Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Sunday, 14 December 2014

Christmas is not for sale!

Jadi tadi itu aku jalan ke salah satu mall di Medan, nemenin adekku nyari kaset playstationnya. Asli, aku kaget dengan berjibunnya manusia di mall itu. Pakaian berjubel disana disini. Penawaran harga miring beli 2 gratis 1, atau beli ini dapat kupon belanja dengan harga diatas 100rb. Eee buset, ini ekonomi marketingnya mantap kali. Kalo ga jeli, bisa aja loh kita digoda dengan penawaran menarik gitu. Emm, kita dibuat merasa hemat dan beruntung. Belanja sesuai kebutuhan ya gapapa. Nah kalo terbuai dengan diskon ini yang bisa buat kita lapar mata. #SeriusAkuBilangLekDak

Nah, karena kejadian ini aku teringat saat teduhku yang beberapa waktu lalu. Di situ dia menyatakan bahwa, sedang banyak terjadi komersialisasi Natal, mengatasnamakan Natal sebagai moment terbaik untuk berbelanja. Apalagi didukung dengan lagu-lagu Natal sebagai backsound kita berbelanja. Iya semakin menenggelamkan dalam makna kita benar-benar dalam Natal yang sesungguhnya. Eee ya ampun, modus banget.

Then, aku pergi ke tempat opungku. Cerita tentang hari ini, aku sempat diprotes karena jarang berkunjung ke rumahnya. Wkwkwk.. terus tercetus dia, "ah kalo di sininya, mulai tanggal 1 udah banyak Natal, ga udah heran. Jadi ga hikmat lagi." Pas opung ngomong gitu, aku teringat natal kampusku. 4 kali aku ikut perayaan Natal, 4 kali aku tidak ngerasain Natal itu. CK! Kesannya ya gitu, seperti prom night. Lebih ngangenin acara Natal di kampung halaman :') lebih dapet maknanya.

Yaps, bukannya Tuhan Yesus lahir di kandang domba. Maap cakap, tempatnya bau, ga steril, penerangan cuman lilin, dan sampai sekarang aku ga nemu jawaban, siapa yang nolongin Maria melahirkan? Ibu yang melahirkan kan harus dibimbing prosesnya. Tapi sekali lagi, kuasa Tuhan itu luar biasa. Tuhan melancarkan rencanaNya atas Maria dan Yusuf untuk dunia yang fana, panas, macet, pengap, gila, penuh tekanan dan SEBENTAR ini.

Tuhan aja lahirnya sederhana kok, kita yang ngerayainnnya kok berlebihan gitu. Kok lama-lama perayaan Natal jadi menyimpang jadi pesta Natal? Bagiku Natal itu merayakannya bareng orang-orang yang memerlukan kelahiran Yesus dalam hatinya, bareng keluarga. Cukup.

Dan bersyukurnya aku, aku dilahirkan sebagai cewek yang cuek aja, yang ga begitu repot dengan penampilan, yg penting rapi. Makanya pas acara Natal kampus, aku tidak begitu repot masalah penampilan. Mhihihi.. Bukannya hidup sederhana-sederhana saja lebih baik?

-------------------------------------------------------------
Mazmur 116:6  TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku.

Lukas 18:18-27 
Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja.
Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu."
Kata orang itu: "Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku."
Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: "Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya.
Lalu Yesus memandang dia dan berkata: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Dan mereka yang mendengar itu berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
Kata Yesus: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah."

No comments:

Post a Comment