengah aja aku udah ngerasa interest aja. Hem, hampir semua kehidupan wanita yang sebenarnya dibahas di film ini. Yang mau dimadu sama suaminya karena dia lama punya anak. Yang lebih memilih menjadi pelacur dibanding menjadi bekerja di kantoran. Yang anak SMP udah hamil *oh damn! Mau dibawa kemana generasi muda Indonesia hoiiii....!*. Yang meninggal karna kekerasan prianya. Yang kena kanker cerviks gegara sering menjajakan “jajanan”. Ckckc, what the hell are you doing, girls?!
Entah ya, apa emang mesti segitu mirisnya kehidupan wanita jaman sekarang? Bukannya udah jaman EMANSIPASI WANITA ? Sulit ya, sulit kali pun. Saat semua kepedihan itu ditanggung oleh wanita.
Dimana dia tau dia hamil, tapi pacarnya ga mau tanggung jawab. Cowok macam apa itu coba? Perlu dicintai orang seperti itu? BIG NO, GIRLS! Jangan menilai cowok hanya dari penampilannya ya... awas terjebak loh. Cewek itu kalo udah terjebak, ga bisa “DIPERBAIKI” lagi. Aku aja yang sebagai perempuan juga lagi belajar jaga diri. *ecikicieeew...*
Dimana dia harus melahirkan, tapi tak ada yang menyemangati. Mesti ber ”huh.. hah.. huh.. eeeeekkk.... hah...huh...huh...” sendirian. Suami tak ada, orang tua tak ada. Ckckc, miris bukan? Tapi itu bukan suatu alasan. Gimana pun kita-kita sebagai wanita mesti punya “Struggle Of Life” yang oke. Kalau ga yaaa laki-laki bakal memandang kamu sebelah mata. Ga mau dong yaaa?
Sebenarnya banyak sih hal yang rumit dari kehidupan wanita. Harus ini dan itu. Banyak yang mesti diperhatikan. Tapi, jadi wanita yang tegas dan bijaksana itu udah cukup dan di cari banyak cowok. Emang bener banget, cewe mesti jaga penampilan. Eh tapi jangan lupa, cowo juga suka dan malah mencari-mencari cewe yang berprinsip, apalagi di jaman yang susah kaya gini. Cowo juga mikir kalo dia mencari cewe dari segi fisiknya yang perfecto, pasti dia bakalan mikir bakalan banyak pengeluaran nantinya. Hem, be yourself girls!
Aku pernah dengar kata-kata ini dari dosen Pancasila:
“Pria ingin selalu menjadi yang pertama dan Wanita ingin selalu menjadi yang terakhir...”
Coba deh dicerna. Pasti pada ngerti maksudnya kan? Kalau pria itu selalu menjadi pertama buat dirimu, yang selalu menjadi pertama saat kamu butuh *yaaa, berasa pahlawan*, yang selalu menjadi pundak pertama saat kamu sedih, dan menjadi pertama-pertama lainnya. Nah kalau wanita, selalu pengen jadi terakhir kenapa?? GA ADA SATU PUN WANITA DI DUNIA INI YANG PENGEN DIDUAIN, benar?? Ngerti dong maksudnya?
Sadari! Sadari ya ladieessss!! Populasi wanita di dunia itu lebih banyak dibandingkan dengan pria. Tapi itu bukan jadi alasan untuk pria menduakanmu, bukan jadi alasan kamu memberikan semuanya agar pria mau sama kamu. BIG NO! Sekali lagi BIG NO!!! Inget kata-kata ini ya..
“Semua wanita berharga, tapi TIDAK SEMUA wanita menyadari bahwa dirinya berharga..”
Munafik! Munafik sekali jika wanita hanya membutuhkan cinta untuk kehidupannya. Aaah, yakin ga butuh uang. Jaman sekarang apa-apa mahal ladieeessss!! Jangan dibutakan dengan cinta ya.. jadilah wanita yang mandiri, jangan selalu bergantung dengan orang lain. Tapi perlu sangat disadari juga, kita sebagai Wanita juga sangat membutuhkan seorang Pria, jadi ga ada alasan untuk menyombongkan diri terhadap pria.
Oh ya! Satu lagi kata-kata yang perlu diingat *sebenarnya aku ambil dari bapak angkatku, Om Mario Teguh*. Begini katanya:
“Jadilah wanita yang dicari pria ber-IP 4 tanpa harus mendapat IP-4..”
Ya, coba cerna sendiri. Pasti pada ngerti banget kan? dengan begitu kamu mempunyai ARTI tersendiri di mata pria. Hem, ini nih sebagian dari apa yang aku dapat dari kehidupan aku dan film “7 Hati 7 Cinta 7 Wanita”. Semoga bermanfaat yoopss.... :D

