Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Saturday, 14 December 2013

Malam ini aku teringat dengan judul novel yang belum pernah ku baca dan masih teronggok di lemari buku di rumah, judulnya 'Noda Tak Kasat Mata' yang ditulis oleh salah satu penulis Indonesia favoritku, Agnesjessica. Aku mulai jatuh cinta dengan tulisannya ketika aku meminjam novel kawanku judulnya 'Bidadari Bersayap Biru', lalu aku berniat membeli novelnya yang lain seperti 'Piano Di Kotak Kaca', 'Three Days Cinderella', dan lain-lain. Hem, cukup. Aku tidak membahas itu.
Noda tak kasat mata. Dulu aku pernah membuat nama blog ini jadi Rasatakasatmata. Dan seperti bluetooth hp, flashdisk, sempat kunamai dengan nama serupa. Iya. Dulu aku pernah punya kekaguman. Tapi, kekaguman tetaplah kekaguman. Dia bukan cinta yang diharapkan, dia bukan kasih yang terus masuk dalam doa, dia bukan orang yang bisa membuat aku tahu siapa aku.
Tak kasat mata. Banyak hal yang terjadi tanpa kita lihat. Kita membicarai orang lain di belakangnya, orang lain tersebut tidak tahu. Kita membohongi orang lain, mungkin saja kebohongan itu tak akan diketahuinya. Aku pun pernah melakukan hal-hal itu, dan aku pernah merasakan hal yang sama. Sebab karma adalah nyata. Tak jauh dari apa kata Dia, "apa yang kamu tanam, itu yang kamu tuai". Dan sesungguhnya, FirmanNya selalu nyata.

Wednesday, 11 December 2013


Yah sudah malam, gue enggak boleh makan lagi. Perlu sulam bibir kali, soalnya mulut suka membabi buta gitu kalo ngelihat makanan. Apalagi masa-masa ujian begini. Perut bisa tiba-tiba bunyi blak-blakan. atau otak bermanja ria.

"Gue ga mau lo suruh mengingat bahan kuliah kalo lo enggak makan! Titik. Gue lelah nop, gue lelah. Makanan yang mengertiin gue. Sedangkan lo, cuman bisanya ya gitu. ah sudahlah, pedih gue mengatakannya", iya kadang-kadang otak gue ngomong begitu. Ya gue bisa berbuat apa coba?
Nah apa lagi nih, kota tempat gue merantau sedang awet-awetnya hujan. Kehidupan gue seperti jatuh ketimpa tangga, kesiram cat, kejedot paku, dan segala-galanya itu. Yaelah!
Tubuh gue enggak gendut-gendut amat. (kalo enggak gue, siapa lagi yang bisa memuji). Tinggi sekitar 160, berat ** kg. Dalam perhitungan kesehatan, dengan tinggi gue yang segitu, berat badan gue seharunys **,* kg. Sudahlah, tak perlu dibahas itu, Cukup timbangan yang tahu :"""""")

Kata Om Mario Teguh, haruslah berfikir positif. Nah, ketika kita mendapatkan jatah badan yang sedikit gemuk pun, jangan lupa, tetap berpikir yang positif. Menjadi gendut ada untungnya juga kadang – setidaknya ada, walaupun kadang- contohnya:

1.  Dengan bertubuh gendut, kita aman.
Kita memiliki keamanan beberapa persen lebih tinggi dibandingkan dengan cewek bertubuh kurus atau proporsional, dari tindakan kejahatan, kecuali kita memakai emas dari ujung rambut sampai ujung kaki. Itu udah salah. Fatal kali malah. Kita enggak dilihat sebagai cewek, tapi seperti toko mas berjalan. Mbok ya disimpen aja. Dipake ga usah lebay gitu. Kan susah jadinya.

2.  Dengan bertubuh gendut, kita bisa lebih hemat (ini sedikit maksa).
Ga dipungkiri bahwa wanita itu paling enggak bisa dengan belanja, dan sangat pantang dengan diskon. Berapapun duit dikasih, akan habis untuk membeli pakaian, sepatu, aksesoris dan kawan-kawannya. Ribet! Dengan bertubuh gendut kita akan sulit mencari pakaian yang sesuai dengan ukuran kita. Ketika ada pakaian yang disukai dan harganya cocok dengan keuangan, tapi semua akan berujung pada ukuran yang tidak ada. Size yang menentukan kecantikan. Aku pernah mengalami ini dan sangat sering. Ya paling banter, ya mesti ke tukang jahit dan fitting baju sendiri. Ya, hidup HIDUP HEMAT! Cewek yang pinter hidup hemat menjadi salah satu nilai plus loh di depan calon mertua. Mhihihi (i am just trying to be proud to be fat, guys!)

3.  Dengan bertubuh gendut, kita berbuat pahala.
Ada beberapa artikel menyebutkan bahwa, kehidupan orang-orang gendut jauh lebih bahagia dari pada orang yang bertubuh normal atau kurus. Ya, kita bisa bercanda dan lebih sering dijadikan bahan tertawaan. Sakit emang, tapi ingatlah, upahmu besar di surga. Membuat orang tertawa itu enak. Siap-siaplah dikangenin sama mereka *senyum panjang kali lebar*.

Wednesday, 20 November 2013

Iya, aku suka melihat sepasang ikan yang diberikan teman-teman pas aku ulang tahun kemarin. Enggak, bukan mau ngebicarain tentang kesenangan (tapi jujur, aku senang. setidaknya di kamar kost ini enggak cuman aku, nyamuk dan kadang-kadang kecoak serta laba-laba menghuni kediaman mungil ini). 

Sepasang ikan ini lucu. Perutnya gendut. Warnanya cantik. Kalo udah aku udah ngasih mereka makan dari atas, pasti mulutnya itu mengatup-ngatup sampai terbentuk balon-balon kecil, menambah keimutan mereka. aku enggak tahu mereka sama-sama betina atau sebaliknya atau malah sepasang. Tapi aku mengultimatum kalo yang ada warna hitamnya, itu yang jantan. Setelah diperhatikan, aku ngelihat sesuatu. 

Kemana yang betina pergi, kesitulah jantannya. Kemana yang jantan pergi, kesitulah betinanya. Tapi, mereka sering rebutan makanan. Pas aku ganti air aquariumnya, dimana pun dipindahin, mereka tetep deket. Kadang kejar-kejaran. Sirip-sirip mereka melengkapi keindahannya. Mungkin mereka sedang jatuh cinta, Hehe..

Entah bagaiman cerita, aku berniat kemarin beli ikan jenis lain. Aku membeli sepasang ikan yang kalo di film Nemo itu yang warna hitam putih. Ah, makin ramai saja penduduk di kamar ini.
Mereka cenderung diam di dekat kaca, jarang berenang ke sana ke mari. Jarang kulihat bersama. Mungkin salah satu mereka suka dengan yang lain, atau sama-sama suka, cuman malu dan enggan untuk mengatakan. Atau yang parahnya, sesungguhnya mereka terpisahkan dengan kekasih mereka di toko ikan hias kemarin, jadi masih sama-sama sedih. Atau lebih gilanya lagi, ketika mereka ditangkap, mereka terpisah dengan kekasihnya di batu-batu karang waktu itu.Ya, mereka belum move on. Hehe.. Mungkin mereka dalam kondisi pemulihan perasaan. Buktinya, kalo aquarium dibersihkan, mereka kompakkan ke sana ke mari supaya enggak dipindahkan (ini juga kemungkinan alasan mereka susah pindah ke lain hati). Iya, mereka ribet.

So, kamu kemungkinan ikan yang mana?


*Jam 23.54 waktu galau membumbung tinggi.
sambil memikirkan seseorang yang sama egoisnya dengan aku
tapi dalam egoisnya, dia masih kirim pesan
"Goog night, I love you.."
Barusan*

Sunday, 3 November 2013


Hem, sekali lagi gue tekankan bahwa menjadi cewek itu tidak mudah. Tidak hanya belajar tulus, belajar masak, belajar mengurus rumah, belajar memutar otak dengan berbagai keadaan keuangan. Ada satu hal yang perlu dipelajari. Kain. Benda sederhana itu juga bisa meningkatkan kepopuleran atau mengisyaratkan tingkat selera kita.

