Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Saturday, 24 January 2015

Terima kasih, kamu

Malam ini
Mungkin, aku sedang sangat merindukanmu. Kamu yang dulu, yang penuh kasih sayang. Ingat, hanya kasih sayangmu yang ku rindu.

Mungkin, beberapa teman mengetahui aku sedang hancur. Namun aku percaya, serpihannya masih tetap sama. Jadi jika suatu saat nanti, Tuhan berkehendak untuk memperbaikinya, kamu masih disitu. Atau mungkin bisa saja, kamu digantikan dengan orang lain, yang menurut Tuhan, dialah yang terbaik untuk masa depanku.

Mungkin, beberapa teman juga berkomentar,"bagaimana kalian bisa berakhir?" kalian serasi. Aku tetap bersyukur pernah dipertemukan dengan kamu. Satu-satunya ayat yang bisa menggambarkan kehadiranmu dalam hidupku "Filipi 1:3  Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu."

Mungkin, beberapa teman juga bertanya," bagaimana kau bisa ketawa dan tidak kelihatan sedih? Kau bisa konsen skripsi?". Dari dulu 1 hal yang paling ku percaya, Tuhan tidak pernah meninggalkanku (tapi aku sendiri malah sering melupakannya. Sering aku mengabaikannya.). Adapun aku ceria, itu karena Tuhanku. Enggak kemana kekuatan dariNya. "ketika kamu mengetuk. Kamu akan dibukakan", setidaknya itu yang kuingat ketika aku meminta pertolongan sejak aku jatuh dn meminta semangat dan penyertaan dimasa-masa pentingku, skripsi.
Kadang, ada yang tak terucap dari bibir dan hatiku lagi, tapi aku yakin Tuhan mengenal hatiku. Dia lebih lebih lebih tahu isi hatiku 😄😄
Terlebih lagi, kamu pergin tapi meninggalkan obat. Obat itu, buku yang kamu kasih ketika aku berulang tahun. Itulah mengapa aku bersyukur mengenal kamu.

"hati yang gembira, adalah obat~"

No comments:

Post a Comment