Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Friday, 30 March 2012


Pejamkan matamu,
saat kamu membenci segala perkataanku dan ingatlah saat aku memujimu. 
Saat itu kamu hanya baru mendapati satu hal tersembunyi yang terdalam dariku. 
Dan itu cuman kamu yang tahu.

Sebut nama pertamaku dan nama belakangmu, 
saat kamu jenuh akan semua ini. 
Kamu hanya baru melewati saat terburuk ketika bersamaku. 
Bukan karena cinta yang pudar, 
hanya waktu yang tak kunjung menyatukan.

Bawa aku dalam tulisanmu sebelum belajar,
karena saat itulah aku mengucapkan semangat dan dorongan buatmu dalam doaku. 
Mungkin waktu itu aku tak bisa berkata langsung, 
aku hanya mencobai rasa hati yang tak terkatakan itu.

Ingatlah caraku menatapmu, 
karena saat itulah mata terindahku muncul di dunia. 
Bukan karena aku terlahir dengan mata yang indah,
namun hal yang kulihat menjadikan mataku dan mata hatiku bersatu untuk mengidolakanmu.

Nyanyikanlah lagu kesukaan kita, 
saat kamu merasa aku tak ada untuk jiwamu yang sepi. 
Kemungkinan besar saat itu juga aku melantunkan sajak yang sama dalam hati, 
entah dalam keadaan apapun aku di sini.

Pandanglah ke langit dan langit itulah cintamu. 
Perhatikanlah, 
terlalu banyak bintang yang bersinar, 
tapi lihatlah satu bintang yang kamu yakini dan disanalah mata kita sedang terpesona satu sama lain.

*sekian*

Monday, 26 March 2012

Anggap saja aku baru pulang liburan dari negeri antah berantah.
Menyatukan kehidupanku dengan alam.
Menghilangkan segala butiran-butiran kejenuhan aktivitas.

Foto-foto ini sebenarnya diambil sudah cukup lama, 
sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu di bulan Agustus.
Waktu itu aku meliburkan diri dari sekolah.
Padahal itu baru aja masuk kelas 2 SMA.
Wahaha!

Kenapa bisa teringat dengan foto-foto ini?
Hem, hanya karena tiba-tiba terlihat saat membongkar file.
Dan kebiasaan mempreteli foto pun tersirat di otakku.

Aku adalah sangat pemula dalam dunia editing foto atau fotografi
(entah bisa dibilang kaya gitu atau ngga, ga tau)
Karen masih pemula, aku masih butuh banyak komentar. 

Check it out!



06.00 WIB di depan kamar hotel Porsea
(sebut saja begitu, karena aku pun lupa nama hotelnya apa).
Begitu bangun tidur, aku melihat pemandangan yang emang ga pernah aku lihat sebelumnya.
Langsung saja aku menjepret pemandangan ini.


09.10 WIB di Restoran Hotel Porsea
Asli, keren banget kalau lihat langsung.
Udaranya lagi, ohwesom sekali!


14.30 WIB di jalan menuju kampung Harian, Nainggolan.
Kanan kiri penuh bentangan sawah
Hijaunya padi emang paling bisa menyegarkan mata.




Camera:  

2.0 MP Nokia 5310 Expressi Music


Taken in: 
Samosir Island, North Sumatra

Edited:
Picasa 3 + PhotoScape

Monday, 19 March 2012


Fhiuuuh..
*Click right + REFRESH*

Akhirnya cemang-ceman, kelar juga ini tugas anatomi. Sekali aku teriakin sekuat-kuatnya..