"Itu coba ambil", mama menunjuk kain yang ada disudut lemari.

"Ah, mana cocok itu. Kain gendong itu kan?", kataku, karena pas pulang ini gue niat banget menjahit baju desain sendiri (sebenarnya copy paste dari internet juga, wkwk).

"IIhhh, Enak aja kauuu, ini mahal. Apa pulak kain gendong? cantik gini", protes mama sambil buka kain itu. "Tengok ini motifnya. Susah buatnya ini. Batik tulis tangan. Kainnya halus lagi. Lihat posisi bunganya, susah ini buatnya makanya mahal. Makanya kau perlu belajar begini juga", tambah lagi si mama pengamat kain profesional.

"Ooohh... Cantik sih ma. Hahahaha.. Untuk aku aja yaaa..", hahaha, gue termakan kata-kata bungg! Setelah diamati emang cantik gitu motifnya.

"Tau aja kau yang cantik. Pilihlah yang mana biar di jahit", bukti mama selalu memberi yang terbaik buat anaknya. apa lagi anak cewek. hahahaha, yodah sih gue juga ga mau nyia-nyiain kesempatan itu. sambil diskusi dan nyocokin model yang pas, aku kepikiran.

"Hem, berapa pulak lah harganya ini ma?"

"Wooo, adalah...", entah karena murah atau mahal si mama mengalihkan pembicaraan. Tapi rasa-rasaku itu kainnya rada mahal.

"Brarti harus nyari suami yang kaya lah ya?", celetuk gue.. haha, keceplos gitu.

"Ya, ga mesti cari yang kaya. Percaya atau ga, rejeki itu tergantung bawaan dari sananya. Cari yang biasa, kerja. Yang penting, tengok keluarganya gimana. Dia itu gambaran dari keluarganya".

gue balik lagi nyari kain yang bagus.....

Sunday, 20 October 2013

Woyow! Sudah dipertengahan menuju akhir Oktober.
Voila! kira-kira 2 minggu lagi memakai "Novia, 19 tahun". Dih, udah kepala dua? Kepalaku membelah diri jadi dua. Argh, arti macam apa itu?!

Lupakan masalah usia. Ini tentang keinginan yang tak seharusnya teringinkan. Hem.
Besok itu ujian praktikum, tapi aku ngeblog. ngesoundcloud (baru ngerekam doang)
4 hari lagi itu aku tuh ujian blok. Tapi aku masih sanggup jalan-jalan, ngelihat shopping online, ngelanjutin #2nd draft? Yaelah, mahasiswi apaan deh gue.
Kalo malam-malam belajar, pasti belajarnya sejam, main POUnya berjam-jam. Sedih hati Ben 10 ngelihat hati ini semua. Padahal Spiderman udah nyemangatin. Padahal Kura-kura Ninja dan Power Ranger udah ingetin. Yaolohhhh~~ Tanda-tanda apa ini?! Hahaha...
Iya sih lagi penat. PENAT sekali. Sekali PENAT.
Malah tingkat nafsu makan meningkat drastis dan ga ngegym lagi untuk beberapa saat (alibi ujian). wkwk, dasar anak muda.

Oh ya, udahlah dulu ya. udah diminta tetangga modemnya ini. Maklum, anak kost nyari gratisan. Yoklah, belajar ya weee..
Emm, sebenarnya ga berani bilang "Wish me luck" karena akunya aja belum belajar maksimal. Okedeh, cabut dulu kakaknya. Maleeem~

Monday, 9 September 2013

September 09, 2013 0 Comments
Saya berpikir, mungkin yang terjadi pada saya sekarang adalah yang saya tanam kemarin, atau mungkin karma. Saya berpikir, untuk beberapa kali beberapa hal terjadi memang sebagai hukuman buat saya. Saya diharuskan merasakan apa yang dirasakannya kemarin. Tapi, saya kembali mencerna. Ketika ini sudah lebih dari yang saya akal sehatkan, saya berpikir. Apa karma itu lebih panjang durasinya, lebih beragam jalannya dan lebih sulit rasanya dari apa yang saya lakukan?
Apa beberapa perubahan tentang kebaikan yang mungkin tak terlihat atau tak terasa atau malah terabaikan, betul-betul tak akan diperhitungkan lagi? 

Saturday, 31 August 2013

August 31, 2013 0 Comments
ada yang diam-diam mencintai, lalu memendamnya lebih dari akal sehat. ada.
ada yang diam-diam sakit hati, tapi tetap melihat penyebabnya. ada.

ada yang pura-pura peduli, tapi tak ikhlas. ada.
ada yang peduli, tapi selalu mengingat kepeduliannya. ada.

ada yang beginilah. ada.
ada yang begitulah. ada.

Sunday, 25 August 2013

kalo mereka nanya kok bisa kita kenal?
aku cuman diem, bingung. ga tau dimana awalnya kita
bener-bener kenal -kita ga pernah berjabat tangan dan mengenalkan nama satu sama lain-
bener-bener ngobrol -kalo ada kepentingan aja kita baru bicara. ya, sekedarnya-
bener-bener pendekatan -nomor hape aja tau pas udah sah-
bener-bener saling tau jatuh cinta -ya seiring sekarang-
tapi dia sedikit gila, gila untuk nekat, nekatnya yang meluluhkanku.

kalo mereka nanya, siapa dia?
entah, aku tak tahu siapa dia. aku tak kenal dia. Tapi mungkin, kagum, suka, sayang, cinta, kasih, mereka yang mengenalkan kami.

kalo mereka nanya, dia seperti apa?
Ya apa adanya dia, tapi dia cukup pintar membuatku semakin menyanginya dengan apa adanya itu.

kalo mereka nanya, kenapa aku ada sama kamu?
aku bukan orang yang baik-baik banget jadi dapat bonus pria seperti dia. Ya aku rasa aku cuman beruntung.

kalo mereka nanya, kok bisa sampai sekarang?
Ya, sama seperti IP, mendapat itu mudah, mempertahankan ya lebih sulit.

kalo mereka nanya, kalau berantem?
sama-sama keras, sama-sama sering bertahan dengan argumen masing-masing. tapi kurasa dia tahu kapan harus tetap keras dan kapan mencintaiku tanpa marah-marah lagi. dia cukup dewasa.

kalo mereka nanya apa yakin?
dia cukup pandai meyakinkanku.

kalo mereka nanya, jika ada yang lebih baik?
pencarianku terhenti di dia. selesai.

Sunday, 28 July 2013

Beberapa kali kita mengartikan, apa itu hujan turun ketika matahari sedang terang berarti ada tanda kejadian buruk?
Tidak, mereka hanya bertemu di suasana yang sama, entah itu kebetulan atau tidak, yang jelas mereka sama.

Beberapa kali kita mengira, ketika jarum panjang dan jarum pendek bertemu diatah utara di malam hari, berarti hari ini telah selesai?
Tidak, mereka hanya bertemu di waktu yang sama, entah itu diatur atau tidak, yang jelas mereka sama.

Beberapa kali kita melihat, ketika pena dan pensil dimasukkan dalam satu kotak alat tulis, berarti supaya mereka tidak hilang dan bececeran kemana-mana?
Tidak, mereka hanya bertemu di tempat yang sama, entah itu sengaja atau tidak, yang jelas mereka sama.

Beberapa kali kita mulai menyadari, ketika aku dan kamu bertemu dalam keadaan tidak ada yang memiliki, berarti kita kebetulan saling punya perasaan?
Tidak, kita hanya diatur tanpa sengaja, di dalam suasana, waktu dan tempat yang memang harusnya kita berada. 

Friday, 26 July 2013

"Lalu, apa yang bisa mengerti aku sekarang? Ketika dia sudah memakaikan cincin emas putih itu pada perempuan pilihan mamanya? Dia sudah tunangan", seorang sahabat menelfonku dari ujung pulau seberang.

