Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Friday, 27 March 2015

Ketika kamu kesulitan, kamu tidak sendiri. Ingat, KAMU TIDAK SENDIRI.
Aku sudah lama menanti-nantikan waktu ini, sidang proposal skripsi. Dan akhirnya hal ini terjadi.
Bermula dari, munculnya daftar hari pertama sidang proposal skripsi. Namaku tidak termasuk, karena aku daftar pada urutan ke 029. Dan namaku masuk di daftar hari ke dua.
Entah semacam kesialan atau emang rencana Tuhan, aku tersandung masalah KTL (Komponen Tidak Lengkap), padahal namaku udah dimasukkin daftar sidang, oh meeen!!
Jadi, Dulu waktu di blok 17, fotoku di lembaran skiil lab, hilang. Dan aku kena KTL administrasi. Tapi itu sudah selesai beberapa bulan yang lalu, namun dataku yang udah kelar masalah itu enggak sampai ke bagian daftar sidang. Pfffftt... Serius, aku waktu itu capek kali, ngurus ini itu, ditambah lagi masalah itu, rasanyaaaa pengen numbuk orang. Emosik!
Aku bilang ke bagian daftar sidang, akan aku buktikan besok, karena abang2 yang ngurus nilai udah pulang duluan. Ku minta no telpon abang itu, ku telpon lebih dari 20x, ga diangkat2.  Fix kali, sidangku terancam ditunda. Pulanglah aku dengan lunglai. Ga tau mau diluapkan kemana, aku cuman bisa diam. Sedih lah. Sampai kostan aku beres2 dan lalu berdoa. Mengadu sama Boss Besar. Aku pasrah kali lah, berserah kali. Mau maksa, maksa ke siapa? Aku cuman bisa berdoa.
Ajaib!
Siap aku berdoa, hapeku berdering. Ku kira sms dari "ehem" rupanya sms dari abang2 yang ngurus KTL ku itu. Isinya itu buat aku tenang, besok dia uruskan dan dia hapal nama dan npmku. Wkwkwk.. Sure, kekuatan doa itu jangan diremehkan.
Besoknya, datanglah aku kan ke biro, mengurusi hal-hal KTL itu, sampai selesai, sampai data itu nyampe ke bagian daftar sidang. Fix kali, emosiku diuji lagi.
"okelah, kau ga KTL lagi dek. Tapi kau tunggulah ya. Namamu udah dicoret".
Lek? Kau tau emosi kan? Emosiiii... Aku mau nangis dengerin itu.
"lah, kemarin abang bilang aku masih bisa ngurus ini dan hari ini kepastiannya. Ga bisa gitulah bang".
"loh udah ga bisa. Kalo ga tanyalah sana ke ruangan"
"oke. Tengoklah, pasti bisa".
Kucluuukk..kuclukkk.. Aku datang ke ruangan bagian daftar sidang. Tadaaaaa! Aku dapat surat untuk dopingku. Puji Tuhan.
Masalah belum kelar!
Doping duaku ga bisa datang hari kamis karena keluar negeri, dia bisanya datang hari jumat dan dia tidak mau digantikan. Blank aku. Hahahahaha..
Kok aku ngerasa aku mau sidang aja ribet begini yaa.
Aku sms dopingku
"dok, mohon izin, apa dokter mengizinkan untuk digantikan?", serius itu sms spontan, yang ga aku pikirkan efeknya. Ckcckckck. Takut kali aku, dokter itu marah. Hahahaha.. Kuusahain terus hari kamis aku sidang. Tapi apa daya, aku dikehendaki hari Jumat. Huhhhu..
Okelah, malamnya aku antar surat itu ke doping 1 ku terlebih dulu.
Besoknya, aku antar ke doping 2 ku. Aku sms beliau, kapan aku bisa antar surat undangan itu. Sekali lagi keajaiban!
Tiba-tiba beliau misscall dan aku telpon balik. Serius, dia jawabnya baik sekali. Dinasehatinya aku supaya belajar. Ya Tuhannn, aku terharu.. Padahal aku mikir, aku bakal kena marah. Eh malah dikasih nasehat. Aaaahhh Tuhan Yesus, baik kali loh yaaaa..
Fix, hari ini aku sidang. Seriusan, aku gugup. Tadinya dosen pengujiku dokter RT. Tapi beliau ga bisa karena ke jakarta, jadi ga bisa.
"apalagi ini Tuhaaaann?", ucapku dalam hati. Kok ribet kali ya aku yang mau sidang ini.
Ketakutan membumbung ketika teman bilang mungkin aku diuji salah satu dosen killer.
Ahhhh, tapi sekali lagi, aku udah berserah aja buat ini semua.
Puji Tuhan, aku diuji sama dosen yang baik, tidak neko-neko. Waktu sidang, doping 1 ku udah macam bapakku sendiri. Baik kali. Doping 2 ku jugaa. Pengujiku jugaaa, dibawanya lawak-lawak. Dan aku lulus walau dengan sedikit revisi.
Kata teman-temanku, aku beruntung. My life is full of lucky. Tapi, aku percayanya, gimana pun perjalananku itu, aku ditemani Tuhan Yesus. Aku berserah aja, tapi bukan pasrah menyerah. Aku berusaha mengusahakan yang terbaik dari kemampuanku. Selebihnya hasilnya, Tuhan Yesuslah yang menentukan.
Mom always told me," berdoa, berusaha, berserah saja". Mungkin terdengar omong kosong dan sulit dijalankan, tapiii.. Kamu tidak akan berjalan sendiri, kamu akan dituntun oleh Tuhan Yesus. Asal kamu percaya yaaaa..
Puji Tuhan, langkahku semakin dekat. Sidang proposal sudah terlewati. Aku sangat bersyukur, begitu banyak orang yang mencintaiku, mendoakanku mendukungku, menyemangatiku saat aku jatuh, saat aku gugup, saat aku mengira aku tidak sanggup. Mereka-mereka adalah anugerah terindah dari Tuhan, saat aku skripsi. Aku merasa terberkati sekali. Tuhan menyampaikan kasihnya lewat kehadiran mereka. Tuhan Yesus, tidak terhingga berkatMu. Ku harap aku bisa lebih rendah hati dan menyadari, aku NOL BESAR tanpa campur tanganMu. Semua hanya karenaMu. Sungguh aku terharu dengan berkat-berkatMu yang buat tercengang, menyadari KasihMu Tiada Duanya. Engkau tidak berjanji, berjalan bersamaMu mudah, tapi Engkau menemaniku, selalu.
Nah, doain penelitian dan sidang meja hijauku nanti ya kawan-kawan!!! Semoga dilancarkan gitu. Salam buat semua anak Tuhan!!

