Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Sunday, 28 July 2013

Beberapa kali kita mengartikan, apa itu hujan turun ketika matahari sedang terang berarti ada tanda kejadian buruk?
Tidak, mereka hanya bertemu di suasana yang sama, entah itu kebetulan atau tidak, yang jelas mereka sama.

Beberapa kali kita mengira, ketika jarum panjang dan jarum pendek bertemu diatah utara di malam hari, berarti hari ini telah selesai?
Tidak, mereka hanya bertemu di waktu yang sama, entah itu diatur atau tidak, yang jelas mereka sama.

Beberapa kali kita melihat, ketika pena dan pensil dimasukkan dalam satu kotak alat tulis, berarti supaya mereka tidak hilang dan bececeran kemana-mana?
Tidak, mereka hanya bertemu di tempat yang sama, entah itu sengaja atau tidak, yang jelas mereka sama.

Beberapa kali kita mulai menyadari, ketika aku dan kamu bertemu dalam keadaan tidak ada yang memiliki, berarti kita kebetulan saling punya perasaan?
Tidak, kita hanya diatur tanpa sengaja, di dalam suasana, waktu dan tempat yang memang harusnya kita berada. 

Friday, 26 July 2013

"Lalu, apa yang bisa mengerti aku sekarang? Ketika dia sudah memakaikan cincin emas putih itu pada perempuan pilihan mamanya? Dia sudah tunangan", seorang sahabat menelfonku dari ujung pulau seberang.

"Sabarrr...", aku tak tahu harus menjawab apa.

"Sabar itu kata sifat, bukan kata kerja..", ketusnya.

Sahabat disana berubah dan sangat berubah dari yang ku kenal. Dia sekarang layu, akarnya hampir lelah menyerap air dari tanah. Aku diam, bukan tidak tahu mau menasehati apa. Aku tidak pernah diposisinya. Atas dasar apa aku bisa lebih bijak dari dia? *loh, kenapa aku yang galau coba?

"Harus rupanya perbedaan suku menyulitkan rasa yang udah dititipkan? Sebegitu kejamnya? Kalau begitu, kenapa aku harus bertemu dia di loket kereta api, kemudian bertanya tentang alamat rumah, lalu berakhir dengan tatapan yang tak pernah bisa aku lupakan?", suara seperti orang sedang flu mulai terdengar samar-samar.

"Ya, Nin..", responku.

"Sebegitu egoisnya hal yang harus aku lewati? Kemudian, jatuh bangun aku untuk tetap melihat senyumnya, cuman jadi pengalaman hidup?"

"Cinta tak harus memiliki, Nin.."

"Kadang, cinta butuh keegoisan. aku egois untuk memilihnya, dia pun begitu."

"Iya. aku tahu kalian tidak main-main dengan hubungan ini, terlebih kamu."

"Aku sangat merindukannya. Aku salah merindukannya?"

"Tidak.."

"Jadi harus dibuang kemana perasaan ini? Sudah membatu ini, aku kacau.."

"Kamu butuh palu.."

"Untuk apa?"

"Menghancurkan perasaanmu terhadapnya.. Kamu butuh orang yang keras seperti palu untuk mencintaimu dan menghilangkan dia dari ingatanmu.."

"Siapa?"

"Palu dibuat butuh waktu, dia tidak akan secepat itu.."

Sunday, 21 July 2013

"Yesus menginginkan daku, bersinar bagiNya

Dimana pun ku berada, ku mengenangkanNya
Bersinar, bersinar itulah kehendak Yesus
Bersinar, bersinar aku bersinar terus.." KJ 424


"Bahkan bintang butuh gelap untuk terus bersinar..." Lyla

Yah, apapun yang kita lakukan, pasti ada aja orang yang berusaha mencari kesalahan kita. Semakin tinggi pohon, makin banyak angin yang menggoyangkan. Berterimakasih saja, mereka diciptakan untuk membentuk kekuatan kita. Kira-kira begitu...
Finally, keep going, keep shining.
Work hard, Pray hard, Play hard, 
We will see the result.



