Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Thursday, 26 February 2015


Beberapa hari ini aku gemar membeli sebungkus sate padang. Harganya sebungkus cuman 7ribu, tapi kadang-kadang ku minta ke bapak penjualnya untuk menggenapinya jadi 10ribu saja. Ya lumayan, tambahannya lumayan banyak. Ya, syukurlah lepas makan malam dengan uang 10ribu.

Beberapa hari yang lalu, aku ke toko buku. Soalnya bosen banget dikost, sekalian beli sketch book. Enggak tau, lagi hobby desain baju gitu (bukan karena mau wisuda kokkk). Lalu seperti biasa, aku mendekati rak novel. Terserahlah, mau novel terjemahan atau enggak.
 
Sesuai googling-twittering-instagram-ing semalam, aku nyari novel Koala Kumal. Yah, itulah enggak jodoh. Novel Koala Kumalnya udah sold out. Ckckck.. sedihlah Snow White~~~

Tapi, kemarin terlihatku novel karangan Dewi Lestari (Salah satu novelis Indonesia favoritku setelah Agnes Jessica). Novelnya yang terbaru, bejudul Gelombang, tidak begitu menarik perhatianku, karena aku enggak membaca kisahnya dari buku yang pertama. Otomatis, enggak nyambung dengan sel-sel otakku. Mataku tertuju pada "Filosofi Kopi". Aku membaca sinopsisnya. Novel ini berisi prosa-prosa beliau. Bahasanya ringan, langsung ngena' di hati.

Until, i saw and took a photo from a paper.. Isinya begini.

"Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tidak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tidak ada spasi?" (Spasi, Filosofi Kopi, 1998).

Terus aku denger-denger, ini bukunya mau dibuat film (dan aku kayanya wajib nonton, walaupun aku bukan penikmat kopi), aku lihat traillernya di instagram. Pokoknya isinya itu:

"Cinta kan datang tak diundang, pergi enggak pamit. 
Tolong dipelihara".

Ya, tanpa penjelasan, kalimat itu sudah terlalu sederhana untuk dicerna otak.

Lalu, aku adalah penikmat sate padang, belakangan ini. Padahal dulu, anti banget sama namanya sate padang. Tapi itulah, yang paling kau benci, kadang tiba-tiba bisa jadi yang paling kau cinta..
Filosofi sate padang. Enggak tau, aku menemukan kebahagiaan di sate padang berharga sepuluhrebu itu, di simpang kostan. Menemukan kalimat sederhana 

"Berbahagialah kamu, wahai yang jujur meluapkan air mata,
yang kuat menghapusnya sendiri, dan yang berani belajar untuk berserah."

Apalah adek bang, cuman kuah sate padangnya 

-Baru siap makan sate padang. Dagingnya masih sampai lambung, dikasih asam klorin biar enggak masuk bakteri-bakteri jahat-

Sunday, 22 February 2015

Setelah acara resepsi pernikahan kelar, Uki menggendong Hana menapaki anak tangga menuju kamar tidur mereka yang baru. (bayangkan saja seperti itu jangan ditambah-tambahi dengan hal yang aneh. Serius).

Sesampainya di depan pintu, Hana membuka pintu kamar mereka dab Uki meletakkan Hana di atas tempat tidur, baik-baik.

"Ayoo kamu kan tadi udah janji bantuin buka sanggulku. Pegel leherku mesti bawa-bawa sanggul ini seharian. Belum lagi akar-akar rambutku mau copot karena sasakan ini". Tanpa ngomong, Uki mengambil sisir dan bedak di atas meja rias itu. Mulailah dia melepaskan satu per satu tusuk konde istrinya.

"Pelaaan sayaaang... Botaak aku nantii..", Hana menekan kulit kepalanya.

"Sssst, ribut. Rambut kamu sih tebal banget. Nanti anakku tebal-tebal dong ya rambutnya", kata Uki sambil menaburkan bedak ke rambut istrinya itu. (bedak itu dipakai untuk melicinkan rambut supaya mudah disisir).