"Sabarrr...", aku tak tahu harus menjawab apa.

"Sabar itu kata sifat, bukan kata kerja..", ketusnya.

Sahabat disana berubah dan sangat berubah dari yang ku kenal. Dia sekarang layu, akarnya hampir lelah menyerap air dari tanah. Aku diam, bukan tidak tahu mau menasehati apa. Aku tidak pernah diposisinya. Atas dasar apa aku bisa lebih bijak dari dia? *loh, kenapa aku yang galau coba?

"Harus rupanya perbedaan suku menyulitkan rasa yang udah dititipkan? Sebegitu kejamnya? Kalau begitu, kenapa aku harus bertemu dia di loket kereta api, kemudian bertanya tentang alamat rumah, lalu berakhir dengan tatapan yang tak pernah bisa aku lupakan?", suara seperti orang sedang flu mulai terdengar samar-samar.

"Ya, Nin..", responku.

"Sebegitu egoisnya hal yang harus aku lewati? Kemudian, jatuh bangun aku untuk tetap melihat senyumnya, cuman jadi pengalaman hidup?"

"Cinta tak harus memiliki, Nin.."

"Kadang, cinta butuh keegoisan. aku egois untuk memilihnya, dia pun begitu."

"Iya. aku tahu kalian tidak main-main dengan hubungan ini, terlebih kamu."

"Aku sangat merindukannya. Aku salah merindukannya?"

"Tidak.."

"Jadi harus dibuang kemana perasaan ini? Sudah membatu ini, aku kacau.."

"Kamu butuh palu.."

"Untuk apa?"

"Menghancurkan perasaanmu terhadapnya.. Kamu butuh orang yang keras seperti palu untuk mencintaimu dan menghilangkan dia dari ingatanmu.."

"Siapa?"

"Palu dibuat butuh waktu, dia tidak akan secepat itu.."

Sunday, 21 July 2013

"Yesus menginginkan daku, bersinar bagiNya

Dimana pun ku berada, ku mengenangkanNya
Bersinar, bersinar itulah kehendak Yesus
Bersinar, bersinar aku bersinar terus.." KJ 424


"Bahkan bintang butuh gelap untuk terus bersinar..." Lyla

Yah, apapun yang kita lakukan, pasti ada aja orang yang berusaha mencari kesalahan kita. Semakin tinggi pohon, makin banyak angin yang menggoyangkan. Berterimakasih saja, mereka diciptakan untuk membentuk kekuatan kita. Kira-kira begitu...
Finally, keep going, keep shining.
Work hard, Pray hard, Play hard, 
We will see the result.



Tuesday, 16 July 2013

Jadi waktu itu, kira-kira sore menjelang malam, aku melihat seorang anak kecil masih menenteng makanan kecil jualannya. entah masih bagus atau sudah expired makanan itu. Yah, apapun itu akan dijualnya, kecuali harga diri. Salutnya aku, dia tidak meminta-minta seperti kawannya yang lain.Mungkin dia membawa makanan itu hanya untuk menampakan kalau dia berusaha, ya berusaha.
Dari jauh aku melihat berbagai lambaian tangan didapatnya. Mungkin mereka merasa tak yakin dengan makanan yang dijualnya. Ya sudahlah, sumber rezekinya bukan dari mereka saja.

Entahlah, entah akunya yang lembek kali, atau gimana yaa.. Terharu saja melihat kaki-kaki kecil itu melangkah ditengah jalan. Udah macam apa itu paru-paru dia? Ku harap dia tidak memperparah dirinya dengan merokok, seperti teman-temannya yang lain. Dimana ayah ibunya? Dimana keluarganya? Adakah yang masih merasa kehilangan dirinya? 

Pengen membantu, tapi ya aku anak kost juga. Bukan maksud egois, keuangan pun sedang meradang, hehe.. Kali ini aku ga bisa berbuat apa-apa untuk menambuah pundi-pundinya. Semoga dia masih bertahan sampai sekarang.

Ya, kata syukur itu patut dideretkan di berbagai kondisi kehidupanku. Setidaknya, aku masih bisa makan, masih bisa mengecap bangku kuliah, masih bisa lebih banyak menghirup udara bersih dibandingin dia. Jadi malu sendiri dengan diri ini, kebanyakan ngeluhnya. Dia mengajarkan aku, untuk berani untuk gagal, berani untuk menantang kehidupan sepahit apapun, untuk berterima kasih untuk recehan dan untuk menikmati hal-hal sesederhana apapun itu. Dia beberapa kali lipat lebih tegar dan mandiri buat kehidupannya daripada aku. 

Aku ada disini dengan belajar kehidupan. Melihat sekitar sebagai cerminan. Dan mengingat mereka, sepasang orang tua super hebat, yang mesti dibanggakan, harus! Hal paling indah itu adalah, menciptakan senyuman mereka dengan alasannya aku

Saturday, 13 July 2013



Tulisan ini aku buat kira-kira setahun atau stengah tahun lebih sebelum penerimaan dosen pembimbing (panggil saja doping) dan judul skripsi.

Phiuuuw, ga terasa aku udah mau keluar dari semester 4, tapi belum ada tercium aroma-aroma LIBURAN (Oke, sudahlah. Ini waktunya untuk sekolah, kuliah, menimba ilmu). Lagian kalo mau pulang kampong juga, ga tau apa yang mau dibawa. Mau bawa bolu *er**ti? Bika Ambon? Terlalu biasa. Mau bawa nilai? IP sampai sekarang masih segitu mau apa yang mau dibanggain coba? Yasalaaaammmm, udah bagusan mendodos sawit di kampung, haha.. becandaaaaa :”)

Oke balik ke semester 4, sekitar 3 semester lagi. Haaapp! Berasa baru kemaren aku daftar dan lolos masuk fakultas yang dinilai paling royal dan berkelas ini. Tapi, sadarlah, ini fakultas yang begitulaah kira-kira. Kalo emang tujuannya nyari duit yaaa, jangan masuk disini. Sampai sekarang sometimes tersirat aja gitu, kenapa masuk fakultas ini? Udahlah ribet, mahal, lama, berbahaya pun. Wow kali lah. Tapi tenang aja, makin lama makin cinta kok dengan buku-buku tebal itu. Yakinlah, bermalam sama dia, bobok pun bareng dia. Hahaha :D 

Begini, memang jadi dokter itu sulit gampang susah senang. Banyak cerita dalam waktu 3,5 tahun kuliah, 1,5 tahun co-ass (semacam PKL atau KKN gitu). Kalo ga ada perubahan sistem, siap co-ass, mesti UKDI dulu, OSCE dulu. Kalo ga lulus, ngulang lagi. Itu cuman jadi dokter umum. Jaman skarang, dokter umum yaaaa you know them so well lah. Positive thinking aja. Jalanin aja, asik kok. Suka dukanya bisa dikenang ntar pas udah tua-tua. Yakin deh, bakal ngakak-ngakak sendiri kalo ngingat yang jelek-jeleknya, kaya: telat ngelab trus dapat tugas tambahan (aku pernah ini kena), kalah nilai ujian (pernah! nyesek broo), mengulang tugas (ini juga), dans segala aib-aib masa kuliah haha.. Intinya, ikuti saja sistem itu, lakukan apa kewajibanmu, lancarlah pendidikanmu.

Ini mesti dicampkan: Ada kebahagiaan sendiri loh ketika orang datang kepadamu dengan muka pucat, tak bersemangat. Kemudian dia pulang kerumahnya dengan senyum yang merona. We’ll be a smile maker. Itu, itu dia bonus dari passion to be a doctor.

Gue harus menyadari, gue adalah salah satu orang terpilih untuk ikut dalam fakultas ini, walaupun aku belum tentu menjadi orang pilihan-Nya. Should be struggle!