Tuesday, 16 July 2013

Jadi waktu itu, kira-kira sore menjelang malam, aku melihat seorang anak kecil masih menenteng makanan kecil jualannya. entah masih bagus atau sudah expired makanan itu. Yah, apapun itu akan dijualnya, kecuali harga diri. Salutnya aku, dia tidak meminta-minta seperti kawannya yang lain.Mungkin dia membawa makanan itu hanya untuk menampakan kalau dia berusaha, ya berusaha.
Dari jauh aku melihat berbagai lambaian tangan didapatnya. Mungkin mereka merasa tak yakin dengan makanan yang dijualnya. Ya sudahlah, sumber rezekinya bukan dari mereka saja.

Entahlah, entah akunya yang lembek kali, atau gimana yaa.. Terharu saja melihat kaki-kaki kecil itu melangkah ditengah jalan. Udah macam apa itu paru-paru dia? Ku harap dia tidak memperparah dirinya dengan merokok, seperti teman-temannya yang lain. Dimana ayah ibunya? Dimana keluarganya? Adakah yang masih merasa kehilangan dirinya? 

Pengen membantu, tapi ya aku anak kost juga. Bukan maksud egois, keuangan pun sedang meradang, hehe.. Kali ini aku ga bisa berbuat apa-apa untuk menambuah pundi-pundinya. Semoga dia masih bertahan sampai sekarang.

Ya, kata syukur itu patut dideretkan di berbagai kondisi kehidupanku. Setidaknya, aku masih bisa makan, masih bisa mengecap bangku kuliah, masih bisa lebih banyak menghirup udara bersih dibandingin dia. Jadi malu sendiri dengan diri ini, kebanyakan ngeluhnya. Dia mengajarkan aku, untuk berani untuk gagal, berani untuk menantang kehidupan sepahit apapun, untuk berterima kasih untuk recehan dan untuk menikmati hal-hal sesederhana apapun itu. Dia beberapa kali lipat lebih tegar dan mandiri buat kehidupannya daripada aku. 

Aku ada disini dengan belajar kehidupan. Melihat sekitar sebagai cerminan. Dan mengingat mereka, sepasang orang tua super hebat, yang mesti dibanggakan, harus! Hal paling indah itu adalah, menciptakan senyuman mereka dengan alasannya aku

Saturday, 13 July 2013



Tulisan ini aku buat kira-kira setahun atau stengah tahun lebih sebelum penerimaan dosen pembimbing (panggil saja doping) dan judul skripsi.

Phiuuuw, ga terasa aku udah mau keluar dari semester 4, tapi belum ada tercium aroma-aroma LIBURAN (Oke, sudahlah. Ini waktunya untuk sekolah, kuliah, menimba ilmu). Lagian kalo mau pulang kampong juga, ga tau apa yang mau dibawa. Mau bawa bolu *er**ti? Bika Ambon? Terlalu biasa. Mau bawa nilai? IP sampai sekarang masih segitu mau apa yang mau dibanggain coba? Yasalaaaammmm, udah bagusan mendodos sawit di kampung, haha.. becandaaaaa :”)

Oke balik ke semester 4, sekitar 3 semester lagi. Haaapp! Berasa baru kemaren aku daftar dan lolos masuk fakultas yang dinilai paling royal dan berkelas ini. Tapi, sadarlah, ini fakultas yang begitulaah kira-kira. Kalo emang tujuannya nyari duit yaaa, jangan masuk disini. Sampai sekarang sometimes tersirat aja gitu, kenapa masuk fakultas ini? Udahlah ribet, mahal, lama, berbahaya pun. Wow kali lah. Tapi tenang aja, makin lama makin cinta kok dengan buku-buku tebal itu. Yakinlah, bermalam sama dia, bobok pun bareng dia. Hahaha :D 

Begini, memang jadi dokter itu sulit gampang susah senang. Banyak cerita dalam waktu 3,5 tahun kuliah, 1,5 tahun co-ass (semacam PKL atau KKN gitu). Kalo ga ada perubahan sistem, siap co-ass, mesti UKDI dulu, OSCE dulu. Kalo ga lulus, ngulang lagi. Itu cuman jadi dokter umum. Jaman skarang, dokter umum yaaaa you know them so well lah. Positive thinking aja. Jalanin aja, asik kok. Suka dukanya bisa dikenang ntar pas udah tua-tua. Yakin deh, bakal ngakak-ngakak sendiri kalo ngingat yang jelek-jeleknya, kaya: telat ngelab trus dapat tugas tambahan (aku pernah ini kena), kalah nilai ujian (pernah! nyesek broo), mengulang tugas (ini juga), dans segala aib-aib masa kuliah haha.. Intinya, ikuti saja sistem itu, lakukan apa kewajibanmu, lancarlah pendidikanmu.

