Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Monday, 29 December 2014

Mazmur 90:12  Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Udah mau kelar tahun 2014 ya. Ya kira2 2, 5 hari lagi lah ya kan?

What makes i cant givethanks for this year?
Apapun yang terjadi pada tahun ini, suka duka, canda tawa, up and down nya, itu udah jadi skenario Bapake. Setidaknya, banyak doa-doaku yang terkabul di tahun ini. Banyak upah yang Tuhan kasih aku karena bisa melewati ujian-ujianNya. Dan bahkan kadang di luar akal sehatku. Ya bersyukur, kalo aku jatuh, ndak jatuh-jatuh kali. Akal pikiranku masih berfungsi, kepercayaanku tidak terombang-ambing.
Bersyukur, aku masih bisa melewati tahun ini bersama-sama dengan keluargaku.
Bersyukur, banyak doa dan rencanaku terkabul.
Bersyukur, aku tahun ini udah mulai skripsi.
Bersyukur, aku mulai bisa mempraktekan ilmuku, waktu baksos, atau orang konsultasi ke aku dan jadi sembuh.
Bersyukur, umurku bertambah 1 tahun.
Bersyukur, atas kehilangan beberapa orang untuk mengasah ketegaran.
Bersyujur, atas beberapa ketidakadilan untuk mengasah kesabaran.
Bersyukur, untuk segala karyaNya atasku.

2015?
Resolusi?
Ga banyak-banyak. Yang paling utama skripsi lancar, lulus cepat dan bisa memulai koas. Dan aku jadi lebih bijaksana.
Dan untuk semua orang yang kusayangi diberi umur panjang, kesehatan dan segala yang diperbuat mereka dapat membuahkan hasil yang baik.

Thursday, 25 December 2014

Ulangan 12:7  Di sanalah kamu makan di hadapan TUHAN, Allahmu, dan bersukaria, kamu dan seisi rumahmu, karena dalam segala usahamu engkau diberkati oleh TUHAN, Allahmu.

Dari sejak lahir aku sudah merasa diberkati. Gimana bisa?
Ya, kedua orangtuaku membangun keluarga bukan dari banyak materi, semua harus dicukup-cukupkan. Waktu mulai berkeluarga, ayahku masih kuliah ngambil spesialisasi kedokterannya, tetapi mamaku memang sudah bekerja di bank. If you wanna know, mamaku dulu yang membiayai kuliah ayahku. She always says," jaman dulu, beli buku kedokteran bukan murah (sama aja kaya skrg mamaaaa..), beli susu kalian. Tapi untung, waktu mama kerja sebelum nikah, mama udah nyicil beli lemari, meja makan, kulkas, tv, gitu-gitu, ya harus berhemat!", katanya kalo mengenang masa-masa membangun itu. Waktu adekku yang pertama lahir, barulah ayahku kelar kuliahnya dan didinaskan di bengkalis, tempat yg dulu mesti diakses pake kapal laut.
Ya, punya anak 2, lingkungqn baru, merintis karir, itu bukan hal yang mudah. Mama fix berhenti kerja di bank dan sepenuhnya mengurus keluarga.
"Dulu cobalah dulu, gaji ayah cuman 2, 7 juta. Untuk membiayai 4 manusia. Harus pinter2. Semacam air bekas rendaman kain itu dijadikan air untuk nyiram wc. Jarang beli baju baru. Ngirit gula, ngirit itu ini. Kalo ga pinter pinter, maulah megap jadi minjam sana minjam sini", mom always tell me like i wanna get married. Haha..

Banyak yang udah dilalui ayah dan mama. Suka duka mereka itu, pertentangan sana sini, sakit sehat yang luar biasa, pergumulan yang kadang di luar pikiran kita. Satu hal yang mereka lakukan, berdoa, berusaha dan berserah. 3 kunci kehidupan mereka yang luar biasa. Membuat mereka lebih kuat dari segala ikatan atom yang ada. Membuat mereka jadi fondasi keluarga yang hebat.
Mendidik dan merawat anak dengan sangat baik.
Mengenalkan kami untuk takut akan Tuhan, bijak, rendah hati, dan halhal baik lainnya.

Sampai sekarang, kehangatan yang diberikan mereka sebagai ayah dan ibu tidak pernah pudar. Itu yang selalu aku rindukan, apalagi kalo down sekali di perantauan (karena ga semua suka duka kita, kita ceritakan sama mereka).
Jujur aja, sampai sekarang aku masih sering tidur sekamar dengan mereka, dan mereka pun rindu akan hal itu. Bayangkan kamar 3x4 dimuatkan 5 orang. Haha..

Aku tidak tau apa itu arti jodoh yang sebenarnya. Tapi ketika sebuah keluarga memberikan kehangatan yang tidak bisa lingkungan luar berikan, aku yakin ayah dan ibu keluarga itu adalah jodoh dan diberkati Tuhan.

Saturday, 20 December 2014

..Sesampainya di sana, dia mengetuk pintu rumahnya. Iya, rumah yang di depannya ada lampu pintu berwarna kuning temaram, sedang di samping pintu rumah ada pohon Natal kecil berlampu hias yang indah.
Untuk beberapa kali ketukan, Perempuan dirumah itu, yang menjadi tujuannya untuk datang, tidak kunjung membukakan pintu. Dia beberapa kali melihat kotak kecil yang ada digenggamannya, dan sekali dibukanya memastikan cincin itu memang ada di dalamnya. Beberapa kali dia melihat sekelilingnya, mungkin perempuan itu sedang di luar.
Tiba-tiba, Ponselnya berbunyi, dia pikir kerjaan kantor yang ditinggalkannya (demi perempuan ini) tadi kembali menelpon.

Nama perempuan yang dinantikannya muncul di layar handphone.

"Hai, sorry menunggu lama. Aku tadi pergi sebentar membeli makanan di luar. Tapi aku sudah di simpang. Kurang dari semenit aku akan menepuk pundakmu. See you!"

Dia tidak berbicara apa-apa. Dia hanya tersenyum dengan kebawelan perempuannya itu, yang kadang-kadang menyebalkan, tapi tetap dirindukannya. Malah kalau tidak begitu, dia merasa kikuk.

"Hai! Kurang dari 1 menit kan?", kata perempuan itu sambil menempuk pundaknya.
Senyum kurang lebih jadi kalimat singkat, cara dia mengatakan kebahagiaannya.

"Yuk masuk?"
"Ga usah, di sini aja."
"Walah kenapa? Serius  banget. Haduh, laper lhoo.. Jangan serius serius banget wajahnyaaa. Mau ngomong apa emangnya? Rapih banget, baru pulang kantor langs..."
"Ssstt, bisa aku minta diskon dari panjangnya bicaramu..?"
"Hahaha, iya iya cup cup. Enggak banyak ngomong. Nih, aku mingkem."
"Duduk dulu yuk. Masih bisa tahan lapernya kan?"
"Iyaa iyaa bisa.."

Kemudian, dia mengambil handphonenya, mencari lagu kesukaan perempuan itu, Mama Mia - ABBA. Lagu berjalan setengah, dia menunjukkan sebuah photo di layarnya.
"Hahahaha, haduh culun kali aku disitu! Kamu lagi, belah tengah gitu rambutnya. Kacamataku itu, kacamata pantat botol. Ya ampun, aku aja kayanya udah ga punya photo ini. Dapat dimana?"
"Aku menyimpannya."
"So sweet kali kamu. Tumben. Biasanya, ya gitu.."
Dia cuman tersenyum. Tangannya meraih kotak isi cincin tadi dari saku jaketnya. Dia membuka dan memberikannya ke perempuan itu.

"Apa ini? Kamu baru dapat Bonus? Atau THR?", perempuan itu sontak terkejut, ditambah lagi dengan tatapan hangat dan seriusnya dia.
"Kamu tahu, aku punya keinginan, kita berdua punya foto di tempat yang sama dengan yang ada di foto ini. Cuman, aku pengen, rambutku disitu memutih, wajahku mengkerut, leherku ditutupi syal, badanku bungkuk, dan memegang tangan kamu."
"Kamu sekali ngomong kok ya sedih gini ya? Terharu. Ya kan kalo reuni reuni gitu kan bisa foto kaya gitu", kata perempuan itu dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Iya, apa ada yang menjamin kamu akan datang waktu itu? Setidaknya kalo kita hidup bersama, kita bisa mempunyai rencana yang lebih matang", dia sambil tersenyum.
Suasana masih terkesan ramai dengan lagu yang diputar tadi. Perempuan itu sebentar-sebentar menatap kerlap-kerlip lampu Pohon Natal itu. Dia juga begitu, detak jantungnya tak berirama yang bagus lagi.
"jadi? maksud kamu gmn? aku takut keGRan ini lhoo..", tanya perempuan itu yang tertawa kecil.
"Jadilah wanita terpenting kedua, setelah ibuku..."

Perut yang lapar tadi mendadak kenyang, entahlah mungkin produksi gas lambungnya meningkat. Bibir perempuan itu tidak terkoordinir lagi, mau senyum atau menangis terharu. Tapi, apa yang dilakukan perempuan itu kemudian, menjadikan dia tersenyum bahagia, lebih dari alasan apapun sebelumnya, sepanjang hidupnya.

