Thursday, 27 October 2016




Ini postinganku karena ada yang nanya di Ask.FM, “Mbak, rambutnya tebal banget ya. Sering perawatan rambut ya? Bagi-bagi dong tips ngerawat rambutnya. Thank you!”. Aku agak terbengong sih dengah pertanyaan itu. Rasanya ga layak aja ditujukan ke aku, hehehe..

Sejujurnya, aku bukanlah orang yang hobi banget perawatan rambut atau peduli banget sama keadaan rambut. Aku jauh dari pandangan itu.Aku adalah golongan perempuan yang suka menggulung rambut dan menjepitnya dengan jedai, sebisa mungkin rambut tidak meribetkan aku saat beraktivitas. Aku kalo lagi sedang sibuk, jangan sampai deh rambut menghalangi pandangan aku atau jatuh-jatuh ke wajah, pasti mood aku akan boooooooommm!! Jelek.

Dan aku adalah salah satu perempuan yang tidak begitu suka rambut panjang, cuman belakangan ini entah gimana sifat itu goyah, aku kok jadi sering berpikir beberapa kali untuk memotong rambut saya. Aku merasa sedih kalo rambut dipotong. Ditambah lagi ayahku sering mengingatkan kalau rambutku itu bagus, apalagi kalo panjang. Dulu opung doliku (Kakek) berpesan, rambutku dipanjangin saja, jangan sering dipotong, soalnya hitam-lebat-tebal. Tapi aku ngeyel, aku tetap sering potong rambut, tapi ga pendek-pendek banget, takut kena marah. Wkwkwk… 

Ga cuman mereka sih. Kemarin ketika terakhir potong rambut, kakak di salon juga sempat komentar,”Dek, rambut kamu tebal ya? Bisa untuk buat sanggul 2 kepala”.Aku mah terserah aja mbaknya mau ngomong apaan, yang penting rambutku dipotong sesuai dengan permintaan.

Awalnya aku beranggapan bahwa, mungkin Tuhan salah menciptakan aku dengan rambut yang bisa dibilang sehat dan diinginkan banyak kaum hawa. Karena aku bukan tipe yang telaten sekali untuk melakukan perawatan. Tapi, lama kelamaan sisi keperempuananku, muncul (soalnya aku agak tomboy sih, hehehe…).

Aku terpancing menjawab pertanyaan Ask.FM dalam nge-post ini, karena aku sepertinya menemukan jodoh baru buat rambutku. Dulu aku sering ganti-ganti shampoo dan conditioner, terus aku sering ikat rambut, ditambah lagi sejak mengenal catokan rambut, rambutku jadi rapuh, kusam, kering dan payah diurus. Kalau bangun tidur, rambutku seperti rambut singa, kaku dan ngembang. Wuih! Lalu aku berhenti di salah shampoo dan conditioner ternama di negara ini, hasilnya lumayan kok. Tapi lama kelamaan hasil setelah pemakaian jadi ga begitu maksimal. Apa rambut saya bosan dengannya? Entahlah. 

Aku bukanlah orang yang terlalu berani untuk mencobai barang-barang baru untuk masalah perawatan diri. Cuman karena aku melihat rambut semakin acak kadul, aku mencoba cari yang lain. Kemudian aku teringat sama Mbak Dian Sastro. Duh, aku penggemar Mbak Dian Sastro (do’i kan brand Ambassador-nya. Pinter ya L’Oreal mencari Brand Ambassador). Aku begitu menjadikannya role mode Life Style. Aku pun mencoba Shampoo and Conditioner L’Oreal Total Repair 5.

Satu kata untuk pertama kali pemakaian,”Ya elah, kok ga pake ini dari dulu? Ckckck..”. udah ngerti kan ya maksudku? Wanginya enak dan tahan lama. Rambutku jadi lembut dan lebih mudah diatur. Kadang kalau lagi buru-buru ke rumah sakit, aku ga perlu sisir rambut (seriusan deh). Kalo lagi sisiran, rambut juga ga banyak yang rontok (Inget, rambut rontok dalam jumlah sedikit, masih normal kok). Gimana aku ga jatuh cinta?


How do they work? Shampoo and Conditioner L’Oreal Total Repair 5 ini memperbaiki rambut 10 x lebih oke dengan Ceramide, replika bahan alami rambut, jadi Formula Total Repair 5 membantu memperbaiki kerusakan struktur dan batang rambut, serta merawat kekuatan batang rambut. Dan ini formula yang cocok dengan iklim Indonesia. Girls, you should underline it! Harganya juga ga mahal kok, masih terjangkau untuk anak kostan, kira-kira dibawah Rp 30.000,-. 

Aku udah nyoba dan mungkin akan bertahan sama duet mautnya Shampoo dan Conditioner L’Oreal Total Repair 5. Jangan nunggu rambut kamu bener-bener menunjukkan tanda rambut rusak, baru stress, dan nyari Shampoo dan Conditioner asal-asalan. Rambut itu aksesoris alami, yang sayang sekali kalau rusak dan salah perawatannya. Seriusan! Perawatan di salon boleh sih, sekali-sekali, cuman untuk daily hair treatment kan ga mesti di salon, kita sendiri bisa kok. So how, ladies?



Post a Comment: