Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Sunday, 30 November 2014

Tanganku pegal baru nyelesaikan tugas tutor yang cukup banyak. Hatiku lelah setelah... *ah sudahlah, jangan dilanjutin. Nanti ductus lacrimales-ku bisa banjir*
Malam ini dapet kabar cukup membahagiakan, kampusku mendapat medali perunggu di IMOANDALAS2014 cabang Kardiorespirasi. Bagiku ini sebuah hasil yang memuaskan, setelah mereka beberapa kali tanding diberbagai kompetisi -dan ada bbrp hal yang mengecewakan-, mereka akhirnya mendapat medali perunggu dan kardiorespirasi bukan bagian tubuh yang mudah. Selamat Aaron dan itok awak, Amsal.
Satu hal yang membuatku terinspirasi dari mereka malam ini, passion dan keteguhan. Otakku bener-bener disadarkan dengan itu.
Beberapa waktu yang lalu, kampus kami buat acara dan penutupan acaranya itu dengan menerbangkan balon ke udara. Dan aku melihat balonnya Bang Amsal dan beberapa teman yang lain. "dr. Amsal Darmawan Dachy, Sp. BKTV (K)" (entah bener entah tidak gelar yang kubuat itu, lupa-lupa ingat).
"Ngeri bang, baru kali ini aku tau ada gelar kaya gitu. Emangnya ada?"
"Haha adalah peng, diyakinin aja. Mana tau doanya nyampe, hahaha.."
Aku lupa pembicaraan kami apalagi, yang penting Bang Amsal mau jadi dokter spesialis bedah toraks kardiovaskuler gitulah. Oke itu tentang bang Amsal.
Next, Aaron. Àaron ini pacar dari salah satu personil pesongers, ameong! Dan juga dia anak kawan ayah waktu kuliah dulu. Aku enggak ngerti jalan pikirannya. Otaknya pinter kali masalah jantung tapi malah pengen jadi angkatan ntah akpol. Ga tau nyambungnya dimana. Tapi bisa jadi sih jadi dokter angkatan, tapi sayang sekali.
"Jadi nop, mudah-mudahan kita-kita bisalah ngambil spesialis di Jawa"
Aku bingung ini anak tiba-tiba nyeplos gitu aja, zzzz..
"Hem ya ya.. kau mau ambil apa ron?"
"Yang jelas yang make-make alat. Mungkin bedah. Kau nop?"
"Aku belum tau. Awalnya pengen bedah ortopedi (karena kayanya keren bedah tulang coy, tapi nilai DMS ku aja cuman B, kalo ditanya tuberculum, sinus, olecranon maulah heng. Eh tapi apa yang ga mungkin kan?), tapi lagi tertarik sama rehabilitasi medik atau kulit estetika. (Tapi sekarang gerontology juga lagi hot-hotnya loh). Lihat nantilah di koas gimana."
"Bisalah itu.." danseterusnya.
Aku mengingat itu. Mungkin itu semua alasan mereka bisa fokus ke satu bidang, they follow their passions. Nah sekarang giliran aku yang malam ini mungkin agak dapat ilham yang bisa jadi pencapaian tujuan hidupku "berguna".
Otakku ga mempan dimasuki slide ilmu penyakit dalam,
aku menyukai dunia anak tapi tidak suka dengan ilmu kesehatan anak,
aku belum begitu pintar dalam memanajemen diri sendiri apalagi manajemen rumah sakit (apalagi dengan peraturan pemerintah yang sering gonta ganti),
mataku minus dan aku tak suka ilmu penyakit mata,
membedah hati abang itu aja aku gagal, mau lagi membedah apendisitis? (#1 Lalu kemudian galauuu~~)
Mau aku suruh orang jangan sering-sering pakai earphone, aku aja sering.
Mau menasehati gizi orang? Giziku aja masih overload gini.
Mau mengotopsi mayat? Aku aja kadang kalo lagi ngelamun tiba-tiba muncul bayangan abang itu (#2 galau)
Mau nolongin orang melahirkan? Kemarin pas ikut boss besar nolongin orang melahirkan aja berasa nonton the conjuring! (Asli, lo mesti sayangin ibu lo. Serius! Seberapa sakitnya tulangmu patah, lebih sakit melahirkan. Tulangmu patah, pas dioperasi pasti dibius dulu, terus utk pemulihan dikasih analgetik biar ndak sakit. Nah pas melahirkan itu, kolaborasi antara ngumpulin tenaga, ngatur napas, ancang-ancang ngeden, kemudian -maaf- bagian itu robek tanpa anastesi? Mungkin sesakit inilah akibat dari Hawa memberi buah baik dan buruk kepada Adam). Serem.. (kemudian ngeyoutube tentang water birth, hypno birth)
Yaps, aku pun mulai ngerti tujuan hidup karena abang itu (------------------ #3 galau lagi----------) ngasih aku buku tentang ya tujuan hidup. Listen to me! Kamu ada di dunia tidak sia-sia. Tuhan tidak sedang bermain dadu untuk menciptakan kamu. I talk seriously. Cuman gini, seberapa kedekatanmu dengan Tuhan, sepeka itulah kamu mengerti keinginanNya atas kamu di dunia ini. Sob, dunia ini kecil, padet, panas, seram, ricuh, mengerikan dan SEBENTAR! (Iya, kemarin seniorku meninggal dunia karena encephalitis. Padahal dia baru sumpah dokter. Sedih banget ga ituuuu? Sedih kan? Makanya ku bilang dunia ini sebentar). Buatlah apa yang berguna dan bisa dikenang (ga maksud yang gimana-gimana). Setidaknya melewati kamu, nama Tuhan harum, berkat Tuhan tersalurkan di dunia ini. Bukannya happy banget sebangai perpanjangan tangan Tuhan?
*00.08 padahal besok masuk jam 08.00*

Thursday, 27 November 2014

Lembut aku menyapa pagi. Tetap doa kulantunkan setiap mata pertama kali terbuka, walau kadang aku sering absen membuka firmanNya. Tapi Puji Tuhan, Tuhan mendengar doaku. Ku minta padaNya agar ku dimampukan ikuti jalanNya, makanya aku diantarkan pada satu aplikasi saat teduh.