Thursday, 18 December 2014

Yaps, setiap wanita akan bahagia dan bahkan tersipu malu ketika dikatakan,"kamu cantik..". Tapi aku pribadi, aku lebih suka dikatakan anggun atau manis, dibandingkan cantik. Bukan maksudku sombong, tapi ada beberapa yang menilaiku begitu, ga banyak-banyak orang kok, hihi..(hati-hati pujian kalo tidak diatur, bisa jadi bom buat kita. Serius aku.,) mungkin karena aku terlihat beda dari keseharianku, yang biasa pake kaos oblong, celana pendek gitu. Atau kalo di kampus, aku paling sering pake kemeja, jeans, tas selempang/ransel, sepatu wedges (untuk memanipulasi badanku yang rada boncel haha..), (kadang-kadang juga ga sisiran, cuman sisir pake tangan haha).. makanya mungkin kalo di kampus aku dikatain tomboy atau mending ganti prodi jadi pertanian atau teknik. -_______-"

Aku bukan tipe cewek yang suka belanja pakaian. Percaya ato ga kalo aku diajak nyari baju, pasti yang aku cari duluan adalah kursi, kalo dimintai pendapat, baru aku bergerak haha.. aku lebih bahagia diajak ke toko kain. Karena pada dasarnya aku suka dressku dijahit. Kenapa?
1. Sejak kira-kira awal SMA, aku suka ngedesign baju/dressku sendiri. Makanya sempat terpikir pengen jadi designer. Wkwk..
2. Pasti bentuk, mode, warnanya itu beda dari orang lain.
3. Aku kapok pernah beli dress terus pada waktu yang bersamaan ada orang yang memakai dress yang sama denganku.
4. Aku ngerasa lebih puas.

Mengenai dress atau baju yang kupakai, ada beberapa orang yang jadi role modeku, yaitu:
1. Iya, seleraku dan selera mama ga jauh beda. Mama suka beli kain gitu apalagi kain batik. Makanya aku jatuh cinta sama kain batik.
2. Opung dari ayah dan mama. Jadi menurut cerita, dua opung boruku ini punya selera berpakaian yang bagus. Nah, ada beberapa baju dari opung yang aku ambil tapi belum sempat aku kecilkan.
3. Beberapa wanita kenegaraan, seperti: Michelle Obama, Kate Middleton, ibu Ainun Habibie, Anissa Pohan, ibu Iriana (aku lebih mencontoh kesederhanaannya), ibu Veronica istrinya pak Ahok. Apa ya, cara mereka berpakaian nampak wanitanya, nampak kariernya, jadi nampak wanita kariernya, nampak mandiri tapi tetep anggun.

Puji Tuhan, sejauh ini baju / dress yang ku jahit pas jatuh dibadanku dan cocok.  Menurutku pribadi, aku lebih suka berpakaian yang simple, sederhana, dan nyaman. Kebanyakkan mode juga kadang buat kita enggak nyaman. Mau dijahit atau beli, menurutku yang tergantun orangnya. Selera orang kan beda-beda toh..

Nah, pernah dong dengar kata-kata
"Kepribadian seseorang dapat dilihat dari cara dia berpakaian"
Kalo Kamu gimana?

Sunday, 14 December 2014

Jadi tadi itu aku jalan ke salah satu mall di Medan, nemenin adekku nyari kaset playstationnya. Asli, aku kaget dengan berjibunnya manusia di mall itu. Pakaian berjubel disana disini. Penawaran harga miring beli 2 gratis 1, atau beli ini dapat kupon belanja dengan harga diatas 100rb. Eee buset, ini ekonomi marketingnya mantap kali. Kalo ga jeli, bisa aja loh kita digoda dengan penawaran menarik gitu. Emm, kita dibuat merasa hemat dan beruntung. Belanja sesuai kebutuhan ya gapapa. Nah kalo terbuai dengan diskon ini yang bisa buat kita lapar mata. #SeriusAkuBilangLekDak

Nah, karena kejadian ini aku teringat saat teduhku yang beberapa waktu lalu. Di situ dia menyatakan bahwa, sedang banyak terjadi komersialisasi Natal, mengatasnamakan Natal sebagai moment terbaik untuk berbelanja. Apalagi didukung dengan lagu-lagu Natal sebagai backsound kita berbelanja. Iya semakin menenggelamkan dalam makna kita benar-benar dalam Natal yang sesungguhnya. Eee ya ampun, modus banget.

Then, aku pergi ke tempat opungku. Cerita tentang hari ini, aku sempat diprotes karena jarang berkunjung ke rumahnya. Wkwkwk.. terus tercetus dia, "ah kalo di sininya, mulai tanggal 1 udah banyak Natal, ga udah heran. Jadi ga hikmat lagi." Pas opung ngomong gitu, aku teringat natal kampusku. 4 kali aku ikut perayaan Natal, 4 kali aku tidak ngerasain Natal itu. CK! Kesannya ya gitu, seperti prom night. Lebih ngangenin acara Natal di kampung halaman :') lebih dapet maknanya.

Yaps, bukannya Tuhan Yesus lahir di kandang domba. Maap cakap, tempatnya bau, ga steril, penerangan cuman lilin, dan sampai sekarang aku ga nemu jawaban, siapa yang nolongin Maria melahirkan? Ibu yang melahirkan kan harus dibimbing prosesnya. Tapi sekali lagi, kuasa Tuhan itu luar biasa. Tuhan melancarkan rencanaNya atas Maria dan Yusuf untuk dunia yang fana, panas, macet, pengap, gila, penuh tekanan dan SEBENTAR ini.

Tuhan aja lahirnya sederhana kok, kita yang ngerayainnnya kok berlebihan gitu. Kok lama-lama perayaan Natal jadi menyimpang jadi pesta Natal? Bagiku Natal itu merayakannya bareng orang-orang yang memerlukan kelahiran Yesus dalam hatinya, bareng keluarga. Cukup.

Dan bersyukurnya aku, aku dilahirkan sebagai cewek yang cuek aja, yang ga begitu repot dengan penampilan, yg penting rapi. Makanya pas acara Natal kampus, aku tidak begitu repot masalah penampilan. Mhihihi.. Bukannya hidup sederhana-sederhana saja lebih baik?

-------------------------------------------------------------
Mazmur 116:6  TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku.

Lukas 18:18-27 
Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja.
Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu."
Kata orang itu: "Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku."
Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: "Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya.
Lalu Yesus memandang dia dan berkata: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Dan mereka yang mendengar itu berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
Kata Yesus: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah."

Saturday, 13 December 2014

Aku tadi barusan beres-beres kamar, terus pas kelar aku ngelihat pathku. Aku mendapati postingan salah satu kawanku, "You Never Walk Alone". Iyeee tauu, itu kan kalo enggak salah slogannya Liverpool kan ya? Liverpudian pasti tau..

Apapun bisa jadi alat Tuhan ya kan? Termasuk Path? *bentar pasang lagu dulu biar enggak terasa sepinya malam minggu ini, wkwk*

Iya, hatiku sedang dalam renovasi, pemulihan, direhap sama Tuhan. Kemarin ada goncangan sedikit, jadi ada beberapa retak dibeberapa fondasi. Iya nyaris tumbang dan hancur gegara goncangan itu. Kadang-kadang banjir juga melengkapinya. Pokoknya miris.

Tapi kan, God never let His goods be bad. YOU NEVER WALK ALONE! Enggak caya kamooh? Let me tell you something, masmbakbro...

Ulangan 31:6 - Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."

Ulangan 31:8  - Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati."

Mazmur 34:18  - TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

Mazmur 147:3 - Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;

Mazmur 50:15 -  Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku." Sela

Roma 12:12 - Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

Iya, dalam masa seperti ini, kita yang terpuruk ini merasa kalimat-kalimat itu adalah omong kosong.
Apaan sih?
Idihh..
kau ga ngerasain, coyy..
udahlah, mending kau pergi...

Tapi ingat, Tuhan selalu menepati janjinya, jika kamu bertekun dan berserah. Sebagian dari kita pasti susah berserah karena otak kita masih dipenuhi dengan kesedihan, merasa tidak adil, galau..uuu..uu..
Let me prove it!

Ibrani 10:36 - Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.

Yakobus 1:12 - Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

2 Petrus 3:9 - Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu...

Tuhan enggak meninggalkan kita. Percaya atau enggak, kemarin aku berdoa, gelap, dan ya menangis. (Mau segimana gilanya atau setomboinya aku, aku juga memproduksi air mata).

Entah itu imajinasi atau sugesti aku aja, aku ngerasa Tuhan ada disampingku, kepalaku serasa dipundakNya dan Dia Membelai rambutku, sambil bilang, "sabar anakku..". Beberapa kali dikatakanNya.
Sesudah itu, aku merasa lega. Aku ingin membebaskan hatiku yang terlalu perih ini. Mungkin Tuhan menjawab doaku, Dia membuatku sibuk dan tidak berfokus dalam perasaan itu, walau kadang kalo lagi istirahar gini sering terpikir,"kenapa bisa begini? Mungkin aku sedang dihukum Tuhan karena aku bandal kali, suka-sukanya yang hidup ini".

Tuhan tidak meninggalkan kamu, cuman seberapa besar ketekunanmu berbanding lurus dengan kedekatanmu dengan Tuhan.

Inget, Tuhan setia pada kita. Berdoalah, Dia akan melegakanmu. Tapi, sudah kah kamu setia padaNya?

Thursday, 11 December 2014

*hoaaaaaah*
Aku baru aja merebahkan badanku yang udah bisa berubah jadi power puff girl. Tadi ujian, terus ada pergi sebentar, terus ke tempat doping. What a day dah pokoknya. Dalam otakku, hari ini akan jadi hari yang berat. But not guys! Aku tadi seperti diingatkan, melangkahlah keluar dari kamarmu dengan kaki kananmu dan ucapkan "Dalam Nama Yesus". dan efeknya itu ada.

Iya, ujian hari ini yang ku anggap pasrah berserah banget karena persiapam seadanya. Iya, banyak pikiran. Banyak! Tapi apa yang enggak mungkin dengan doa? Aku beberapa malam ini lebih intern berdoa untuk blok ini, berdoa yang terbaik, walaupun sesulit apapun itu. Dan hasilnya, aku merasa ujiannya tidak terlalu memusingkan otakku dan semoga hasilnya baik. Dibantu doa eahhh qaqaaa...