Monday, 19 December 2011


Suatu sore, kakek terdiam di atas kursi goyangnya, menatapi kursi goyang satu lagi yang tak bertuan dan diam. “Biasanya aku menatap matahari terbenam bersamamu. Namun aku sendiri, hening terasa. Aku tak bisa, aku sungguh tak bisa melihat kursi goyang itu diam. Hanya bayang dirinya yang bisa terlintas dipikiranku..”katanya sendiri dalam hatinya.
Memang, setelah beberapa waktu nenek pergi karna penyakit yang sudah kronis, kakek merasa kesepian. Biasanya ada yang dipeluknya, ada yang menemaninya minum teh, ada yang diajaknya bercanda tawa, ada yang diajaknya untuk mengenang masa-masa dulu. Tapi kini, hanya bunyi kicauan burung yang kembali keperaduan yang terdengar di sela-sela angin sore waktu itu.
Bergegas dia masuk ke kamar, hanya guling dan bantal tersisa disitu. Kesendirian menatap hari tua benar-benar dirasakan kakek ini. Terpajang foto terakhir dirinya dan nenek di atas tempat tidur, tak terasa hal in membuatnya menjadi seorang yang rapuh. Tetesan air mata itu tidak terbendung lagi. Duduk dia di kursi dan menulis sebuah surat....

“Dari diriku yang tak terbiasa sendiri melihat matahari terbenam,
untuk dirimu pemilik nafasku..
Apa kabarmu di sana, sayang?
Apa kamu sudah bertemu Dia di sana? Apa kata-Nya?
Apa benar Dia tega melihat diriku di sini sendirian?

Apa Dia memang benar-benar menginginkan kehadiranmu di sana?

Belahan jiwaku,
Apa kau sudah melihatku tegar?
Apa kau sudah melihatku tak menangis lagi?
Tapi maafkan aku, aku bukanlah pria yang bisa berpura-pura untuk tegar..
Maafkan aku yang menangis karena kepergianmu..
Pedih terasa melihatmu tiada lagi lagi di sini, meski anak-anak berkata kamu selalu berada disekeliling aku. Namun aku tak bisa.

Aku bukan pria sempurna tanpamu. Lumpuh jiwaku tanpamu.
Bisakah kita bertemu sebentar saja? Ini lebih dari rindu yang kurasa.
Terasa matahari pun seperti bulan aku lihat.
Sayang, apakah kau kesepian juga tanpaku di sana? Ku rasa tidak ya..
Dan aku memang tak mengharapkan itu terjadi.
Biarlah aku yang merasa kesepian di sini..
Namun, izinkan aku menyusulmu secepat yang ku harapkan..
Bujuk Dia untuk memanggilku.
Aku hanya ingin bersamamu, sayang.. Permintaanku sederhana bukan?
Ajaklah aku ke tempatmu.
Jangan biarkan aku sendiri melihat mentari terbenam..
Ku tuliskan sekali lagi....
Aku hanya ingin bersamamu, sayang.. Permintaanku sederhana bukan?
Pecinta sejatimu”
*bukan maksud promosi gula, haha!*