Thursday, 19 March 2015

Selamat malam menuju subuh
Wahai rasa yang tidak terdefinisi
Beruntunglah kamu tidak mati rasa.
Tidak takut-takut terluka lagi. Kamu tidak cemen.

Kamu berani
Berani untuk membuka pintumu lagi.
Mengijinkan hati-hati lain melihat hatimu, namun tidak menyentuhnya.
Membiarkan semuanya dimulai dari seperti cintamu pada sahabat, antar anak-anak Tuhan.
Iya, masih retak ya?
Masih ngilu dibeberapa sisi.
Masih rapuh jika disentuh.
Masih pedih untuk diraih.

Tenang, retakan di pintu hati akan segera Tuhan perbaiki dengan caraNya sendiri.
Tenanglah, patah hati adalah cara Tuhan menyadarkan bahwa aku rindu di dekatNya.

Bermeditasi, membayangkan Tuhan di sampingku, memberikan pundakNya kepada kepalaku yang lelah dan memelukku lebih erat dari semua otot yang melekat di tulangku. Nikmatilah kesendirian sambil membesarkan cinta pada Pencipta. Indah, bukan?

Aku, si empunya hati,
Tidak akan mengingat penyebabnya kenapa.
Aku, si empunya hati,
Akan memelihara hati ini sebaik-baiknya
Seindah-indahnya Tuhan menyertakannya dengan kelahiranku di dunia ini.
Hingga saatnya tiba, Tuhan yang memberiku tanda
Oh! Dia yang terbaik jadi teman hidupmu. dirinyaa yang Aku kirimkan agar kalian memujiKu dan bertumbuh dalam iman. Saling menjaga, melengkapi, menghormati, men-setia-kan, mengayomi, dan menciptakan keluarga yang seturut kehendak Tuhan.

Tidak, aku tidak akan seegois dulu.
Mendoakan kesukaanku.
Tapi lebih menyerahkan harapanku kepadaNya.
Aku tahu banget, perasaanku, Tuhan yang lebih mengerti.
Yakinkan saja doamu.
Bukankah "Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Matius 21:22)?

Monday, 16 March 2015

Pagi kembali malam
Atau seperti balon berisi helium, aku lepas. Ya aku lepaskan sebebasnya.
Aku tidak bertanya kemana perginya.

Matahari tak pernah bertemu dengan bintang.
Cuman bulan yang sudah diatur, selalu bersama bintang.
Bila suatu waktu, menjelang subuh
Sinar matahari ingin terbit.
Bintang akab menghilang, dia setia pada bulan. Dan seharusnya seperti itu.

Kamu bukan pagi bahkan malam
Apalagi matahari atau bulan ataupun bintang. Kamu manusia.

Aku berhenti menyebut namamu dalam percakapanku dengan Tuhan.
Tidak, tidak mendoakan apa yang kuharapkan, menjadi nyata, apalagi tentang kamu.
Aku semakin sadar, kamu hanyalah karya Tuhan yang terhebat yang pernah terselip dalam skenario Tuhan buatku. Betapa beruntungnya aku kan?

Jikalaupun aku bahagia denganmu, aku akan menyimpannya. Cukup menyimpannya. Anggap saja itu harta karun yang sudah lenyap petanya.

