Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Monday, 12 March 2012

Dear ladies

Ga bisa kita menutup mata kalau banyak sekarang kekerasan untuk wanita, entah itu masih single atau sudah berumah tangga, ga ada bedanya. Kita sering mendengar wanita disekeliling kita disakiti, dikhianati atau bahkan dianiaya. Kita sadar itu semua emang nyata. Di media massa sering menginfokan itu semua. Haha! Aku sebagai cewek ga tau mesti berbuat apa. Ga ngerti, sebetulnya semua ini terjadi kenapa. Seakan-akan wanita itu kaya mainan. *hais, parah ya.. ga habis pikir. Hei! Without woman, world is empty*
Aku berniat nulis cerita ini setelah dengerin iklan di radio live streaming @Prambors.
“Sampai kapan badan kamu luka-luka begini?”
“Ga apa-apa kok, mungkin dia lagi emosi. Tapi dia udah minta maaf dan janji ga gitu lagi.”
*begitulah kira-kira cuplikannya.*
Serius! Aku terbodok denger respon cewek yang jadi korban ini. Entah karena terlalu sayang sama pacarnya atau emang autis to the max atau emang sabar yang minta ampun atau bahkan udah dijampi-jampi, aku sebagai penulis emang ga tau. Haha! Tapi setidaknya, nalar itu ya dipake dong yaaaa.... Masa begitu mudahnya menerima permintaan maaf cowo yang udah dengan gampangnya melukai badan cewenya? Bukan pikiran kalian, wahai cewe-cewe! Kalian masih pacaran aja dia udah ringan tangan gitu, gimana kalau udah nikah? Aduh, dijadiin bola basket trus di-dribble-dribble aja lah diri kalian ya..? kasihani diri kalian. Hidup kalian itu ga hanya buat pacar (PACAR itu BEDA JAUH DENGAN CALON SUAMI). Demi apa dia mukulin kalian, nampar kalian, menggrepeh-grepeh kalian lalu ditinggalin gitu aja.? Emang pacar kalian yang ngerawat dan ngedidik kalian sampe sebesar ini? Sadar! Masih ada sepasang orang tua yang mesti kalian banggakan. ITU WAJIB!
Emang fakta banget kalau wanita itu terlahir dengan hati yang LEMAH LEMBUT, tapi bukan berarti pria bisa seenaknya menyalahartikan makna LEMAH LEMBUT. Jadikan kelemah lembutan wanitamu itu untuk mengurus anak-anakmu kelak, indah bukan? Lalu juga, emang wanita itu mudah sekali menjatuhkan air mata. Setegar-tegarnya wanita pasti ada titik dimana semua yang ada diprasaannya ga terbendung lagi dan yaa....nangis. tapi alangkah indahnya kalau air mata wanitamu itu jatuh ketika dia melihatmu lulus dalam suatu test atau tamat dari kuliahmu atau dia senang telah mengucapkan janji untuk hidup bersama pria yang dipilihnya. Namun, belum terlalu jauh hubungan kalian, pria udah sering buat wanitanya nangis. Apa kata dunia?!
Ladies, kalian mesti menghargai diri kalian! Kalian mesti mandiri! Ini yang perlu aku tekankan, Mandiri itu bukan berarti ga memerlukan bantuan pria. Mutlak hukumnya kalau kita juga sangat membutuhkan bantuan pria. Tapi setidaknya kita punya pegangan hidup sehingga pria pun juga merasa membutuhkan kita. Ketika ada rasa SALING MEMBUTUHKAN itulah diri kita bakalan dihargai sama pria. Bayangkan jika kita ga dihargai? Wah, bakalan kaya lagu Baby Doll – Utopia. Mau?
Lalu, alasan ke duaku nulis ini karna beberapa curhatan temen-temenku tentang pacarnya. Aku disini ga mengatakan hubunganku dengan pacarku adem ayem aja. Pasti dong ada masalahnya, kadang-kadang. Kalo ga ada masalah dalam hubungan, bakalan flat banget, at last BOSAN! Dan aku berusaha memandang positif, dengan adanya masalah, kita bisa lebih dewasa dan lebih mengerti karakter satu sama lain. Nah tapi kalau masalahnya datang kaya jadwal makan malam, itu pantes dipertahankan? Agojooo, nyesek mamen..! galau mameen....!! Hidup kalian itu berarti dan bukan hanya untuk menghadapi masalah doang. Masih banyak hal-hal lain yang menunggumu. Kalian itu terlalu berharga untuk mempertahankan seseorang yang sebenarnya kalian tidak sadari tidak pantas untuk dipertahankan. Pertahankan priamu kalau dia emang kamu memilihnya untuk melengkapimu bukan hanya karena kamu bahagia dengannya. Sebenarnya dia yang cocok adalah dia yang bisa diajak menangis dan tertawa. Hahah! *sok dewasa banget deh*
Sesungguhnya ketika masalah datang, wanita tak bermaksud untuk dibujuk yang berlebihan. Wanita hanya ingin melihat gimana prianya memposisikan dirinya untuk menyelesaikan masalah. Apa prianya itu suka lari dari masalah dan menggantungkan slalu menggantungkan wanitanya? Apa prianya itu egois dan hanya ingin kata-katanya saja yang ingin didengarkan? Apa prianya itu bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah? itu sebenarnya yang ingin dilihat wanita namun jarang pria yang paham akan hal itu.
Fine, itu tulisan yang seberapa. Semoga bermanfaat. See you next time
Good night J

2 comments: