Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Friday, 9 January 2015

Kekhawatiran Sirna

I am just woken up! Masih posisi melata ini mah. Baru siap saat teduh akunya. Tentang saat teduh, aku udah mengenalnya sejak SMA kalo ga salah. Ya awalnya sering bolong-bolong, cuman makin ke sini, makin teratur. Ya Puji Tuhan banget... ihiiiy!

Yaps, everyday should be started by words in praying. You tell all give thanks. Kalo enggak karena kehendakNya, ya mungkin pagi ini kita udah terbujur kaku. Berarti, kehidupan kita masih dikehendaki Tuhan untuk menghasilkan suatu tujuan. Gitu.

Heeemm, masih ngantuk banget dah aku ni, semalam lembur mulai ngerjain slide presentasi seminar proposal (hy pembaca blog gueee, doain yaa biar lancar skripsi gueee). Tapi, seiring aku ngerjain itu semalam, aku menyadari sesuatu..

"Tuhan itu, kalo ga di depanku untuk melancarkan segalanya, pasti ada di belakangku untuk nyemangatin aku. And if sometimes i feel lonely, aku percaya Dia sedang merenda cerita yang indah buatku. Iya, kadang hidup tidak se-worry yang ku kira. Cukup berdoa, berusaha, berserah. Pull stop."

Terlebih aku yang sedang masa skripsi ini. Hem, ada sedikit kekhawatiran seperti...
Siapa ntar pengujiku nanti?
Gimana kalo aku blank pas presentasi?
Gimana kalo aku ngulang?
Gimana kalo dopingku ndak bantuin aku?
Gimana...
Gimana..
Dan gimana.
Too much worried. Aku malah jadi fokus ke khawatirnya aku, bukan ke penguasaan materi.

Tapi Puji Tuhan, salah satu doaku tentang skripsi ini terjawab. Aku lebih awal untuk disadarkan bahwa tidak yg perlu dikhawatirkan yang terlalu besar. Aku selalu menyugesti diriku sendiri,"siapapun pengujiku, itu emang Tuhan yang ngasih. Tuhan pasti udah ngelihat usahaku. Tuhan yang melancarkaaan. Gelar S.Ked pasti dapat."

1 Petrus 5:7 
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

You will see..
Tapi sekali lagi, seberapa dekat kamu kepada Tuhan berbanding luua dengan kepekaanmu terhadap suaraNya dan rencanaNya.

No comments:

Post a Comment