Lalu, malam ini aku ketemu dopingku tercinta, dr. Surjit Singh, Sp.F, sesosok turunan India, yang tinggi dan cakep, baik, ramah, suka lelucon dan kami tidak begitu tegang, walau kadang kami sering bingung dengan revisinya. Doping enggak susah dijumpai, cuman kadang banyak orang sakit yang butuh pertolongannya, enggak mungkin dong kami egois mau ketemu beliau? Pasti orang sakit yang jadi prioritasnya. Jadinya kami kadang harus menunggu dan menunggu. Kalo lagi zonk, ya pulang tanpa bawa hasil. Atau kadang yang praktek rupanya anaknya (anaknya kece habis, cantik!). Yaudin, pulang deh kitanya.
Hari ini, kami berharap enggak banyak pasiennya, males kalo mesti ditunggu-tunggu hari lain. Hehehee, mau pulang kampung loh edak, laekkk! Hihihi..
Di jam-jam terakhir adalah beberapa pasien baru datang, dan kami mulai pesimis, lesu mendadak, ahhh ditunda lagi deh kayanya.
Tapi enggak, kami dapat giliran masuk. Kami masuk ke ruang prakteknya. Dipanggil satu-satu dan dikasih hasil revisi kami masing-masing. Eaaaah qaqa, Puji Tuhan punyaku enggak ada revisi dan udah di-acc. Tinggal buat slide presentasi aja. Xixixi... ini kado Natal pertama tahun ini.

See? Tuhan meletakkan segala sesuatunya indah, waktu versi Tuhan lebih baik daripada perkiraan kita. Iya, belakangan ini terlalu banyak yang buat aku patah hati, kecewa, dan sedih. Tapi Tuhan punya rencana-rencana besarNya seiring mengobati hati yang remuk ini. Aku berdoa agar Tuhan mengobati hati ini, karena mutlaknya cuman Dia dokter dari semua hati. Dia membuat hal-hal yang membuat aku tidak berfokus pada kesedihanku.

See? Tuhan tidak meninggalkan kita di lubang gelap manapun. CahayaNya terang kalau kita paham rencanaNya, mau mengikuti kemana arah cahayaNya itu. Kalo enggak yaaa, paling kita ragu-ragu ikut enggak arah cahaya itu, akhirnya ya gitu terus-terus sedih, depresi dan yang fatal banget kita menyalahkan Tuhan. Jangan yaa..

Hayooo, hari ini udah jadi saksi " THE POWER OF PRAYING" belom? Hohoho..

Pengkhotbah 3:11 - Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Yeremia 29:11-13 - Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati.

Monday, 8 December 2014

Beberapa minggu yang lalu, aku ikut baksos Imasi, salah satu BSO di kampusku. Ya, ngikutin Baksos adalah hal yang wajib minimal sekali aku ikuti tiap tahunnya. Manfaatnya banyak, bisa ngelatih dan membiasakan anamnesa dan vital sign, berbicara sama pasien, melayani dan mendengarkan keluh kesah mereka, mendapat pengalaman tinggal di pedesaan dan terakhir pergi sejenak dari hiruk pikuk polusi panas kota Medan.
Hari itu, hari Minggu. Setelah kami ibadah yang dipimpin oleh dosen kami sendiri, dr, Juniansen Purba, Sp.OG (beliau adalah senior ayah waktu kuliah dulu. Beliau bukan saja seorang dokter obgyn, tapi aku dengar-dengar beliau adalah penginjil juga. Salah satu alasan beliau mau ikut baksos adalah ya itu, ingin mengabarkan kabar keselamatan. Asli, beliau begitu bersemangat. Waktu itu beliau tidak malu-malu untuk mempraktekan tingkah Zakeus. It was not an entertain, but all people laugh. Aku berharap mereka tertawa dan mengerti maksud dan tujuan kenapa beliau bertingkah seperti itu. Dan beliau memang salah satu dosen yang ku kagumi).
Setelah itu kami mulai melaksanakan baksos. Entahlah, aku senang berkomunikasi dengan pasien-pasienku. Denger mereka blak-blakkan cerita tentanh sakitnya, keluarganya, kehidupannya, pekerjaannya.

"Itulah capek aku kadang. Ngilu-ngilu kakik ku. Kalo malam sering pusing, sakit leherku.."

"Iya inang, banyaklah istirahat. Inang suka makan daging?"

"Iya, tapi ga banyak-banyak kali. Ìstirahatnya aku, tapi kalo tidur-tidur terus siapa yang kerja? Anak-anakku mau makan apa?"

"Iya inang, tapi janganlah itu buat inang sakit. Anak-anaknya dikasih pengertian kalo udah besar-besar. Apa yang inang pikirkan sampai pening gitu? Negara ini nang?" Awak coba melucu.

Kemudian agak diambilnya kain sarungnya, mulai diusapnya air matanya.
"Cemanalah ya, anakku empat. Aku cuman tukang pijit. Takut aku anakku besok ga bisa sekolah."

"Inang, ga semua harus dipikirkan. Kita punya Tuhan, inang. Tuhan udah mengaturnya. Yaudah, kita cek tensi (vital sign) dulu ya nang", aku dan temenku mulai ngecek tensi dan vital signnya.

"Inang, berapa biasanya tensi inang?"

" 150 gitulah"

"Hem, oke inang, kitanke dokternya ya sekarang.."

Aku dan inang itu pergi ke ruangan dokter. Disitu aku mendapati seorang kakak dokter cantik, aku lupa senior angkatan berapa. Dia membaca hasil anamnesa. Semuanya cukup baik, kecuali tensi.

" apa keluhan kam nang?"

"Iya, ini kepalaku sering pusing, badan pegal-pegal"

Lalu kakak dokternya diam dan tiba-tiba bertanya.
"Apa yang inang pikirkan?"

"Banyaklah.."

"Apa kerja inang?"

"Tukang pijit"

"Amang dirumah?"

"Ga ada kerjanya."

"Berapa anak inang?"

" empat. Masih sekolah semua"

"Jadi apalah yang inang pikirkan?"

Mata inang itu mulai berkaca-kaca. Sarungnya diambilnya lagi.
"Iya, aku ga tau mau makan apa anakku besok. Entahnya bisa sekolah dia besok ato ga."

"Sekarang anak inang masih sekolah kan?"

"Iya..."

"Ìnang, inang kurang berdoa. Kurang berserah. Inang terlalu memikirkan semuanya. Kekhawatiran inang itu yang jadi sumber penyakit. Aku kasih pun obat, ga gunanya itu. Ga semua obat itu menyembuhkan. Anak masih sekolahnya, udah besar-besar semua.."

"Tapi kan, kek mana kalo mereka ga bisa sekolah? Mau kek mana nanti?"

"Nang, kita punya Tuhan kan? Berdoalah, tambah-tambahkan berdoa dan berserah. aku pun dulu sekolah susah-susahnya, karena Tuhan aja aku bisa kaya gini. Berdoa itu obatnya. Berserah kita ya nang..."

Inang itu mengangguk-angguk.

"Inang suka makan daging?"

"Iya kadang-kadang.."

"Kurangi ya inang. Banyakin makan sayur, makan buah, minum air putih. Aku kasih vitamin aja sama inang ya. Obat dariku, berdoa ya nang.."

Kira-kira begitulah percakapan kakak dokter dan inang itu. Aku cuman bisa mengelus-elus pundak inang itu. Mungkin kalo kita lihat di tipi-tipi ga seberapa dapet sedihnya. Tapi pas dengerin langsung, ya gitu, problmatika kehidupan itu sungguh ada. Tergantung kita sendiri menyikapinya gimana, sekuat apa kita? Seberserah apa kita? Sesadar apa kita kalo kita memang manusia yang lemah?

Kalo dipikir-pikir, kenapa sesedih itu Tuhan menciptakan kisah inang itu ya? No! Hidup kita enggak sakit-sakit kali, ga sesakit Tuhan Yesus yang tangan dan kakinya ditusuk sama paku tanpa anastesi, lambungnya ditusuk entah untuk apa, kepalanya yang dimahkotai mahkota berduri dan mungkin itu ada ruptur, cuman nebus kita yang perbuatannya ngeri sekali.

Kalo kita merasa susah, kita sedang diuji. Berdoalah kalau kamu merasa itu semua melebihi kemampuanmu!

----------------------------------------------------------------
Matius 21:22 - Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.

Markus 11:24 - Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Yohanes 14:13-14 - Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."

Lukas 11:9  Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Mazmur 43:5  Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

TIDAK ADA DOA YANG TIDAK ADA JAWABAN, APALAGI JAWABANNYA SALAH.

Jadi udah tau dong supaya enggak sedih lagi?

Friday, 5 December 2014

Satu kata yang bisa kukatakan (sbenarnya ga terkatakan) atas berkat Tuhan hari ini. Wow! Wow! Wow! Dahsyat!