Dan belakangan ini, mulai menyadari makin lama makin tua awak di kampus. Skripsi, doping, judul, berserta kawanannya mulai terlihat jelas diujung sana. Semester 4 masa-masa dimana mulai memikirkan…

“siapa kira-kira dopingku nanti?”

“duh, denger ga gimana bapak itu (doping) kalo jadi pembimbing kita? Aku denger-denger bapak itu begini..”

“capek, beberapa kali buat judul tapi ditolak.”

Feeling horror, right? Tapi, jangan kalah sebelum menang loh. itu cuman taste dari kehidupan, biar ga mainstream gitu :D

Yah, siapapun ntar dopingku, pokoknya yang ga neko-neko dan melancarkan tugas akhir itu.

*perhatian: bila ada yang baik, ambilah. bila ada yang buruk, jangan percaya, itu cuman tulisan unek-unek.

Wednesday, 10 July 2013

#eta marende Ditakko Ma Rohakki

songon-songon i ma..
di borngin i, ahu nga loja na mambahen handbook..
lalu, molo hu ingot ahu na betul-betul mamereng ho pertama hali..
aih, mabiar ahu, adong sesuatu yang beda di ho...
agoyamang, nga ditakko rohakki.
jadi marsihol gitu..ngasegaaa...
mekel-mekel sendiri ahu alani mengingat itu..

nunga melep mataku, nuaeng modom, tapi ndang boi.

molo hu pikkiri annon hita na dua... 
emm..
mama molomolo, papa molomolo, nenek molomolo, kakek molomolo
udah gitu aja, selebihnya di hati aja..
i ma tutu.. wkwkw XD

Saturday, 6 July 2013

Menjadi perempuan itu susah susah gampang. Terlalu peka perasaannya. Terlalu banyak yang dipikirkannya. Terlalu banyak emosi yang kalah karena kata-kata manis, tapi emosi itu hanya hilang sementara, kemudian terpendam aja dulu. Ketika hatinya sudah merasa ini bukan masalah kata-kata manis, dia seperti balon udara, terlalu banyak tekanan, dia akan meledak dan terbakar. 

Ada kalanya perempuan mengalah dan mencoba ikuti kisah, walau kadang dia harus mengubah kebiasaannya. Berubah perlu usaha dan tak mudah. Seorang perempuan akan berubah hanya jika dia telah ditegur oleh orang yang benar-benar dia sayang.

Namun, ada saat perempuan tidak akan lagi memprotes apa yang terjadi padamu, bagaimana dia cemburu, bagaimana dia peduli, bagaimana dia memikirkan masakan hari ini untukmu, bagaimana dia menyiapkan teh buatmu saat kamu kerja, bagaimana dia tidak akan menangis lagi akan kesalahannya yang kamu buat padanya. Dia sedang mengobati perasaannya yang letih karena dia sibuk menjaga perasaan orang lain dan sedangkan perasaannya sendiri, terabaikan. Tenanglah, jauh dari dia mengobati perasaannya, dia masih memikirkan kamu.

Wednesday, 3 July 2013

Taraaaaa...! Meskipun tergolong #latepost, tapi ini pengalaman baru buat aku dan temen-temen yang lain. Jadi begini ceritanya. Sebenarnya peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di peringati setiap tanggal 26 Juni. Tapi berhubung katanya kalo sebelum ngadain aksi turun kejalan (Inget, ini aksi bukan demo. Mahasiswa itu ga pake demo, tapi pake aksi. Aksi itu pake bukti, bukan suara keras kaya mamak-mamak di pajak. Ga bakar-bakar ban, mending bannya jadi bahan buat ketapel, huahaha...), kitanya mesti lapor ke polisi 3x24 jam. Yah, finally gagal deh pas tanggal 26 nya itu diadain. Pihak BEM mengubah jjadwal, Jadinya tanggal 2 Juli kemarin.

Singkat cerita, kami ada sekitar 12 orang dari stambuk 2010 dan 2011 turun ke jalan untuk membagikan brosur dan stiker tentang narkoba. Pertama, kami turun di bundaran Sudirman, dilampu merah sekitar pancuran Bank Mandiri. Ini diaaa..
#1
#2
Untuk pertama kalinya kita turun ke jalan. Gugup sih, ngebayanginnya ituu.. Huahaha.. Ngerasain senyum tapi ga dianggap. Ketika menokok jendela mobil tapi ditolak. Dikirain sales
"Dimana belinya dek?" *nah lho, kami ga sales massss..
"Apa ini? Berapa harganya?" *yahh lagi lagi..
Ada beberapa yang nerima baik, syukur banget. And the next trip tooo... Bundaran SIB, kami berdiri diskitar trotoar dekat lampu merah. Bayangkan panasnya itu, matahari tepat berada di atas kepala. Kami tinggal tunggu matengnya aja lagi. Wkwkwk. This is it!

 #3
#4
Pas disini udah rada kebal dengan penolakan, hakhak. Tapi ga kalah banyak juga memberi respon positif. Menerima dengan senyum, Membuka jendela mobilnya sekedar untuk melihat spanduk kami, Ga sia-sia yang berdiri di bundaran dekat air mancur itu. Ada yang bertanya hal yang normal
"Ini apa dek?"
"Ini aksi peringatan hari anti narkoba internasional pak".
"Oh iya, makasih ya.."
Ada juga yang gue kasih ke nenek-nenek yang naik becak sama cucunya. Dikasih ke pengamen juga biar mereka ga make itu. Orang yang stylenya sih anak kuliahan. And the last! We moved to daerah Jamin Ginting, dekat pintu satu USU. Hemm, rada ekstrem aja. Kaminya dari kampus mana, beraksinya dimana. Hihi.. Nih diaaaa...
#5

Wohooooo~ Akhirnya kelar juga beraksi dibawah terik matahari sampai sore. Sejauh mata memandang, ga ada yang membuang brosur dan stikernya. Puji Tuhan, hujan turun setelah itu. Berarti aksi kami emang diberkati :D :D Semoga bermanfaat buat semuanya!
Nih anggotanya...
#6
 #7
 #8
#9

Merdeka dari NARKOBA
atau
Mati karena NARKOBA!!

#10

Monday, 1 July 2013


Sesudah itu, dia menyeruput teh yang dibuat wanita tua yang duduk di kursi goyang, di sebelah meja teh itu. Sambil melihat senja sore, dia bilang, "Terima kasih udah membuatkanku teh untuk kesekian kalinya. Aku tahu, kadang teh buatanmu itu terasa kurang manis, manis dan terlalu manis. Kurang manis ketika keuangan kita sedang jauh dari harapan, maafkan aku. Atau ketika perasaanmu sedang jengkel terhadap sikapku yang tidak cocok dihadapanmu. Terlalu manis ketika kamu sedang bahagia sampai-sampai untuk menakar gula pun kamu lupa. Aku tidak mempermasalahkan itu, mungkin jika besok teh ini kamu campur garam pun, aku pasti meminumnya. Aku tahu, kamu membuatnya dengan hati, bukan dengan berapa sendok gula atau garam di dalamnya. Aku dan teh, tidak sama. Teh bisa terlalu atau kurang, aku tetap mencintaimu, apapun itu rasa teh yang kamu buat."

Wanita tua yang tengah menyulam itu tersenyum dan sesekali menaikan kacamatanya. Suasana sejenak hening, lalu wanita tua itu memecahkan suasana,"Aku tak perlu tahu, secinta apa kamu padaku. Tapi aku perlu bersyukur, kamu pria yang bersedia ada di sampingku sekarang, sampai di kursi goyang ini".

Dia kembali menatap wanita tua itu dengan senyum,"Terima kasih, untuk waktumu untukku. Aku mencintaimu"

Wanita tua itu berdiri dan perlahan berjalan menuju dia dan mengalungkan sulaman syal yang baru selesai dibuatnya,"Asal itu kamu, itu sudah cukup, cukup membahagiakanku..."