"Apaaa sehh.. PR pertama kita ini nih, kita selesaikan rambutku ini. Emm wait..waitt.. Aku ambil toner dulu biar bersihkan make up". Hana mengambil toner dan kapas dari tempat yang sama.

"Lanjutt sayangg, pelan-pelan yaaa", perintahnya sambil mulai mengusap eye shadow, bedak, lipstik dan lain-lain. Sedangkan Uki masih tetap berkutat dengan rambut dan susahnya membuka sasakkan rambut. Mereka tetap konsentrasi dengan tugasnya masing-masing. Suasan hening. Lalu tiba-tiba..

"Jika bukan aku yang buka kondemu, gimana sayang?"

"Ya mau gimana? Ga jodoh dong kita? Ga di sini kita berdua. Gitu aja Ribet banget kamu ah sayang. Rambutku itu dulu. Duh ini tukang salonnya pake lipstik apa sih? Susah banget hilangnya hedeeeh.."

"Gitu ya?", sahut Uki, pelan. Uki emang ga begitu banyak bicara, ga pendiam jugaa. Tapi kalo udah sangat singkat begitu jawaban Uki, mungkin ada yang tidak enak. Lalu Hana membalikkan badannya dan berhadapan dengan Uki.

"I have prayed about someone to God. Aku pernah mendoakan satu nama, thats yours, honey. Mau tau doaku apa? Ya Tuhan, semoga nanti Uki yang copotin sanggulku siap resepsi pernikahan. Kalo ga, siapa sajalah yang menurut Tuhan yang terbaik buatku. I bestow amen", ucapnya sambil meniru gaya dirinya waktu berdoa dulu, ketika lajang, ketika meminta sama Tuhan. Kemudian membuka mata dan lalu mencium kening Uki.

"Really? Praise the Lord, adaa juga yang mengharapkanku di dalam hidupnya".

"Believe me, banyak cewewew yang mengharapkan kamu. Cuman aku mungkin lagi beruntung atau lagi lebih rajin ngarepin kamu. Gitu. Udah ah, nanggung nih lanjutin dong sayangg.. Ga lucu kan aku tidur tapi rambut masih besasak begini..", ucap Hana seraya mencubit hidung Uki, kemudian membelakangi Uki, lagi.

"Kamu itu lucu, cerewet, ngangenin. Sedangkan aku? Pendiam, ga lucu dan kalo lagi fatal, aku garing maksimal", kembali lagi Uki menaburkan bedak di kepala Hana.

"Itulah melengkapi. Aku ga bisa perbaiki tipi, kamu bisa. Aku bisa masak semur ayam kesukaan kamu, kamu ga bisa. Aku bisa hamil, kamu ga bisa. Aku ga bisa perbaiki mesin mobil, kamu ahlinya. Kamu suka kopi, aku suka air putih. Kita berbeda, tapi saling merindukan.."

"Iyaa. I am so blessed to be with you."

"Me too.. Btw, ada yang belum bisa kulihat darimu, tapi aku udah lihat dari pria lain"

"Apa? Jangan aneh."

"Emm, iyaaa.. Aku tuh seneng aja ngelihat bapak-bapak yang gantiin popok anaknya, ga malu-malu bawa tas babynya atau gantian shift sama istrinya untuk jagain babynya.."

"Huh!", Uki mencubit genit Hana, "Aku kirain apa. I wont tell you too much. Someday, i'll show you. The greatest moment of man is when He can be the first his baby's touching, even she hasnt know her mom. Ketika Pria pemeluk pertama bayinya, bahkan sebelum bayinya berada dipelukan ibunya."

"Asal ma."

"Aku serius lho. Nanti kita kerjakan.."

"Hahahaha, kerjakan lah dulu rambutku itu."

"Salting kamu ya? Maksudku itu, ya gitulah pria yang sebenarnya. Aku pun sih belum tau, tapi temen-temenku ngomongnya gitu. Itu sih katanya ungkapan dari apa yang dilihatnya, ketika istrinya melahirkan. Kalo kata temenku sih, mending gue lari sumatra-jawa bolak balik daripada gitu. Precious banget lho sayang kalo jadi wanita itu..".