Tapi, sekarang sudah berbeda. Tuhan menegarkan segala kepedihan. Aku tidak diizinkan untuk menangis lagi. Apalagi, ketika otakku bertengkar dengan hati, menyuruh nurani untuk berdrama, menangis dan menghabiskan tissue. Sayang, aku tidak bodoh lagi, menangisi orang yang bisa jadi bukan jodohku, hehehe..

Sekarang, aku bercerita sama Dia, sosok yang menjadi kriteriaku, membebaskan dan membuka kembali hatiku untuk siapa saja yang mencoba masuk.

Namun aku membangun keikhlasan, ikhlas entah siapa pasangan hidupku kelak. Semakin banyak yang kau serahkan, semakin banyak yang kau diberikan.

Tugasku telah selesai untuk menyayangi kamu. Aku tidak tahu, aku sudah berada diakhir untuk mengenalmu, aku tidak mau takabur.

Kini, tugas Tuhan dan orang lain lah yang akan menjaga hatimu dan hatiku.

Monday, 9 March 2015

Hobby? Passion? Mimpi? Cita-cita? Talenta? Angan-angan?
Enam kata yang kadang sulit aku bedakan. entahlah, mungkin karena aku orangnya sedikit moody, jadi mana yang lagi aku pengenin, aku kerjain. Tapi, sekali aku kerjain, aku berusaha maksimal kok.

Dulu, dulu sekali. Aku suka menulis. Suka buat puisi sejak SD, pengurus Mading di SMP, pernah jadi redaksi koran di kotaku waktu SMP, ikutan lomba karya ilmiah waktu SMA, dan masih ada lagi deh, aku lupa. Awalnya aku suka menulis adalah karena suka membaca. Gimana ya, mamaku termasuk orangnya yang agak keras untuk mengajak anaknya menjadikan Membaca menjadi hobby. Dimulai dari langganan majalah Bobo, Girls, Aneka Yess, dll. Ya, aku tertarik dengan cerita-cerita didalamnya. Sampai akhirnya aku mengirim puisi atau cerpen ke redaksi itu. 
Hingga kini, aku masih suka menulis, entah itu blog atau novel. Tapi, aku sangat malas menulis diari. hahaha.. Ya, buah dari menulisku itu ada. Kira-kira semester awal kemarin, aku mencetak novelku sendiri. Aku belum berani meng-expose karena masih banyak yang perlu direvisi. Tapi, aku cukup puas. Lucu rasanya kalo dibaca-baca. Ya, ceritanya itu emang pengalaman pribadiku, dengan sedikit penambahan sedikit disana-sini.
Novel Pertama
Nah, sekarang novel keduaku sedang dalam proses. Kalo jalan-jalan ke toko buku, sering ngarep, someday, bukuku ada terpampang di salah satu rak bukunya. Duh, meeeeenn!!

In other side, aku lagi suka desain baju, lebih konsentrasi ke baju kebaya. entah, aku dapat inspirasi dari mana. Tapi, kesukaan akan kain aku dapatkan dari mama. Emakku emang suka banget sama namanya kain. ckckck, nular deh ke anaknya.
Aku rasa, hobby baruku ini adalah pelampiasan dari angan-angan dulu pengen jadi arsitek, desain interior gitu, pokoknya berbau gambar dan desain. Jadi pada saat lagi nunggu-nunggu sidang proposal, aku mengisinya dengan kegiatan itu. Sampai-sampai kawan-kawan nyaranin aku pindah jurusan aja, hehehe..
 

Di sisi lain, aku juga suka dengan hal yang berbau fotografi dan musik. Suka aja gitu. Kalo lagi ngayal, nanti pengen punya studio foto tapi khusus anak-anak. Ya ampun, pasti lucu-lucu banget tuh anak-anak.

Aku tidak tahu dan tidak berani menyebut ini semua. Tapi, aku menganggap, ini mungkin hanyalah pemberian Tuhan, ini adalah talenta, yang suatu waktu ditagih dariku. Percayalah, setiap orang yang diciptakan oleh Tuhan, pasti punya talenta. Cuman seberapa kita mau mendekat dan mendengar maksud Tuhan dengan adanya talenta itu, kita mau dijadikan apa di dunia ini. 
(Matius 25:29-30a - Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia bekelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu kedalam kegelapan yang paling gelap.).

Akupun, tidak muluk-muluk dengan adanya sedikit keterampilan di bidang itu. Aku mah terserah Tuhan aja mau dijadikan apa. Tentu, aku berdoa, agar ditunjukkan. 
(Amsal 23:26 - Hai anakku, berikanlah hatimu kepadaku, biarlah matamu senang dengan jalan-jalanku. Mazmur 147:11 - Tuhan senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setiaNya).

Guys, kembangkanlah apa yang menarik buatmu (tentu yang positif yaaaa), apa yang menjadi hobbymu, apa yang kira-kira lebih dari dirimu. Selain membawamu dalam kegiatan yang lebih positif, kamu akan sadar, betapa baiknya Tuhan atas dirimu, atas berkat talenta yang diamanahkan padamu. Seriously, God will guide you, dude :)