Akhirnyaaa...!
Waktu untuk pertemuan itu datang juga. Rasa rindu stadium akhir itu bisa sembuh juga. Padahal udah pernah Galau tingkat Sea Games. Hatiku berbunyi sonor, bukan karena penyakit Hepatomegaly, tapi HEPATOLONGSONOR *haha! Begini deh kalo anak kedokteran yang lagi galau, bawaannya istilah kedokteran mulu*. Hem, apalagi kalau lagi Jenuh tingkat dewa, udahlah tak ada kepikiran tentang dia yang jauh *hening-> pingsan -> mati*
Ya, goyah banget. Sumpah! Banyak kali pilihan disana, banyak kali yang “lebih” dari dia. Haduh, mampus-mampusan deh melawan gejolak ini. Berasa apa ya? Orang Karo bilang “Ula terkatakenlah!” (tak terkatakan). Udah sibuk dan capek, jarang komunikasi lagi, wuiiihh... lengkaplah hati ini melalangbuana... *push up 100000000......x*
Tapi emang. Entah deh ga tau kenape ya coii, gimana pun gw tertarik dengan dia dan dia yang lain, tapi ujung-ujungnya balik ke dia yang disini. Sempat mikir, apa pemilik hatiku itu pake pelet? Aje gile, berasa ga bisa pisah. Ga maksudnya lebay, tapiii gitu deh. Ckckc.. (tentang peletnya cuman intermezzo aja. Yang percaya, pindah agama, wkwkwkwwk....)
Emang sih beberapa hari kami ga ada komunikasi dan rasanya biasa aja, aku ulangi BIASA AJA! What the ya kan? Bisa gitu udah LDR tapi ga ada komunikasi. Macam basi kali hubungan itu, serasa ga ada gunanya pacaran. Sempet GENGSI untuk sms duluan, tapi hahaha! Percuma deh gengsi-gengsi, cinta ga laku bergengsi ria. Whoohohoh..
At last, the time is coming.
Pulang!!
Pulang!!
Sebenarnya belum liburan, tapi demi Natal 18 Desember, pengorbanan deh. Wait..wait.. mau minta maaf dulu sama dosen-dosenku:
1. dr.Rachmat Atmawidjaja, MSc (dosen motivatorku, aku ga masuk ya pak.. tapi aku ga TA ya. Ga bisa aku bohong samamu. Pesonamu itu membuatku tak kuasa untuk TA *abaikan.. tolong abaikan!*)
2. Pak Dauglas Napitupulu, S.H ( dosen kewarganegaraan yang ga bisa mikir kalo ga ngerokok di kelas. Eh pak, udah aku titip tugasku sama si Shendy ya pak.. haha!)
3. Pak Pendeta SSS *lupa namanya* (dosen agama. Maaf pendeta, mungkin aku tak bermoral karna absen tanpa bilang sama anda. Tapi aku udah berpikir keras untuk ini semua. Itu berarti aku berETIKA kan pak? Oh ya, uang diktat aku pas siap liburan baru aku bayar ya pak. Haha!)
4. dr. Donal,Sp.KJ (dosen perilaku yang unyu gitu.. xixixi.. Bapak sebagai dokter kejiwaan pasti ngerti banget tentang jiwa muda yang menggalau gegera rindu. Aku yakin kali pak, pasti bapak ngertiin saya..)
5. Bapak Sinaga (Yang punya warung My way. Maaf pak pendapatan bapak berkurang karna aku pulang kampung. Nanti aku pulang sediain lele goring ya pak.. *slurp...*)
Lupakan rasa bersalah ini! Lupakan! Kalo masalah bersalah, banyak kali yg.............. *cukup!*
Okeh, sebenarnya sih aku liburan duluan karna yaaa acara Natal dia. Fine! Acara Natal muda-mudiku ga aku datangi, tapi untuk satu ini ga boleh ketinggalan. Yuhuuu... akhirnya hadir juga aku di Natal dia. Padahal baru nyampe pagi-paginya, never mind deh. Untuk masalah hati, aku emang agak buta. Tapi ga buta-buta kali loo ya..
Iii waww...! that’s him! Ya..ya...! update BBM dan twitter..
“Hei kamu si batik biru. Makin cakep kamu yaa, tapi kok kurusan..” ahihihi..
Dengan batik birunya dia berdiri jadi mc. Cikiciewww...! rasanya ngelihat dia waktu seperti pertama kali ketemu, *jleb, berasa masih SMA yaaa?* Oke, itu beneran dia. Apa lagi pas aku lihat dia nari Tor-tor, makin kelihatan dianya.. wuhuuu... berdesir nih darah. “jadi gugup gini ya?” tanyaku dalam hati.
Yaaa, acara selesai. Sebenarnya pengen ngobrol banyak sama dia. Tapi ga apa-apa deh, besoknya ketemuaannn...! waaah, bener-bener terobati deh ni rindu.. ahahahaiii...
Disini sih akunya menyadari kalo emang rasa cinta ini ga luntur walau diantara kami ada jarak. Dan aku yang terbesit di kepalaku
“Kamulah satu-satunya,
yang ternyata mengerti aku
Maafkan aku selama ini,
yang sedikit melupakanmu
Kamulah Satu-Satunya (Dewa 19)
Berasa apa ya? Indah aja. Padahal di pikiranku udah hal terburuk aja yang bakal terjadi. Apalagi udah sering ga komunikasi, akunya mudah goyah, akunya egois, sama-sama lagi sibuk, sama-sama ga kasih perhatian satu sama lain, dan semuanya itu.
Tapi itu semua ga terjadi dan ngarepnya ga bakalan kaya gitu. Kata temenku si @aderebeccaa , “semoga dia itu adalah ROTI (rokkap ni tondi-jodoh) mu ya nop...” ahahahaha! Makasii Ade... J
Semoga aja ini jadi pelajaran yang indah untuk awal LDR. Hem, harus extra..extra.. lebih baik lagi buat kedepannya..
Hem, sebelum ditutup kisah yang satu ini, check this song masbroo and mbakbrow..
“Kau membuat ku merasa hebat
karena ketulusan cintamu
ku merasa teristimewa hanya
hanya karena, karena cinta
kau beri padaku sepenuhnya
buatku selalu merasa berarti”
Hebat (Tangga)