“AKHIRNYA KELAR...!!!”
hore hore

Sempat kena dypsnea (Nyesek bahasa gahoelznya. *ampuni aku yang alay ini*) pas buka blogspot departemen anatomi universitasku. Astaga, kayanya tugas kaya lagu 

nyanyi 
“Kau datang dan pergi sesuka hatimu..
 Ooo.. kejamnya TUGAS, 
kejamnya TUGAS, padakuuu... uuuu..” 
nyanyi 

pusing pusing

Praktikum anatomi itu salah satu praktikum yang paling horror. Gimana ga horror coba?
1.       Kerjanya itu mengenal tulang-tulang dan otot (asli lohh, Buat caldok jangan coba-coba. *Apa? Apa? Syntax error*). Ya itu ya ketemu cadaver. You know cadaver? Ya, menurut Kamus Dorland (kamus terdahsyat sepanjang jalan kenangan), cadaver adalah tubuh manusia yang mati atau mayat yang diawetkan untuk studi anatomi. Fine, mungkin sipemilik raga itu ada dibelakang kamu sekarang. Ngahaha! *LOL. 
suram suram

2.       Nama-nama tulang, otot dan antek-anteknya emang SUNGGUH TERLALU, Bahasa yang di pake itu bahasos Latinozz, lezatozz, seremozz.. *maksa? YA! abaikan*
zzzzz

3.       Responsinya yang minta tolong. Ada yang udah dipelajari dan kadang ada yang sama sekali bikin otak kaya komputer yang udah “Blue Screen” minta diinstall ulang. Kalau ga bisa menjawab pertanyaan aslab ya palingan disuruh berdiri + ditokok pake os. humerus (tulang lengan atas) atau os. vemur (tulang paha).
menggigil menggigil

4.       Asisten lab (akrab dipanggil aslab), kalo di praktikum anatomi aslabnya oke-oke, lawak-lawak dan asiiikk yoo mamen. Ga seseram cadaver. :D :D Lagian aslabnya nge-share cara belajar yang baik disini. Ga kaku juga, jadi kaya abang kakak sendiri.  *Serius! Bukan maksud untuk mencari muka loo ya.. ngahaha!!*
takjub hekhek takjub

5.       Dan emang, belajar anatomi itu ga mudah dan butuh waktu yang cukup lama. Kebayang dong pulangnya agak-agak lama. *Nah, sekarang berdiri ga bulu roman kalian?*
mikir intai mikir


Emang mau jadi dokter itu ya ada senengnya, ada susahnya, ada hambarnya, ada “palaknya”, ada “gondoknya”, ada nyeseknya, ada excited-nya, ada rasa “sesuatu” dan semua-semuanya deh ya. Tapi ya kalau mengeluh aja sih ga bakalan bisa dinikmatin hidup ini, ga bisa kelar tugas-tugas ini. Aku sendiri masih belajar buat terus-terus mikir yang positifnya aja. Pasti deh bakal ada yang setimpal dari keringat dan usaha lo. Kalo kata iklan L-Men “Trust me, it works”.
*Like it?*
angguk angguk angguk angguk 

Nah, di tulisan kali ini aku menampilkan gambar-gambar tugas anatomi yang tak seberapa itu, yang sampai musculus (otot) disekitar digitii carpal dextra (jari-jari tangan kanan) mengalami hipertrofi (membesarnya otot), mataku sepertinya agak gimanaaa gitu dan collumna vertebra (tulang belakang) kelamaan duduk dan hampir terkena Low Back Pain (LBP). Untung aku masih muda, kalo udah tua bisa-bisa kena Hernia Nukleus Pulposus (HNP). *asgedeeekk, gaya aku ngomong, macam udah master kali. Padahal, IP aja pas-pas makan.*lalala~

Check it out! *gambar-gambar ini gue tiru dari Dewa dari segala Dewanya buku anatomi, dialah Sobotta edisi 22*

Photobucket PhotobucketPhotobucket


vertebra cervikalis 1 (atlas) aspektus superior

collumna vertebra aspektus lateralis

vertebra cervikal tipikal V

vertebra cervikalis 2 (axis) aspektus medial

vertebra thoracalis tipikal V

vertebra thoracalis XII aspektus lateralis

vertebra lumbalis aspektus superior

cranium aspektus ventralis

basis cranii interna

humerus aspek ventral

radius aspek medial

ulna aspek ventral

femur aspek posterior

fibula aspek lateral

tibia aspek ventral
that's it!
Jelek atau bagus, ga masalah
Salah atau benar, urusan belakangan
Yang penting
I'VE DONE MY BEST..


