Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Monday, 29 December 2014

Mazmur 90:12  Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Udah mau kelar tahun 2014 ya. Ya kira2 2, 5 hari lagi lah ya kan?

What makes i cant givethanks for this year?
Apapun yang terjadi pada tahun ini, suka duka, canda tawa, up and down nya, itu udah jadi skenario Bapake. Setidaknya, banyak doa-doaku yang terkabul di tahun ini. Banyak upah yang Tuhan kasih aku karena bisa melewati ujian-ujianNya. Dan bahkan kadang di luar akal sehatku. Ya bersyukur, kalo aku jatuh, ndak jatuh-jatuh kali. Akal pikiranku masih berfungsi, kepercayaanku tidak terombang-ambing.
Bersyukur, aku masih bisa melewati tahun ini bersama-sama dengan keluargaku.
Bersyukur, banyak doa dan rencanaku terkabul.
Bersyukur, aku tahun ini udah mulai skripsi.
Bersyukur, aku mulai bisa mempraktekan ilmuku, waktu baksos, atau orang konsultasi ke aku dan jadi sembuh.
Bersyukur, umurku bertambah 1 tahun.
Bersyukur, atas kehilangan beberapa orang untuk mengasah ketegaran.
Bersyujur, atas beberapa ketidakadilan untuk mengasah kesabaran.
Bersyukur, untuk segala karyaNya atasku.

2015?
Resolusi?
Ga banyak-banyak. Yang paling utama skripsi lancar, lulus cepat dan bisa memulai koas. Dan aku jadi lebih bijaksana.
Dan untuk semua orang yang kusayangi diberi umur panjang, kesehatan dan segala yang diperbuat mereka dapat membuahkan hasil yang baik.

Thursday, 25 December 2014

Ulangan 12:7  Di sanalah kamu makan di hadapan TUHAN, Allahmu, dan bersukaria, kamu dan seisi rumahmu, karena dalam segala usahamu engkau diberkati oleh TUHAN, Allahmu.

Dari sejak lahir aku sudah merasa diberkati. Gimana bisa?
Ya, kedua orangtuaku membangun keluarga bukan dari banyak materi, semua harus dicukup-cukupkan. Waktu mulai berkeluarga, ayahku masih kuliah ngambil spesialisasi kedokterannya, tetapi mamaku memang sudah bekerja di bank. If you wanna know, mamaku dulu yang membiayai kuliah ayahku. She always says," jaman dulu, beli buku kedokteran bukan murah (sama aja kaya skrg mamaaaa..), beli susu kalian. Tapi untung, waktu mama kerja sebelum nikah, mama udah nyicil beli lemari, meja makan, kulkas, tv, gitu-gitu, ya harus berhemat!", katanya kalo mengenang masa-masa membangun itu. Waktu adekku yang pertama lahir, barulah ayahku kelar kuliahnya dan didinaskan di bengkalis, tempat yg dulu mesti diakses pake kapal laut.
Ya, punya anak 2, lingkungqn baru, merintis karir, itu bukan hal yang mudah. Mama fix berhenti kerja di bank dan sepenuhnya mengurus keluarga.
"Dulu cobalah dulu, gaji ayah cuman 2, 7 juta. Untuk membiayai 4 manusia. Harus pinter2. Semacam air bekas rendaman kain itu dijadikan air untuk nyiram wc. Jarang beli baju baru. Ngirit gula, ngirit itu ini. Kalo ga pinter pinter, maulah megap jadi minjam sana minjam sini", mom always tell me like i wanna get married. Haha..

Banyak yang udah dilalui ayah dan mama. Suka duka mereka itu, pertentangan sana sini, sakit sehat yang luar biasa, pergumulan yang kadang di luar pikiran kita. Satu hal yang mereka lakukan, berdoa, berusaha dan berserah. 3 kunci kehidupan mereka yang luar biasa. Membuat mereka lebih kuat dari segala ikatan atom yang ada. Membuat mereka jadi fondasi keluarga yang hebat.
Mendidik dan merawat anak dengan sangat baik.
Mengenalkan kami untuk takut akan Tuhan, bijak, rendah hati, dan halhal baik lainnya.

