Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Monday, 13 April 2015

Mulai

Apa kita mulai mencintai?
Apa kita mulai risau tanpa kabar?
Apa kita mulai saling menceritakan nama satu sama lain pada sahabat?
Apa kita mulai saling meminta pendapat sahabat kita ", Apa dia serius padaku? Apa kami cocok?"
Apa kita mulai memberikan jadwal kita satu sama lain? 
Apa kita mulai bercanda,"Iya, aku lagi makan sama pacar. Haha, becanda dink..", kemudian salah satu diantara kita merasa cemburu? 

Aku tidak mengingkari, dan bahkan tidak boleh mengingkari bahwa
Kamu pintar membuatku aku tertawa.
Kamu tiba-tiba datang, dan aku rasa ini tidak kebetulan.
Jujur aku tidak pernah mendoakanmu, karena aku pun tidak begitu mengenal kamu. 
Kamu siapa? Siapa kali kamu sehingga aku menyebut namamu dalam doaku?

Kita pernah berada dalam beberapa tahun dan tempat yang sama.
Tapi, ya begitu. Selama itu, aku tidak pernah bertemu kamu.
Kalaupun bisa seperti sekarang, itu hanya karena rencanaNya tidak tertebak oleh siapapun.
Siapa sangka, kamu hadir. Iya, kamu.
Memunculkan tawaku lagi.
Menyapaku pagi hari.
Mengecek aku malam-malam, apakah aku sudah tidur.
Tiba-tiba menelpon diwaktu-waktu tak tertebak.
Memaksaku untuk memakai jaket, karena aku agak keras kepala.

Ah, seperti biasalah. Cinta, manis diawalnya.
Tidak, tidak cinta yang seperti itu lagi yang kucari.
Hayuuuks, kita sama-sama memantapkan kualitas kita
Sebelum Tuhan benar-benar menunjukkan kamu dan aku adalah satu perangkat suatu saat nanti.

Janganlah takabur, kita harus siap-siap pada segala keadaan.
Kita mungkin bisa sedekat ini, tapi siapa tahu nanti jarak itu melebihi luas samudra.

Yuks, saling bertumbuh dalam Iman, saling menyemangati, saling mengingatkan, saling mengayomi, saling menyetiakan dan saling dalam hal-hal positif.
Sehingga jika suatu saat kita memang disuratkan untuk satu sama lain, kita sudah sepadan.
Sepadan dalam segala aspek.
Let God work on our relationship :)

No comments:

Post a Comment