Kalo emang dinikmati, seru-seru aja.
Karena pada intinya, kehidupan sekarang itu harus dinikmati.
Masa kuliah tahap ini cuman sekali
Silahkan menjadi Mahasiswa Abadi kalau ingin merasakan semua ini berkali-kali.

This is your amazing life.
Enjoy or not, let your eyes dance on it.
Night! 

Monday, 12 March 2012

Ga bisa kita menutup mata kalau banyak sekarang kekerasan untuk wanita, entah itu masih single atau sudah berumah tangga, ga ada bedanya. Kita sering mendengar wanita disekeliling kita disakiti, dikhianati atau bahkan dianiaya. Kita sadar itu semua emang nyata. Di media massa sering menginfokan itu semua. Haha! Aku sebagai cewek ga tau mesti berbuat apa. Ga ngerti, sebetulnya semua ini terjadi kenapa. Seakan-akan wanita itu kaya mainan. *hais, parah ya.. ga habis pikir. Hei! Without woman, world is empty*
Aku berniat nulis cerita ini setelah dengerin iklan di radio live streaming @Prambors.
“Sampai kapan badan kamu luka-luka begini?”
“Ga apa-apa kok, mungkin dia lagi emosi. Tapi dia udah minta maaf dan janji ga gitu lagi.”
*begitulah kira-kira cuplikannya.*
Serius! Aku terbodok denger respon cewek yang jadi korban ini. Entah karena terlalu sayang sama pacarnya atau emang autis to the max atau emang sabar yang minta ampun atau bahkan udah dijampi-jampi, aku sebagai penulis emang ga tau. Haha! Tapi setidaknya, nalar itu ya dipake dong yaaaa.... Masa begitu mudahnya menerima permintaan maaf cowo yang udah dengan gampangnya melukai badan cewenya? Bukan pikiran kalian, wahai cewe-cewe! Kalian masih pacaran aja dia udah ringan tangan gitu, gimana kalau udah nikah? Aduh, dijadiin bola basket trus di-dribble-dribble aja lah diri kalian ya..? kasihani diri kalian. Hidup kalian itu ga hanya buat pacar (PACAR itu BEDA JAUH DENGAN CALON SUAMI). Demi apa dia mukulin kalian, nampar kalian, menggrepeh-grepeh kalian lalu ditinggalin gitu aja.? Emang pacar kalian yang ngerawat dan ngedidik kalian sampe sebesar ini? Sadar! Masih ada sepasang orang tua yang mesti kalian banggakan. ITU WAJIB!
Emang fakta banget kalau wanita itu terlahir dengan hati yang LEMAH LEMBUT, tapi bukan berarti pria bisa seenaknya menyalahartikan makna LEMAH LEMBUT. Jadikan kelemah lembutan wanitamu itu untuk mengurus anak-anakmu kelak, indah bukan? Lalu juga, emang wanita itu mudah sekali menjatuhkan air mata. Setegar-tegarnya wanita pasti ada titik dimana semua yang ada diprasaannya ga terbendung lagi dan yaa....nangis. tapi alangkah indahnya kalau air mata wanitamu itu jatuh ketika dia melihatmu lulus dalam suatu test atau tamat dari kuliahmu atau dia senang telah mengucapkan janji untuk hidup bersama pria yang dipilihnya. Namun, belum terlalu jauh hubungan kalian, pria udah sering buat wanitanya nangis. Apa kata dunia?!
Ladies, kalian mesti menghargai diri kalian! Kalian mesti mandiri! Ini yang perlu aku tekankan, Mandiri itu bukan berarti ga memerlukan bantuan pria. Mutlak hukumnya kalau kita juga sangat membutuhkan bantuan pria. Tapi setidaknya kita punya pegangan hidup sehingga pria pun juga merasa membutuhkan kita. Ketika ada rasa SALING MEMBUTUHKAN itulah diri kita bakalan dihargai sama pria. Bayangkan jika kita ga dihargai? Wah, bakalan kaya lagu Baby Doll – Utopia. Mau?
Lalu, alasan ke duaku nulis ini karna beberapa curhatan temen-temenku tentang pacarnya. Aku disini ga mengatakan hubunganku dengan pacarku adem ayem aja. Pasti dong ada masalahnya, kadang-kadang. Kalo ga ada masalah dalam hubungan, bakalan flat banget, at last BOSAN! Dan aku berusaha memandang positif, dengan adanya masalah, kita bisa lebih dewasa dan lebih mengerti karakter satu sama lain. Nah tapi kalau masalahnya datang kaya jadwal makan malam, itu pantes dipertahankan? Agojooo, nyesek mamen..! galau mameen....!! Hidup kalian itu berarti dan bukan hanya untuk menghadapi masalah doang. Masih banyak hal-hal lain yang menunggumu. Kalian itu terlalu berharga untuk mempertahankan seseorang yang sebenarnya kalian tidak sadari tidak pantas untuk dipertahankan. Pertahankan priamu kalau dia emang kamu memilihnya untuk melengkapimu bukan hanya karena kamu bahagia dengannya. Sebenarnya dia yang cocok adalah dia yang bisa diajak menangis dan tertawa. Hahah! *sok dewasa banget deh*
Sesungguhnya ketika masalah datang, wanita tak bermaksud untuk dibujuk yang berlebihan. Wanita hanya ingin melihat gimana prianya memposisikan dirinya untuk menyelesaikan masalah. Apa prianya itu suka lari dari masalah dan menggantungkan slalu menggantungkan wanitanya? Apa prianya itu egois dan hanya ingin kata-katanya saja yang ingin didengarkan? Apa prianya itu bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah? itu sebenarnya yang ingin dilihat wanita namun jarang pria yang paham akan hal itu.
Fine, itu tulisan yang seberapa. Semoga bermanfaat. See you next time
Good night J