Saturday, 29 June 2013

Rekam Medik selesai praktikum anatomi hari ini:

Anamnesa

Data Pribadi:
Nama : sebut saja Melati
Alamat: di hati abang itu
Usia : menjajaki usia melepas masa alay
Pekerjaan : mahasiswi semester 4 akhir
Status : masih sama abang itu
Pendidikan : Belum tamat, doain tahun depan nyusun o:)

Keluhan: Pusing
Keluhan tambahan: tenggorokan ga enak, hidung sedikit mampet
Riwayat penyakit: hepatolongsonormegali et causa begitulah kira-kira
Riwayat penyakit keluarga: (-)
Riwayat pemakaian obat: abang itu..
Kebiasaan olahraga: kalau ingat
Kebiasaan belakangan ini: Tidur larut seperti kalong, dismenorea
Riwayat sebelum datang ke orang medis: Menguap di depan otak berformalin pada saat praktikum anatomi

Pemeriksaan Fisik:
Vital sign: TD: Tensi rendah, RR normal, bradikardi, 36,5 C
Inspeksi: wajah sedikit pucat
Perkusi: abdomen berbunyi timpani (+++), perut megah,
Palpasi: (-)
auskultasi: (-)
Kesadaran: apatis

Pemeriksaan Tambahan: (-)

Diagnosa: 
fatique et causa refo, anemia hemoragic et causa dismenorea dan menghirup formalin

Terapi:
Makan, minum Bear Brand dan istirahat.

Jam 5.20 telah lahir Nasi bungkus + teh manis dingin. Bear brand ditunda karena rasanya yaaa kita sama-sama tau.

Prognosis: Jaringan adiposa menebal a.k.a BUTONG GABE OTO, GABE MOMOK.. haha :D

Edukasi: Makanya...
1. Sebelum praktikum, makanlah secukupnya. Jangan jadi kelaparan begitu.
2. Pas pulang, istirahatlah. Jangan nulis blog kaya gini.
3. Seberapa ngantuknya anda, jangan sampai nguap di depan otak berformalin. Finally formalin masuk. Ya, ebagai generasi muda kita mesti positive thinking. Anggap saja itu mencicil formalin :D


Saturday, 15 June 2013

Belakangan gue beralih profesi menjadi mak comblang, menyatukan dua orang yang belum pernah bertemu, berusaha mencocok-cocokan dua hati yang berbeda haluan, tapi tetap dua manusia ini sedang dalam keadaan jomblo kronis. Sesungguhnya mereka ada yang menyukai, maksudnya si cowok ada yang disukai dan menyukai dirinya, kemudian hal yang selaras juga terjadi sama si cewek.
Gue lupa mereka kenal darimana, tapi jelasnya satu sama lain saling memperhatikan dari jauh. Tidak, mereka tidak sekampus, apalagi sefakultas. Jadi susah melihat apa reaksi satu sama lain ketika bertemu. Ini semua berawal dari sewaktu kali si cewek, panggil saja namanya Ranum. Ranum belakangan ini sering menjadi stalker-nya si cowok, panggil saja namanya Eboy (berasa nama pemain Persipura yeee, haha...)

Ranum: Pleaseeeeee, cariin gue pacar! Asli baru kali ini gue bene-bener tertampar karena jomblo. Baru kali ini. *dengan autotext dimana-mana*

Gue: Hahaha, kok baru nyadar sekarang. Emang ga ada yang naksir sama lo? *gue masih biasa dengan autotextnya dia*

Ranum: Ada sih, tapi ga sesuai tipe yang gue cari. Ada satu cocoknya jadiin abang aja. ada satu, manis sih tapiiii...terlalu bijaksana, seriusan orangnya.

Gue: Nummm, tolong autotext lo itu. Ribet bacanya! ckckck, parah ya. ada sih kawan gue juga lagi ngebet pacaran. cuman ya gitu, cinta macam kupu-kupu, makin dikejar makin lari.

Ranum: Haha, iyeeee.. Habis waktu punya bb gue masukin semua autotext. btw, siapa?

Gue: Eboy namanya. 

Ranum: Oh yang itu. gue belakangan ini mulai melirik dia sih. Tapi gue rasa gue ga tipe dia.

dan begitu selanjutnya, percakapan mengenai dua hati yang belum bertemu, tapi sudah ada rasa di salah satu mereka.

Kembali ke peraturan duniawi, sejak ibu kita Kartini belum lahir, perempuan paling ga etis untuk ngutarain perasaan duluan. Sometimes, to be a girl is such the hardest thing. Wanita harus lebih lama menunggu, seperti di kartun-kartun. 

Seorang pria akan datang pada jam-jam tertentu dengan membawa kuda putih yang ada kesan bercahaya glittery glow-glow gimana gitu. 


Wanita menunggu.
Lalu, si pria datang menjemputnya. Akhirnya mereka pergi dengan tulisan "Happily ever after, The end". 


Kebanyakan cewek masih terbawa-bawa cerita masa lalu, berandai-andai dirinya adalah seorang puteri. Hampir semua cewek masih dengan pemikiran begitu, sehingga menjadi hal yang IH WOW! kalo ngutarain perasaan duluan. Kalo gue dulu sih yaa, gue emang udah ngasih kode, semacam kode morse gitulah. Untungnya radar yang disana ngerti itu semua. Hahahahaaha! Konyol sih.

Finally, di tulisan ini gue mau berpesan:
1. Yakinkan dulu kalo itu perasaan cinta, bukan suka atau kagum atau apalah. Biar entar ga nyesel.
2. Gue salut dengan cewek-cewek yang masih bisa menutupi perasaannya. 
3. Bangunlah, pangeran berkuda putih itu cuman dongen sebelum tidur.


Friday, 14 June 2013

PFFTT...
ga cuma signal aja yang bisa php, ga cuma kakak-kakak tukang fotocopy aja yang suka php, ga cuma gebetan aja yang demen php, ga cuma, ga cuma, ga cuma, ga cuma...
dan cuma jadwal kuliah yang php-in gue. udah beberapa hari ini ke kampus cuma untuk nampakin muka ke biro, NO LECTURE! Ngotori baju aja sih. Dosen ga tau capeknya nyuci baju yang dipakai percuma. HAHAHA..

Sesungguhnya,
awal blok itu adalah 
liburan yang tertunda.

Wednesday, 12 June 2013



Just know,
you're never alone,
you can always come back home


Sekarang adalah waktu yang rawan untuk menghitung kapan libur, kapan libur dan kapan mulai libur. Mulai mengait-ngaitkan waktu setahun lalu dengan sekarang, gue rasa waktunya tidak beda jauh. Gue kangen adalah suasana rumah. 

Rumah adalah tempat dimana kamu sebenarnya siapa, tempat tinggal dimana orang-orang yang sabar dengan tingkah laku kamu, dan tempat dimana kamu tidak mengingat apa-apa untuk sementara waktu. Rumah sesederhana kamu bisa dengan tenang berada di dalamnya dan menjadi kamu sebenarnya. Rumahlah yang menerima kamu apa adanya. Dimana pun itu, rumah sendiri adalah tempat terbaik untuk bernafas. Home is waiting, i'll come sooner! :D


korban rindu rumah

Saturday, 8 June 2013


Matikan lampu, terus download deh nih lagu. Naif, ya Group Band Naif. Ga begitu tenar dengan Noah atau Ungu atau Srimulat (perbandingan yang salahnya fatal). Pokoke, puooooll denger nih lagu. Inget, Galau sebentar itu FISIOLOGIS, kalo Galaunya kelamaan itu PATOLOGIS. Haha :D
Let's turn on the music!! Wajib deh jadi soundtrack of your life! Liriknya simple tapi langsung ngena' dan emang berarti banget. Ane garansi deh. Perasaan ga sembuh, ane ga tanggung jawab. *eh? 


Selamat mendengarkan, pemirsa..!!