Sampai sekarang, kehangatan yang diberikan mereka sebagai ayah dan ibu tidak pernah pudar. Itu yang selalu aku rindukan, apalagi kalo down sekali di perantauan (karena ga semua suka duka kita, kita ceritakan sama mereka).
Jujur aja, sampai sekarang aku masih sering tidur sekamar dengan mereka, dan mereka pun rindu akan hal itu. Bayangkan kamar 3x4 dimuatkan 5 orang. Haha..

Aku tidak tau apa itu arti jodoh yang sebenarnya. Tapi ketika sebuah keluarga memberikan kehangatan yang tidak bisa lingkungan luar berikan, aku yakin ayah dan ibu keluarga itu adalah jodoh dan diberkati Tuhan.

Saturday, 20 December 2014

..Sesampainya di sana, dia mengetuk pintu rumahnya. Iya, rumah yang di depannya ada lampu pintu berwarna kuning temaram, sedang di samping pintu rumah ada pohon Natal kecil berlampu hias yang indah.
Untuk beberapa kali ketukan, Perempuan dirumah itu, yang menjadi tujuannya untuk datang, tidak kunjung membukakan pintu. Dia beberapa kali melihat kotak kecil yang ada digenggamannya, dan sekali dibukanya memastikan cincin itu memang ada di dalamnya. Beberapa kali dia melihat sekelilingnya, mungkin perempuan itu sedang di luar.
Tiba-tiba, Ponselnya berbunyi, dia pikir kerjaan kantor yang ditinggalkannya (demi perempuan ini) tadi kembali menelpon.

Nama perempuan yang dinantikannya muncul di layar handphone.

"Hai, sorry menunggu lama. Aku tadi pergi sebentar membeli makanan di luar. Tapi aku sudah di simpang. Kurang dari semenit aku akan menepuk pundakmu. See you!"

Dia tidak berbicara apa-apa. Dia hanya tersenyum dengan kebawelan perempuannya itu, yang kadang-kadang menyebalkan, tapi tetap dirindukannya. Malah kalau tidak begitu, dia merasa kikuk.

"Hai! Kurang dari 1 menit kan?", kata perempuan itu sambil menempuk pundaknya.
Senyum kurang lebih jadi kalimat singkat, cara dia mengatakan kebahagiaannya.

"Yuk masuk?"
"Ga usah, di sini aja."
"Walah kenapa? Serius  banget. Haduh, laper lhoo.. Jangan serius serius banget wajahnyaaa. Mau ngomong apa emangnya? Rapih banget, baru pulang kantor langs..."
"Ssstt, bisa aku minta diskon dari panjangnya bicaramu..?"
"Hahaha, iya iya cup cup. Enggak banyak ngomong. Nih, aku mingkem."
"Duduk dulu yuk. Masih bisa tahan lapernya kan?"
"Iyaa iyaa bisa.."

Kemudian, dia mengambil handphonenya, mencari lagu kesukaan perempuan itu, Mama Mia - ABBA. Lagu berjalan setengah, dia menunjukkan sebuah photo di layarnya.
"Hahahaha, haduh culun kali aku disitu! Kamu lagi, belah tengah gitu rambutnya. Kacamataku itu, kacamata pantat botol. Ya ampun, aku aja kayanya udah ga punya photo ini. Dapat dimana?"
"Aku menyimpannya."
"So sweet kali kamu. Tumben. Biasanya, ya gitu.."
Dia cuman tersenyum. Tangannya meraih kotak isi cincin tadi dari saku jaketnya. Dia membuka dan memberikannya ke perempuan itu.

"Apa ini? Kamu baru dapat Bonus? Atau THR?", perempuan itu sontak terkejut, ditambah lagi dengan tatapan hangat dan seriusnya dia.
"Kamu tahu, aku punya keinginan, kita berdua punya foto di tempat yang sama dengan yang ada di foto ini. Cuman, aku pengen, rambutku disitu memutih, wajahku mengkerut, leherku ditutupi syal, badanku bungkuk, dan memegang tangan kamu."
"Kamu sekali ngomong kok ya sedih gini ya? Terharu. Ya kan kalo reuni reuni gitu kan bisa foto kaya gitu", kata perempuan itu dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Iya, apa ada yang menjamin kamu akan datang waktu itu? Setidaknya kalo kita hidup bersama, kita bisa mempunyai rencana yang lebih matang", dia sambil tersenyum.
Suasana masih terkesan ramai dengan lagu yang diputar tadi. Perempuan itu sebentar-sebentar menatap kerlap-kerlip lampu Pohon Natal itu. Dia juga begitu, detak jantungnya tak berirama yang bagus lagi.
"jadi? maksud kamu gmn? aku takut keGRan ini lhoo..", tanya perempuan itu yang tertawa kecil.
"Jadilah wanita terpenting kedua, setelah ibuku..."