"Woyooow, kok jadi mellow gitu kamu. Hahaha.."

Uki mencium Hana, "Baru diam kan..."

"Udah udah lanjut ihh..".

"Gemm, Mama rambutnya lebat ya? Udah hampir setengah jam belum kelar juga PR ku ini."

"Ya gitu deh. Udah ntar aku bikinin coklat mint panas yaa biar hilang capeknya.."

Uki refleks senyum, dia berfikir, entah kenapa bisa seberuntung ini, beruntung didoakan dan diharapkan oleh wanita yang dia harapkan juga.

Hana? Entahlah, dia masih sibuk dengan make up nya yang tak kunjung bersih.

Saturday, 21 February 2015

Caranya:
Membahagiakanlah dari hati.
Inget, benar-benar dari hati ya.

Membahagiakan enggak mesti mengikuti jaman, pergi jalan-jalan ntah kemana, menghabiskan waktu di keramaian. Nope! Hatimu yang sedih, bukan ragamu.
Membahagiakan enggak mesti membelikan sesuatu yang disukai. Buktinya, banyak orang ga pernah ada kepuasan dalam hatinya, sehingga selalu merasa kurang dan kurang, dan akhirnya dia malah semakin jatuh dalam kesedihan.

Sederhananya, dimulai jadi hal yang membuat tersenyum orang lain aja, that's enough!

Ketika kita menjadi orang paling hina untuk ditertawakan karena hal konyol yang kita lakukan. Seperti ketika temanmu curhat, lalu tiba-tiba kamu kentut. Yakinlah, dibalik bunyi kentut ada kebahagiaan yang tersirat dan temanmu tersenyum.

Ketika kita menjadi pendengar yang baik dan memberi saran, bukan malah mengambil keuntungan dari masalah orang atau mendengar hanya untuk mengetahui.

Ketika teman kesusahan, kita dimintai tolong, tolonglah sebisa mungkin dan tanpa pamrih. Trust me, ketika kamu melakukan hal baik, kamu akan diberikan kebaikan oleh Penciptamu, mungkin dari orang lain dan bahkan lebih dari yang kamu berikan.

Ketika kita menutup kesedihan kita, lalu bercanda tawa sama orang disekeliling kita. Bagiku itu bukan munafik. Bukankah untuk tegar kita juga perlu belajar? Itulah waktu kita untuk belajar tegar. Ya walaupun pasti, ketika kita sendiri, pasti setidaknya setetes atau dua tetes air mata menetes tanpa sengaja. Menangislah, dan berpuaslah untuk meluapkan. Sesudah itu, berdoalah dan ampuni setiap hal, maka hatimu akan tenang. Tapi ingat, untuk menenangkan hati pasti butuh waktu. Waktu yang dibutuhkan berbanding lurus dengan kejujuranmu dan berserahmu saat berdoa. Jangan mengeluh lagi.

Ya, sejauh ini rasaku yang paling pas untuk bahagia adalah membahagiakan orang lain, ketika kita masih berarti untuk orang lain. Seburuk atau sejatuh apapun hidupmu, masih ada celah dihatimu untuk bahagia. Jangan biarkan kesedihan menjadi wabah di sel-sel tubuhmu dan melemahkan jiwamu.

Thursday, 12 February 2015

Beberapa hari ini sering ke rumah sakit. Sudahlah, anggap saja belajar visite. Kenapa beta sering ke rumah sakit belakangan ini?

