Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Thursday, 25 September 2014

Air Asin

Malam-malam lagi capek baca slide buat ujian besok. Eh iya ya, besok ujian. Enggak terasa ujian blok ke dua terakhir. Bentar lagi anak gadis ayah mama ini udah mau tamat. Tetep doain ya yah, ma.
Awalnya iseng-iseng buka youtube. Aku bisa kalo buka youtube itu nyari tontonan yang lucu (soalnya otak udah tegang, soalnya belum ngantuk dan soalnya enggak punya tipi makanya ke ngeyoutube), kaya film dono kasino indro, charlie chaplin, mr.bean, stand up comedy, tetangga masa gitu atau parodi lagu dan film. Pokoknya apa aja deh yang bisa menggerakkan tulang maxilla dan mandibula ku. Gitu.
Dan kali ini aku nyasar ke kata kunci "ahok". Sebelumnya, dulu-dulu waktu jaman kampanye, aku tuh sering nyari tau tentang pak jokowi. Iya, presiden kami yang sedang memperbesar kantung matanya demi bangkitnya negara Indonesia yang udah terlalu lama tertidur dalam "pemanfaatan" sekelilingnya. Iya, aku salah satu penggemar berat pak jokowi, dan kesederhanaannya.
Nah malam ini nama "ahok" jadi point pencarianku. Enggak tau kenapa, pengen aja tau kehidupan anak Tuhan yang satu ini, yang agak kontroversial. sebegimana banget sih hidupnya sampai jadi pro dan kontra begini? Dulu dibilang cocok banget dipasangkan sama pak jokowi jadi pemimpin DKI Jakarta. Ya, aku mulai mencari.
Aku memilih acara "sentilan sentilun" di MetroTV, kalo ga salah tayang 3 November kemarin. Iya, lucu bapak itu, kayak ayahku kalo lagi seloro-seloro. Mungkin ada persamaan ayah dan ahok, diluar garang, di dalam keluarga lucunya ngegemesin kadang, sayang sama keluarga. Ya ampuuunn, semoga masih ada stok laki-laki kaya gini buat keluargaku nanti #DoaTulusTertujuPadaTuhan hehehahahihi...
Cakap punya cakap, aku tertuju pada kata-kata pak Ahok yang kira-kira begini, "Iya, masalah terbesar kita adalah korupsi. Mereka itu seperti orang yang minum air asin, tidak pernah cukup dan selalh merasa haus. Akhirnya mereka selalu khawatir akan jadi miskin".
See! Cukuplah aku ya minum air mineral, kalo asin? Ikan asin aja ga minum air asin kok yaaa.. haha..
Emang nyadar banget aku, dilingkunganku pun begitu. Merasa selalu kurang ilmu ya tidak mengapa, akhirnya kita akan terus belajar dan mencoba. Toh, sepanjang hidup kita adalah belajar?
Tapi ini lain, ini tentang materi. Teman pernah tanya (mungkin karena keluargaku dianggap berkecukupan), "Jadi kapannya keluar stir bulat itu (konotasi: mobil), kan enak bisa kemana-mana."
Jawab aku sih ya, "belum bisa nyetir, belum bisa beli bensin sendiri, belum bisa ini dan itu. Lagian belum perlu-perlu banget. Motor juga udah cukup".
Ada lagi yang lain nanya, "Masih jaman blackberry? Iphone 6 plus lah... baru keluar loh.."
Aku sih jawabnya, "gini-gini nih hape ga pernah sepi, ga cuman buat game, hahaha (jawabku bercanda). Aku malah takut dia hilang, kalo error aja aku agak panik, banyak kontak sih. Hape bapakku hape-hape lempar anjing (karena sangkin biasanya, nokia tinut tinut itu), tapi isinya nomor rekening coii. Lagian masih kuliah, nantilah itu, masih banyak keperluan yang lebih penting. Ini juga udah cukup."
I wanna tell you something, entah aku emang orangnya cuek atau polos-polos gitu, entahlah. Aku ke kampus pake tas yang ga dibeli, tas yang didapat-dapat dari seminar. Sementara kawan-kawan cewekku itu pake tas yang bermerk. Huwaaow.. itu masih mereka, belum mamaknya, sodara-sodaranya. mungkin kalo ku ikuti mereka, maulah bapakku korupsi juga. Jaman susah sekarang dengan gaya hidup seperti itu maulah megap bapaknya nyari duit. Tapi entahlah jika mereka memang diberkati Tuhan dengan banyak duit sehingga bisa dipakai untuk beli ini beli itu. (Yaaa, kalo kata orangtuaku boleh beli ini beli itu, tapi SEKALI -SEKALI dan memang perlu).
Puji Tuhan sekali aku tumbuh dikeluarga yang seperti ini, tidak seperti mereka.
Udah sifat manusia itu tidak pernah puas. Pak ahok juga pernah bilang,"orang kaya bukan mereka yang ga punya duit, tapi memiliki apa yang tidak bisa dibeli. Orang miskin adalah orang yang cuman punya duit. Kenapa? Orang miskin akan terus merasa kalo dia belum punya ini belum punya itu, jadi ingin terus memiliki. Tapi orang kaya, orang yanh pengen beli sesuatu tapi masih merasa yang dimilikinya masih berguna, lebih baik uangnya disimpan atau disumbangin". See? Kita ga tau, manatau kita adalah jalan berkat untuk orang lain.
Bagiku kekayaan terbesarku adalah ketika aku bisa berbagi sama orang lain dan bisa mengucap syukur dengan segala apa yang terjadi. Bahagia, brarti berkat untuk kita lebih menyadari Tuhan benar-benar sayang sama kita. Sedih, brarti berkat untuk mendewasakan diri kita, menumbuhkan ketegaran kita. Bukan kah hidup adalah tentang ujian, ujian menghadapi sukacita dan dukacita? Bersyukurlah untuk segala apa yang ada. Semua akan dicukupkan dengan rasa syukur.
----------------------------------------------------------------
Lukas 12:48 - ...Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."
1 Tesalonika - 5:18  Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Efesus 5:20 - Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita
Mazmur 107:15 - Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia.
Ibrani 13:5  Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." 

No comments:

Post a Comment