Perut yang lapar tadi mendadak kenyang, entahlah mungkin produksi gas lambungnya meningkat. Bibir perempuan itu tidak terkoordinir lagi, mau senyum atau menangis terharu. Tapi, apa yang dilakukan perempuan itu kemudian, menjadikan dia tersenyum bahagia, lebih dari alasan apapun sebelumnya, sepanjang hidupnya.

Thursday, 18 December 2014

Yaps, setiap wanita akan bahagia dan bahkan tersipu malu ketika dikatakan,"kamu cantik..". Tapi aku pribadi, aku lebih suka dikatakan anggun atau manis, dibandingkan cantik. Bukan maksudku sombong, tapi ada beberapa yang menilaiku begitu, ga banyak-banyak orang kok, hihi..(hati-hati pujian kalo tidak diatur, bisa jadi bom buat kita. Serius aku.,) mungkin karena aku terlihat beda dari keseharianku, yang biasa pake kaos oblong, celana pendek gitu. Atau kalo di kampus, aku paling sering pake kemeja, jeans, tas selempang/ransel, sepatu wedges (untuk memanipulasi badanku yang rada boncel haha..), (kadang-kadang juga ga sisiran, cuman sisir pake tangan haha).. makanya mungkin kalo di kampus aku dikatain tomboy atau mending ganti prodi jadi pertanian atau teknik. -_______-"

Aku bukan tipe cewek yang suka belanja pakaian. Percaya ato ga kalo aku diajak nyari baju, pasti yang aku cari duluan adalah kursi, kalo dimintai pendapat, baru aku bergerak haha.. aku lebih bahagia diajak ke toko kain. Karena pada dasarnya aku suka dressku dijahit. Kenapa?
1. Sejak kira-kira awal SMA, aku suka ngedesign baju/dressku sendiri. Makanya sempat terpikir pengen jadi designer. Wkwk..
2. Pasti bentuk, mode, warnanya itu beda dari orang lain.
3. Aku kapok pernah beli dress terus pada waktu yang bersamaan ada orang yang memakai dress yang sama denganku.
4. Aku ngerasa lebih puas.

Mengenai dress atau baju yang kupakai, ada beberapa orang yang jadi role modeku, yaitu:
1. Iya, seleraku dan selera mama ga jauh beda. Mama suka beli kain gitu apalagi kain batik. Makanya aku jatuh cinta sama kain batik.
2. Opung dari ayah dan mama. Jadi menurut cerita, dua opung boruku ini punya selera berpakaian yang bagus. Nah, ada beberapa baju dari opung yang aku ambil tapi belum sempat aku kecilkan.
3. Beberapa wanita kenegaraan, seperti: Michelle Obama, Kate Middleton, ibu Ainun Habibie, Anissa Pohan, ibu Iriana (aku lebih mencontoh kesederhanaannya), ibu Veronica istrinya pak Ahok. Apa ya, cara mereka berpakaian nampak wanitanya, nampak kariernya, jadi nampak wanita kariernya, nampak mandiri tapi tetep anggun.

Puji Tuhan, sejauh ini baju / dress yang ku jahit pas jatuh dibadanku dan cocok.  Menurutku pribadi, aku lebih suka berpakaian yang simple, sederhana, dan nyaman. Kebanyakkan mode juga kadang buat kita enggak nyaman. Mau dijahit atau beli, menurutku yang tergantun orangnya. Selera orang kan beda-beda toh..

Nah, pernah dong dengar kata-kata
"Kepribadian seseorang dapat dilihat dari cara dia berpakaian"
Kalo Kamu gimana?

