Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Monday, 31 October 2016

Yok, Buat Makan Buah dan Sayur Jadi Kebiasaan!!



Udah ngebet banget pengen ngelahap.

Aku sebenarnya agak dongkol dengan ucapan orang-orang kalau buah dan sayur itu mahal, susah didapat, rasanya juga ga begitu bersahabat di lidah dan jika dibeli bakalan cepat busuk kalau ga dimasukkan ke kulkas. Apa ya, itu semacam mencari pembenaran kalau makan buah dan sayur, menyusahkan dan boros. Ah-elah, tolong! 

Jauh sebelum aku ingin menginspirasi orang-orang untuk lebih mengkonsumsi buah dan sayur, di rumah, aku diajarkan untuk teratur makan buah dan sayur. Kenapa? Di tubuh kita banyak toksin-toksin atau racun yang datangnya entah darimana saja - tanpa kita sadari, yang bisa mempengaruhi system kerja organ dalam tubuh. Ujung-ujungnya bisa menurunkan efektifitas kerja organ, menurunkan kualitas imunitas tubuh, toksin dan bakteri pathogen nongkrong di jaringan tubuh, tubuh sakit, uring-uringan, ga kerja, dan terakhir, nyusahin orang. Mau?

Mama aku bukanlah dokter, tapi dia itu pintar memelihara kesehatan, terlebih lagi rumah kami itu berdiri di lingkungan rumah sakit dan pabrik. Udah tergambar dong ya berapa banyak benda-benda asing yang mencoba nyusup ke tubuh dan mengganggu system imunitas. Jadi mamaku memang selalu menyediakan buah, minimal buah jeruk atau pear. Mereka itu tinggi mineral dan vitamin. Dan kalau untuk makan sehari-hari, sesibuk-sibuknya beliau, mama akan menyajikan lalapan atau sayur sekedar rebus. See? Ga repot, kalo kita niat. Kalo udah ga niat----------ah udah ga ada lagi pengandaian kalo sangkin malasnya makan sayur dan buah.

Bentar-bentar, biar Update Blog
Karena begitulah, kebiasaan itu jadi terbawa-bawa sampai sekarang. Memang waktu awal-awal kuliah, aku malas sekali makan buah, tapi kalo sayur tetap jadi menu aku. Kenapa malas makan buah? Malas beli, lokasi pasar rada jauh dari kostan, jadi aku malas jalan ke pasarnya itu. Kenapa malas makan buah? Malas kupas kulitnya, kebiasaan dikupasin sama mama. Kenapa malas makan buah? Ya, emang malas aja, lebih suka ngemil. Jadi inti sebenarnya dari alibi-alibi tadi, yaaaa MALAS. Wkwkwkwkwkwkwk…

Tapi, seiring aku koas, aku beberapa kali menemukan pasien (bahkan seumuran aku) yang sudah terkena penyakit, mau dari yang akut- kronis. Seperti yang aku bilang di blog aku kemarin "Memutuskan Untuk Hengkang Memanjakan Perut", aku ada makhluk yang parno-an. Aku memang calon dokter, tapi aku paling benci sama yang namanya rumah sakit. Rasanya itu tempat yang mengerikan, menyedihkan, dan kurungan yang paling enggak banget. Rasanya kalo udah masuk rumah sakit, beberapa persen dari jatah usia udah menguap tak jelas arahnya. Duh, jauh-jauhlah ya Gusti.

Kalo dibilang buah itu mahal, aku agak bingung. Kemarin sebelum aku makan buah, aku sempat mengkalkulasi harga buah yang aku makan. Jadi, aku itu baru beli 2 buah naga dan 4 buah kiwi di Pasar Buah Pondok Indah, Medan. Entah, aku bahagia kalo masuk ke sini. Mata aku segar sekali! Pokoknya untuk sekali makan, setengah potong buah naga + 1 buah kiwi, aku hitung-hitung cuman habis Rp 13.246,-. 1 porsi Itu pun berlebih, bisa dibagi 2 lagi, jadi sekitar Rp 6.623,- (yaudah cincai-cincai, genapin jadi Rp 7.000,-) Nah kalo dibandingkan dengan 1 nasi goreng + es teh manis, bisa kena hampir Rp 15.000,- untuk sekali makan. Jadi piye? Mikirin mahal lagi?

Oke, aku makan dulu yaa
Pernah denger "Yang manis jangan langsung ditelan, yang pahit jangan langsung dimuntahkan"? Nah, itu prinsip wajib ketika kita mau berhijrah pola makan, yang mengedepankan porsi buah dan sayur. Berdasarkan artikel berita "Anak Muda Jakarta Konsumsi Karbohidrat Berlebih" tingkat konsumsi karbohidrat dan kurangnya makan makanan tinggi serat akan meningkatkan jumlah penderita diabetes tipe dua, dan itu akan terjadi pada usia-usia produktif, yang ujung-ujungnya akan menurunkan kesejahteraan dan malaaaaah menambah beban negara. Geng, hidup kalian ga nge-hits banget kalo jadi beban orang lain. Iyuggghh....



Jadi gimana? Masih pada stuck di gaya hidup yang gitu-gitu aja? Mau sehat atau ga, itu emang salah satu pilihan hidup kok. Ga ada yang maksa, suer deh! Tapi, aku sekarang memilih menjadikan buah dan sayur sebagai makanan sehari-hari dan bahkan cemilan, hyehehehe.. Kamu gimana, shaaayy?


2 comments:

  1. Setelah sliweran, kadang bilang 'aku' kadang bilang 'saya'. Si Saya dan Aku akhirnya kebingungan hahah

    ReplyDelete
  2. hhaha, ga fokus pas nulis kayanya qaqa :''')

    ReplyDelete