Pertama-tama aku ucapkan terimakasih sama Tuhan atas panggilan hati ini. Serius! Setidaknya aku banyak dapat pelajaran hari ini walaupun panas-panasan, keringetan, bau, harus menghibur adik-adik di Panti Asuhan Claresta (dek, kaka pasti akan sangat merindukan kalian :')) ). Dari mereka aku belajar bersyukur aku punya keluarga yang lengkap dan harmonis, ekonomi yang cukup, lingkungan yang baik. Dan bodohnya aku, aku sering mengeluh, merasa ini dan itu serba kekurangan, membandingkan orang yang lebih dari aku. Yaps! Bersyukur, belajar bersyukur. Aku pernah nemu kalimat, dengan bersyukur kita bisa dipuaskan dan dicukupkan.
Dan dari mereka aku belajar berbagi berkat. Aku tidak begitu pintar tentang Alkitab, palingan aku baca Alkitab kalo saat teduh pagi dan waktu di Gereja pas dengar khotbah. Tapi aku berusaha mempraktekan apa yang Firman Tuhan katakan. "Iman tanpa perbuatan adalah mati" (jangan tanya ayat berapa itu, aku lupa). Disini aku menekankan perintah Tuhan yang kurang lebih begini "siapapun yang melakukan hal baik kepada mereka yang hina, dia melakukannya untuk Aku", ya intinya kita berbagi kebahagiaan, apalagi dalam rangka Natal dan adik-adik Panti Asuhan pasti sangat perlu disentuh dengan kasih Tuhan, perhatian dari kita. Aku memang tidak bisa bertingkah terlalu serius, tapi mungkin dengan tingkah konyolku, mungkin aku bisa jadi perpanjangan tangan Tuhan, mengabarkan bahwa hidup mereka punya tujuan dan apapun yang diciptakan Tuhan pasti tidak sia-sia dan Tetap tumbuh bersama Tuhan, Tuhanlah penyelamat yang kekal.
Selelah dan seletih apapun itu, aku melakukanya untuk Tuhan. Bukan beramal tapi ucapan syukurku untuk segala berkat Dia. Tuhan Yesus terima kasih hari ini aku bisa jadi perpanjangan tangan berkatMu. Berkati aku terus yaa Tuhan :)

Kedua, aku berterima kasih pada BSO BonPas - Bona Pasogit (sekian lama aku merantau ke suku orang, akhirnya aku pulang ke kampung halamanku, hahaha...).
Aku termasuk orang yang tidak begitu suka dengan acara Natal yang terlalu WAH, sehingga kesannya pamer. (I dont know who you are reading it now, but i am talking very seriously). Aku suka Natal BonaPasogit tahun ini. Selama aku kuliah, baru kali inilah rasaku Natal yanh bener-bener Natal, dimana kasih itu nyata adanya, sederhana itu bener-bener melingkupi kita. Tadi sempat aku tanya-tanya sama BPHnya berapa habis dana? Yaps, tidak banyak menurutku dan malahan surplus. Kalo kata si opung "itulah ban, yang penting niat datangnya dulu dibesarkan, baru berkat itu ga kemana". Itu beneran. Motivasinya dulu dibenarkan. Gitu. Tuhan bener-bener menyertai acara ini.

Oh ya, aku dan kawanku si flo bukan dipanggil untuk mengisi acara tapi sekali lagi panggilan hati itu membuyarkan niat-niat yang tidak baik.
Hem, kenapa kami bisa jadi santa clause? Jadi gini, dari tahun kmrn tuh udah kangen main ke panti karena setahun lalu kami juga ke panti asuhan tapi kalo ga salah pas Paskah (dan kalian tau, aku jadi pembicara. Anak-anak lain bilang mukaku polos, kaya pendeta (do not trust it). Seingatku aku ngambil topik ttg nabi Ayub. Pertama aku puterin dulu lagu "saya mau ikut Yesus", kemudian aku kaya kasih khotbah gitu. Percaya ato ga, aku hampir nangis pas bicara waktu itu, menghubungkan kehidupan adik-adik panti dengan kisah Ayub. Sedih wei. Aku tuh tomboy-tomboy gini tapi hatinya lunak kali kaya agar-agar kebanyakan air...). Terus tahun kemarin aku absen untuk melakukan hal-hal itu, walaupun udah rencana pengen ke tempat yayasan kanker anak-anak gitu. Sayangnya batal. Hupt!
Kemudian Tuhan kasih jalan. Pas moment Natal begini, aku dipertemukan dengan baju Santa Clause waktu iseng-iseng jalan ke A*E. Harganya ga mahal, ga sampe 71.111, ya emang kainnya rada tipis, tapi gapapa deh. Ya, tahun ini awalnya niatnya ke Rumah Sakit (belum tau jadi ato ga), ke jalan-jalan, ke panti asuhan. Kebetulan si flo (kawan yang gila membagi berkat) sepemikiran samaku, dia pun beli. Sip! Gitu deh jadinya jadi Santa Clause.

Remember! Natal bukan tentang Santa Clause, tapi selalu lahir barunya Yesus Kristus di hati kita. Tapi, santa clause bisa jadi perpanjangan tangan Tuhan di dunia ini.

*20 days left to Christmas Day*

Sunday, 30 November 2014

Tanganku pegal baru nyelesaikan tugas tutor yang cukup banyak. Hatiku lelah setelah... *ah sudahlah, jangan dilanjutin. Nanti ductus lacrimales-ku bisa banjir*
Malam ini dapet kabar cukup membahagiakan, kampusku mendapat medali perunggu di IMOANDALAS2014 cabang Kardiorespirasi. Bagiku ini sebuah hasil yang memuaskan, setelah mereka beberapa kali tanding diberbagai kompetisi -dan ada bbrp hal yang mengecewakan-, mereka akhirnya mendapat medali perunggu dan kardiorespirasi bukan bagian tubuh yang mudah. Selamat Aaron dan itok awak, Amsal.
Satu hal yang membuatku terinspirasi dari mereka malam ini, passion dan keteguhan. Otakku bener-bener disadarkan dengan itu.
Beberapa waktu yang lalu, kampus kami buat acara dan penutupan acaranya itu dengan menerbangkan balon ke udara. Dan aku melihat balonnya Bang Amsal dan beberapa teman yang lain. "dr. Amsal Darmawan Dachy, Sp. BKTV (K)" (entah bener entah tidak gelar yang kubuat itu, lupa-lupa ingat).
"Ngeri bang, baru kali ini aku tau ada gelar kaya gitu. Emangnya ada?"
"Haha adalah peng, diyakinin aja. Mana tau doanya nyampe, hahaha.."
Aku lupa pembicaraan kami apalagi, yang penting Bang Amsal mau jadi dokter spesialis bedah toraks kardiovaskuler gitulah. Oke itu tentang bang Amsal.
Next, Aaron. Àaron ini pacar dari salah satu personil pesongers, ameong! Dan juga dia anak kawan ayah waktu kuliah dulu. Aku enggak ngerti jalan pikirannya. Otaknya pinter kali masalah jantung tapi malah pengen jadi angkatan ntah akpol. Ga tau nyambungnya dimana. Tapi bisa jadi sih jadi dokter angkatan, tapi sayang sekali.
"Jadi nop, mudah-mudahan kita-kita bisalah ngambil spesialis di Jawa"
Aku bingung ini anak tiba-tiba nyeplos gitu aja, zzzz..
"Hem ya ya.. kau mau ambil apa ron?"
"Yang jelas yang make-make alat. Mungkin bedah. Kau nop?"
"Aku belum tau. Awalnya pengen bedah ortopedi (karena kayanya keren bedah tulang coy, tapi nilai DMS ku aja cuman B, kalo ditanya tuberculum, sinus, olecranon maulah heng. Eh tapi apa yang ga mungkin kan?), tapi lagi tertarik sama rehabilitasi medik atau kulit estetika. (Tapi sekarang gerontology juga lagi hot-hotnya loh). Lihat nantilah di koas gimana."
"Bisalah itu.." danseterusnya.
Aku mengingat itu. Mungkin itu semua alasan mereka bisa fokus ke satu bidang, they follow their passions. Nah sekarang giliran aku yang malam ini mungkin agak dapat ilham yang bisa jadi pencapaian tujuan hidupku "berguna".
Otakku ga mempan dimasuki slide ilmu penyakit dalam,
aku menyukai dunia anak tapi tidak suka dengan ilmu kesehatan anak,
aku belum begitu pintar dalam memanajemen diri sendiri apalagi manajemen rumah sakit (apalagi dengan peraturan pemerintah yang sering gonta ganti),
mataku minus dan aku tak suka ilmu penyakit mata,
membedah hati abang itu aja aku gagal, mau lagi membedah apendisitis? (#1 Lalu kemudian galauuu~~)
Mau aku suruh orang jangan sering-sering pakai earphone, aku aja sering.
Mau menasehati gizi orang? Giziku aja masih overload gini.
Mau mengotopsi mayat? Aku aja kadang kalo lagi ngelamun tiba-tiba muncul bayangan abang itu (#2 galau)
Mau nolongin orang melahirkan? Kemarin pas ikut boss besar nolongin orang melahirkan aja berasa nonton the conjuring! (Asli, lo mesti sayangin ibu lo. Serius! Seberapa sakitnya tulangmu patah, lebih sakit melahirkan. Tulangmu patah, pas dioperasi pasti dibius dulu, terus utk pemulihan dikasih analgetik biar ndak sakit. Nah pas melahirkan itu, kolaborasi antara ngumpulin tenaga, ngatur napas, ancang-ancang ngeden, kemudian -maaf- bagian itu robek tanpa anastesi? Mungkin sesakit inilah akibat dari Hawa memberi buah baik dan buruk kepada Adam). Serem.. (kemudian ngeyoutube tentang water birth, hypno birth)
Yaps, aku pun mulai ngerti tujuan hidup karena abang itu (------------------ #3 galau lagi----------) ngasih aku buku tentang ya tujuan hidup. Listen to me! Kamu ada di dunia tidak sia-sia. Tuhan tidak sedang bermain dadu untuk menciptakan kamu. I talk seriously. Cuman gini, seberapa kedekatanmu dengan Tuhan, sepeka itulah kamu mengerti keinginanNya atas kamu di dunia ini. Sob, dunia ini kecil, padet, panas, seram, ricuh, mengerikan dan SEBENTAR! (Iya, kemarin seniorku meninggal dunia karena encephalitis. Padahal dia baru sumpah dokter. Sedih banget ga ituuuu? Sedih kan? Makanya ku bilang dunia ini sebentar). Buatlah apa yang berguna dan bisa dikenang (ga maksud yang gimana-gimana). Setidaknya melewati kamu, nama Tuhan harum, berkat Tuhan tersalurkan di dunia ini. Bukannya happy banget sebangai perpanjangan tangan Tuhan?
*00.08 padahal besok masuk jam 08.00*

Thursday, 27 November 2014

Lembut aku menyapa pagi. Tetap doa kulantunkan setiap mata pertama kali terbuka, walau kadang aku sering absen membuka firmanNya. Tapi Puji Tuhan, Tuhan mendengar doaku. Ku minta padaNya agar ku dimampukan ikuti jalanNya, makanya aku diantarkan pada satu aplikasi saat teduh.

