Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Thursday, 29 January 2015

Doa Terlucu, Kurasa..

Entahlah, mungkin ini terdengar lucu kalo diceritakan. Atau mungkin, tidak dipercaya kalo didengar sama orang.
Tapi kan, dengan kejadian ini, aku percaya, kekuatan doa ga cuman terjadi di kehidupan sosial, ekonomi atau pergumulan yang kelihatan jelas dan yang dirasakan. Namun, doa juga bekerja di dalam sel-sel tubuh kamu. Serius.
Jadi begini, badanku itu dulu kan. Beratnya ya Tuhann, kaya anak gadis bawa 1 ekor babi. Hahaha... Gendut kali. Emm, ga gendut maksudku sih. Cuman kalo diukur, ga sesuai dengan tinggiku yang sedikit boncel. Wkwk.. Ayah juga udah ketok palu, "mesti 50kg". Mungkin karena cuman 1 anak gadisnya, jadi ga ada yang bisa diharapkan lagi untuk dijadikan anak gadis yang badannya proporsional.
Lalu, aku juga mikir, aku kuliah kedokteran, masa aku nanti edukasi pasienku untuk jaga pola makanan, tapi aku sendiri, bantet-obese-lalala yeyeye gitu deh.
Selain itu, aku juga sadar, penampilan itu penting untuk menunjang kepercayaan orang untuk menjalin komunikasi, seperti di pekerjaan, kegiatan sosial (dan, kita ga menutup mata, asmara juga memilih berat badan yang pas, biar PD gitu).
Oke, aku mulai menghitung berat badanku, 69kg. Entah angka apa itu. Mau serangan jantung juga ngelihatnya. Ampuun! Ini berat badan, atau barang logistik, berat kali. Hahaha, itu aku ukur waktu aku mulai masuk kuliah. Lalu, aku atur makanan.
Sok-sok ga makan malam, terus besok paginya mual-mual, masuk angin, muka pucat datang ke kampus. Haha..
Sok-sok makan sedikit, tapi ujung-ujungnya nambah juga.
Sok-sok ngegym, kemudian kram sana sini, encok sana sini. Nampak kali ga pernah olahraga.
Sok-sok beli alat ini alat itu, tapi angin-anginan makenya.
Sok-sok ikut diet mayo. Asli, kalo emang hobby garam, jangan coba. Lemes. Makanan cuman yang direbus-rebus. Dan masih banyak lagi upaya yang aku lakukan. Tapi kalo ga gagal, ga sanggup. Kadang sempat turun, tapi waktu pulang kampung atau orangtua kesini, makab ga bisa direm. Semacam ada yang menginjak pedal gas di badanku, jadinya makan terooos. Terus kalo udah naik berat badan, barulah menyesaaaaaaall...
Hahahahaha. Sedih sob yang mau turunkan berat badan ini.
Sampai akhirnya, entah ilham darimana, setiap aku mau makan, aku berdoa "ya Tuhan, terimakasih buat berkat hari ini. Semoga ini jadi energi buat badanku, tidak menjadi lemak di badanku."
Terus kalo malam, pas aku doa, aku doa,"Tuhan, bantu aku turunkan berat badanku, idealkan ya Tuhan..".
I believe, doa yang niatnya baik, pasti dinyatakan. Dan, berdoalah seakan-akan doa itu sudah nyata (kamu sudah menerimanya).
Kini, puji Tuhan berat badanku sudah 59kg, pengaturan makananku juga udah lebih baik, lebih bugar juga. Cuman, masalah jam tidur aja yang masih berantakan. Lebih sering tidur diatas jam 1. Ckckck.. Jam tidur juga mempengaruhi berat badan dan juga kesehatan kita secata menyeluruh. Kalo aku lihat sih karena aku terlalu banyak mengkhawatirkan sesuatu hal. Makanya sekarang berusaha, berserah aja sob, berserah Tuhan mau membentuk kita sebagai apa? Apa rencanaNya?
Toh, aku mulai merasakan Tuhan mengalirkanku ke air yang tenang, lebih pemikiran yang positif dan lebih mengerti rencana Tuhan. Berharap pun tidak terlalu muluk-muluk ketika kita bisa bersyukur dengan apapun itu yang dikasih dan dijadikan Tuhan di dalam hidup kita. Gitu.
Btw, Happy Sunday ya. Tuhan Yesus memberkatimu disegala aspek!!

No comments:

Post a Comment