Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Tuesday, 23 April 2013

TjaTjar Water (Sebut saja Cacar Air)


Kaya malam-malam sebelumnya, gue ga bisa tidur, cepat. Udah jadi kebiasaan sih ngelihat jarum jam berdempetan diarah utara. Entah ini sesat, entah ini kesalahan fatal karena tadi tidur siang.

Gue waktu umur sekitar 5 tahunan ngerasa kalo tidur siang itu adalah keterbelakangan yang amat sangat memalukan. Rasanya gue terus-terusan dianggap anak bayi yang mesti dinina bobokan siang dan malam. “Ma, kakak udah bisa nulis a-z loh, brarti udah gede. Jangan disuruh tidur siang lagi,” entah darimana dapatnya itu alibi. Emang sih anak kecil itu terlalu kreatif untuk cari alasan dan cara mengatakan alasannya dengan muka seadanya.

Tapi setelah gue kuliah, gue meletakkan tidur siang di nomor 3 setelah mengupgrade otak dan markombur sama orang-orang terhebat  dalam hidup gue, dalam skala prioritas. Gue sadar betul betapa miskinnya jam untuk tidur siang dan betapa perlunya tidur siang. Sebenarnya ga perlu berapa lama untuk tidur, yang penting kualitas tidurnya.

Ga asik nih nulis tanpa music. Bentar gue cari the beatles di youtube. The Beatles - "20 Greatest Hits" (U.S. Version!)” nemenin malam gue, dengan laptop. Speaker pun mesti dibetulin dulu. Ini speaker yang standar pakai. Kabelnya pun udah kontak-kontak. Mesti ditarik-tarik. Dan kalo gue lihat posisi antara laptop dan speaker mesti diagonal. Apa maksudnya? Entahlah. Yang penting ga hening suasana disini.

Oh ya, malam ini gue mau bilang, gue sedikit takut dengan salah satu teman gue, sebut saja namanya Melati. Dia baru aja kena cacar air, gatal-gatal isinya cairan. Gue takut itu sekarang. Seingat gue, dari gue bermata dua sampai kacamata min 3,75 ini, kayanya belum pernah kena cacar air atau campak atau sejenisnya. Katanya, penyakit ini wajib kena setiap orang selama hidupnya. Apa ntar kalo ke alam baka bakalan ditanya, “Kamu udah pernah kena cacar air? Kalau belum, hiduplah kembali. Cari orang yang kena cacar air. PDKT lah sama dia. Kalo udah kena, tinggalkan dia. Tapi ingat, jangan terlalu dekat, nanti dia kira kamu nge-PHP-in dia.” Ga mainstream ya..

Tapi menurut yang gue pelajari, selama daya tahan tubuh masih kuat, badan gue ga bakalan kena. Karena itu, gue jadi keinget pesan mama setiap kali sidak lewat telepon “Kak, jangan lupa minum vitamin Cnya. Jangan lupa  minum jus, minum air putih…”, agaknya itu jadi prioritas pertama setiap hari. Hehe..

Mungkin ini efek psikologis atau istilah medisnya itu, psikomatis –kita merasa sakit seperti yang kita pikirkan, tapi sebenarnya kita ga sakit-, makanya belakangan ini rada gatal-gatal gitu. Padahal mungkin itu cuman efek dari ketakutan gue aja. Hehe..

Hem, jangkrik udah siap dari jam kerjanya. Gue dan jangkrik punya kesamaan, belakangan ini, tidur ketika ayam mulai senam pagi untuk berkokok walau 1000 Candi permintaan Roro Jonggrang belum kelar. *nah lho?


Selamat subuh, semoga besok buka kompas olahraga Barca yang menang. ViscaBarca :D

No comments:

Post a Comment