Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Wednesday, 26 October 2016

5 Topik Gosip Para Lelaki




Saya sempat bingung, kalo kumpul-kumpul sama teman-teman perempuan, pembahasannya pasti sekitar pertemanan, make up, fashion, dan asmara. Saya sedikit jengah, pembahasannya itu ke itu saja, apa enggak ada ha lain yang bisa dibahas ya? Heemm.. 

Dan kebetulan saya belakangan ini, lebih tepatnya setelah menyandang status single, saya sedikit lebih banyak bergaul dengan teman-teman lelaki, maksudku kalau dulu pas pacaran, saya lebih dominan berteman atau berpergian entah kemana, dengan hanya teman-teman perempuan. Teman-teman lelaki agak saya singkirikan dari daftar kehidupan, karena ada alasan-alasan tertentu. Kini saya lebih banyak tukar pikiran dengan teman-teman lelaki, entah itu tentang pendidikan, keuangan, pekerjaan, asmara dan aspek kehidupan yang lain. Dan saya ngerasa, saya mendapari sisi pandang yang baru dari mereka, si kaum dari planet Mars ini. Gimana mereka lebih memandang sesuatu hal secara logika dan realistis, membuang yang namanya drama. Bagaimana prinsip-prinsip keras mereka terhadap hidup. Bagaimana cara pertemanan mereka, almost all are solid.
 
Dan tak jarang mereka ternyata juga sering curhat-gossip gitu. Ternyata mereka tidak kalah jago dengan perempuan-perempuan ketika ngumpul, nongkrong, terus nge-gossip. Cuman aku pribadi lebih suka menyebut mereka itu sedang “Beradu argumentasi”, ketika ngegossip. Hemm, apa aja yang mereka bicarakan? Ini nih:

Pekerjaan
Di usia saya dan lingkungan pertemanan, memang sedang di jenjang peralihan antara masa kuliah dan meniti karir. Jadi, mereka lebih concern bicarain masalah lowongan kerja atau peluang usaha. Misalnya si A sedang melamar kerjaan, terus ikut testing, terus dipanggil untuk wawancara, pasti itu banyak ditanya-tanyain. Gimana test-testnya, apalagi test wawancara. Bagian apa yang diambil dan gimana prospek kerjanya. Berapa gajinya (a must banget kayanya). Dimana penempatannya. Gimana lingkungan kerjanya itu. 

Ga jarang juga antara mereka yang saling beradu argument tentang tempat kerjanya si A dan si B. Kenapa dia bisa masuk? Apalagi ketika kita udah masuk ke dunia lapangan, ada aja gitu hal-hal yang sebenarnya jadi “tanda tanya” kenapa seseorang bisa lulus. Itu - serius - akan - jadi -- perdebatan----yang-----sengit. Sometimes, ada juga semacam “kecemburuan sosial” diantara mereka. Tapi namanya juga lelaki, gimanapun perasaan mereka, mereka tetap bisa konsisten dalam pertemanan.
Hasil gambar untuk men gossip 
Hobi
Selain prinsip dan cara pandang hidup, ada satu hal yang bisa menyatukan mereka, hobi. Ini sama sih kaya perempuan-perempuan, mereka akan berkoloni untuk menyelurkan hobi mereka. Banyak sih hobi mereka, dari yang minimalis kaya mancing ikan, nge-game Dota / Point Blank / COC / PokemonGo! Atau game apapun itu, touring dari pulau A ke pulau Z, traveling manjat gunung kek atau sekedar nge-explore tempat-tempat baru sampai buat club mobil atau apalah. Hobi adalah salah satu alasan mereka untuk bertemu dan ngumpul duduk ganteng.

Dan namanya juga lelaki, pertemanan itu adalah investasi jangka panjang, apa saja bisa dibuat mereka jadi peluang. Iya, dari hobi dan pertemanan, mereka bisa memperluas link mereka. Ga muluk-muluk deh, di jaman “kalo ada link, hidup lebih mudah”, kita sangat butuh teman-teman dari berbagai kalangan, mau dari tukang becak sampai anggota parlemen sana. See?
 
Fans of their favorite
Setiap lelaki punya role mode mereka atau seseorang yang mereka kagumi. Bisa itu club bola, seorang pembalap, seorang actor atau bahkan seorang pemain music yang mereka adaptasi prinsip hidupnya. Namanya juga lelaki, mereka akan membela mati-matian si “role mode”nya itu, mempertahankan argumen tentang sesuatu yang dia kagumi. Karena inget, hampir semua lelaki itu adalah spesies pantang menyerah dan punya prinsip “harga diri bisa jatuh kalo kalah berargumentasi”.

Hasil gambar untuk men gossip
Perempuan
Huahahahaha! Every human will talk about their feeling. Lelaki juga bakal nyeritain tentang perempuan yang dikatinya, pada waktunya atau tentang pacarnya. Dan lelaki akan menceritakan hal itu hanya pada beberapa orang yang bener-bener dipercayanya untuk menjaga rahasia atau memberi saran tentang masalahnya dengan pacarnya atau membantunya untuk mendekati si perempuan yang sedang dibidiknya. Saya, yang beberapa kali dijadikan tempat mengadu “dia itu susah kali ditebak, apa semua perempuan itu sama?”, “dia itu payah kali didekati, jual mahal banget!”, “dia kok marah-marah? Apa dia lagi mens?”. Saya kadang bingung mau ngasih saran apa, karena saya juga kadang-kadang juga begitu jadi perempuan, wkwkwk..

Tapi, ada hal yang saya sadari dan bener-bener terjadi di depan mata saya (mungkin udah banyak sih yang mengetahui hal ini) kalo sebenarnya lelaki itu akan mendekati beberapa perempuan. Lalu dia akan lebih intens ke perempuan yang lebih ngerepons atau yang posisi perempuan lebih dekat dengan dirinya. Ya wajar sih, lelaki itu makhluk yang lebih dominan sisi visualnya. Makanya ga heran ya ada meme yang nge-subtitusi lelaki sebagai Bluetooth dan perempuan sebagai Wi-fi. Perempuan mah tahan-tahan aja LDR, asal si lelaki juga tetep komunikasi.


Selain perempuan sebagai gebetan, ada juga percakapan mereka tentang perempuan-perempuan yang bisa “dipakai” atau sekedar dijadikan fantasi. Sure, you have known what I mean, right? Entahlah, apa mereka sudah menganggap saya itu perempuan separuh lelaki, mereka akan bebas-bebas saja nyeritain itu ke saya. Tapi, for you (ladies) to know, masih banyak loh lelaki yang sangat menyayangkan kalo perempuan hanya bermodalkan kecantikkan, sexy, dan bohay, kemudian “dipake” sama orang. Mereka bilang,”Coba perempuan-perempuan itu kaya Dian Sastro, Raissa, Isyana, Pevita Pearce, Nadine Chandrawinata. The most Wanted girl and mom ever! Cantik iya, pinter iya, berprestasi iya, not too much make up, terus bisa diajak travelling. What a life!”. Saya ga ngerti, mereka memang sedang ngimpi atau gimana. Hahaha..


No comments:

Post a Comment