Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Saturday, 29 June 2013

Rekam Medik selesai praktikum anatomi hari ini:

Anamnesa

Data Pribadi:
Nama : sebut saja Melati
Alamat: di hati abang itu
Usia : menjajaki usia melepas masa alay
Pekerjaan : mahasiswi semester 4 akhir
Status : masih sama abang itu
Pendidikan : Belum tamat, doain tahun depan nyusun o:)

Keluhan: Pusing
Keluhan tambahan: tenggorokan ga enak, hidung sedikit mampet
Riwayat penyakit: hepatolongsonormegali et causa begitulah kira-kira
Riwayat penyakit keluarga: (-)
Riwayat pemakaian obat: abang itu..
Kebiasaan olahraga: kalau ingat
Kebiasaan belakangan ini: Tidur larut seperti kalong, dismenorea
Riwayat sebelum datang ke orang medis: Menguap di depan otak berformalin pada saat praktikum anatomi

Pemeriksaan Fisik:
Vital sign: TD: Tensi rendah, RR normal, bradikardi, 36,5 C
Inspeksi: wajah sedikit pucat
Perkusi: abdomen berbunyi timpani (+++), perut megah,
Palpasi: (-)
auskultasi: (-)
Kesadaran: apatis

Pemeriksaan Tambahan: (-)

Diagnosa: 
fatique et causa refo, anemia hemoragic et causa dismenorea dan menghirup formalin

Terapi:
Makan, minum Bear Brand dan istirahat.

Jam 5.20 telah lahir Nasi bungkus + teh manis dingin. Bear brand ditunda karena rasanya yaaa kita sama-sama tau.

Prognosis: Jaringan adiposa menebal a.k.a BUTONG GABE OTO, GABE MOMOK.. haha :D

Edukasi: Makanya...
1. Sebelum praktikum, makanlah secukupnya. Jangan jadi kelaparan begitu.
2. Pas pulang, istirahatlah. Jangan nulis blog kaya gini.
3. Seberapa ngantuknya anda, jangan sampai nguap di depan otak berformalin. Finally formalin masuk. Ya, ebagai generasi muda kita mesti positive thinking. Anggap saja itu mencicil formalin :D


Saturday, 15 June 2013

Belakangan gue beralih profesi menjadi mak comblang, menyatukan dua orang yang belum pernah bertemu, berusaha mencocok-cocokan dua hati yang berbeda haluan, tapi tetap dua manusia ini sedang dalam keadaan jomblo kronis. Sesungguhnya mereka ada yang menyukai, maksudnya si cowok ada yang disukai dan menyukai dirinya, kemudian hal yang selaras juga terjadi sama si cewek.
Gue lupa mereka kenal darimana, tapi jelasnya satu sama lain saling memperhatikan dari jauh. Tidak, mereka tidak sekampus, apalagi sefakultas. Jadi susah melihat apa reaksi satu sama lain ketika bertemu. Ini semua berawal dari sewaktu kali si cewek, panggil saja namanya Ranum. Ranum belakangan ini sering menjadi stalker-nya si cowok, panggil saja namanya Eboy (berasa nama pemain Persipura yeee, haha...)

Ranum: Pleaseeeeee, cariin gue pacar! Asli baru kali ini gue bene-bener tertampar karena jomblo. Baru kali ini. *dengan autotext dimana-mana*

Gue: Hahaha, kok baru nyadar sekarang. Emang ga ada yang naksir sama lo? *gue masih biasa dengan autotextnya dia*

Ranum: Ada sih, tapi ga sesuai tipe yang gue cari. Ada satu cocoknya jadiin abang aja. ada satu, manis sih tapiiii...terlalu bijaksana, seriusan orangnya.

Gue: Nummm, tolong autotext lo itu. Ribet bacanya! ckckck, parah ya. ada sih kawan gue juga lagi ngebet pacaran. cuman ya gitu, cinta macam kupu-kupu, makin dikejar makin lari.

Ranum: Haha, iyeeee.. Habis waktu punya bb gue masukin semua autotext. btw, siapa?

Gue: Eboy namanya. 

