Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Thursday, 19 March 2015

Tuhan-Rasa-Aku

Selamat malam menuju subuh
Wahai rasa yang tidak terdefinisi
Beruntunglah kamu tidak mati rasa.
Tidak takut-takut terluka lagi. Kamu tidak cemen.

Kamu berani
Berani untuk membuka pintumu lagi.
Mengijinkan hati-hati lain melihat hatimu, namun tidak menyentuhnya.
Membiarkan semuanya dimulai dari seperti cintamu pada sahabat, antar anak-anak Tuhan.
Iya, masih retak ya?
Masih ngilu dibeberapa sisi.
Masih rapuh jika disentuh.
Masih pedih untuk diraih.

Tenang, retakan di pintu hati akan segera Tuhan perbaiki dengan caraNya sendiri.
Tenanglah, patah hati adalah cara Tuhan menyadarkan bahwa aku rindu di dekatNya.

Bermeditasi, membayangkan Tuhan di sampingku, memberikan pundakNya kepada kepalaku yang lelah dan memelukku lebih erat dari semua otot yang melekat di tulangku. Nikmatilah kesendirian sambil membesarkan cinta pada Pencipta. Indah, bukan?

Aku, si empunya hati,
Tidak akan mengingat penyebabnya kenapa.
Aku, si empunya hati,
Akan memelihara hati ini sebaik-baiknya
Seindah-indahnya Tuhan menyertakannya dengan kelahiranku di dunia ini.
Hingga saatnya tiba, Tuhan yang memberiku tanda
Oh! Dia yang terbaik jadi teman hidupmu. dirinyaa yang Aku kirimkan agar kalian memujiKu dan bertumbuh dalam iman. Saling menjaga, melengkapi, menghormati, men-setia-kan, mengayomi, dan menciptakan keluarga yang seturut kehendak Tuhan.

Tidak, aku tidak akan seegois dulu.
Mendoakan kesukaanku.
Tapi lebih menyerahkan harapanku kepadaNya.
Aku tahu banget, perasaanku, Tuhan yang lebih mengerti.
Yakinkan saja doamu.
Bukankah "Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Matius 21:22)?

No comments:

Post a Comment