Hari ini, aku bertanya lagi kepada alam dan Sang Penciptanya. Aku memerlukan firasat, atau tanda tentang kamu. Tapi apa aku terlalu dini untuk bertanya tentang jodoh, atau lebih enak didengar, apakah kamu teman hidupku?
Aku bukan tipe orang yang ribet tentang kriteria DIA. Tapi diriku cukup ribet untuk memutuskan apa harus terus atau tidak. Ya, mungkin logikaku sudah ditahap "stupor", sehingga sulit dipakai untuk masalah anak muda ini.

Alam? Apakah salah aku mendapat jawaban darimu? Tanda-tandamu akankan pernah salah? Jika iya, beritahu aku. Jangan buat aku terlalu menumbuhkan sifat "ngarep"ku, sehngga apapun yang dilakukan DIA selalu baik buatku atau setidaknya kalaupun tidak membuat hatiku tenang dan senang, aku bisa mentolerirnya. Jangan, ku mohon jangan. Karena aku termasuk orang yang susah move on
Aku pernah jatuh cinta, kemudian bener-bener jatuh ke jurang akhirnya. Aku butuh hampir 2 tahun untuk menghambarkan rasa itu padanya. Tidak mau! Itu salah satu Fase yang ter---sakit dalam hidupku. Aku harus melihat dia tertawa disana, padahal aku disini enggak karuan Hahaha, sudahlah, membuka lama saja jadinya.

Pencipta? Mungkin Engkau sudah bosan mendengarkan, aku menceritakan namanya dihadapanMu. Tapi aku yakin, sebosan-bosanNya diriMu, Engkau akan mendengar keluh kesahku tentangnya. Aku dan Dia adalah ciptaanMu, Engkau bahkan lebih mengerti kami daripada kami yang mendiami jiwa ini. Hati kami pun bertemu hanya karena skenarioMu. Aku yakin tiada yang sia-sia di dunia ini, suka dan duka pasti ada maknanya. Tuhan mengerti, aku tidak muluk-muluk untuk seseorang itu nanti. Beriman, Mapan, Setia dan Bijaksana. Cukuplah 4 kriteria ini berkategori tidak lebih apalagi kurang.

Alam dan Penciptaku, terus yakinkanlah aku pada satu jawaban.
Continue Reading