Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Saturday, 14 December 2013

Malam ini aku teringat dengan judul novel yang belum pernah ku baca dan masih teronggok di lemari buku di rumah, judulnya 'Noda Tak Kasat Mata' yang ditulis oleh salah satu penulis Indonesia favoritku, Agnesjessica. Aku mulai jatuh cinta dengan tulisannya ketika aku meminjam novel kawanku judulnya 'Bidadari Bersayap Biru', lalu aku berniat membeli novelnya yang lain seperti 'Piano Di Kotak Kaca', 'Three Days Cinderella', dan lain-lain. Hem, cukup. Aku tidak membahas itu.
Noda tak kasat mata. Dulu aku pernah membuat nama blog ini jadi Rasatakasatmata. Dan seperti bluetooth hp, flashdisk, sempat kunamai dengan nama serupa. Iya. Dulu aku pernah punya kekaguman. Tapi, kekaguman tetaplah kekaguman. Dia bukan cinta yang diharapkan, dia bukan kasih yang terus masuk dalam doa, dia bukan orang yang bisa membuat aku tahu siapa aku.
Tak kasat mata. Banyak hal yang terjadi tanpa kita lihat. Kita membicarai orang lain di belakangnya, orang lain tersebut tidak tahu. Kita membohongi orang lain, mungkin saja kebohongan itu tak akan diketahuinya. Aku pun pernah melakukan hal-hal itu, dan aku pernah merasakan hal yang sama. Sebab karma adalah nyata. Tak jauh dari apa kata Dia, "apa yang kamu tanam, itu yang kamu tuai". Dan sesungguhnya, FirmanNya selalu nyata.

Wednesday, 11 December 2013


Yah sudah malam, gue enggak boleh makan lagi. Perlu sulam bibir kali, soalnya mulut suka membabi buta gitu kalo ngelihat makanan. Apalagi masa-masa ujian begini. Perut bisa tiba-tiba bunyi blak-blakan. atau otak bermanja ria.

"Gue ga mau lo suruh mengingat bahan kuliah kalo lo enggak makan! Titik. Gue lelah nop, gue lelah. Makanan yang mengertiin gue. Sedangkan lo, cuman bisanya ya gitu. ah sudahlah, pedih gue mengatakannya", iya kadang-kadang otak gue ngomong begitu. Ya gue bisa berbuat apa coba?
Nah apa lagi nih, kota tempat gue merantau sedang awet-awetnya hujan. Kehidupan gue seperti jatuh ketimpa tangga, kesiram cat, kejedot paku, dan segala-galanya itu. Yaelah!
Tubuh gue enggak gendut-gendut amat. (kalo enggak gue, siapa lagi yang bisa memuji). Tinggi sekitar 160, berat ** kg. Dalam perhitungan kesehatan, dengan tinggi gue yang segitu, berat badan gue seharunys **,* kg. Sudahlah, tak perlu dibahas itu, Cukup timbangan yang tahu :"""""")

Kata Om Mario Teguh, haruslah berfikir positif. Nah, ketika kita mendapatkan jatah badan yang sedikit gemuk pun, jangan lupa, tetap berpikir yang positif. Menjadi gendut ada untungnya juga kadang – setidaknya ada, walaupun kadang- contohnya:

1.  Dengan bertubuh gendut, kita aman.
Kita memiliki keamanan beberapa persen lebih tinggi dibandingkan dengan cewek bertubuh kurus atau proporsional, dari tindakan kejahatan, kecuali kita memakai emas dari ujung rambut sampai ujung kaki. Itu udah salah. Fatal kali malah. Kita enggak dilihat sebagai cewek, tapi seperti toko mas berjalan. Mbok ya disimpen aja. Dipake ga usah lebay gitu. Kan susah jadinya.

2.  Dengan bertubuh gendut, kita bisa lebih hemat (ini sedikit maksa).
Ga dipungkiri bahwa wanita itu paling enggak bisa dengan belanja, dan sangat pantang dengan diskon. Berapapun duit dikasih, akan habis untuk membeli pakaian, sepatu, aksesoris dan kawan-kawannya. Ribet! Dengan bertubuh gendut kita akan sulit mencari pakaian yang sesuai dengan ukuran kita. Ketika ada pakaian yang disukai dan harganya cocok dengan keuangan, tapi semua akan berujung pada ukuran yang tidak ada. Size yang menentukan kecantikan. Aku pernah mengalami ini dan sangat sering. Ya paling banter, ya mesti ke tukang jahit dan fitting baju sendiri. Ya, hidup HIDUP HEMAT! Cewek yang pinter hidup hemat menjadi salah satu nilai plus loh di depan calon mertua. Mhihihi (i am just trying to be proud to be fat, guys!)

3.  Dengan bertubuh gendut, kita berbuat pahala.
Ada beberapa artikel menyebutkan bahwa, kehidupan orang-orang gendut jauh lebih bahagia dari pada orang yang bertubuh normal atau kurus. Ya, kita bisa bercanda dan lebih sering dijadikan bahan tertawaan. Sakit emang, tapi ingatlah, upahmu besar di surga. Membuat orang tertawa itu enak. Siap-siaplah dikangenin sama mereka *senyum panjang kali lebar*.