Tapi entahlah, aku merasa hidupku belakangan ini sering tersandung dengan kepergian orang-orang yang sangat ku cintai. Mungkin bagian ketegaran dari hatiku benar-benar sedang diasah sama Tuhan, di ketok sana ketok sini. Aku hampir tidak percaya itu benar-benar rencanaNya. Aku hampir tidak percaya.

Opung boru, masih ingat aku, aku pertama kali mendengar lagu "saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai slama-lamanya" dari kaset yang tersusun di lemari jatinya. Cover kasetnya cantik, ada gambar sepasang tangan yang mengajak kita untuk mengikutiNya. Aku mendengarkannya. Selain itu, waktu malam Natal, opung nyanyi "come in to my heart, come in to my heart, come in to my heart oh Jesus..". Mungkin aku jarang banget ketemu beliau, tapi sekali ketemu ya gitu, kenanganya wow banget bagiku. Tapi aku suka kali mempraktekan cara opung tidur, karena kalo opung tidur, satu tempat tidur ukuran double itu bisa hanya untuk dia, terus dia ngorok. Kalo udah pagi gitu kan, aku tunjukin ke dia. Ketawa dia, senang aku. (Maap ya pung, justru itulah tanda-tanda opung masih di dunia).
Yaps, she has gone a couple months ago. Dengan pesan,"baik-baiklah sekolah. Jadi dokter yang baik.". Then, yaps!

Dia. Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap aku mengingat kamu.

Pak Suparwoto. 14 agustus (tahunnya aku lupa), pas hari pramuka.
Jujur aja malam ini aku bahagia karena baru (hampir) acc proposal skripsiku. Puji Tuhan sekali.
Aku mengenal beliau sejak kira-kira kelas 5 atau 6 SD ya? Kalau ga salahku beliau pernah jadi wali kelasku. Dan kabar terakhir yang ku tahu beliau udah jadi kepsek di SD Filius Dei.
Beliau itu sosok yang rendah hati, mengayomi, ga neko-neko, lucu, pinter menyusupkan rumus matematika yang begitu banyak ke otak kami. Saranku, kalau beliau masih hidup, guru-guru matematika sekarang wajib belajar dari beliau.
Duh, kalo beliau ngomong ya kan, adeem, tenang. Terakhir aku ketemu beliau masih setia dengan motor rx king atau apa itu ya yang motor gede jaman-jaman 2000an awal.
"Nopi itu kaya lakik , tapi cengeng juga..", itu sih kata-katanya yang lucu ku rasa. Banyak nasehat yang beliau berikan yang menemani pertumbuhan karakterku. Duuh, bapak guru yang udah ku anggap bapak angkatku dah!

Ya, kita ga tau sampai sejauh mana kita melangkah, seberapa banyak hari yang akan kita lalui, seberapa banyak orang yang akan kita temui selama hidup.
Tiada jalan ke surga kecuali Dia, Yesus Kristus. Ikuti Dia, dan kamu diselamatkan.

Menangis adalah baik, sok tegar adalah tanda masuknya jiwa yang rapuh dan tidak bisa bangkit.

Sesedih apapun, berserahlah sepenuh hati.
Sebahagia apapun, bersyukurlah sesederhana mungkin.
Tuhan meletakkan segala perkara dan berkat di waktu yang tepat.

-tujuh menit setelah hujan,
dibalik selimut dan
beberapa tetes bulir air mata-

Friday, 7 November 2014

Jadi begini, aku tidak tahu apa pilihanku ini benar di mata kalian, tapi bagiku benar.
Aku ga ngerti gimana bisa ketulusan pertemanan itu dipermainkan. Karena jujur saja, aku orangnya ga neko-neko berteman. Apa yang bisa ku tolong, ya ku tolong. Cuman kadang gitu, terbalik. Kadang sampai bertanya-tanya, "salah apa aku ya Tuhan? Kok gitu kali dia ya wee? Teganya gitu banget. Apalah yang mau kejadian sama dia ya?".
I am talking seriously, aku tidak menyumpahi atau berniat balas dendam. Aku cuman sedih. Tuhan juga pasti tau ini akan terjadi, kenapa ini terjadi dan Dia pun sudah ancang-ancang dalam firmanNya di Roma 12:19-20, singkat cerita pembalasan adalah bagianNya dan kita tetaplah berbuat baik.
Aku bukan pendendam, tapi lebih memproteksi diriku saja, jangan sampai terulang lagi. Memaafkan dan Berjaga-jagalah. Tapi tetap baik, sekedarnya. Lebih baik bagiku aku dan dia jaga jarak. Kalau dia meminta tolong, ku tolong, sekedarnya.
Emang, sedih gitu. Enggak perlu yg gimana-gimana kali. Jadikan pelajaran aja. Tapi bersyukurlah kita bukan mereka.
-------------------------------------------------------------------------------Roma 12:19-20 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. 
Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. 


Friday, 24 October 2014

Hari ini, aku bertanya lagi kepada alam dan Sang Penciptanya. Aku memerlukan firasat, atau tanda tentang kamu. Tapi apa aku terlalu dini untuk bertanya tentang jodoh, atau lebih enak didengar, apakah kamu teman hidupku?
Aku bukan tipe orang yang ribet tentang kriteria DIA. Tapi diriku cukup ribet untuk memutuskan apa harus terus atau tidak. Ya, mungkin logikaku sudah ditahap "stupor", sehingga sulit dipakai untuk masalah anak muda ini.

Alam? Apakah salah aku mendapat jawaban darimu? Tanda-tandamu akankan pernah salah? Jika iya, beritahu aku. Jangan buat aku terlalu menumbuhkan sifat "ngarep"ku, sehngga apapun yang dilakukan DIA selalu baik buatku atau setidaknya kalaupun tidak membuat hatiku tenang dan senang, aku bisa mentolerirnya. Jangan, ku mohon jangan. Karena aku termasuk orang yang susah move on
Aku pernah jatuh cinta, kemudian bener-bener jatuh ke jurang akhirnya. Aku butuh hampir 2 tahun untuk menghambarkan rasa itu padanya. Tidak mau! Itu salah satu Fase yang ter---sakit dalam hidupku. Aku harus melihat dia tertawa disana, padahal aku disini enggak karuan Hahaha, sudahlah, membuka lama saja jadinya.

Pencipta? Mungkin Engkau sudah bosan mendengarkan, aku menceritakan namanya dihadapanMu. Tapi aku yakin, sebosan-bosanNya diriMu, Engkau akan mendengar keluh kesahku tentangnya. Aku dan Dia adalah ciptaanMu, Engkau bahkan lebih mengerti kami daripada kami yang mendiami jiwa ini. Hati kami pun bertemu hanya karena skenarioMu. Aku yakin tiada yang sia-sia di dunia ini, suka dan duka pasti ada maknanya. Tuhan mengerti, aku tidak muluk-muluk untuk seseorang itu nanti. Beriman, Mapan, Setia dan Bijaksana. Cukuplah 4 kriteria ini berkategori tidak lebih apalagi kurang.

Alam dan Penciptaku, terus yakinkanlah aku pada satu jawaban.