Sunday, 14 December 2014

Jadi tadi itu aku jalan ke salah satu mall di Medan, nemenin adekku nyari kaset playstationnya. Asli, aku kaget dengan berjibunnya manusia di mall itu. Pakaian berjubel disana disini. Penawaran harga miring beli 2 gratis 1, atau beli ini dapat kupon belanja dengan harga diatas 100rb. Eee buset, ini ekonomi marketingnya mantap kali. Kalo ga jeli, bisa aja loh kita digoda dengan penawaran menarik gitu. Emm, kita dibuat merasa hemat dan beruntung. Belanja sesuai kebutuhan ya gapapa. Nah kalo terbuai dengan diskon ini yang bisa buat kita lapar mata. #SeriusAkuBilangLekDak

Nah, karena kejadian ini aku teringat saat teduhku yang beberapa waktu lalu. Di situ dia menyatakan bahwa, sedang banyak terjadi komersialisasi Natal, mengatasnamakan Natal sebagai moment terbaik untuk berbelanja. Apalagi didukung dengan lagu-lagu Natal sebagai backsound kita berbelanja. Iya semakin menenggelamkan dalam makna kita benar-benar dalam Natal yang sesungguhnya. Eee ya ampun, modus banget.

Then, aku pergi ke tempat opungku. Cerita tentang hari ini, aku sempat diprotes karena jarang berkunjung ke rumahnya. Wkwkwk.. terus tercetus dia, "ah kalo di sininya, mulai tanggal 1 udah banyak Natal, ga udah heran. Jadi ga hikmat lagi." Pas opung ngomong gitu, aku teringat natal kampusku. 4 kali aku ikut perayaan Natal, 4 kali aku tidak ngerasain Natal itu. CK! Kesannya ya gitu, seperti prom night. Lebih ngangenin acara Natal di kampung halaman :') lebih dapet maknanya.

Yaps, bukannya Tuhan Yesus lahir di kandang domba. Maap cakap, tempatnya bau, ga steril, penerangan cuman lilin, dan sampai sekarang aku ga nemu jawaban, siapa yang nolongin Maria melahirkan? Ibu yang melahirkan kan harus dibimbing prosesnya. Tapi sekali lagi, kuasa Tuhan itu luar biasa. Tuhan melancarkan rencanaNya atas Maria dan Yusuf untuk dunia yang fana, panas, macet, pengap, gila, penuh tekanan dan SEBENTAR ini.

Tuhan aja lahirnya sederhana kok, kita yang ngerayainnnya kok berlebihan gitu. Kok lama-lama perayaan Natal jadi menyimpang jadi pesta Natal? Bagiku Natal itu merayakannya bareng orang-orang yang memerlukan kelahiran Yesus dalam hatinya, bareng keluarga. Cukup.

Dan bersyukurnya aku, aku dilahirkan sebagai cewek yang cuek aja, yang ga begitu repot dengan penampilan, yg penting rapi. Makanya pas acara Natal kampus, aku tidak begitu repot masalah penampilan. Mhihihi.. Bukannya hidup sederhana-sederhana saja lebih baik?

-------------------------------------------------------------
Mazmur 116:6  TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku.

Lukas 18:18-27 
Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja.
Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu."
Kata orang itu: "Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku."
Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: "Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya.
Lalu Yesus memandang dia dan berkata: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Dan mereka yang mendengar itu berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
Kata Yesus: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah."

Saturday, 13 December 2014

Aku tadi barusan beres-beres kamar, terus pas kelar aku ngelihat pathku. Aku mendapati postingan salah satu kawanku, "You Never Walk Alone". Iyeee tauu, itu kan kalo enggak salah slogannya Liverpool kan ya? Liverpudian pasti tau..

Apapun bisa jadi alat Tuhan ya kan? Termasuk Path? *bentar pasang lagu dulu biar enggak terasa sepinya malam minggu ini, wkwk*

Iya, hatiku sedang dalam renovasi, pemulihan, direhap sama Tuhan. Kemarin ada goncangan sedikit, jadi ada beberapa retak dibeberapa fondasi. Iya nyaris tumbang dan hancur gegara goncangan itu. Kadang-kadang banjir juga melengkapinya. Pokoknya miris.

Tapi kan, God never let His goods be bad. YOU NEVER WALK ALONE! Enggak caya kamooh? Let me tell you something, masmbakbro...

Ulangan 31:6 - Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."

Ulangan 31:8  - Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati."

