Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Thursday, 25 December 2014

Keluarga Yang Diberkati

Ulangan 12:7  Di sanalah kamu makan di hadapan TUHAN, Allahmu, dan bersukaria, kamu dan seisi rumahmu, karena dalam segala usahamu engkau diberkati oleh TUHAN, Allahmu.

Dari sejak lahir aku sudah merasa diberkati. Gimana bisa?
Ya, kedua orangtuaku membangun keluarga bukan dari banyak materi, semua harus dicukup-cukupkan. Waktu mulai berkeluarga, ayahku masih kuliah ngambil spesialisasi kedokterannya, tetapi mamaku memang sudah bekerja di bank. If you wanna know, mamaku dulu yang membiayai kuliah ayahku. She always says," jaman dulu, beli buku kedokteran bukan murah (sama aja kaya skrg mamaaaa..), beli susu kalian. Tapi untung, waktu mama kerja sebelum nikah, mama udah nyicil beli lemari, meja makan, kulkas, tv, gitu-gitu, ya harus berhemat!", katanya kalo mengenang masa-masa membangun itu. Waktu adekku yang pertama lahir, barulah ayahku kelar kuliahnya dan didinaskan di bengkalis, tempat yg dulu mesti diakses pake kapal laut.
Ya, punya anak 2, lingkungqn baru, merintis karir, itu bukan hal yang mudah. Mama fix berhenti kerja di bank dan sepenuhnya mengurus keluarga.
"Dulu cobalah dulu, gaji ayah cuman 2, 7 juta. Untuk membiayai 4 manusia. Harus pinter2. Semacam air bekas rendaman kain itu dijadikan air untuk nyiram wc. Jarang beli baju baru. Ngirit gula, ngirit itu ini. Kalo ga pinter pinter, maulah megap jadi minjam sana minjam sini", mom always tell me like i wanna get married. Haha..

Banyak yang udah dilalui ayah dan mama. Suka duka mereka itu, pertentangan sana sini, sakit sehat yang luar biasa, pergumulan yang kadang di luar pikiran kita. Satu hal yang mereka lakukan, berdoa, berusaha dan berserah. 3 kunci kehidupan mereka yang luar biasa. Membuat mereka lebih kuat dari segala ikatan atom yang ada. Membuat mereka jadi fondasi keluarga yang hebat.
Mendidik dan merawat anak dengan sangat baik.
Mengenalkan kami untuk takut akan Tuhan, bijak, rendah hati, dan halhal baik lainnya.

Sampai sekarang, kehangatan yang diberikan mereka sebagai ayah dan ibu tidak pernah pudar. Itu yang selalu aku rindukan, apalagi kalo down sekali di perantauan (karena ga semua suka duka kita, kita ceritakan sama mereka).
Jujur aja, sampai sekarang aku masih sering tidur sekamar dengan mereka, dan mereka pun rindu akan hal itu. Bayangkan kamar 3x4 dimuatkan 5 orang. Haha..

Aku tidak tau apa itu arti jodoh yang sebenarnya. Tapi ketika sebuah keluarga memberikan kehangatan yang tidak bisa lingkungan luar berikan, aku yakin ayah dan ibu keluarga itu adalah jodoh dan diberkati Tuhan.

No comments:

Post a Comment