Sunday, 4 March 2012


Aku ga tau ini lukisan atau menggambar.
Yang jelas ini aku buat pas mata kuliah ******
Bukan muhrimnya disebutkan. :D
Ini emang karena bosan sebosan-bosannya mendengar beliau bicara.
Mending kalau jelas suaranya, ini...
#maklumi saja


Huwauw!
Kalau lukisan ini sih karena pas dosen ngajar tiba-tiba
nyelip rasa kangen sama dia yang di sana. :D
Hais, emang rasa kangen itu ngga kenal waktu. *jleb.
Ya, sekarang aku sedang menumpukkan file-file kerinduan
seperti mahasiswa mengoleksi tugas-tugas dari dosen
#Pengakuanterselubung


Haks! Kalau yang ini, aku ga ngerti maksud dari tanganku melukiskannya
Tapi, sepertinya ini harapan aku deh buat masa depan.
Mengerti dong maksudnya.
Ga absurd pasti kalau ngomongin ini seusia aku.
lala..
Pokoknya target hidupku.
Selesai kuliah >
Kerja >
Punya satu usaha >
dan
Kalau udah dapat orang yang tepat, aku mewujudkan lukisan ini.
*Amin :)
Kadang lukisan itu sebuah imajinasi.
Kadang lukisan itu sebuah hal yang tertunda.
Kadang lukisan itu sebuah ungkapan hati.
Kadang lukisan itu sebuah doa yang lama tak kunjung nyata.
Kadang lukisan itu sebuah harapan mendalam di masa depan.
Kadang lukisan itu sebuah puisi yang tak berucap.
Kadang lukisan itu sebuah ketenangan dalam bayangan.
Kadang lukisan itu sebuah kerinduan untuk meraih.
Kadang lukisan itu ruang hampa yang diharapkan untuk diisi.
Kadang lukisan itu sebuah kata-kata yang tertunda.
Kadang lukisan itu sebuah kejenuhan kata-kata panjang tak berarti.