Jadi beberapa hari yang lalu, kami itu (aku, flo, icak, tere, sondank) ngidam ayam penyet kak tari. So, pulang kuliah terakhir kmi cau kesana. Entahlah, mungkin kami lagi sial. Sondank kecelakaan. Dia disrempet 2 anak SMA. Posisinya aku boncengan sama icak (kami ga pake helm), terus dibelakang kami si sondank, terus dibelakangnya lagi si flo dan there.
Emang aku dengar ada bunyi kaya tabrakan, tapi aku ga yakin itu salah satu dari kami. Cuman ada helm merah berguling di aspal, baru ngeh kalo itu si sondank dan dia tergeletak di aspal.
"cakk itu sondank cakk,balik kitaaa.."
Sumpah kondisi panik. Ku kira kepala sondank yang terbentur ke aspal, rupanya pergelangan kakinya yg robek, tendonya robek. Cuman you knowlah, orang Indonesia kan kalo ada kecelakaan jadi tontonan. Aku bagian nenangin sondank yg agak meronta-ronta. Dia mungkib sedikit shock. Si flo bagian men-dep darah. Icak bagian nyari motor kami. There bagian nelpon joshua (adek flo) utk bawa mobil.
"udaahlah bawa aja pake becak,kasian dia, bodok kali pun klian.", kata bapak2 disitu.
"bapak bisa tenang ga? Bntar lagi mobil datang. Klo dibawa naik becak,kakinya yg sakit."
Smentara sondank terus meronta-ronta, aku kenak pukul-pukul (ya gpp, kan shock juga gitu), aku bingung mau ngapain. Ku peluk aja dia erat-erat.
" ondang jangan nangis lagi ya dek, inget Tuhan Yesus.."
"iya kak tapi aku takut knapa - knapa, telpon bapakku kakk. Bnyak kali darahnyaaa, sakit kakk.."
"gapapa itu, cuman tendonnya yg robek yaa.. Inget Tuhan Yesus, Tuhan Yesus pasti nolongin kita yaaa.. Tenangg.." begitulah sampai mobil datang.
Sumpah mau ku maki satu-satu orang disitu, terutama yang laki-laki. Tadi sok-sok nyaranin itu ini, tapi bgitu dimintai tolong untuk gendongin sondank ke mobil aja pada mundur satu-satu. Hih!
Bayangkanlah, yg gendong malah cewek-cewek tambah si joshua yang cowok. Palak aku, keluar sisu preman medan ku.
"ngapai klian disini? Tadi sok sok nyaranin, membantu gendong aja ga bisa. Pergi klian dari sini, ini bukan tontonan. Pulang klian, nyemak-nyemakin aja pun." kira-kira itulah yang spontan keluar dari mulutku.
Udah masuk si sondank, aku ditegur sama pegawai kantor yang didepannya terjadi kecelakaan itu.
"kau ga usah ribut. Ini kantor", katanya sambil nunjuk-nunjuk aku.
"bapak ga tau kawan saya kecelakaan, menggendongkan dia ke mobil aja, ga ada.", sahutku gitu. Diam dia.
Satupun dari kami ga ada yg ngurus pelaku penabrak. Entah, udah hilang dia. Untunglah motor si sondank ga dilarikan orang. Hedehh..
Pekerjaan belum selesai. Pas kami ke rumah sakit, giliran menenangkan si sondank yang terus nangis. Entahlah, aku terus dapat bagian itu. Si flo icak bagian administrasi, tere bagian nelpon papa sondak, pacar sondank, dan ngurus kereta. Aku ga panik, cuman bingung gimana menenangkannya. Aku ingat, waktu aku oprasi usus buntu dulu, aku juga meronta-ronta, maklum masih kelas 2sd udag dioprasi aja aku bah. Mama terus ngelus-ngelus rambutku, menghembuskan angin kepalaku. Entahlah, efek tenang itu emang ada. Dan itu kupraktekin ke sondank, sambil bilangin nama Yesus. Kadang kalo takut dia kkakinya ga bisa jalan, kucubit atau ku gelitiki kakinya, dan masih terasa. Berarti sarafnya gpp. Ku naikkan kakinya juga, bisa kok, cuman memang sakit.
Begitulah kami lawak-lawakin juga dia biar dialihkan pikirannya, hingga oprasi kecilpun dilaksanakan. Kami pun nunggui dia selama oprasi.
Kami ngomong-ngomonglah disitu tentang kecelakaan tadi.
"ter ter, kok bisalah kau nangis tadi. Kau panikkan orangnya, ga bisa kau di igd nanti kerjanya. Kau cocok di spesialis kulit estetika, atau gizi..", itulah kesimpulan kami.
"kak flo ini panik tapi masih bisa jalan otaknya, ga terima gitu aja saran orang tadi".
"icak, kau ga panikkan, bisalaah. Bisa kau bungkam mulut bapak-bapak sok tau tadi . Tapi megangin tas si flo aja bisa hilang-hilang haha.."
"si nopeng inilah yang ga nyangka aku, bisa juga kau marah kaya gitu. Keluar juga premanmu yaa. Macam bukan kau. Ga panikan orangnya tapi lumayan premannya, pulang jadinya mereka". Begitulah sseterusnya sampai sondank masuk rawat inap.
Entahlah, aku pun ga nyangka bisa terucapku kaya gitu. Refleks mungkin karena udah palak ngelihat orang - orang disekitar bisanya komentar dan ngelihatin kami. Ckckck.. Kadang, sebagai cewek pun, kita mesti ada sisi maskulinnya. Kalo prinsipku ya, Ada waktunya pakai make up ke pesta, ada waktunya manjat pohon perbaiki antena..