Mazmur 34:18  - TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

Mazmur 147:3 - Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;

Mazmur 50:15 -  Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku." Sela

Roma 12:12 - Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

Iya, dalam masa seperti ini, kita yang terpuruk ini merasa kalimat-kalimat itu adalah omong kosong.
Apaan sih?
Idihh..
kau ga ngerasain, coyy..
udahlah, mending kau pergi...

Tapi ingat, Tuhan selalu menepati janjinya, jika kamu bertekun dan berserah. Sebagian dari kita pasti susah berserah karena otak kita masih dipenuhi dengan kesedihan, merasa tidak adil, galau..uuu..uu..
Let me prove it!

Ibrani 10:36 - Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.

Yakobus 1:12 - Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

2 Petrus 3:9 - Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu...

Tuhan enggak meninggalkan kita. Percaya atau enggak, kemarin aku berdoa, gelap, dan ya menangis. (Mau segimana gilanya atau setomboinya aku, aku juga memproduksi air mata).

Entah itu imajinasi atau sugesti aku aja, aku ngerasa Tuhan ada disampingku, kepalaku serasa dipundakNya dan Dia Membelai rambutku, sambil bilang, "sabar anakku..". Beberapa kali dikatakanNya.
Sesudah itu, aku merasa lega. Aku ingin membebaskan hatiku yang terlalu perih ini. Mungkin Tuhan menjawab doaku, Dia membuatku sibuk dan tidak berfokus dalam perasaan itu, walau kadang kalo lagi istirahar gini sering terpikir,"kenapa bisa begini? Mungkin aku sedang dihukum Tuhan karena aku bandal kali, suka-sukanya yang hidup ini".

Tuhan tidak meninggalkan kamu, cuman seberapa besar ketekunanmu berbanding lurus dengan kedekatanmu dengan Tuhan.

Inget, Tuhan setia pada kita. Berdoalah, Dia akan melegakanmu. Tapi, sudah kah kamu setia padaNya?

Thursday, 11 December 2014

*hoaaaaaah*
Aku baru aja merebahkan badanku yang udah bisa berubah jadi power puff girl. Tadi ujian, terus ada pergi sebentar, terus ke tempat doping. What a day dah pokoknya. Dalam otakku, hari ini akan jadi hari yang berat. But not guys! Aku tadi seperti diingatkan, melangkahlah keluar dari kamarmu dengan kaki kananmu dan ucapkan "Dalam Nama Yesus". dan efeknya itu ada.

Iya, ujian hari ini yang ku anggap pasrah berserah banget karena persiapam seadanya. Iya, banyak pikiran. Banyak! Tapi apa yang enggak mungkin dengan doa? Aku beberapa malam ini lebih intern berdoa untuk blok ini, berdoa yang terbaik, walaupun sesulit apapun itu. Dan hasilnya, aku merasa ujiannya tidak terlalu memusingkan otakku dan semoga hasilnya baik. Dibantu doa eahhh qaqaaa...

Lalu, malam ini aku ketemu dopingku tercinta, dr. Surjit Singh, Sp.F, sesosok turunan India, yang tinggi dan cakep, baik, ramah, suka lelucon dan kami tidak begitu tegang, walau kadang kami sering bingung dengan revisinya. Doping enggak susah dijumpai, cuman kadang banyak orang sakit yang butuh pertolongannya, enggak mungkin dong kami egois mau ketemu beliau? Pasti orang sakit yang jadi prioritasnya. Jadinya kami kadang harus menunggu dan menunggu. Kalo lagi zonk, ya pulang tanpa bawa hasil. Atau kadang yang praktek rupanya anaknya (anaknya kece habis, cantik!). Yaudin, pulang deh kitanya.
Hari ini, kami berharap enggak banyak pasiennya, males kalo mesti ditunggu-tunggu hari lain. Hehehee, mau pulang kampung loh edak, laekkk! Hihihi..
Di jam-jam terakhir adalah beberapa pasien baru datang, dan kami mulai pesimis, lesu mendadak, ahhh ditunda lagi deh kayanya.
Tapi enggak, kami dapat giliran masuk. Kami masuk ke ruang prakteknya. Dipanggil satu-satu dan dikasih hasil revisi kami masing-masing. Eaaaah qaqa, Puji Tuhan punyaku enggak ada revisi dan udah di-acc. Tinggal buat slide presentasi aja. Xixixi... ini kado Natal pertama tahun ini.

