Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Thursday, 27 November 2014

Tahun Kehilangan

Lembut aku menyapa pagi. Tetap doa kulantunkan setiap mata pertama kali terbuka, walau kadang aku sering absen membuka firmanNya. Tapi Puji Tuhan, Tuhan mendengar doaku. Ku minta padaNya agar ku dimampukan ikuti jalanNya, makanya aku diantarkan pada satu aplikasi saat teduh.

Tapi entahlah, aku merasa hidupku belakangan ini sering tersandung dengan kepergian orang-orang yang sangat ku cintai. Mungkin bagian ketegaran dari hatiku benar-benar sedang diasah sama Tuhan, di ketok sana ketok sini. Aku hampir tidak percaya itu benar-benar rencanaNya. Aku hampir tidak percaya.

Opung boru, masih ingat aku, aku pertama kali mendengar lagu "saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai slama-lamanya" dari kaset yang tersusun di lemari jatinya. Cover kasetnya cantik, ada gambar sepasang tangan yang mengajak kita untuk mengikutiNya. Aku mendengarkannya. Selain itu, waktu malam Natal, opung nyanyi "come in to my heart, come in to my heart, come in to my heart oh Jesus..". Mungkin aku jarang banget ketemu beliau, tapi sekali ketemu ya gitu, kenanganya wow banget bagiku. Tapi aku suka kali mempraktekan cara opung tidur, karena kalo opung tidur, satu tempat tidur ukuran double itu bisa hanya untuk dia, terus dia ngorok. Kalo udah pagi gitu kan, aku tunjukin ke dia. Ketawa dia, senang aku. (Maap ya pung, justru itulah tanda-tanda opung masih di dunia).
Yaps, she has gone a couple months ago. Dengan pesan,"baik-baiklah sekolah. Jadi dokter yang baik.". Then, yaps!

Dia. Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap aku mengingat kamu.

Pak Suparwoto. 14 agustus (tahunnya aku lupa), pas hari pramuka.
Jujur aja malam ini aku bahagia karena baru (hampir) acc proposal skripsiku. Puji Tuhan sekali.
Aku mengenal beliau sejak kira-kira kelas 5 atau 6 SD ya? Kalau ga salahku beliau pernah jadi wali kelasku. Dan kabar terakhir yang ku tahu beliau udah jadi kepsek di SD Filius Dei.
Beliau itu sosok yang rendah hati, mengayomi, ga neko-neko, lucu, pinter menyusupkan rumus matematika yang begitu banyak ke otak kami. Saranku, kalau beliau masih hidup, guru-guru matematika sekarang wajib belajar dari beliau.
Duh, kalo beliau ngomong ya kan, adeem, tenang. Terakhir aku ketemu beliau masih setia dengan motor rx king atau apa itu ya yang motor gede jaman-jaman 2000an awal.
"Nopi itu kaya lakik , tapi cengeng juga..", itu sih kata-katanya yang lucu ku rasa. Banyak nasehat yang beliau berikan yang menemani pertumbuhan karakterku. Duuh, bapak guru yang udah ku anggap bapak angkatku dah!

Ya, kita ga tau sampai sejauh mana kita melangkah, seberapa banyak hari yang akan kita lalui, seberapa banyak orang yang akan kita temui selama hidup.
Tiada jalan ke surga kecuali Dia, Yesus Kristus. Ikuti Dia, dan kamu diselamatkan.

Menangis adalah baik, sok tegar adalah tanda masuknya jiwa yang rapuh dan tidak bisa bangkit.

Sesedih apapun, berserahlah sepenuh hati.
Sebahagia apapun, bersyukurlah sesederhana mungkin.
Tuhan meletakkan segala perkara dan berkat di waktu yang tepat.

-tujuh menit setelah hujan,
dibalik selimut dan
beberapa tetes bulir air mata-

No comments:

Post a Comment