Thursday, 25 September 2014

Malam-malam lagi capek baca slide buat ujian besok. Eh iya ya, besok ujian. Enggak terasa ujian blok ke dua terakhir. Bentar lagi anak gadis ayah mama ini udah mau tamat. Tetep doain ya yah, ma.
Awalnya iseng-iseng buka youtube. Aku bisa kalo buka youtube itu nyari tontonan yang lucu (soalnya otak udah tegang, soalnya belum ngantuk dan soalnya enggak punya tipi makanya ke ngeyoutube), kaya film dono kasino indro, charlie chaplin, mr.bean, stand up comedy, tetangga masa gitu atau parodi lagu dan film. Pokoknya apa aja deh yang bisa menggerakkan tulang maxilla dan mandibula ku. Gitu.
Dan kali ini aku nyasar ke kata kunci "ahok". Sebelumnya, dulu-dulu waktu jaman kampanye, aku tuh sering nyari tau tentang pak jokowi. Iya, presiden kami yang sedang memperbesar kantung matanya demi bangkitnya negara Indonesia yang udah terlalu lama tertidur dalam "pemanfaatan" sekelilingnya. Iya, aku salah satu penggemar berat pak jokowi, dan kesederhanaannya.
Nah malam ini nama "ahok" jadi point pencarianku. Enggak tau kenapa, pengen aja tau kehidupan anak Tuhan yang satu ini, yang agak kontroversial. sebegimana banget sih hidupnya sampai jadi pro dan kontra begini? Dulu dibilang cocok banget dipasangkan sama pak jokowi jadi pemimpin DKI Jakarta. Ya, aku mulai mencari.
Aku memilih acara "sentilan sentilun" di MetroTV, kalo ga salah tayang 3 November kemarin. Iya, lucu bapak itu, kayak ayahku kalo lagi seloro-seloro. Mungkin ada persamaan ayah dan ahok, diluar garang, di dalam keluarga lucunya ngegemesin kadang, sayang sama keluarga. Ya ampuuunn, semoga masih ada stok laki-laki kaya gini buat keluargaku nanti #DoaTulusTertujuPadaTuhan hehehahahihi...
Cakap punya cakap, aku tertuju pada kata-kata pak Ahok yang kira-kira begini, "Iya, masalah terbesar kita adalah korupsi. Mereka itu seperti orang yang minum air asin, tidak pernah cukup dan selalh merasa haus. Akhirnya mereka selalu khawatir akan jadi miskin".
See! Cukuplah aku ya minum air mineral, kalo asin? Ikan asin aja ga minum air asin kok yaaa.. haha..
Emang nyadar banget aku, dilingkunganku pun begitu. Merasa selalu kurang ilmu ya tidak mengapa, akhirnya kita akan terus belajar dan mencoba. Toh, sepanjang hidup kita adalah belajar?
Tapi ini lain, ini tentang materi. Teman pernah tanya (mungkin karena keluargaku dianggap berkecukupan), "Jadi kapannya keluar stir bulat itu (konotasi: mobil), kan enak bisa kemana-mana."
Jawab aku sih ya, "belum bisa nyetir, belum bisa beli bensin sendiri, belum bisa ini dan itu. Lagian belum perlu-perlu banget. Motor juga udah cukup".
Ada lagi yang lain nanya, "Masih jaman blackberry? Iphone 6 plus lah... baru keluar loh.."
Aku sih jawabnya, "gini-gini nih hape ga pernah sepi, ga cuman buat game, hahaha (jawabku bercanda). Aku malah takut dia hilang, kalo error aja aku agak panik, banyak kontak sih. Hape bapakku hape-hape lempar anjing (karena sangkin biasanya, nokia tinut tinut itu), tapi isinya nomor rekening coii. Lagian masih kuliah, nantilah itu, masih banyak keperluan yang lebih penting. Ini juga udah cukup."
I wanna tell you something, entah aku emang orangnya cuek atau polos-polos gitu, entahlah. Aku ke kampus pake tas yang ga dibeli, tas yang didapat-dapat dari seminar. Sementara kawan-kawan cewekku itu pake tas yang bermerk. Huwaaow.. itu masih mereka, belum mamaknya, sodara-sodaranya. mungkin kalo ku ikuti mereka, maulah bapakku korupsi juga. Jaman susah sekarang dengan gaya hidup seperti itu maulah megap bapaknya nyari duit. Tapi entahlah jika mereka memang diberkati Tuhan dengan banyak duit sehingga bisa dipakai untuk beli ini beli itu. (Yaaa, kalo kata orangtuaku boleh beli ini beli itu, tapi SEKALI -SEKALI dan memang perlu).
Puji Tuhan sekali aku tumbuh dikeluarga yang seperti ini, tidak seperti mereka.
Udah sifat manusia itu tidak pernah puas. Pak ahok juga pernah bilang,"orang kaya bukan mereka yang ga punya duit, tapi memiliki apa yang tidak bisa dibeli. Orang miskin adalah orang yang cuman punya duit. Kenapa? Orang miskin akan terus merasa kalo dia belum punya ini belum punya itu, jadi ingin terus memiliki. Tapi orang kaya, orang yanh pengen beli sesuatu tapi masih merasa yang dimilikinya masih berguna, lebih baik uangnya disimpan atau disumbangin". See? Kita ga tau, manatau kita adalah jalan berkat untuk orang lain.
Bagiku kekayaan terbesarku adalah ketika aku bisa berbagi sama orang lain dan bisa mengucap syukur dengan segala apa yang terjadi. Bahagia, brarti berkat untuk kita lebih menyadari Tuhan benar-benar sayang sama kita. Sedih, brarti berkat untuk mendewasakan diri kita, menumbuhkan ketegaran kita. Bukan kah hidup adalah tentang ujian, ujian menghadapi sukacita dan dukacita? Bersyukurlah untuk segala apa yang ada. Semua akan dicukupkan dengan rasa syukur.
----------------------------------------------------------------
Lukas 12:48 - ...Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."
1 Tesalonika - 5:18  Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Efesus 5:20 - Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita
Mazmur 107:15 - Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia.
Ibrani 13:5  Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." 

Tuesday, 16 September 2014

Sore-sore gini masih menatap buku referensi, membaca buku tebal tiba-tiba jadi kebiasaan. Iya, aku tekankan, untuk skripsi. Padahal Medan sore ini kompakan sama kasur ngegoda aku untuk nyender di sisinya. Sedih. Sudah bab berapa ini? Bab II. Padahal bab I belum di-acc. Zzzz.. Emang niatan kok kalo mau ngajuinnya sekalian aja ntar.
Forensik, itulah departemen yang aku terima. Bagian yang agak jarang banget dikuliahkan. Pusing sih, tapi ya gitu mesti survive aja.
ah sudahlah. tidur juga yang bener ini. Yaudahlah ya, ngantuk. Sore :)

Tuesday, 2 September 2014

"Roma 8:28  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.."
Aku tadi enggak sengaja membaca ayat ini, dan aku merimang-rimanginya yang berpusat pada kata Terpanggil.
Aku mahasiswi tingkat akhir di fakultas kedokteran. Awalnya gimana ya aku bilang, prodi kedokteran bukan satu-satunya prodi tujuanku. Dulu awal-awalnya aku pengen jadi penulis, pianis, arsitektur/desain interior, desain grafis, desain baju atau psikolog. Pokoknya hal yang membutuhkan kreatifitas, bukan hal yang baku. Dokter adalah cita-cita yang hilang-hilang timbul di otakku. Aku merasa tidak terpanggil dan merasa tidak mampu.
Tapi Ya, Puji Tuhan aku terdaftar di salah satu perguruan tinggi swasta sebagai mahasiswa FKnya dan entahlah, aku ngerasa Tuhan menuntun aku. Serius yaa, stres, sedih, kecewa itu bener-bener ngetes aku banget. Pernah udah aktif di tutorial, tapi pas keluar nilai malah jeblok. Udah yakin bener ujian bloknya bakalan bagus, tapi nilaiku hampir lolos. OSCE yang entah dimana rimbanya aku bisa salah. Pernah disalip kawan, ditinggal kawan, ditusuk dari belakang sama kawan. Jujur aja, di semeter berapaaa gitu, sempat terpikir ingin pindah jurusan. Tertekan di sini, tertekan! Tapi gini, Tuhan mengajarkan kita tidak hanya untuk menerima, tetapi harus mengerti skenario hidup kita. Iya, aku tahu, kita sering baru mengerti kalo kita udah melewatinya.
Aku percaya, aku di sini dilatih untuk tidak cepat berpuas diri dan belajar untuk tetap kuat dan gigih. Aku pernah kecewe tentang hal di luar masalah kuliah, tapi Tuhan menuntun aku waktu ujian. Dan puji Tuhan, hasilnya lebih dari harapanku. Tuhan selalu menyediakan hal-hal terbaik di waktu yang tepat. Aku merasa dapat hadiah dari Tuhan, mungkin karena aku bisa menjalani hal itu tadi.
Dan sekarang, Kadang aku hampir tidak percaya, aku sudah di semester akhir dan sedang skripsi. Bisa aku melangkah sejauh ini? Yaps! Sure, I can. Aku selalu percaya, di depanku ada Tuhan. Dia yang memberi kesanggupan. Kadang mau mati menghapal anatomi itu, mengerti jalan cerita biokimia dan biomolekuler (ku mohon, keluarkan aku dari kelas!), haha..
Balik lagi dari kata terpanggil. Aku belum terpanggil menjadi dokter, aku sekarang hanya sedang semakin mendekati jawabannya, terpanggil atau aku yang salah mendengar. Tapi untuk segala sesuatunya, tidak ada yang sia-sia.
Skripsi dan koas akan ku hadapi di tahun 2015 ini. Kalo ditanya mendiagnosa, aku belum begitu bisa. Terapi, belum begitu paham. Maulah mungkin semua orang keluhan sakit perut, mual, muntah hanya aku kasih obat antasida trus sok sokan aku suruh endoskopi, haha.. Cuman kata-kata senior, justru di koaslah kalian baru belajar. YA, mungkin bakal lebih paham, lebih ingat, lebih terlatih ketika langsung ketemu dengan pasien.
Ya apapun itu nanti, Tuhan sudah merancangku sebagai apa. Batu besar pun dikeluarkan Tuhan dari dapur magma, pasti ada tujuannya. Apalagi manusia, ya kan? Ya, intinya berusah dan berserah, ora et labora. Gitu.

Thursday, 7 August 2014

*ngelap keringat dulu ya lek*
Jadi gini, hari ini temenku cerita tentang hal yang membuatku menemukan kasus yang sepertinya ga mungkin, tapi ya ini fakta, dan mungkin banyak terjadi.
Lagi-lagi kekeluargaan itu musnah gara-gara harta. Aku tekankan sekali lagi, Harta. Awalnya ini karena pembagian harta gono gini dari opungnya (kakek nenek). Keturunan opungnya hanya punya 1 anak laku-laki dan kebetulan, tidak memiliki keturunan. Nah, mungkin dibanyak adat istiadat, keberadaan anak laki-laki itu dipercaya untuk menerima wasiat. Ya, kalo ku bilang wasiatnya ini lumayan besar. Cuman karena dianggap ga punya anak, jadi adik beradiknya kurang setuju kalo wasiat itu sepenuhnya jatuh ke tangan dia.
Iya, pamannya ini baik banget, dia pun berinisiatif untuk membagi harta itu. Tapi itulah sifat manusia sekarang, kurang puas. Udah dibagi pun, dia terus diporotin. Kesiaaaan ya kan?
Dan yang lebih gilanya, saudara-saudaranya melakukan "guna-guna". Serius, aku dulu pun ga percaya gituan. Tapi ada sebuah kejadian yang buat aku percaya itu ada tapi untuk berjaga-jaga. Enggak ngerti ya kenapa seperti itu langkah yang diambil saudara-saudara pamannya. Kasian banget, udah tua, digituin lagi. Kaya enggak punya Tuhan aja. Tapi itulah keserakahan itu ngeri jadi buat manusia kehilangan iman, kehilangan akal budi. Ya Tuhan, jauh-jauh lah dari hiddupku.
Ingatlah, harta enggak dibawa ke liang kubur. Seingatku dulu di dalam peti opungku, dia cuman bawa 1 pasang baju yang dipakainya, tongkat, sepasang sepatu, dan sebuah Alkitab. Nah, lihatlah enggak dibawanya perhiasannya, lemari jatinya, jam tangan mewahnya, atai bahkan rumah besarnya.
Dari situ aku menyadari, semua akan kita tinggalkan ketika kita mati. Raga kita yang cantik, macho, ganteng, manis, jelek, dekil, kurua, gendut, saja akan kita tinggalkan. Apalagi hal-hal duniawi? See?
----------------------------------------------------------------
"Ku tak membawa apapun juga saatku datang ke dunia..
Ku tinggal semua pada akhirnya saatku kembali ke surga..
Inilah yang ku punya, hati sebagai hamba..
Yang mau taat dan setia padamu Bapa..."
Kolose 3:5  Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,
1 Yohanes 5:21  Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.
Imamat 19:4  Janganlah kamu berpaling kepada berhala-berhala dan janganlah kamu membuat bagimu dewa tuangan; Akulah TUHAN, Allahmu. 
Efesus 5:5  Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.