See? Tuhan meletakkan segala sesuatunya indah, waktu versi Tuhan lebih baik daripada perkiraan kita. Iya, belakangan ini terlalu banyak yang buat aku patah hati, kecewa, dan sedih. Tapi Tuhan punya rencana-rencana besarNya seiring mengobati hati yang remuk ini. Aku berdoa agar Tuhan mengobati hati ini, karena mutlaknya cuman Dia dokter dari semua hati. Dia membuat hal-hal yang membuat aku tidak berfokus pada kesedihanku.

See? Tuhan tidak meninggalkan kita di lubang gelap manapun. CahayaNya terang kalau kita paham rencanaNya, mau mengikuti kemana arah cahayaNya itu. Kalo enggak yaaa, paling kita ragu-ragu ikut enggak arah cahaya itu, akhirnya ya gitu terus-terus sedih, depresi dan yang fatal banget kita menyalahkan Tuhan. Jangan yaa..

Hayooo, hari ini udah jadi saksi " THE POWER OF PRAYING" belom? Hohoho..

Pengkhotbah 3:11 - Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Yeremia 29:11-13 - Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati.

Monday, 8 December 2014

Beberapa minggu yang lalu, aku ikut baksos Imasi, salah satu BSO di kampusku. Ya, ngikutin Baksos adalah hal yang wajib minimal sekali aku ikuti tiap tahunnya. Manfaatnya banyak, bisa ngelatih dan membiasakan anamnesa dan vital sign, berbicara sama pasien, melayani dan mendengarkan keluh kesah mereka, mendapat pengalaman tinggal di pedesaan dan terakhir pergi sejenak dari hiruk pikuk polusi panas kota Medan.
Hari itu, hari Minggu. Setelah kami ibadah yang dipimpin oleh dosen kami sendiri, dr, Juniansen Purba, Sp.OG (beliau adalah senior ayah waktu kuliah dulu. Beliau bukan saja seorang dokter obgyn, tapi aku dengar-dengar beliau adalah penginjil juga. Salah satu alasan beliau mau ikut baksos adalah ya itu, ingin mengabarkan kabar keselamatan. Asli, beliau begitu bersemangat. Waktu itu beliau tidak malu-malu untuk mempraktekan tingkah Zakeus. It was not an entertain, but all people laugh. Aku berharap mereka tertawa dan mengerti maksud dan tujuan kenapa beliau bertingkah seperti itu. Dan beliau memang salah satu dosen yang ku kagumi).
Setelah itu kami mulai melaksanakan baksos. Entahlah, aku senang berkomunikasi dengan pasien-pasienku. Denger mereka blak-blakkan cerita tentanh sakitnya, keluarganya, kehidupannya, pekerjaannya.

"Itulah capek aku kadang. Ngilu-ngilu kakik ku. Kalo malam sering pusing, sakit leherku.."

"Iya inang, banyaklah istirahat. Inang suka makan daging?"

"Iya, tapi ga banyak-banyak kali. Ìstirahatnya aku, tapi kalo tidur-tidur terus siapa yang kerja? Anak-anakku mau makan apa?"

"Iya inang, tapi janganlah itu buat inang sakit. Anak-anaknya dikasih pengertian kalo udah besar-besar. Apa yang inang pikirkan sampai pening gitu? Negara ini nang?" Awak coba melucu.

Kemudian agak diambilnya kain sarungnya, mulai diusapnya air matanya.
"Cemanalah ya, anakku empat. Aku cuman tukang pijit. Takut aku anakku besok ga bisa sekolah."

"Inang, ga semua harus dipikirkan. Kita punya Tuhan, inang. Tuhan udah mengaturnya. Yaudah, kita cek tensi (vital sign) dulu ya nang", aku dan temenku mulai ngecek tensi dan vital signnya.

"Inang, berapa biasanya tensi inang?"

" 150 gitulah"

"Hem, oke inang, kitanke dokternya ya sekarang.."

Aku dan inang itu pergi ke ruangan dokter. Disitu aku mendapati seorang kakak dokter cantik, aku lupa senior angkatan berapa. Dia membaca hasil anamnesa. Semuanya cukup baik, kecuali tensi.

" apa keluhan kam nang?"

