Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Wednesday, 21 December 2016

Hari Ibu untuk Nande dan Seluruh Ibu di Dunia



"Mama I Just want you to know
 Lovin' you is like food to my soul.."
A Song For Mama-Boyz II Men

Metamorfosis Perempuan Batak

Beberapa minggu ini, stase Public Health mengharuskan aku dan anggota kelompok untuk turun ke lapangan dan lebih terjun ke masyarakat, karena public health itu emang pada dasarnya lebih ke program preventif (pencegahan) dan promotif (memasarkan/memperkenalkan) masalah kesehatan. 

Iya, ada satu hal yang ku temukan secara kasat mata. Lebih banyak nande (panggilan ibu dalam Bahasa Karo) yang bekerja di ladang, mengangkut hasil panen, mendorong gerobak, memberi makanan ternak (di sini kebanyakkan ternak babi, dan itu seriusan baunya ga enak), mengumpulkan kayu bakar,  mengantar dan menjemput anak sekolah. Guys, aku ga mengatakan bahwa kaum bapak ga bekerja ya,  tapi kenyataan di lapangan, aku lebih banyak menemukan para kartini keluarga. Tangguh kali!

Nande pulang dari ladang mau jemput anaknya. 

Jadi, ga heran-lah lagu-lagu Batak itu banyak yang menjunjung tinggi karakter ibu. Seorang yang sebenarnya lelah, tapi dengan pintar dia menyembunyikan letihnya. Seorang yang sebenarnya penat, tapi dengan hebat digantikannya dengan tawa. Seorang yang polos tapi ketulusan terbaik tercipta dengan kehadirannya. Seorang yang tegas tapi kemurnian kasih mengalir di bulir-bulir keringatnya. 

Nande Karo berjualan di pinggir jalan besar

Aku banyak mendengar cerita bagaimana "pincangnya" keluarga tanpa kehadiran ibu. Bagaimana kerepotan ayah mengatur menu makanan sehari-hari, tanpa ibu. Bagaimana bingungnya anak gadis yang pertama kali dapat haid tapi tidak ada tempat untuk bertanya. Bagaimana bingungnya anak lelaki yang akan memilih gadis teman hidupnya, karena kebanyakkan anak laki-laki akan lebih nyaman bercerita dengan ibunya. Makanya sering ada kalimat "Jodoh sesungguhnya ada di tangan mama". Hahaha... 

Ini salah satu Nini Ginting (Iting) usia 80-90an tahun. 

Ternyata dapur tanpa ibu adalah bahaya, rumah tanpa cerewetnya ibu adalah gawat, kehidupan tanpa ibu adalah menyeramkan. Dan ternyata surga tak hanya di telapak kaki ibu, tapi berada di setiap sel-sel tubuhnya.  Awesome! 

Bersamaan dengan hari ibu, aku, salah satu anak gadis yang belum menjadi ibu, berterima kasih pada semua ibu di dunia. Aku juga dengan lantang mengatakan, ibu adalah keajaiban yang pernah ada.

Me and my mommy, inang Nainggolan. 

Iyee iyeee cantikan emak gueeeee

Terima kasih ibu. 
Ah, tapi itu ga cukup kan ya? 

Doaku buat ibuku di rumah, semoga Tuhan memberikan kebahagiaan yang berkali lipat daripada kebahagiaan yang diberikannya kepadaku. 


Selamat hari ibuku dan semua ibu di dunia.

No comments:

Post a Comment