Ini mesti dicampkan: Ada kebahagiaan sendiri loh ketika orang datang kepadamu dengan muka pucat, tak bersemangat. Kemudian dia pulang kerumahnya dengan senyum yang merona. We’ll be a smile maker. Itu, itu dia bonus dari passion to be a doctor.

Gue harus menyadari, gue adalah salah satu orang terpilih untuk ikut dalam fakultas ini, walaupun aku belum tentu menjadi orang pilihan-Nya. Should be struggle!

Dan belakangan ini, mulai menyadari makin lama makin tua awak di kampus. Skripsi, doping, judul, berserta kawanannya mulai terlihat jelas diujung sana. Semester 4 masa-masa dimana mulai memikirkan…

“siapa kira-kira dopingku nanti?”

“duh, denger ga gimana bapak itu (doping) kalo jadi pembimbing kita? Aku denger-denger bapak itu begini..”

“capek, beberapa kali buat judul tapi ditolak.”

Feeling horror, right? Tapi, jangan kalah sebelum menang loh. itu cuman taste dari kehidupan, biar ga mainstream gitu :D

Yah, siapapun ntar dopingku, pokoknya yang ga neko-neko dan melancarkan tugas akhir itu.

*perhatian: bila ada yang baik, ambilah. bila ada yang buruk, jangan percaya, itu cuman tulisan unek-unek.

Wednesday, 10 July 2013

#eta marende Ditakko Ma Rohakki

songon-songon i ma..
di borngin i, ahu nga loja na mambahen handbook..
lalu, molo hu ingot ahu na betul-betul mamereng ho pertama hali..
aih, mabiar ahu, adong sesuatu yang beda di ho...
agoyamang, nga ditakko rohakki.
jadi marsihol gitu..ngasegaaa...
mekel-mekel sendiri ahu alani mengingat itu..

nunga melep mataku, nuaeng modom, tapi ndang boi.

molo hu pikkiri annon hita na dua... 
emm..
mama molomolo, papa molomolo, nenek molomolo, kakek molomolo
udah gitu aja, selebihnya di hati aja..
i ma tutu.. wkwkw XD

Saturday, 6 July 2013

Menjadi perempuan itu susah susah gampang. Terlalu peka perasaannya. Terlalu banyak yang dipikirkannya. Terlalu banyak emosi yang kalah karena kata-kata manis, tapi emosi itu hanya hilang sementara, kemudian terpendam aja dulu. Ketika hatinya sudah merasa ini bukan masalah kata-kata manis, dia seperti balon udara, terlalu banyak tekanan, dia akan meledak dan terbakar. 

Ada kalanya perempuan mengalah dan mencoba ikuti kisah, walau kadang dia harus mengubah kebiasaannya. Berubah perlu usaha dan tak mudah. Seorang perempuan akan berubah hanya jika dia telah ditegur oleh orang yang benar-benar dia sayang.

Namun, ada saat perempuan tidak akan lagi memprotes apa yang terjadi padamu, bagaimana dia cemburu, bagaimana dia peduli, bagaimana dia memikirkan masakan hari ini untukmu, bagaimana dia menyiapkan teh buatmu saat kamu kerja, bagaimana dia tidak akan menangis lagi akan kesalahannya yang kamu buat padanya. Dia sedang mengobati perasaannya yang letih karena dia sibuk menjaga perasaan orang lain dan sedangkan perasaannya sendiri, terabaikan. Tenanglah, jauh dari dia mengobati perasaannya, dia masih memikirkan kamu.

Wednesday, 3 July 2013

Taraaaaa...! Meskipun tergolong #latepost, tapi ini pengalaman baru buat aku dan temen-temen yang lain. Jadi begini ceritanya. Sebenarnya peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di peringati setiap tanggal 26 Juni. Tapi berhubung katanya kalo sebelum ngadain aksi turun kejalan (Inget, ini aksi bukan demo. Mahasiswa itu ga pake demo, tapi pake aksi. Aksi itu pake bukti, bukan suara keras kaya mamak-mamak di pajak. Ga bakar-bakar ban, mending bannya jadi bahan buat ketapel, huahaha...), kitanya mesti lapor ke polisi 3x24 jam. Yah, finally gagal deh pas tanggal 26 nya itu diadain. Pihak BEM mengubah jjadwal, Jadinya tanggal 2 Juli kemarin.