Air dan Api
-naif-

Apa mauku apa maumu
Selalu saja menjadi 
Satu masalah yang tak kunjung henti

Bukan maksudku bukan maksudmu
Untuk selalu 
Meributkan hal yang itu-itu saja

Reff: mengapa kita saling membenci
awalnya kita selalu memberi
apakah mungkin hati yg murni
sudah cukup berarti

ataukah kita belum mencoba
memberi waktu pada logika
jangan seperti selama ini
hidup bagaikan air dan api




Karena Kamu Cuma Satu
-naif-

kau yang paling setia, kau yang teristimewa
kau yang aku cinta, cuma engkau saja
dari semua pria aku yang juara
dari semua wanita kau yang paling sejiwa


denganmu semua air mata menjadi tawa suara ria
akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka
denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria
janganlah kau berpaling dariku karena kamu cuma satu untukku

kau satu-satunya dan tak ada dua
apalagi tiga, cuma engkau saja
denganmu semua air mata menjadi tawa suara ria
akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka
denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria
janganlah kau berpaling dariku karena kamu cuma satu untukku

kau satu-satunya dan tak ada dua 
apalagi tiga, cuma engkau saja
dari semua pria aku yang juara (aku yang juara)
dari semua wanita kau yang paling sejiwa


denganmu semua air mata menjadi tawa suara ria
akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka

denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria
janganlah kau berpaling dariku karena kamu cuma satu untukku
untukku, untukku, untukku, untukku


Finally, kehidupan cinta-cintaan anak muda sekarang ya muter-muter di lagu itu aja. Ga jauh beda, kalo kita makan terusss p*p teruss lapar, teruss makan lagi terus p*p lagi terus lapar lagi, terusss.. Cycle of story-nya disitu-situ aja.

Gue nyadarin egois gue lebih GEDE dari badan gue. Dijamin! Itu yang sering jadiin masalah dan beranak pinak kaya pertumbuhan penduduk Indonesia.

Gue bersyukur, masih ada orang yang neriman keegoisan gue, yang kadang gue sendiri bingung ngatasinya gimana. Percayanya gue, lo ada disaat gue emosi, lo ada disaat gue down, lo ada disaat keadaan terburuk gue. Gue kagum, lo ada disaat gue merasa orang-orang memandang gue ke bawah. Lo datang kaya Naruto dan dengan jurus seribu bayangan, lo hadir nyemangatin gue. Gue rasa, gue ga menemukan di tempat lain, selain di lo itu. you're not perfect, but you make me perfect, setidaknya itu yang gue rasain. 

Gue sakit, lo obatnya. Selama lo masih ada disamping gue, duduk manis ga kemana-mana, gue akan terus semangat buat nyemangatin lo, sampai perut gue berhenti kembang kempis. Gue dan lo, sesedarhana itu.

My dread is when i'm in emotional, when i'm in ego, when you do something wrong, i take the worst thing. Sorry too much for you. Honestly, i was mad. But i was wrong too. I lay my affection on you. Wish you're never being like that anymore, wish us maturer :)


01.56 a.m ketika satu kostan sudah tidur
dan gue masih bercengkrama dengan kalong-kalong.

Monday, 3 June 2013



ada saat aku diam dan tidak begitu berkata.
berkeinginan untuk bicara pun tidak terlintas.
aku memilih diam..
semua filmstrip itu terputar lagi. Kacau.

hati yang tenang, datanglah.
peluk aku sebentar saja, sederhana kan?

aku berbisik dalam gelap
"Bapa, aku anakMu, cuman ingin lebih dekat padaMu. pengen cerita-cerita tentang apa yang udah Kau berikan padaku. Tentang kesanggupan"
Lalu aku diam lagi, menyinkronkan antara perasaan dan logika. Bibirku tergerak sendiri
"Bapa, sanggup kah aku menerimanya? Aku pernah meminta. Dan pasti Kau ga akan menyatakan doa yang salah kan? Kau ga akan memberikan ular ketika anakMu meminta roti?"
Malam itu hening lagi. Mata sedikit melemah
"Aku percaya, ga ada doa yang ga dijawab apalagi jawabannya salah. Jika emang ada yang perlu diubah dari aku, ubahlah menurutMu. Jika aku yang ku doakan itu mesti berubah, jadilah apa yang Engkau mau. Tentu itu seperti apa yang Engkau rasa baik. Jangan abaikan perasaanku juga ya Bapa"
"Sekali lagi, Bapa tidak akan memberikan ular ketika anakNya meminta roti", aku menambahkan dan menutupnya..

Friday, 17 May 2013


Game menjadi menu di restoran bisa jadi salah satu inspirasi untuk buka usaha, contohnya saja hari ini. Hari ini siap nonton film sama sebagian anggota pesongers. Gue dan mereka nongkrong di salah satu cafe yang isinya seperti biasa layaknya cafe, menyediakan menu biasa tapi dengan nama yang dikece-kecein. Ya, biar kelihatan kebarat-baratan gitu deeh.. Contohnya aja jus jambu ditambah gula tapi namanya Sweet Guava Rolling. Hanya gegara diblender, jadi kesannya jambu dan gula itu berguling-guling di dalam blender. Atau ga kopi tambah gula tambah susu, namanya itu Cow Black Dark. Kebayang nama kopi susu bermetamorfosis jadi Cow Black Dark. Hello, kehidupan sekali. Mungkin harganya mahal-mahal untuk hak cipta namanya. Suasana di cafe ini nyaman tapi yaaa, lagunya macam lagu di angkot. Mungkin kalo cafe ini beroda, paslah ruangan ini bisa direkomendasikan jadi angkot masa depan.

Nah istimewanya cafe ini adalah menu game. Dan gilanya ga ada satu pun game yang kami ngerti, mesti dapat training dulu sebelum main. Permainan standar yang kami tau palingan main kartu remi, kalo ga cangkok gitu. Atau macam dulu kalo punya kartu yang gambar ultraman, satria baja hitam atau power ranger, kita main cas. Makin banyak kartu kalian,  semakin tinggi strata kehidupan lo di tengah temen-temen kalian. Hemm, Kalo ngerti maksud main cas, berarti sempurnalah kehidupan kalian waktu kecil. Ah, macam-macam gitulah.

Hemm.. Entah apa nama gamenya ini, tapi ini semacam penjodohan kartu, terus pemainnya ngomong “Satu..satu..!” atau “duaa..dua..!” sambil nyodorin kartu mereka. Kalau ngomongnya di pinggit jalan, jadi semacam angkot yang lagi ngetem. Hahaha.. Permainan ini berakhir kalo ada yang dapet kartunya sama semua. Yang kalah, dijepit pake jepitan jemuran. Wkwk..  Sampe waitressnya aja ketawa loncat-loncat, semacam bapak-bapak yang ngelihat anaknya lahir sekali ngedan. Hahaha.. Awalnya sih gue ga ikutan main, perkara gue kira yang main wajib bayar. Tapi, melihat ekspresi mereka pas main, gue luluh. Gue luluh, gue ikutan main. Gue ikutan gila. Gila ngomong “satu..satu..! Tiga..tiga!”

Oh ya kembali ke masalah makanan dan minuman. Sangkin mahalnya menu-menu disini, aku ga beli apa-apa, aku cuman icip sana icip sini. Wkwk.. Untung aja ada sisa air mineral pas nonton tadi. Tapi sayangnya di café itu ga boleh bawa makanan atau minuman dari luar. Dan pada saat itu, tenggorokkan gue sangat tidak bersahabat, perlu minum. Do you know how much a bottle of water ? Sepuluh rebu! Itu untuk ukuran 330ml. hah! Kebayang membuat kantong seret kan? Finally, untuk minum, gue pura-pura ke toilet. Bayangkan minum air mineral di toilet. Haha.. terpaksalah. Gue juga bawa satu jepitan jemuran ke toilet untuk ngejepit hidung.

Pada akhirnya gue keluar dari café itu dengan selamat tanpa mengeluarkan duit sepeser pun, kecuali bayar hutang goceng sama salah satu kawan, sebut saja namanya Mawar.

Sunday, 5 May 2013


Lalu dulu, pas kita olimpiade Sains waktu itu, tau ga apa yang ada di otakku? kita bisa lolos ke tingkat propinsi. Hahaha..! finally itu ga kesampaian. Kita berdua ga lolos. 