"Iya, ini kepalaku sering pusing, badan pegal-pegal"

Lalu kakak dokternya diam dan tiba-tiba bertanya.
"Apa yang inang pikirkan?"

"Banyaklah.."

"Apa kerja inang?"

"Tukang pijit"

"Amang dirumah?"

"Ga ada kerjanya."

"Berapa anak inang?"

" empat. Masih sekolah semua"

"Jadi apalah yang inang pikirkan?"

Mata inang itu mulai berkaca-kaca. Sarungnya diambilnya lagi.
"Iya, aku ga tau mau makan apa anakku besok. Entahnya bisa sekolah dia besok ato ga."

"Sekarang anak inang masih sekolah kan?"

"Iya..."

"Ìnang, inang kurang berdoa. Kurang berserah. Inang terlalu memikirkan semuanya. Kekhawatiran inang itu yang jadi sumber penyakit. Aku kasih pun obat, ga gunanya itu. Ga semua obat itu menyembuhkan. Anak masih sekolahnya, udah besar-besar semua.."

"Tapi kan, kek mana kalo mereka ga bisa sekolah? Mau kek mana nanti?"

"Nang, kita punya Tuhan kan? Berdoalah, tambah-tambahkan berdoa dan berserah. aku pun dulu sekolah susah-susahnya, karena Tuhan aja aku bisa kaya gini. Berdoa itu obatnya. Berserah kita ya nang..."

Inang itu mengangguk-angguk.

"Inang suka makan daging?"

"Iya kadang-kadang.."

"Kurangi ya inang. Banyakin makan sayur, makan buah, minum air putih. Aku kasih vitamin aja sama inang ya. Obat dariku, berdoa ya nang.."

Kira-kira begitulah percakapan kakak dokter dan inang itu. Aku cuman bisa mengelus-elus pundak inang itu. Mungkin kalo kita lihat di tipi-tipi ga seberapa dapet sedihnya. Tapi pas dengerin langsung, ya gitu, problmatika kehidupan itu sungguh ada. Tergantung kita sendiri menyikapinya gimana, sekuat apa kita? Seberserah apa kita? Sesadar apa kita kalo kita memang manusia yang lemah?

Kalo dipikir-pikir, kenapa sesedih itu Tuhan menciptakan kisah inang itu ya? No! Hidup kita enggak sakit-sakit kali, ga sesakit Tuhan Yesus yang tangan dan kakinya ditusuk sama paku tanpa anastesi, lambungnya ditusuk entah untuk apa, kepalanya yang dimahkotai mahkota berduri dan mungkin itu ada ruptur, cuman nebus kita yang perbuatannya ngeri sekali.

Kalo kita merasa susah, kita sedang diuji. Berdoalah kalau kamu merasa itu semua melebihi kemampuanmu!

----------------------------------------------------------------
Matius 21:22 - Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.

Markus 11:24 - Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Yohanes 14:13-14 - Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."

Lukas 11:9  Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Mazmur 43:5  Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

TIDAK ADA DOA YANG TIDAK ADA JAWABAN, APALAGI JAWABANNYA SALAH.

Jadi udah tau dong supaya enggak sedih lagi?

Friday, 5 December 2014

Satu kata yang bisa kukatakan (sbenarnya ga terkatakan) atas berkat Tuhan hari ini. Wow! Wow! Wow! Dahsyat!

