Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Monday, 20 February 2017

Kisah Jalan, Lari dan Duduk



Tahun ini, salah satu keburukkan dari diri yang sedang dalam proses ingin diubah adalah mengenyahkan rasa iri hati. Semakin menua, ada senja yang menyadarkan bahwa iri hati adalah sumber kebencian yang paling hakiki. 

Beberapa tamparan dari kata-kata juga membantu melenyapkan rasa iri hati. Belum lama, salah satu senior, yang aku rasa sudah cukup banyak merasakan asam garamnya kehidupan, berkata layaknya seorang sudah sepuh:

"Ini hidup pilihan. Mau jalan, jalan lah kau. Mau lari, lari lah kau. Mau duduk, duduk lah kau. Dari 3 cara itu, hasilnya beda-beda. Jangan kau duduk-duduk aja, tapi pengen sama bahagianya dengan yang udah capek lari, ngerti kau kan?"

Hahaha, agaknya Tuhan mengabulkan salah satu point doaku, menjadi pribadi yang lebih bijak. Tuhan baik ya! (Yaelah, Tuhan memang baik kaleusss..). Dia mengajarku dengan perkataan-perkataan yang legit dan pedas. Wuihh, imbang-imbang Ayam Richeese Factory level 5.

Aku pernah merasa iri hati,"Kenapa dia bisa gitu ya? Padahal dia kan begini...begitu..". Segala argumentasi aku karang-karang dengan kalimatku sendiri, secara spontan dan semangat. But, finally, it's useless. Aku membuang-buang waktu dan menambah pundi-pundi dosa. Lucu ya? Iya, setelah nyadar sih. Wkwkwk..

Ya memang nyatanya, penyadaran diri tentang "apa yang kau tabur, itu yang kau tuai" harus dimatangkan lagi. Berapa lama? Tentu jauh lebih lama dari durasi membuat dodol durian. Yaelah!




8 comments:

  1. Betul itu, hidup kudu konsisten. Mo lari ya lari aja, atau duduk ya duduk aja, cape kali klo kudu melakukan semua

    ReplyDelete
  2. Yeps, mesti kerja keras juga hari ini buat hidup yang lebih santai di kemudian hari, haha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, kurang lebih begitu sih nita.. Biar ongkang-ongkang kaki pas tua. wkwkw

      Delete
  3. Apa yg kita usahakan sebanding dgn yg kita dpt emang ya mbak? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ho oh mbak, hasil tak mengkhianati usaha adalah mutlak adanya. hehe :D

      Delete
  4. makasih inspirasinya mbak,, jadi ada ide mau buat nulis apa lagi di blog untuk next step..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama mbak. semoga semakin saling menginspirasi yaaa :D

      Delete