Thursday, 24 July 2014

Ada senja yang ku nanti-nanti
Ku selipkan dalam doa
Bersama kamu, ombak

ada senja yang hampir hilang
Dibawa angin, terikut pasir
Mungkin sembunyi di balik karang

Ada senja yang hidup di sini
Mengitariku menunggu mentari
Menyelesaikan malam ini, mengikhlaskan hari ini

Ada senja yang sering kuingat
Ku tersenyum
Salah satu alasan senyum tak beralasan

Ada senja yang ku takuti
Mencari purnama
Sementara langit menunduk, walau hujan.

Thursday, 1 May 2014

Sore ini aku sedang menatap laptop dan untuk ke sekian kalinya sedang jenuh-jenuhnya melihat slide untuk ujian blok Emergency And Traumatology. Blok ini berisi tentang penanggulangan pertama untuk sesuatu darurat. Entahlah kecelakaan, anak tenggelam, ibu-ibu hamil terus pendarahan tiba-tiba atau seseorang yang naik gunung terus hipotermia. Iya, aku sadar ini blok penting banget. Karena toh pada akhirnya nanti, aku akan diletakkan di ruangan IGD atau UGD. Mesti tau apa yang harus dilakukan. Ya, salah-salah bisa fatal. Apalagi berhubungan dengan hal kedaruratan. 

Kadang mikir, kuat juga aku sampai pada titik ini, titik dimana aku bisa bertahan pada posisi yang kurasa tidak begitu nyaman dan tidak begitu yakin. NO! Ini bukan mutlak pesimis. Sometimes, we can be proud for where we are be, though it's too hard to be understood. Sebenarnya aku belum tahu. Apa aku masih merasa ini adalah tuntutan atau aku sudah menjalaninya dengan ikhlas. Kalau ikhlas sebenarnya bisa enggak sih ada rasa jenuh? :$

Oke, aku mau throwback dulu, mengingat hal-hal apa yang dulu pernah aku cita-citakan.

1. Pianis
Iya, dulu sempat pengen jadi pianis karena pernah ada tayangan tipi seorang anak laki-laki main piano classic di depan banyak orang. Aku ngerasa itu amazing banget. Pernah juga jadi pemain pianika waktu upacara sekolah waktu SD. Tapi, yang anehnya aku enggak pernah belajar atau les piano. Yaa, makanya mimpi itu enggak kesampaian lagi. Imbasnya sekarang, aku suka dengerin piano classic atau musik acoustic gitu.

2. Penulis
Ini berawal dari hobi. Aku suka menulis, entah apapun itu. Dulu sering diikutsertakan dalam lomba puisi, lomba bikin KTI. Terus, jadi tim mading sekolahan waktu SMP. Dulu juga sempat ada novel kecil-kecilan, tapi sekarang entah kemana bahannya itu. Sedih sih yaaa :')

Sampai sekarang aku masih suka nulis, entah itu nulis blog atau novel. Novel pertamaku "You Are My ThankYou" sempat dicetak sekali. Tapi aku ngerasa masih banyak salah disana-sini. Jadi belum sempat direvisi lagi. Dan sekarang aku lagi on process Novel kedua, masih beberapa halaman. Genrenya tetep sama. Pengen sih nyari genre yang lain, mungkin someday, ketika aku nongkrong di wc lagi *hahaha*.
That's why, kalo lagi jalan-jalan ke toko buku, someday my books are sold here. Hehehe :D

3. Arsitek / Desain Interior
Aku suka menggambar dan menata, suka melihat-lihat majalah interior gitu. Makanya sempat waktu awal-awal SMA pengen jadi arsitektur atau desain interior. Sangkin excitednya, aku sampai mencari-cari kuliah tentang arsitek atau desain interior. Tapi, ada beberapa hal yang mengharuskan impian itu pupus. Sudahlah, jalanku bukan itu :") Jadi sekarang kalau timbul pikiran tentang desain interior, aku menata kamar kost aja deh biar kelihatan lebih unik dan oke, memanfaatkan peralatan yang ada. :")

4. Psikologi
Kalimat pertama yang mau kuutarakan, orangtua memandang psikolog tidak ada masa depannya. aku enggak tahu ini pikiran darimana. Tapi yasudahlah, ini tak perlu dibahas terlalu dalam. Aku lebih yakin kalau pilihan yang dipilih ditambah restu orang tua, hasilnya lebih baik. :""")

5. Dokter
Aku enggak tahu apa ini pilihan terakhir buat masa depan atau bagaimana. Mungkin nasehat orangtua lebih masuk kedalam pikiranku ketika sedang bingung memilih jurusan perkuliahan. Ala bisa karena biasa. Alhasil, aku masih hidup sampai sekarang, masih menjalani pendidikan kedokteran. Perjalananku untuk jadi dokter masih sangat panjang (Skripsi >> Sidang >> Wisuda >> Koas >> UKDI + Osce >> Internship >> dapat STR / SIP >> siap itu terserah, mau jadi dokter umum? lanjut pendidikan spesialis? atau nikah?)

Dengan berbagai paradigma orang terhadap dokter yang agak turun, kadang ngerasa pesimis. Tapi tenanglah, sejauh ini pasti tidak ada yang sia-sia. Cuman butuh doa, semangat dan pikiran positif dari orang-orang terdekat supaya bisa survive di prodi yang katanya elite ini. *kusarankan, cobalah pikir-pikir lagi untuk jadi dokter ya :)*

Aku meyakini, cita-cita, mimpi & passion itu sangat berbeda jauh, bahkan berbeda alamnya. Tapi, tak jarang mereka bisa tumbuh dalam satu jiwa :)

Wednesday, 30 April 2014

Gue dulu agak pesimis dengan kekompakkan kelompok tutorial gue, mereka adalah kelompok B.1 ruang 3.13. Entahlah, gue ngerasa ada aja yang kurang di kelompok ini. Sedikit acuh tak acuh, mungkin. Kalau kelompok ini begini terus, sempat mikir pengen pindah ke kelompok lain (Tapi pasti tak mungkin), apalagi denger-denger dari senior, ketika nyusun skripsi, temen-temen tutorial kalian lah temen skripsi kalian. Emm, bukan merasa sok hebat atau gimana, tapi gue ngerasa Down To Earth aja. Skripsinya susah, mikirin temen satu doping (dosen pembimbing) lagi. Oke mending gue ngerayap didinding.
Sebentar, aku perkenalkan satu per satu:

Novia Giovani (211 210 002)
Fransiska Sinaga (211 210 004)
Mona Liany Sinaga (211 210 006)
Iwan Petrus Tampubolon (211 210 008)
Joab Abigail Sitompul (211 210 010)
Meri Bidani Damanik (211 210 012)
Gracia Medina Pinem (211 210 014)
Ika Agustinawati Siahaan (211 210 016)
Inrinogro (211 210 018)
Agus Chandra Sembiring(211 210 020)
Raskami Perangin-angin(211 210 022)
Sri Reninta Sembiring (211 210 024)
Mutia Sari Bangun (211 210 026)

Beginilah kami waktu awal-awal masuk Kuliah:
 
Ini baru-baru siap di ospek broo..
Yah, bersyukur deh pernah foto di jembatan ini. 
Sekarang jembatannya udah jadi lift.


Terus, ini pas skill lab:
ini apa yaa? pemeriksaan lab apaaa gitu..

 
kayanya sih ini Imunisasi BCG

Kalo enggak salah skill lab pemasangan NGT

Yah, kami berevolusi dan lama kelamaan kami makin tua:
entah tutorial blok berapalah ini..

ini mau resusitasi jantung paru anak (expresiku, entahlah ya wee)

ini mau resusitasi pada bayi. duh, adeknya kejepit dua algojo ini mah~

ciyeee, jarang-jarang foto awak yaa :P

Ini udah selesai skill labnya..

Ini skillab Pemindaian kaki dan tangan.. 


Ya, semakin lama waktu ya semakin nyadari kami, hargailah moment sebelum moment itu hilang percuma. Iya, kami mulai saling mencintai. Mencintai dengan segala ketidakacuhan, ketidakpedulian, ketidakpekaan, dan segala kekekurangan yang ada. Kami tak sadar, kami sudah lama tumbuh bersama di kelompok ini. Dan itu berawal dari Siska. Kami mempunyai segudang rencana. Makan bareng, hangout bareng, photo studio bareng, dan sempat mau jalan-jalan jauh bareng. Iya, untuk mengawali itu semua, kami butuh namanya duit. Kami pun mulai menabung. Siska bagian penagihan dan aku bagian penyimpanan uang. Namun, itu tak berlangsung lama, karena lama kelamaan tak banyak yang menabung. Kami pecahkan tabungan kami itu. Ya, lumayanlah. Untuk pertama kalinya kami makan bareng. HAHAHAHA *BANGGA GUEE BANGGAAA~*
Usul si cia, nama kelompok tutorial ini adalh CHIX. *menn, jangan tanya kenapa. itu nama dadakan.*

#butfirstletmetakeaselfie mbuahaha

jadi orang kaya sehari..

muka-muka kenyang di akhir bulan

ya, giginya manaa..

Ya, begitula kira-kira perjalanan kuliah yang hampir 3 tahun ini. enggak terasa udah mau selesai, enggak terasa udah mau pisah. Tapi kita belum terlambat untuk kebersamaan.
Mari kita bicarakan lagi tentang hal yang bisa buat orang bahagia enggak ketulungan dan bisa buat orang bunuh-bunuhan. Simplenya kit memanggilnya UANG atau DUIT atau HEPENG (bahasa Batak) atau SEN (bahasa Karo) atau PITI (bahasa Minang).