Terus, aku masih inget kali itu. Aku memanggil kawan yang ada di sebelah kamu. Kamu sempat menoleh, tapi langsung buang muka, kaya marah. Pfftfftt, kecewa deh. Apa kamunya ga suka ke aku. Yahhh, sedih sih. 

Hemm.. Ga tahu, aku ngerasa perasaan itu tumbuh gitu aja. walaau kita jarang jumpa, jarang bicara. Jadi sejak aku menemukan sesuatu yang beda sama kamu, aku mulai mencari-cari tau tentang kamu. Waktu itu jalannya cuman facebook kamu.

Sebenarnya aku sempat kecewa ketika melihat status-status facebookmu. Patah hati juga melihat statusmu tentang cewek yang kamu suka. Dalam hatiku "ah sudahlah. dia udah punya gebetan. ga mungkin juga. ga enak jadi orang ketiga". Statusmu indah banget. Sempet ngarep sih, cewek itu adalah aku. Hahaha..! Tapi, ya itu jauh banget pasti. Ngomong aja jarang. Ketemu juga gitu. Kamunya jarang ngelihat aku, pasti nunduk gitu atau ga ngalihin pandang ke arah lain.

Entahlah, emang udah suka atau cinta, ga taulah aku ya... Semenjak aku suka ke kamu, aku cuman bisa berdoa aja. Ini doa yang paling aku anggap aneh, aneh kali. Tapi Tuhan menjawabnya..
"Tuhan, aku ngelihat dia beda. walaupun sedikit gemulai dan pemalu. Kayanya dia yang aku tunggu selama ini. Baik, sederhana, pinter, facenya juga ga jelek-jelek amat. Kalo memang kamu yang terbaik, ya dekatkanlah, jadiin dia pacarku gimana pun itu caranya. Kalo ga, jangan buat aku sering-sering ketemu. jauhkan aja. jangan buat aku ngarep kali"
kadang juga gini doaku
"Tuhan, penasaran kali aku sama cewek yang ada di facebooknya itu. Siapa sih? Bisa aku ngarep kalo itu aku? Beruntung kali pasti cewe yang jadi pacarnya nanti. Pasti cewek yang baik-baik. Ya karena ku lihat dia juga orangnya baik."

sampai pernah sih aku buat tulisan di blog tentang dia, Check aja disini
tulisan ini sempat aku simpan jadi draft. malu. hahaha! malu sendiri sama perasaan sendiri. wkwkw. Aneh...

Cont'd
Aku mengenal namamu pertama kali waktu aku mendengar dari teman-temanmu. Kalau ga salahku, itu tanggal 13 Februari 2009, sehari sebelum acara valentinenya OSIS. Kamu dibilang pinter buat puisi. Sampai-sampai aku datang ke kelas kamu, menagih puisi itu. Hahaha.. Di situ aku belum punya perasaan sama kamu. Karena aku melihat kamu terlalu gemulai. Taulah maksudku apa. Hehehe..
Ditambah lagi kamu meng-add Facebook ku dengan nama aneh, profile picture pun foto artis. Hemm.. Kamu membalas wall to wall ku pun, semacam begitulah. Masih biasa disitu perasaanku.

Oh ya, aku mulai melihat kamu berbeda ya pas sehari sebelum acara valentine OSIS itu. Aku masih inget kali itu gimana kejadiannya. Kalo ga salahku, kamu pegang LKS PPKN. Kamu kena hukum sama guru karena ga ngerjain tugas. Sejak disitu aku memandangmu lain. Bukan benci, bukan suka. Entah apa itu namanya.

Aku penasaran sama kamu. Aku curnhat salah satu temanku tentang perasaan itu. Hahaha..! Parahnya kamu keluarga dari guru yang sebenarnya baik, tapi aku kurang suka dengan sikapnya. Sudahlah, aku salah suka sama kamu. Tapi entahlah ini kebetulan atau ga ya, aku dulu sering bercanda kalau beliau itu kawan kompak awak. Hahaha..! Mungkin aku kena sama kata-kataku itu. Bukan sama beliau, tapi sama saudaranya, yaitu kamu.

Cont'd

Sunday, 28 April 2013

Sebentar, gue crop sesuatu hal yang pernah gue sadari dan kini gue sadari lagi setelah ngelihat postingan zaman megalitikus versi facebook..



Apa ini masih bisa disebut sebuah kebetulan?
Hemmm..

Saturday, 27 April 2013

Hati kamu bisa jatuh cinta pada siapa saja, termasuk yang lagi baca blog ini, tetangga kamu, temen sekolah kamu, orang yang kamu jumpai di terminal, orang di depanmu pada saat ngantri di supermarket, tukang sayur yang lewat depan rumah, pelayan di SPBU dan sebagainya.

Tapi hati pasti tahu, siapa yang patut dipertahankannya. Hati punya jalan pikiran tersendiri untuk masalah teman hidup.

Oh ya untuk bapak kost, gue nggak berharap ada pertanyaan seperti dibawah ini, lagi.
Bapak kost: "Kalian kok nggak pernah malam mingguan?"
Gue: "Hehe, ga apa-apa kok pak."
Dalam hati gue, "cinta nggak selalu terbit di malam minggu kok pak"

pukul kembar 22.22
Bebek semakin bahagia dengan bebek jantan istimewa pilihannya
Bebek hari ini bisa malam mingguan biar kelihatan kece, hehe..

Thursday, 25 April 2013

Pagi ini gue buka dengan sesuatu yang sedikit menggoncangkan pikiran gue. Kita awali dengan doa. Eh, masksud gue suara ibu kost..

Ibu Kost: *tokk..tokk..* Nov..Novv..

Gue masih pw disamping bantal guling dan bantal kepala yang posisinya udah ada di bawah meja belajar. entah, mungkin ada gempa bumi kemarin malam. atau hal sederhananya adalah gue tidur sambil latihan karate. Karena dari dulu, gue terlahir sebagai cewek kalo tidurnya itu lasak. Semisal pas tidur posisi kepala ke arah jendela, pas bangun udah kaki yang ke arah jendela. Untung aja ga gue yang pindah dari luar jendela, hehe.. Rumit memang. Dan sampai sekarang, gue belum tau itu udah nggak lagi atau masih. Tapi melihat kenyataan pas bangun, gue rasa gue masih..... lasak.

Ibu Kost: *tokk....tokk..* Nov..

Gue menganggap itu mimpi. Yakinlah itu pasti mimpi. Mimpi ibu kost minta uang kost.

Ibu Kost: *tok..tok..*  Novi... Nov...Nov...

Panggilah nama gue 3 kali maka gue akan datang, tapi untuk pagi ini gue akan, terbangun. Gue buka pintu dan mendapati ibu kost sudah berdiri dengan uang merah, orang-orang bilang itu uang pecahan seratus ribu. Apa ibu kost mau ngasih gue uang seratus ribu secara percuma? Kenapa gue nggak bangun daritadi? Pikir gue sih gitu. Krek..krek.. percakapan dimulai..
Gue: Iya bu.. Maaf, ada apa? *ngomong gue dengan muka acakan dan takut banget sama matahari*

Ibu Kost: Novi ada uang pecahan lima puluh dua?

Gue: *disangka gue itu warung-warung yang punya duit pecahan kali ya. Ya ampun buk, ini tanggal 25 lho. Uang saya udah kritis. Udah dibantu pake oksigen (makan angin.red) pun, udah nggak ketolong. Malah makin parah. Seingat gue uang di dompet cuman ada lima ribu dua. Kalo kelihatan tebel, it's just because i have so much bills for collection. LOL! Uwooo uwoo.. Bulan tua..!* Maaf bu, saya ga punya. Saya belum ambil uang. Saya ga punya duit

Ibu Kost: Oh oke..oke.. *Si ibu jawab sambil ngelihat kedalam kamar gue yang brantakan, sekali. Kemudian pergi dengan tampang yang kira-kira sedikit menua 5 tahun*


Gue: hehe, iya bu.. 