Friday, 2 March 2012


Akhirnya, aku masuk juga ke semester 2, semoga semangat aku masih membara sampai sumpah dokter kelak. *pray, amen*
Emang aku belum ada sampai 1 tahun mengenyam pendidikan di fakultas kedokteran. Tapi, malam ini aku mau share tentang kedokteran. Aku mau nyadarin bagi mereka-mereka yang mau masuk ke Fakultas Kedokteran *dan pada kenyataannya pun, aku masih perlu disadarkan*. Di dalam tulisan ini, aku ga bermaksud menjatuhkan mental ataupun menyemangati mereka-mereka yang membayangkan indahnya kelak menjadi dokter. Aku hanya mengupas sedikit, gimana rasanya jadi anak kedokteran itu.
Sadari sekali, fakultas kedokteran emang sangat diminati banyak orang. Berasa keren sekali kalau ditanya,”Lanjut kemana nih?”. Pasti dengan malu-malu terselip bangga,”di Fakultas Kedokteran, om, tante”. Ga salah sih untuk membanggakan prodi yang satu itu. Menjadi dokter itu pekerjaan mulia *pikiran orang umum*. Layaknya penolong hebat disaat sekarat. Ya! Hebat!
Tapi, menjadi dokter bukanlah hal yang mudah. Pikirkan hal-hal berikut:
1. Apa benar kalian tahu tujuan jadi dokter itu apa?
2. Apa kalian sungguh-sungggu ingin belajar jadi dokter?
3. Apa kalian sanggup menjalani proses jadi dokter?
4. Apa kalian mengerti konsekwensi jadi dokter?
5. Apa kalian, apa kalian, apa kalian???
Sebenarnya banyak pertanyaan tentang hal yang sangat berpengaruh untuk menjadi dokter. Inti dari kehidupan manusia kedokteran adalah TUJUAN, KESUNGGUHAN, PENGORBANAN dan KONSEKWENSI.
a. TUJUAN
Sadar atau tidak sadar banyak orang mengira, menjadi dokter itu mudah. Banyak orang beranggapan, menjadi dokter adalah pekerjaan yang sangat menjanjikan. Banyak orang berpikiran bahwa dengan menjadi dokter, strata sosialnya akan melambung tinggi. Menyebutkan dirinya adalah dokter adalah suatu kebanggaan yang tak ternilai. Mendapatkan gelar dokter adalah tanda ia mempunyai intelektual yang tinggi. Namun, untuk menjadi seorang dokter yang benar-benar dokter bukan itulah tujuannya.
Tujuan dari dokter adalah MELAYANI. “kau harus punya rasa empati terhadap pasienmu. Mau kau mendengarkan dia dengan baik, mau kau membuatnya nyaman ketika berobat denganmu. Dokter bukan hanya masalah kepintaran dan materi, tapi gimana hati nuranimu merasakan apa yang pasienmu rasakan.”dosen. Ya! Aku sempat kaget dengan kata-kata ini. Aku mereasa ciuuuutt sekali dengan kata-kata ini. Apa aku pantas jadi dokter? Apa aku pantas menjadi perpanjangan tangan Tuhan di dunia ini? *pikirkan, apakah kau sanggup untuk melayani?*
b. KESUNGGUHAN