Pertama-tama aku ucapkan terimakasih sama Tuhan atas panggilan hati ini. Serius! Setidaknya aku banyak dapat pelajaran hari ini walaupun panas-panasan, keringetan, bau, harus menghibur adik-adik di Panti Asuhan Claresta (dek, kaka pasti akan sangat merindukan kalian :')) ). Dari mereka aku belajar bersyukur aku punya keluarga yang lengkap dan harmonis, ekonomi yang cukup, lingkungan yang baik. Dan bodohnya aku, aku sering mengeluh, merasa ini dan itu serba kekurangan, membandingkan orang yang lebih dari aku. Yaps! Bersyukur, belajar bersyukur. Aku pernah nemu kalimat, dengan bersyukur kita bisa dipuaskan dan dicukupkan.
Dan dari mereka aku belajar berbagi berkat. Aku tidak begitu pintar tentang Alkitab, palingan aku baca Alkitab kalo saat teduh pagi dan waktu di Gereja pas dengar khotbah. Tapi aku berusaha mempraktekan apa yang Firman Tuhan katakan. "Iman tanpa perbuatan adalah mati" (jangan tanya ayat berapa itu, aku lupa). Disini aku menekankan perintah Tuhan yang kurang lebih begini "siapapun yang melakukan hal baik kepada mereka yang hina, dia melakukannya untuk Aku", ya intinya kita berbagi kebahagiaan, apalagi dalam rangka Natal dan adik-adik Panti Asuhan pasti sangat perlu disentuh dengan kasih Tuhan, perhatian dari kita. Aku memang tidak bisa bertingkah terlalu serius, tapi mungkin dengan tingkah konyolku, mungkin aku bisa jadi perpanjangan tangan Tuhan, mengabarkan bahwa hidup mereka punya tujuan dan apapun yang diciptakan Tuhan pasti tidak sia-sia dan Tetap tumbuh bersama Tuhan, Tuhanlah penyelamat yang kekal.
Selelah dan seletih apapun itu, aku melakukanya untuk Tuhan. Bukan beramal tapi ucapan syukurku untuk segala berkat Dia. Tuhan Yesus terima kasih hari ini aku bisa jadi perpanjangan tangan berkatMu. Berkati aku terus yaa Tuhan :)

Kedua, aku berterima kasih pada BSO BonPas - Bona Pasogit (sekian lama aku merantau ke suku orang, akhirnya aku pulang ke kampung halamanku, hahaha...).
Aku termasuk orang yang tidak begitu suka dengan acara Natal yang terlalu WAH, sehingga kesannya pamer. (I dont know who you are reading it now, but i am talking very seriously). Aku suka Natal BonaPasogit tahun ini. Selama aku kuliah, baru kali inilah rasaku Natal yanh bener-bener Natal, dimana kasih itu nyata adanya, sederhana itu bener-bener melingkupi kita. Tadi sempat aku tanya-tanya sama BPHnya berapa habis dana? Yaps, tidak banyak menurutku dan malahan surplus. Kalo kata si opung "itulah ban, yang penting niat datangnya dulu dibesarkan, baru berkat itu ga kemana". Itu beneran. Motivasinya dulu dibenarkan. Gitu. Tuhan bener-bener menyertai acara ini.

Oh ya, aku dan kawanku si flo bukan dipanggil untuk mengisi acara tapi sekali lagi panggilan hati itu membuyarkan niat-niat yang tidak baik.
Hem, kenapa kami bisa jadi santa clause? Jadi gini, dari tahun kmrn tuh udah kangen main ke panti karena setahun lalu kami juga ke panti asuhan tapi kalo ga salah pas Paskah (dan kalian tau, aku jadi pembicara. Anak-anak lain bilang mukaku polos, kaya pendeta (do not trust it). Seingatku aku ngambil topik ttg nabi Ayub. Pertama aku puterin dulu lagu "saya mau ikut Yesus", kemudian aku kaya kasih khotbah gitu. Percaya ato ga, aku hampir nangis pas bicara waktu itu, menghubungkan kehidupan adik-adik panti dengan kisah Ayub. Sedih wei. Aku tuh tomboy-tomboy gini tapi hatinya lunak kali kaya agar-agar kebanyakan air...). Terus tahun kemarin aku absen untuk melakukan hal-hal itu, walaupun udah rencana pengen ke tempat yayasan kanker anak-anak gitu. Sayangnya batal. Hupt!
Kemudian Tuhan kasih jalan. Pas moment Natal begini, aku dipertemukan dengan baju Santa Clause waktu iseng-iseng jalan ke A*E. Harganya ga mahal, ga sampe 71.111, ya emang kainnya rada tipis, tapi gapapa deh. Ya, tahun ini awalnya niatnya ke Rumah Sakit (belum tau jadi ato ga), ke jalan-jalan, ke panti asuhan. Kebetulan si flo (kawan yang gila membagi berkat) sepemikiran samaku, dia pun beli. Sip! Gitu deh jadinya jadi Santa Clause.

Remember! Natal bukan tentang Santa Clause, tapi selalu lahir barunya Yesus Kristus di hati kita. Tapi, santa clause bisa jadi perpanjangan tangan Tuhan di dunia ini.

*20 days left to Christmas Day*