Ranum: Oh yang itu. gue belakangan ini mulai melirik dia sih. Tapi gue rasa gue ga tipe dia.

dan begitu selanjutnya, percakapan mengenai dua hati yang belum bertemu, tapi sudah ada rasa di salah satu mereka.

Kembali ke peraturan duniawi, sejak ibu kita Kartini belum lahir, perempuan paling ga etis untuk ngutarain perasaan duluan. Sometimes, to be a girl is such the hardest thing. Wanita harus lebih lama menunggu, seperti di kartun-kartun. 

Seorang pria akan datang pada jam-jam tertentu dengan membawa kuda putih yang ada kesan bercahaya glittery glow-glow gimana gitu. 


Wanita menunggu.
Lalu, si pria datang menjemputnya. Akhirnya mereka pergi dengan tulisan "Happily ever after, The end". 


Kebanyakan cewek masih terbawa-bawa cerita masa lalu, berandai-andai dirinya adalah seorang puteri. Hampir semua cewek masih dengan pemikiran begitu, sehingga menjadi hal yang IH WOW! kalo ngutarain perasaan duluan. Kalo gue dulu sih yaa, gue emang udah ngasih kode, semacam kode morse gitulah. Untungnya radar yang disana ngerti itu semua. Hahahahaaha! Konyol sih.

Finally, di tulisan ini gue mau berpesan:
1. Yakinkan dulu kalo itu perasaan cinta, bukan suka atau kagum atau apalah. Biar entar ga nyesel.
2. Gue salut dengan cewek-cewek yang masih bisa menutupi perasaannya. 
3. Bangunlah, pangeran berkuda putih itu cuman dongen sebelum tidur.


Friday, 14 June 2013

PFFTT...
ga cuma signal aja yang bisa php, ga cuma kakak-kakak tukang fotocopy aja yang suka php, ga cuma gebetan aja yang demen php, ga cuma, ga cuma, ga cuma, ga cuma...
dan cuma jadwal kuliah yang php-in gue. udah beberapa hari ini ke kampus cuma untuk nampakin muka ke biro, NO LECTURE! Ngotori baju aja sih. Dosen ga tau capeknya nyuci baju yang dipakai percuma. HAHAHA..

Sesungguhnya,
awal blok itu adalah 
liburan yang tertunda.

Wednesday, 12 June 2013



Just know,
you're never alone,
you can always come back home


Sekarang adalah waktu yang rawan untuk menghitung kapan libur, kapan libur dan kapan mulai libur. Mulai mengait-ngaitkan waktu setahun lalu dengan sekarang, gue rasa waktunya tidak beda jauh. Gue kangen adalah suasana rumah. 

Rumah adalah tempat dimana kamu sebenarnya siapa, tempat tinggal dimana orang-orang yang sabar dengan tingkah laku kamu, dan tempat dimana kamu tidak mengingat apa-apa untuk sementara waktu. Rumah sesederhana kamu bisa dengan tenang berada di dalamnya dan menjadi kamu sebenarnya. Rumahlah yang menerima kamu apa adanya. Dimana pun itu, rumah sendiri adalah tempat terbaik untuk bernafas. Home is waiting, i'll come sooner! :D


korban rindu rumah

Saturday, 8 June 2013


Matikan lampu, terus download deh nih lagu. Naif, ya Group Band Naif. Ga begitu tenar dengan Noah atau Ungu atau Srimulat (perbandingan yang salahnya fatal). Pokoke, puooooll denger nih lagu. Inget, Galau sebentar itu FISIOLOGIS, kalo Galaunya kelamaan itu PATOLOGIS. Haha :D
Let's turn on the music!! Wajib deh jadi soundtrack of your life! Liriknya simple tapi langsung ngena' dan emang berarti banget. Ane garansi deh. Perasaan ga sembuh, ane ga tanggung jawab. *eh? 


Selamat mendengarkan, pemirsa..!!