“Sadari! Biaya untuk pendidikan dokter bukan hal yang murah. Ingat ayah dan ibumu mencari uang siang dan malam hanya untuk harapan kau jadi dokter. Menjadi dokter bukan hal mudah! Sekali lagi MENJADI DOKTER BUKANLAH HAL YANG MUDAH. KAU MESTI BELAJAR PAGI SIANG MALAM.”dosen. Pernah kah kalian melihat buku-buku kedokteran? Ya, tahu kah kalian, tidak sedikit mahasiswa kedokteran yang jenuh melihat buku-buku tebal itu sebelum membacanya. Namun, aku selalu berusaha menyadari,”Demi pasien-pasienku dimasa depan, gw harus melahap semua ini.”. Ga ada yang bisa sangat memotivasi diri kalian, kecuali diri kalian sendiri. Pulang praktikum entah sampai jam berapa, belum lagi tugas ini dan itu. Belum lagi banyak kuis dan berbagai macam tanda-tanda penyakit yang mesti dihapal. Salah mendiagnosis, salah memberi obat, dirimu sendiri taruhannya. Sadari! Kedokteran bukanlah pekerjaan yang mudah. Memang hidup matinya seseorang berada di tangan Tuhan, tapi bersyukulah Tuhan masih memberimu kesempatan untuk mencoba menjadi dokter dan ga pantas buatmu untuk menyianyiakannya.
c. PENGORBANAN
Ini adalah salah satu yang sangat penting. Untuk menjadi seorang dokter perlu banyak yang diketahui. Dan untuk semua itu, perlu banyak pengorbanan yang dilakukan. Dari materi, waktu sampai hal-hal yang kita impi-impikan pun mesti tertunda. Untuk soal materi, aku sudah bicara diatas tadi dan kini masalah waktu. Aku pernah menemukan kata-kata sperti ini,”calon dokter bukanlah pacar dambaan”. Sesungguhnya, menjadi pacar seorang anak kedokteran bukanlah hal yang mudah. Tak banyak waktu yang bisa dibagi untuk jalan-jalan, nonton atau apa pun itu bersama pacar. Untuk yang benar-benar ingin menjadi dokter yang benar-benar dokter, kebanyakkan waktunya dibuat untuk membaca buku, praktikum, dan berdiskusi. Jujur saja, aku belum banyak-banyak kali membaca buku, tapi hal ini mulai terasa buat kehidupanku.
d. KONSEKWENSI
Ingat baik-baik, Menjadi dokter bukan hal yang mudah. “kalau kau salah mengobati pasien, resikonya besar. Kau akan mengalami kerugian yang besar”, dosen. Haha! Gw emang masih ga percaya diri, gimana kalau aku nanti memeriksa pasien aku dan rupanya salah mendiagnosa penyakitnya? Ondeh, MALPRAKTEK bung! Mengerikan! Kedokteran sangat dekat pertemanannya dengan hukum. Salah menuliskan rekam medik saja, kalian bisa dituntut. Haissss, kebayang dong seremnya. Belum lagi dicap sebagai dokter abal-abal. Karena emang kenyataannya, banyak sekarang dokter yang hanya bergelar dokter. Aku pun takut untuk menjadi dokter yang seperti itu. Dalam pikiran aku sekarang, ”apa aku bisa????”
Emang kehidupan proses menjadi dokter bukanlah seindah gelar dr.di depan namu kelak. Gelar dr.itu berat. Namun sampai kapanpun, pekerjaan dokter emang pekerjaan paling mulia. Namun apa aku dan kalian bisa menjadi dokter yang benar-benar dokter?
Pahami..
“BANYAK ORANG TERPANGGIL,
NAMUN TAK BANYAK YANG TERPILIH.”
Ini pilihan hidup kalian untuk masa depan. Jangan salah langkah. Benar-benar pikirkan prodi apa yang ingin kalian ambil. Jangan sampai kalian berhenti ditengah jalan dan menyia-nyiakan umur dan uang orang tuamu dikemudian hari.
owya! Aku juga have fun dengan pendidikan yang aku jalani sekarang. Tergantung kitanya aja memandang sesuatu itu gimana. kalau emang bawaannya Happy, Kehidupan anak Fakultas Kedokteran seru dan sangat SESUATU. haha *LOL
Salam dariku.. J