Dari kejadian ini aku belajar:
1. Makin percaya Tuhan melindungi setiap langkahku. Kami pergi ga pake helm, trus kejadian itu terjadi setelah kami lewat. Bersyukur dan jadi lebih hati-hati berkendara.
2. Jauh atau dekat, tetaplah pakai helm. Kita enggak tau kapan musibah. Haha, jangan sampai dah aku jadi bahan skripsiku sendiri "kecelakaan dgn cedera kepala". Kan ga lucu.
3. Kalo kejadian seperti ini, belajar jangan panik. Harus bekerja juga logika kita. Gimana nanti pas di igd, dapat pasien yang emergensi. Ingaaat nop, jangan panik. Gitu.

Mungkin inilah salah satu bukti perlindungan Tuhan, buah dari doa memulai hari. Serahkan hidupmu sepenuhnya sepanjang hari.
Bantulah sesamamu, semampumu, seperti kamu melakukannya untuk Tuhan... God bless yaa 😄😄

Wednesday, 11 February 2015

Enggak terasa, tiga setengah tahun lalu aku mendaftar di sini, di urutan kedua. Kemudian bergabung dalam 1 kelompok tutor dan skillab, ya tutor dab skill lab.

Tutorial.
Sejenis kelompok belajar yang anggotanya berdasarkan nomor urut, dikelompokkan 13 orang dalam 1 grup. Dari mulai pemicu tutorial mengenai kapal terbang (aku kira aku salah masuk jurusan), yang bisa aku catet jawabannya sampai 3 lembar folio, hingga seorang anak dibawa ibunya ke puskesmas karena diare, yang ku catet cuman soalnya, kami disatukan.

Skil lab.
Sejenis kelompok untuk melatih skill kami. Dari mulai anamnese pasien, komunukasi kasih tau kabar buruk, cuci tangan, hecting, leopold, partus normal, periksa apendix, bedah minor, ekg, baca radiologi, tes visus, visum et repertum, pemeriksaab meningeal, darah tepi, skin test, pemeriksaan jiwa, dll.. Kadang lucu, kadang mengerikan, kadang cepet, kadang lambat, kadang yaa gitu2 lah. Semua tergantung dosen yang masuk. 

Monday, 9 February 2015

Jangan
Kau menata hatimu, sebab pikiranmu.
Karena itu merumitkan sel-sel otakmu.

Jangan
Kau menutup mata, sebab bayangnya masih jelas dipelupuk matamu.
Karena film kamera akan menangkap semua pantulan cahaya, yang ada.

Jangan
Kau mendustai rasa, sebab ego yang menumpuk.
Karena ketika benar-benar pergi, tidak ada garansi untuk kembali.

Jangan
Kau tidak memelihara, sebab kau ingin dipelihara.
Karena magnet saja saling tarik menarik untuk pembuktian aksi dan reaksi.

Jangan
Kau menyimpan kasih, sebab kau takut kehilangan.
Karena pasir digenggam kan jatuh dan habis.

Jangan
Kau menganggap sudah tiada, sebab ingin melupakan.
Karena ketakutanmu, sungguhnya sedang kau tajam kan.

