Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Saturday, 13 July 2013

Cerita Mahasiswa Kedokteran Semester 4 Akhir



Tulisan ini aku buat kira-kira setahun atau stengah tahun lebih sebelum penerimaan dosen pembimbing (panggil saja doping) dan judul skripsi.

Phiuuuw, ga terasa aku udah mau keluar dari semester 4, tapi belum ada tercium aroma-aroma LIBURAN (Oke, sudahlah. Ini waktunya untuk sekolah, kuliah, menimba ilmu). Lagian kalo mau pulang kampong juga, ga tau apa yang mau dibawa. Mau bawa bolu *er**ti? Bika Ambon? Terlalu biasa. Mau bawa nilai? IP sampai sekarang masih segitu mau apa yang mau dibanggain coba? Yasalaaaammmm, udah bagusan mendodos sawit di kampung, haha.. becandaaaaa :”)

Oke balik ke semester 4, sekitar 3 semester lagi. Haaapp! Berasa baru kemaren aku daftar dan lolos masuk fakultas yang dinilai paling royal dan berkelas ini. Tapi, sadarlah, ini fakultas yang begitulaah kira-kira. Kalo emang tujuannya nyari duit yaaa, jangan masuk disini. Sampai sekarang sometimes tersirat aja gitu, kenapa masuk fakultas ini? Udahlah ribet, mahal, lama, berbahaya pun. Wow kali lah. Tapi tenang aja, makin lama makin cinta kok dengan buku-buku tebal itu. Yakinlah, bermalam sama dia, bobok pun bareng dia. Hahaha :D 

Begini, memang jadi dokter itu sulit gampang susah senang. Banyak cerita dalam waktu 3,5 tahun kuliah, 1,5 tahun co-ass (semacam PKL atau KKN gitu). Kalo ga ada perubahan sistem, siap co-ass, mesti UKDI dulu, OSCE dulu. Kalo ga lulus, ngulang lagi. Itu cuman jadi dokter umum. Jaman skarang, dokter umum yaaaa you know them so well lah. Positive thinking aja. Jalanin aja, asik kok. Suka dukanya bisa dikenang ntar pas udah tua-tua. Yakin deh, bakal ngakak-ngakak sendiri kalo ngingat yang jelek-jeleknya, kaya: telat ngelab trus dapat tugas tambahan (aku pernah ini kena), kalah nilai ujian (pernah! nyesek broo), mengulang tugas (ini juga), dans segala aib-aib masa kuliah haha.. Intinya, ikuti saja sistem itu, lakukan apa kewajibanmu, lancarlah pendidikanmu.

Ini mesti dicampkan: Ada kebahagiaan sendiri loh ketika orang datang kepadamu dengan muka pucat, tak bersemangat. Kemudian dia pulang kerumahnya dengan senyum yang merona. We’ll be a smile maker. Itu, itu dia bonus dari passion to be a doctor.

Gue harus menyadari, gue adalah salah satu orang terpilih untuk ikut dalam fakultas ini, walaupun aku belum tentu menjadi orang pilihan-Nya. Should be struggle!

Dan belakangan ini, mulai menyadari makin lama makin tua awak di kampus. Skripsi, doping, judul, berserta kawanannya mulai terlihat jelas diujung sana. Semester 4 masa-masa dimana mulai memikirkan…

“siapa kira-kira dopingku nanti?”

“duh, denger ga gimana bapak itu (doping) kalo jadi pembimbing kita? Aku denger-denger bapak itu begini..”

“capek, beberapa kali buat judul tapi ditolak.”

Feeling horror, right? Tapi, jangan kalah sebelum menang loh. itu cuman taste dari kehidupan, biar ga mainstream gitu :D

Yah, siapapun ntar dopingku, pokoknya yang ga neko-neko dan melancarkan tugas akhir itu.

*perhatian: bila ada yang baik, ambilah. bila ada yang buruk, jangan percaya, itu cuman tulisan unek-unek.

No comments:

Post a Comment