Singkat cerita, kami ada sekitar 12 orang dari stambuk 2010 dan 2011 turun ke jalan untuk membagikan brosur dan stiker tentang narkoba. Pertama, kami turun di bundaran Sudirman, dilampu merah sekitar pancuran Bank Mandiri. Ini diaaa..
#1
#2
Untuk pertama kalinya kita turun ke jalan. Gugup sih, ngebayanginnya ituu.. Huahaha.. Ngerasain senyum tapi ga dianggap. Ketika menokok jendela mobil tapi ditolak. Dikirain sales
"Dimana belinya dek?" *nah lho, kami ga sales massss..
"Apa ini? Berapa harganya?" *yahh lagi lagi..
Ada beberapa yang nerima baik, syukur banget. And the next trip tooo... Bundaran SIB, kami berdiri diskitar trotoar dekat lampu merah. Bayangkan panasnya itu, matahari tepat berada di atas kepala. Kami tinggal tunggu matengnya aja lagi. Wkwkwk. This is it!

 #3
#4
Pas disini udah rada kebal dengan penolakan, hakhak. Tapi ga kalah banyak juga memberi respon positif. Menerima dengan senyum, Membuka jendela mobilnya sekedar untuk melihat spanduk kami, Ga sia-sia yang berdiri di bundaran dekat air mancur itu. Ada yang bertanya hal yang normal
"Ini apa dek?"
"Ini aksi peringatan hari anti narkoba internasional pak".
"Oh iya, makasih ya.."
Ada juga yang gue kasih ke nenek-nenek yang naik becak sama cucunya. Dikasih ke pengamen juga biar mereka ga make itu. Orang yang stylenya sih anak kuliahan. And the last! We moved to daerah Jamin Ginting, dekat pintu satu USU. Hemm, rada ekstrem aja. Kaminya dari kampus mana, beraksinya dimana. Hihi.. Nih diaaaa...
#5

Wohooooo~ Akhirnya kelar juga beraksi dibawah terik matahari sampai sore. Sejauh mata memandang, ga ada yang membuang brosur dan stikernya. Puji Tuhan, hujan turun setelah itu. Berarti aksi kami emang diberkati :D :D Semoga bermanfaat buat semuanya!
Nih anggotanya...
#6
 #7
 #8
#9

Merdeka dari NARKOBA
atau
Mati karena NARKOBA!!

#10

Monday, 1 July 2013


Sesudah itu, dia menyeruput teh yang dibuat wanita tua yang duduk di kursi goyang, di sebelah meja teh itu. Sambil melihat senja sore, dia bilang, "Terima kasih udah membuatkanku teh untuk kesekian kalinya. Aku tahu, kadang teh buatanmu itu terasa kurang manis, manis dan terlalu manis. Kurang manis ketika keuangan kita sedang jauh dari harapan, maafkan aku. Atau ketika perasaanmu sedang jengkel terhadap sikapku yang tidak cocok dihadapanmu. Terlalu manis ketika kamu sedang bahagia sampai-sampai untuk menakar gula pun kamu lupa. Aku tidak mempermasalahkan itu, mungkin jika besok teh ini kamu campur garam pun, aku pasti meminumnya. Aku tahu, kamu membuatnya dengan hati, bukan dengan berapa sendok gula atau garam di dalamnya. Aku dan teh, tidak sama. Teh bisa terlalu atau kurang, aku tetap mencintaimu, apapun itu rasa teh yang kamu buat."

Wanita tua yang tengah menyulam itu tersenyum dan sesekali menaikan kacamatanya. Suasana sejenak hening, lalu wanita tua itu memecahkan suasana,"Aku tak perlu tahu, secinta apa kamu padaku. Tapi aku perlu bersyukur, kamu pria yang bersedia ada di sampingku sekarang, sampai di kursi goyang ini".

Dia kembali menatap wanita tua itu dengan senyum,"Terima kasih, untuk waktumu untukku. Aku mencintaimu"

Wanita tua itu berdiri dan perlahan berjalan menuju dia dan mengalungkan sulaman syal yang baru selesai dibuatnya,"Asal itu kamu, itu sudah cukup, cukup membahagiakanku..."