Jangan
Kau berlari, sebab ingin dikejar.
Karena kau tidak tahu kemampuannya untuk berlari dan tiba-tiba berhenti, lalu berbalik arah. Berharap dan diharapkan tidak seletih itu.

Jangan
Kau ingin dibuatkan puisi, sebab telinga hendak mendengar perumpamaan disebut.
Karena doa ada dan dinyatakan bukan karena kesenangan atau kehendakmu, tapi itu karena ceritaNya,
Yang telah mengadirkan peradaban indah, kita sebut rasa.

Wednesday, 4 February 2015

H-3.
Itulah hal yang sangat bisa menggambarkan kondisi saat ini. Pengumuman bahwa pendaftaran seminar proposal penelitian ditutup tanggal 7 februari (seminggu sebelum valentine - ah auk ah percuma diingat - enggak peduli deh beta - skripsi jauh lebih penting dari masalah hati - wekaweka), cukup jadi suntikan adrenalin. But i tell you again, start everything with giving thanks (gimanapun itu pengumuman, walaupun buat jantung bunyinya ga lup dug lup dug lagi, palpitasi cordis, tachicardia) and praying (Ga untuk dihapuskan segala rintangan, tapi diberikan kekuatan aja. Karena setiap saat, diri kita sedang dibentuk -dan semoga kita semakin serupa dengan Pencipta kita, hihi).

Hampir buyar karena pengumuman ituuu.. Tapi untunglah, kegiatan perkuliahan di kampus enggak begitu padat lagi, jadi bisa lebih fokus ke skripsi. Kita omongin tentang doping.

Doping 1.
Seorang dokter forensik keturunan India, yang cukup terkenal dan beberapa kali masuk tv terutama masalah kriminal. (awak jadi bngga dikiiitt). Dari awal emang minta ke Tuhan supaya dikasih pembimbing skripsi sekitaran materi obgyn, kulit kelamin, forensik, atau siapapun dopingku, pasti terbaik dariNya. Karena agak tertarik aja dengan bidang itu. See, aku dapet forensik. Pertama dapat kabar itu dari temen. Enggak begitu percaya sih, jadinya langsung ngelihat sendiri. Dan Puji Tuhan. Hihihiii..
Then, mulai deh nyari-nyari info tentang doping 1 ku yang kece bis bisss. Puji Tuhannya, anak dopingku ada yang satu stambuk denganku, jadi bisa nanya-nanya tentang beliau. Aaaaaah, mauliate godang Debataa..
Cari nomor telepon beliau, kontak senior yang dopingnya beliau, mengetahui bahwa beliau katanya liverpudian, perkenalan, ngasih judul (Puji Tuhan langsung diacc), ngasih proposal beberapa kali, revisi, revisi, dan revisiiii... Kadang kalo udah nunggu beliau di praktek, beberapa kali pulang dengan tangan hampa karena banyak pasiennya. Ya kita tahu diri aja, apalagi ada kasus pembunuhan di Medan kemarin, jadi makin tahu diri aja, mungkin beliau lagi banyak pikiran. Hingga, aku diacc sebelum Natal. Jadi tahun depannya bisa ngajuin slide presentasi. Kado Natal. Xixixi.. Sama, slide beberapa kali slide direvisi, no matter what, akhirnya diacc juga. Itu terjadi sehari sebelum dia berangkat ke Surabaya untuk bantu kasus jatuhnya Air Asia. Ahhh, my belief is getting bigger. God wanna see your effort and gives you the result in the right time. Setidaknya tanda tangan beliau sudah didapat. Hati mulai tenang.