Gue pernah melihat acara MetroTV, entah apa namanya, tapi pas disitu membahas tentang cara mengatur keuangan. Salah satunya tentang investasi. Biasanya investasi itu bisa berupa emas, saham, tanah, atau apapun yang kira-kira barangnya tahan lama dan harganya tidak akan pernah turunnya drastis. Biasanya kalo mamak-mamak menginvestasi uang suaminya dengan perhiasan, tapi tak jarang juga dengan tas bermerek, sepatu bermerek, atau kain-kain tradisional. Jadi, sambil berinvestasi, bisa bergaya juga. Gaya oke, kece teteupp! Tapi Meeeeen! Gue masih anak kostan. Uang bulanan aja pas-pasan. Yasalaam~ sekali-sekali aja dikirimin uang agak berlebih. 

Dari acara itu gue dapat pelajaran, investasikan duit bulananmu kira-kira 10%. Jadi misalnya, duit bulanan 1.000.000. Nah, kita hitung-hitung dulu ya..



Nah, sisa duit itu dicukup-cukupin deh buat kolekte, jalan-jalan sama pacar, beli keperluan bulanan dan kuliah, atau apalah yang buat hati senang. Huahahaha....

Disamping itu, kan percuma tuh uang investasinya teronggok enggak jelas, silap-silap bisa kepakai. Bagusan kita ikut arisan. Arisan itu identik banget sama mamak-mamak. Tapi, bapak-bapak juga ada lhoo. Arisan itu cocok buat kita yang pengen nabungnya lebih maksimal. Mungkin ada sistem arisan yang sistem kocok. Dimana uang yang udah terkumpul, akan diberikan ke orang yang namanya keluar dari hasil kocokkan tersebut.

Di lain posisi, anak sekolah dan kuliahan punya arisan juga, biasanya disebut jula-jula. Ini sistemnya, duit yang terkumpul diberi sesuai permintaan urutan nama. Urutan nama biasanya tergantung kapan dia butuh uang itu. Kalau aku sih biasanya suka berada di nomor urutan agak terakhir, jadi enggak terasa nabungnya. Biasanya sih, kami narik dua minggu sekali langsung dapat dua juta. Hehehe, tajir ya bro.. Jangan lupa ditabung lhoo...

Nah, begitulah kira-kira cara investasi ala anak perantauan. Harus sekreatif mungkin mengatur keuangan, apalagi untuk yang cewek-cewek.

Setidaknya, walaupun kita belum bisa menghasilkan uang, kita bisa menabung untuk masa depan :)

Saturday, 26 April 2014

Gue termasuk orang yang kadang-kadang lapar mata dan sekarang lagi belajar untuk lebih selektif membeli barang, mana yang berbau keinginan, mana yang emang benar-benar perlu. Karena, setinggi apapun nanti pendidikan gue, gue akan menjadi ibu-ibu. As always my mom's talking to me, mamak-mamak harus pinter ngatur duit. Sekecil apapu duitnya, mbok ya ditabung, susah nyari duit lho. Soalnya udah banyak contoh, makmur waktu muda, tapi pas tua enggak bisa menikmati. Karena apa? Enggak bisa me-manage keuangan.

Tapi, gue termasuk orang yang bahagia menerima uang recehan. Rasanya itu, akan ada masa depan yang lebih cerah, eh enggak maksud gajian pake uang recehan nantinya yaaa..

Listen to me! Ada keajaiban dibalik uang recehan, ada kehidupan dibalik koin Burung Garuda. Mungkin terlihat sepele dan bau. Yang memegangnya paling sering tukang parkir, pengemis, pengamen dan mereka-mereka yang lain. Tapi, kecil demi kecil lama jadi bukit. See?! Gue merasakannya. Mari kita mulai dari hal yang kecil ;)

Gue punya kebiasaan tidak membelanjakan uang 1000 kertas dan semua nominal uang  recehan (dulu sempat 2000 juga enggak dibelanjakan, tapi anak kost seperti gue, rupanya perlu juga). Gue meletakkannya di satu kaleng roti bekas seperti yang pernah gue posting dulu http://seruputtehsore.blogspot.com/2012/09/yuks-menabung.html

Nah, sekarang gue merasakan mereka sudah berat, sudah bisa disatu-satukan. Nih, begini caranya.

1.  Sediakan selotip dan gunting. Kalo kalian enggak tau yang mana barangnya, ini gue kasih gambarnya.

2.  Tentu, uang recehan yang dimau di satuin mesti ada.

3. Satukan nominal yang satu dengan yang lainnya, kalo gue biasanya 10 uang 100 = 1000. 10 uang 500 = 5000. 5 uang 200 = 1000. 5 uang 1000 = 5000. Awas silap menghitungnya ya.. Ini contohnya.


4. Kemudian gunting selotip sesuai keperluan. Lalu lengketkan secara keliling di koin recehan tadi.

5. Nah, kira-kira beginilah hasilnya.


Biasanya, gue membuka celengan 6 bulan sekali. Lalu gue menukar uang ini ke teman gue yang jualan pulsa elektrik atau ke kantin kampus atau ke swalayan. Karena biasanya mereka yang butuh uang recehan, dan mereka bahagia.

Uang recehan? Sepele bukan? Memang yang kecil sering terabaikan, terbuang. Paling banter cuman bisa beli air mineral gelas, atau permen, atau gorengan. Sering keselip di kantong celana. Tercampak dibelakang lemari. Jatuh di bawah meja. Atau bahkan kadang enggak diambil pas dikasih kembalian.

Tapi, coba dikumpulin. Mereka itu ajaib. Siapa tahu bisa beli iPhone 5 dari situ? Atau buat modal usaha? Apasih yang enggak mungkin dari hal-hal kecil seperti itu?
Berniat Mencoba?

Tuesday, 11 March 2014

Mungkin aku tak yakin waktu itu. ku tekan kan, sangat tak yakin.
Berbicara ketidaksanggupan untuk melepas, tapi tidak pernah berkaca pada ego sendiri.
Sejujurnya, aku sendiri kadang tak tahu apa alasanku untuk berdiam diri. seolah-olah sanggup tidak ada kabar darimu. Tidak mengetahui kamu sedang apa. Iya, mungkin berpura-pura. Tapi, siapa lagi yang bisa membuatku sok-sok bertahan dengan keadaan seperti ini. Ya, cuma kamu.

Aku yang takut untuk kehilangan. Kamu, aku tidak tahu. Tapi aku dan kamu yang egonya lebih besar dari tengkorak kepala. Entahlah.
Aku yakin, mungkin ada perasaan yang sedikit pupus. Bukan karena waktu yang terlalu panjang untuk berdua (kalau begitu, untuk apa ada pernikahan? Pernikahan membosankan? Ku harap tidak!) Tapi yang kuyakini adalah ada perasaan yang tergencet dengan ego masing-masing dan merasa tidak diabaikan. Kita yang salah, kita yang sangat menuruti ego. Dia lelah, dia capek di-bully ego.

Aneh. Disaat yang satu ingin lepas bebas, yang satu tak sanggup berhenti. Ada sakit yang memunculkan kata bertahan. Iya, aku ingin bertahan. Aku yakin, kita masih punya perasaan bahagia dengan sms ucapan selamat pagi, kita masih punya rasa penasaran dengan keadaan satu sama lain sehingga stalking lewat twitter, tenang ketika diingatkan untuk tidak lupa berdoa atau tersipu malu ketika teman-teman kita menyebut nama aku dan kamu.

aku ego dan kamu..
tiga hal yang tidak bisa dilepas. Tapi bertahanlah selagi kamu bisa merasakan rindu kepadaku.

Sunday, 5 January 2014

Sudah 2014. SELAMAT TAHUN BARU! SELAMAT DATANG TAHUN SKRIPSI!

Indonesia itu kaya banget, apalagi wisatanya. BEH! Gue terlanjur jatuh cinta dengan alamnya. entah. Entah bagaimana Tuhan menempatkan semua ini di negara Indonesia. Indonesia seharusnya beruntung. Indonesia seharusnya bersyukur dengan alam yang bisa membuat negara lain iri padanya. 

Gue tercengang. Padahal, baru sepersekian dari alam Indonesia yang gue kunjungi. Tapi mereka membuat gue tidak bisa berpaling dan mengedipkan mata dari pemandangan yang super duper GREAT!

Emm, dulu, gue suka melihat RPUL (gue lupa apa kepanjangannya). Ndak bosan-bosan melihatnya. Disitu banyak banget informasi tentang alam dan budaya Indonesia. Gue mengira, dunia itu isinya cuman Indonesia. Rupanya, Indonesia hanya sebagian kecil dari daratan yang ada dimuka bumi. Hem, pulau-pulaunya itu ku kira negara-negara. Lucu. Gue juga suka baca tentang legenda-legenda jaman dulu, misalnya asal mulanya Danau Toba, Tangkuban Parahu, Malin Kundang, dll. Terus, gue juga suka nonton acara yang berbau travelling gitu. Rasanya beruntung banget pembawa acara yang keliling-keliling Indonesia. 

Ternyata bro, INDONESIA KAYA BANGET. ALAMNYA BIKIN NGILER! PEMANDANGANNYA BUAT CINTA GUE TERBAGI! hahaha.. Ini yang buat gue pernah bercita-cita jadi Mentri Kebudayaan dan Pariwisata. Gue pengen mengolah alam ini :D

Kini gue mengerti, kenapa banyak bule yang datang ke Indonesia bahkan menetap di negaraku. Kini gue mengerti, kenapa banyak orang merekomendasikan untuk datang ke Indonesia.
Nyesel deh kalo enggak pernah meminjakkan kaki di alamnya Indonesia. MERDEKAH!!