Tapi entahlah, aku merasa hidupku belakangan ini sering tersandung dengan kepergian orang-orang yang sangat ku cintai. Mungkin bagian ketegaran dari hatiku benar-benar sedang diasah sama Tuhan, di ketok sana ketok sini. Aku hampir tidak percaya itu benar-benar rencanaNya. Aku hampir tidak percaya.

Opung boru, masih ingat aku, aku pertama kali mendengar lagu "saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai slama-lamanya" dari kaset yang tersusun di lemari jatinya. Cover kasetnya cantik, ada gambar sepasang tangan yang mengajak kita untuk mengikutiNya. Aku mendengarkannya. Selain itu, waktu malam Natal, opung nyanyi "come in to my heart, come in to my heart, come in to my heart oh Jesus..". Mungkin aku jarang banget ketemu beliau, tapi sekali ketemu ya gitu, kenanganya wow banget bagiku. Tapi aku suka kali mempraktekan cara opung tidur, karena kalo opung tidur, satu tempat tidur ukuran double itu bisa hanya untuk dia, terus dia ngorok. Kalo udah pagi gitu kan, aku tunjukin ke dia. Ketawa dia, senang aku. (Maap ya pung, justru itulah tanda-tanda opung masih di dunia).
Yaps, she has gone a couple months ago. Dengan pesan,"baik-baiklah sekolah. Jadi dokter yang baik.". Then, yaps!

Dia. Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap aku mengingat kamu.

Pak Suparwoto. 14 agustus (tahunnya aku lupa), pas hari pramuka.
Jujur aja malam ini aku bahagia karena baru (hampir) acc proposal skripsiku. Puji Tuhan sekali.
Aku mengenal beliau sejak kira-kira kelas 5 atau 6 SD ya? Kalau ga salahku beliau pernah jadi wali kelasku. Dan kabar terakhir yang ku tahu beliau udah jadi kepsek di SD Filius Dei.
Beliau itu sosok yang rendah hati, mengayomi, ga neko-neko, lucu, pinter menyusupkan rumus matematika yang begitu banyak ke otak kami. Saranku, kalau beliau masih hidup, guru-guru matematika sekarang wajib belajar dari beliau.
Duh, kalo beliau ngomong ya kan, adeem, tenang. Terakhir aku ketemu beliau masih setia dengan motor rx king atau apa itu ya yang motor gede jaman-jaman 2000an awal.
"Nopi itu kaya lakik , tapi cengeng juga..", itu sih kata-katanya yang lucu ku rasa. Banyak nasehat yang beliau berikan yang menemani pertumbuhan karakterku. Duuh, bapak guru yang udah ku anggap bapak angkatku dah!

Ya, kita ga tau sampai sejauh mana kita melangkah, seberapa banyak hari yang akan kita lalui, seberapa banyak orang yang akan kita temui selama hidup.
Tiada jalan ke surga kecuali Dia, Yesus Kristus. Ikuti Dia, dan kamu diselamatkan.

Menangis adalah baik, sok tegar adalah tanda masuknya jiwa yang rapuh dan tidak bisa bangkit.

Sesedih apapun, berserahlah sepenuh hati.
Sebahagia apapun, bersyukurlah sesederhana mungkin.
Tuhan meletakkan segala perkara dan berkat di waktu yang tepat.

-tujuh menit setelah hujan,
dibalik selimut dan
beberapa tetes bulir air mata-

Friday, 7 November 2014

Jadi begini, aku tidak tahu apa pilihanku ini benar di mata kalian, tapi bagiku benar.
Aku ga ngerti gimana bisa ketulusan pertemanan itu dipermainkan. Karena jujur saja, aku orangnya ga neko-neko berteman. Apa yang bisa ku tolong, ya ku tolong. Cuman kadang gitu, terbalik. Kadang sampai bertanya-tanya, "salah apa aku ya Tuhan? Kok gitu kali dia ya wee? Teganya gitu banget. Apalah yang mau kejadian sama dia ya?".
I am talking seriously, aku tidak menyumpahi atau berniat balas dendam. Aku cuman sedih. Tuhan juga pasti tau ini akan terjadi, kenapa ini terjadi dan Dia pun sudah ancang-ancang dalam firmanNya di Roma 12:19-20, singkat cerita pembalasan adalah bagianNya dan kita tetaplah berbuat baik.
Aku bukan pendendam, tapi lebih memproteksi diriku saja, jangan sampai terulang lagi. Memaafkan dan Berjaga-jagalah. Tapi tetap baik, sekedarnya. Lebih baik bagiku aku dan dia jaga jarak. Kalau dia meminta tolong, ku tolong, sekedarnya.
Emang, sedih gitu. Enggak perlu yg gimana-gimana kali. Jadikan pelajaran aja. Tapi bersyukurlah kita bukan mereka.
-------------------------------------------------------------------------------Roma 12:19-20 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. 
Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.