Doping 2.
Seorang dokter spesialis patologi klinik, yang kalo dibawa martarombo (bersangkutan dgn marga di adat Batak), beliau adalah udaku. Dan lagi lagi, Puji Tuhannya, beliau adalah tulang (saudara laki-laki ibu) kandung dari kawan sekelasku. Jadi bisa nanya-nanya dikit. Awal kami anak bimbingannya dengan beliau, kami yang dicari sama beliau. Terdengar aneh, doping mencari anak bimbingannya? Yang berkepentingan sekarang siapa yak? Yaps, tapi nyatanya begitu. Melewati kawan tadi, beliau memanggil kami untuk membantu beliau dalam acara syukuran memasuki rumah baru. Lumayaaaan moment untuk pdkt. Hihihi...
Setelah itu yaa kami nganter proposal penelitianku. Seperti blogku yang kemarin, beliau rada sulit untuk dihubungi, hingga suatu saat beliau salah sms aku. Itu jadi itu ku jadikan momentum untuk menghubungi beliau balik. Sedikit kecewanya, proposalku yang ku kasih, hilang. Dan pada hari itu juga, aku harus nganter lagi ke beliau. Syok! Tapi gapapa, pasti aku disanggupin. Agak terburu-buru sih, tapi pada saat aku anter ke beliau, aku tiba-tiba diresponsi, beliau menilai cukup bagus. Aaaah, puji Tuhan. Aku tinggal ngasih slide dan presentasi di depan beliau. Maaaaakkk, gugup!!!
Hingga pada waktu dijanjikan untuk presentasi pun datang. Jam 5 sore ke rumah beliau, tapi mendadak hujan. Akhirnya jam 7 aku bisa ke rumah beliau. Dan aku tidak menemui beliau. Sedih sih, basah-basahan tapi cuman bisa ketemu istrinya. Tapi Tuhan emang udah ngasih tanda, ga usah ktemu beliau hari ini, karena Dia tau, aku belum siap. Huhuhu..
Syoooknya, besoknya beliau ke luuu aaarr kooo taaaa. Pesimis. Mau gimana ini? Aaaaakk.. Tanggal 7 tinggal 5 hari lagi. Huaaaaaaa... Akhirnya dua hari kemudian, beliau pulang. Aku pun presentasi, dibeberapa bagian ada dikomentari, tapi gpp. Hari itu juga diacc. Jadi besoknya bisa minta tanda tangan beliau, karena ada yang kurang di nama beliau di kertas accku. Ahh makasih Tuhan Yesus... Ya, itu satu hari sama dengan hari minta tanda tangan doping 1, aku dapat tanda tangan beliau.

Jadi satu hari ini udah kaya Ninja Hatori, mendaki gunung lewati lembah
Pagi-pagi ke rumah doping 1 dulu, terus siang-siang nelpon doping 2. Beliau ada di jalan denai, di salah satu klinik. Enggak tau dimana itu jalan denaii.. Google maps solusinya. Dan jalan denai itu arah menteng, teruss arah ke tembung. Ya Tuhaaaan, jauhnya. Pergilah kami kesana, dan mendapati klinik itu sepi. Iya oto oni balabala (baca: bodohnya)kami, kami ga tanya jam brapa kami ktemu. Wkwk. Kami telpon beliau, beliau sedang ngajar di salah satu universitas dan Ya Tuhaaaaaann jauhnyaaaaa... Bisa diperkirakan 3/4 Kota Medan ini udah kami jalani demi acc. Berdebu, panas, haus, gerah, lapar yang ada disitu. Wkwkwk.. Enjoy aja meeenn..
Hingga kami sampai disana, beliau sedang ngajar dan kami disuruh masuk ke kelasnya. Ya rada malu sih. Tapi gapapa daaahh.. Yang penting dapet.
Malamnya aku nemenin kawan ke doping 1 lagi.

Hari ini udah bisa jadi supit angkot tanjung sari - amplas - ring road - helvetia, merangkap supir Pizza hut delivery order. Percaya, Tuhan lagi ngebentuk aku, siska, dan mona jadi wonder woman. Tahan banting. Hahaha.. Tapi itulah, mengawali segala sesuatunya dengan doa, pasti dilancarin, disanggupin, dibimbing. Walau sempat khawatir dengan beberapa kawan udah acc dab daftar, waktu versi Tuhan lebih tepat dan lebih bermakna. Hohoho... God, always lead me yaaa 🙌🙏

Hayooo, udah berdoa belum pagi ini? 😄😄😄