Air dan Api
-naif-

Apa mauku apa maumu
Selalu saja menjadi 
Satu masalah yang tak kunjung henti

Bukan maksudku bukan maksudmu
Untuk selalu 
Meributkan hal yang itu-itu saja

Reff: mengapa kita saling membenci
awalnya kita selalu memberi
apakah mungkin hati yg murni
sudah cukup berarti

ataukah kita belum mencoba
memberi waktu pada logika
jangan seperti selama ini
hidup bagaikan air dan api




Karena Kamu Cuma Satu
-naif-

kau yang paling setia, kau yang teristimewa
kau yang aku cinta, cuma engkau saja
dari semua pria aku yang juara
dari semua wanita kau yang paling sejiwa


denganmu semua air mata menjadi tawa suara ria
akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka
denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria
janganlah kau berpaling dariku karena kamu cuma satu untukku

kau satu-satunya dan tak ada dua
apalagi tiga, cuma engkau saja
denganmu semua air mata menjadi tawa suara ria
akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka
denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria
janganlah kau berpaling dariku karena kamu cuma satu untukku

kau satu-satunya dan tak ada dua 
apalagi tiga, cuma engkau saja
dari semua pria aku yang juara (aku yang juara)
dari semua wanita kau yang paling sejiwa


denganmu semua air mata menjadi tawa suara ria
akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka

denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria
janganlah kau berpaling dariku karena kamu cuma satu untukku
untukku, untukku, untukku, untukku


Finally, kehidupan cinta-cintaan anak muda sekarang ya muter-muter di lagu itu aja. Ga jauh beda, kalo kita makan terusss p*p teruss lapar, teruss makan lagi terus p*p lagi terus lapar lagi, terusss.. Cycle of story-nya disitu-situ aja.

Gue nyadarin egois gue lebih GEDE dari badan gue. Dijamin! Itu yang sering jadiin masalah dan beranak pinak kaya pertumbuhan penduduk Indonesia.

Gue bersyukur, masih ada orang yang neriman keegoisan gue, yang kadang gue sendiri bingung ngatasinya gimana. Percayanya gue, lo ada disaat gue emosi, lo ada disaat gue down, lo ada disaat keadaan terburuk gue. Gue kagum, lo ada disaat gue merasa orang-orang memandang gue ke bawah. Lo datang kaya Naruto dan dengan jurus seribu bayangan, lo hadir nyemangatin gue. Gue rasa, gue ga menemukan di tempat lain, selain di lo itu. you're not perfect, but you make me perfect, setidaknya itu yang gue rasain. 

Gue sakit, lo obatnya. Selama lo masih ada disamping gue, duduk manis ga kemana-mana, gue akan terus semangat buat nyemangatin lo, sampai perut gue berhenti kembang kempis. Gue dan lo, sesedarhana itu.

My dread is when i'm in emotional, when i'm in ego, when you do something wrong, i take the worst thing. Sorry too much for you. Honestly, i was mad. But i was wrong too. I lay my affection on you. Wish you're never being like that anymore, wish us maturer :)


01.56 a.m ketika satu kostan sudah tidur
dan gue masih bercengkrama dengan kalong-kalong.

Monday, 3 June 2013



ada saat aku diam dan tidak begitu berkata.
berkeinginan untuk bicara pun tidak terlintas.
aku memilih diam..
semua filmstrip itu terputar lagi. Kacau.

hati yang tenang, datanglah.
peluk aku sebentar saja, sederhana kan?

aku berbisik dalam gelap
"Bapa, aku anakMu, cuman ingin lebih dekat padaMu. pengen cerita-cerita tentang apa yang udah Kau berikan padaku. Tentang kesanggupan"
Lalu aku diam lagi, menyinkronkan antara perasaan dan logika. Bibirku tergerak sendiri
"Bapa, sanggup kah aku menerimanya? Aku pernah meminta. Dan pasti Kau ga akan menyatakan doa yang salah kan? Kau ga akan memberikan ular ketika anakMu meminta roti?"
Malam itu hening lagi. Mata sedikit melemah
"Aku percaya, ga ada doa yang ga dijawab apalagi jawabannya salah. Jika emang ada yang perlu diubah dari aku, ubahlah menurutMu. Jika aku yang ku doakan itu mesti berubah, jadilah apa yang Engkau mau. Tentu itu seperti apa yang Engkau rasa baik. Jangan abaikan perasaanku juga ya Bapa"
"Sekali lagi, Bapa tidak akan memberikan ular ketika anakNya meminta roti", aku menambahkan dan menutupnya..