Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Monday, 3 June 2013

Bapa tidak akan memberikan ular ketika anakNya meminta roti



ada saat aku diam dan tidak begitu berkata.
berkeinginan untuk bicara pun tidak terlintas.
aku memilih diam..
semua filmstrip itu terputar lagi. Kacau.

hati yang tenang, datanglah.
peluk aku sebentar saja, sederhana kan?

aku berbisik dalam gelap
"Bapa, aku anakMu, cuman ingin lebih dekat padaMu. pengen cerita-cerita tentang apa yang udah Kau berikan padaku. Tentang kesanggupan"
Lalu aku diam lagi, menyinkronkan antara perasaan dan logika. Bibirku tergerak sendiri
"Bapa, sanggup kah aku menerimanya? Aku pernah meminta. Dan pasti Kau ga akan menyatakan doa yang salah kan? Kau ga akan memberikan ular ketika anakMu meminta roti?"
Malam itu hening lagi. Mata sedikit melemah
"Aku percaya, ga ada doa yang ga dijawab apalagi jawabannya salah. Jika emang ada yang perlu diubah dari aku, ubahlah menurutMu. Jika aku yang ku doakan itu mesti berubah, jadilah apa yang Engkau mau. Tentu itu seperti apa yang Engkau rasa baik. Jangan abaikan perasaanku juga ya Bapa"
"Sekali lagi, Bapa tidak akan memberikan ular ketika anakNya meminta roti", aku menambahkan dan menutupnya..

No comments:

Post a Comment