Astaga, polos banget gue yak? Semacam curhat supaya uang seratus ribunya dikasihin ke gue? Ah sudahlah, masih jam tujuh kurang. Tidur saja lagi, goda kasur gue...

Maafin saya bu.. bukan ga mau ngasih uang pecahan lima puluh ribu. Tapi faktanya uang saya tinggal beberapa helai uang lima ribu, kalo ditotalin cuman sepuluh ribu. Emm, tapi kalo ibu mau barteran duit sama saya, juga ga apa-apa. Saya akan sangat senang dan lebih mencintai ibu. hehehe.. *kidding lho* :D


11:48 PM waktu setempat
dengan bulan purnama yang terang dan indah sekali.
apalagi kalau ada kamu disini :)

Wednesday, 24 April 2013

Hari ini gue baru aja ngeinstall beberapa aplikasi SocMed biar dikatain anak gaul, anak jaman gitu. Ngahaha.. Ya, sebenernya biar ge ketinggalan info aja. Soalnya kampus ini kadang jadwalnya suka berubah-ubah gitu. Mesti siap siaga kaya tim SAR deh. hehe..

Gue tadi ngeinstall Line dan WeChat. Sebenarnya dulu di blekberi sebelumnya udah pake Line sih, jadi cuman ngeinstall balik doang. Nah dengan WeChat ini, gue baru pertama kali make aplikasi ini. Emm, kalo ga salah sih ya yang diiklanin sama Gissela itu.

Gue ngeinstallnya di kampus, mumpung ada Wifi gitu. Rada ribet sih ya, apalagi tadi pake acara memory internal penuh. Mesti pake ngapus data dulu. hedeh -____________-"
wokkeh, aplikasinya udah keinstall. buat akun dan ngeinvite temen-temen kampus. Ga perlu pake kirim broadcast messaging kali ya. Upay -Udik Payah-

Gue menemukan menu "LOOK AROUND". ini sumber keabsurdan hari ini dan secara sadar penuh gue aktifin. Percaya deh, dari mulai kelas selesai, sampai makan siang, sampai nyampe kostan, gue jadi generasi menunduk sejenak. Tau kenapa? blekberi gue dimasuki chat-chat orang yang aneh-aneh. Percakapan-percakapan Absurd mulai muncul. Ga jelas banget. Astaga! Rada nyesel sih meinstall aplikasi satu ini. Orang pertama yang muncul dari menu "LOOK AROUND", panggil saja Bejo.

*Bejo is send greetings chat*, gue accept.
Bejo: Hi.
Gue: hy juga. siapa ini?
Bejo: ya belum taulah. kan belum kenalan.
Gue: *ini orang gadgednya aja yang smart, yang make...hemm.. ah sukamu lah lek* iya.
Bejo: gie pain nich?
Gue: *gie? Soe Hok Gie? Film? Pain? sakit? astaga, ga lulus UN nih manusia, nulis pun belepotan. Nyees, alaynya...* lagi nonton.
Bejo: nonton apa neng?
Gue: *Ahhh reseeee! Gue delete*

Orang kedua, namanya Dono.
*Dono is send greetings chat*, gue accept.
Dono: Hai
Gue: Hy juga.
Dono: Boleh kenalan?
Gue: *fix, ini orang kayanya normal* boleh kok :)
Dono: Udah berkeluarga?
Gue: *WHAT! itu pertanyaan apa? kok rada horor gue nerimanya?. apa nih orang trauma gegara pernah di damprat sama orang gegara chatting sama istrinya? Yaelah, penilaian pertama gue, FAILED* Blm. Knp?
Dono: ud ada pacar?
Gue: Udah.
Dono: Oh.
Gue: *Oh juga. Mungkin dia mengaplikasikan WeChat semacam tempat pencarian jodoh. Tekan "LOOK AROUND" >> Add >> Chatting >> kalo ga srek, tinggal delete tanpa harus pernah ketemu. kalo srek, mau kopi daratnya ga berat diongkos. Ah dunia... Ketika seseorang dipertemukan di dunia antabrantah, sebut saja SocMed*

Dan beberapa manusia-manusia absurd lainnya, yang terlahir aneh dan kamseupay di dunia maya. 
Hingga sekarang, gue mematikan menu "LOOK AROUND", dan memulai berpikir untuk menghapus aplikasi yang gue rasa sesat ini.

sembilan lewat nol dua
sebelum baca slide dengan perasaan yang sendu :")

Tuesday, 23 April 2013


Kaya malam-malam sebelumnya, gue ga bisa tidur, cepat. Udah jadi kebiasaan sih ngelihat jarum jam berdempetan diarah utara. Entah ini sesat, entah ini kesalahan fatal karena tadi tidur siang.

Gue waktu umur sekitar 5 tahunan ngerasa kalo tidur siang itu adalah keterbelakangan yang amat sangat memalukan. Rasanya gue terus-terusan dianggap anak bayi yang mesti dinina bobokan siang dan malam. “Ma, kakak udah bisa nulis a-z loh, brarti udah gede. Jangan disuruh tidur siang lagi,” entah darimana dapatnya itu alibi. Emang sih anak kecil itu terlalu kreatif untuk cari alasan dan cara mengatakan alasannya dengan muka seadanya.

Tapi setelah gue kuliah, gue meletakkan tidur siang di nomor 3 setelah mengupgrade otak dan markombur sama orang-orang terhebat  dalam hidup gue, dalam skala prioritas. Gue sadar betul betapa miskinnya jam untuk tidur siang dan betapa perlunya tidur siang. Sebenarnya ga perlu berapa lama untuk tidur, yang penting kualitas tidurnya.

Ga asik nih nulis tanpa music. Bentar gue cari the beatles di youtube. The Beatles - "20 Greatest Hits" (U.S. Version!)” nemenin malam gue, dengan laptop. Speaker pun mesti dibetulin dulu. Ini speaker yang standar pakai. Kabelnya pun udah kontak-kontak. Mesti ditarik-tarik. Dan kalo gue lihat posisi antara laptop dan speaker mesti diagonal. Apa maksudnya? Entahlah. Yang penting ga hening suasana disini.

Oh ya, malam ini gue mau bilang, gue sedikit takut dengan salah satu teman gue, sebut saja namanya Melati. Dia baru aja kena cacar air, gatal-gatal isinya cairan. Gue takut itu sekarang. Seingat gue, dari gue bermata dua sampai kacamata min 3,75 ini, kayanya belum pernah kena cacar air atau campak atau sejenisnya. Katanya, penyakit ini wajib kena setiap orang selama hidupnya. Apa ntar kalo ke alam baka bakalan ditanya, “Kamu udah pernah kena cacar air? Kalau belum, hiduplah kembali. Cari orang yang kena cacar air. PDKT lah sama dia. Kalo udah kena, tinggalkan dia. Tapi ingat, jangan terlalu dekat, nanti dia kira kamu nge-PHP-in dia.” Ga mainstream ya..

Tapi menurut yang gue pelajari, selama daya tahan tubuh masih kuat, badan gue ga bakalan kena. Karena itu, gue jadi keinget pesan mama setiap kali sidak lewat telepon “Kak, jangan lupa minum vitamin Cnya. Jangan lupa  minum jus, minum air putih…”, agaknya itu jadi prioritas pertama setiap hari. Hehe..

Mungkin ini efek psikologis atau istilah medisnya itu, psikomatis –kita merasa sakit seperti yang kita pikirkan, tapi sebenarnya kita ga sakit-, makanya belakangan ini rada gatal-gatal gitu. Padahal mungkin itu cuman efek dari ketakutan gue aja. Hehe..

Hem, jangkrik udah siap dari jam kerjanya. Gue dan jangkrik punya kesamaan, belakangan ini, tidur ketika ayam mulai senam pagi untuk berkokok walau 1000 Candi permintaan Roro Jonggrang belum kelar. *nah lho?


Selamat subuh, semoga besok buka kompas olahraga Barca yang menang. ViscaBarca :D