Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Monday, 20 February 2017

Berhati Sosial di Sosial Media | #XtraKEBeragaman #XL4GLTE

Saya, salah satu orang yang hidupnya yang didominasi oleh internet. Karena sejauh saya sebagai pengguna internet, banyak hal-hal baru dan yang tidak terduga, yang saya dapat dari dunia maya. Iya, sedikit banyak kehidupan sosial dan cara berpikir saya berkembang melalui internet. Apalagi sekarang jaringan 4G LTE XL semakin luas dan muanteeps, Wohoooo, makin sering saya up-date dengan informasi. Saya bersyukur, saya tidak terlambat untuk mengenal internet. Lalala...Uyeeeaay!!

Bercerita tentang KEBeragaman, kita tidak perlu mengacu pada hal-hal yang terlalu tinggi atau terlalu sensitif untuk diperbincangkan. Sederhananya saja, bagaimana beberapa akun sosial media baik instagram, facebook, twitter, dan yang lain, yang berkenan memberikan ruang bagi mereka-mereka yang sesungguhnya mungkin tidak mengenal apa itu internet. Dan kehadiran mereka memberi pelajaran buat kita.

WOW! Siapa sih mereka?
  
 Sepertinya ini cikal-bakal akun Ketimbang Ngemis.

Hingga suatu ketika, saya menemukan beberapa akun instagram yang bertajuk “Ketimbang Ngemis”. Mereka berbagi hal-hal yang hampir dilupakan. Mereka bercerita masalah sosial yang ada disekitar, entah itu kemiskinan, sakit penyakit, kesenjangan sosial, ketidakadilan dan sebagainya. Kebetulan, saya tipe orang yang sedikit baper (sensitif.red) terhadap hal-hal begitu. Makanya saya sangat apresiasi dengan akun-akun yang mau membahas hal-hal yang sering dianggap "lalu" oleh kebanyakkan manusia.

Kemudian akun Ketimbang Ngemis meluas ke daerah-daerah.

Saya salut bagi pemilik akun yang berinisiatif untuk membagi cerita mengenai keadaan sosial Indonesia, seperti mengangkat kisah seorang kakek-kakek yang masih berjuang berkeliling menjual pisang untuk mencari nafkah, seorang cacat fisik yang menjual balon untuk bertahan hidup, seorang yang sudah renta tapi masih mau berkeliling jadi tukang semir sepatu, atau perjuangan seorang anak untuk membiayai sekolah. Bagi saya, akun Ketimbang Ngemis sangat peka terhadap lingkungan dan pintar mencari objek untuk dijadikan cerminan hidup. Bahkan, tidak sedikit loh yang terbantu ketika kita nge-share usaha-usaha mereka.


Karena kebetulan saya berdomisili di Medan, saya lebih sering ngelihat akun ini.

Tidak dipungkiri, ada begitu banyak akun-akun media sosial yang lebih cenderung mengabadikan hal-hal yang bersifat mewah dan hedonisme. Namun, disamping itu kita diajak untuk bercermin pada akun “Ketimbang Ngemis”, apa saya sudah bersyukur? Apa saya pantas hidup sehingar bingar ini sementara di sana masih ada saudara saya yang makan pun masih sering absen? Apa seharusnya saya cuman diam dan hanya sekedar memberi "like", "love", "comment", atau bahkan cuman nge-share

Mumpung masih awal tahun, bagaimana kalau kita menumbuhkan hati yang lebih peka dan mau berbagi dengan keadaan sekitar tanpa mengadakan tawar-menawar dengan diri sendiri mengenai profit yang akan didapat? Lebih menggerakkan nurani dan meringankan tangan untuk membantu mereka. Tanpa memandang apa yang diberi mereka, tapi kita bisa mengapresiasi keputusan mereka untuk mengambil jalan "Berusaha daripada Ngemis". 

Bukan kah dengan berbagi, ada kebahagiaan yang nyata?


banner-main-square

4 comments:

  1. Cukup kencang yaa pakai XL LTE nyaa... apalagi ada harga discount kalau pas weekend hahah langsung buru-buru beli dehh...

    ReplyDelete
  2. iya loh mbak, sekarang XL LTE kencceng banget. ga sangsi deh..

    ReplyDelete
  3. seperti kita yang selalu akur yakan opung sorta haha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku ga ngerti kek mana kita bisa akur bah :P

      Delete