Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Wednesday, 1 February 2017

Revolusi Menu Makanan Sehari-Hari | Dare To Change! #2

Ini tulisan emang jadi salah satu target di tahun 2017. Aku mau ngajak temen-temen semua, apalagi yang (sorry) punya berat badan overweight, untuk ngubah pola hidup (WELL NOTED!!). The main purposes is not to be slimmer or more beautiful, tapi lebih cenderung ke berat badan proporsional. Masa mau dari tahun ke tahun, berat badannya segitu-segitu saja. Bosen tauuk...



After a long weekend, after a long "udahlah, mumpung libur, jadi suka-sukanya melahap" week, aku jadi ogah ngelihat timbangan. Yes, I against to the weights. Wkwkwk..

Cerita sebelum liburan.. 
Aku masih hidup bahagia dengan berat badan sekitar 60 kg (padahal aku masih punya tugas sekitar 10kg lagi untuk memangkas berat badan agar badan ideal). What a lyfe?! Kenapa? Karena dengan tinggiku yang ga sampe 160cm, seharusnya berat terberatku adalah sekitar 50-52 kg. Jadi aku? Iya, setelah aku hitung-hitung, BMI-ku sudah masuk fase Overweight. Itu aja aku udah bersyukur banget,  dalam 3 bulan, aku berhasil menurunkan berat dari 68kg ke 60kg. Feel like reborn.


Nah, kebetulan kemarin liburan tahun baru. Apalagi jiwa anak kostan yang pantang melihat traktiran orangtua, aku tidak bisa merelakan kesempatan itu. Aku lupa berat badan yang semakin memberat. Makan sesuka hati, seenak jidat. Seemed like, i was in heaven (sombong banget ya, padahal aku belum pernah ke surga). Ga ada aturan main, melahap makanan apa saja yang nganggur. Ideologi "Namanga juga berkat, sudahlah makan saja.." bangun lagi di sekitar lobus frontalis otakku #Eaaaak!

Nah, ketika udah balik ke kehidupan seperti biasa, Astaga, i got my 64,5kg back! Ini adalah tugas lagi di awal tahun. Kesel? Iya. Merasa bodoh? Apalagi. Rasain deh Nop!

Jadi, aku buat lagi satu daftar seperti programku yang lalu. Menargetkan penurunan berat badan, saranku cukup 0,5-1 kg perminggu. Jujur, kalo mau nurunin berat badan, ga usah muluk-muluk kali lah. Nanti jatuhnya jadi beban, kitanya stres, kitanya lapar lagi, makan lagi, gendut lagi. Halah!



I make a challange to my own self. Paling tidak, aku harus menurunkan 1-2 kg berat badanku sebelum bulan Januari selesai. Caraku, sederhana. Kebetulan, ntah apa yang membuatku terpanggil, aku ingin puasa. But first for you to know, ini semata-mata bukan untuk diet, tapi puasa untuk niatan yang lain. Hahaha, seperti sekali mendayung, dua-tiga pulau terlewati, aku mendapatkan dua hal sekaligus. Muehehehe.. Jadi, COBA GANTI NIAT KALIAN untuk melakukan puasa. Aku pribadi, aku tidak memfokuskan pikiran pada puasanya atau pada rasa lapar. Dengan begini, aku lebih menikmati prosesnya. Dan dengan banyak kegiatan, puasa jadi tidak terasa. Heemm..


Sistem aku puasa ya..
Makan terakhir jam 22.00-23.00, itupun harus makan buah ya, jangan makan yang lain. Dan minum air putih secukupnya. Makan buah yang aku saranin: pear, buah naga, apel, semangka, pepaya, buah kiwi. Kalo mau yang lain, juga ga apa-apa. Cuman yang wajib dihindari: Jeruk, nenas, dan buah-buah yang bersifat asam. Kenapa? Itu bakal memancing meningkatkan asam lambung kamu. 

Setelah jam 23.00, aku start puasa sampai 14-15 jam berikutnya. (by the way, ini sama ga sih dengan OCD nya om Dedy Corbuzier?Ssoalnya aku ga begitu tau dengan caranya dia). Jadi sekitar jam 13.00-14.00 aku buka puasa. Ingat puasa berarti ga makan dan ga minum. Beraktifitas biasa saja, jangan terlalu berat. Kaya yang aku bilang tadi, aku tidak memfokuskan pikiran pada puasanya, tapi fokus sama kerjaanku. Enjoy saja. (Mengingat niatan tadi, bisa jadi semangat loh!!)

In other side, aku ga melewatkan waktu tidur siang. Jadi, aku tidak perlu meningkatkan proses metabolismeku sehingga rasa lapar yang sebenarnya menjadi-jadi, dapat berkurang sedikit.

Nah, pas buka puasanya, aku cuman makan lauk. Lauk pauk yang aku sarankan: Sayur-sayuran rebus, misalnya brokoli, bunga kol, wortel, jagung mini, sawi putih, bayam, kacang panjang, buncis, selada, jamur dan sayuran hijau lainnya. Aku merebusnya ga pake garam! Hambar? Lumayan. Tapi aku campurkan irisan cabai merah, bawah putih, bunga lawang, buah pala, jahe dan kadang aku tambahin saos tiram/saos teriyaki. Awal-awal emang rasanya aneh, tapi lama-lama kebiasaan jadi enak loh. Atau dada ayam bakar, ikan bakar, daging bakar, telur rebus. Untuk buah sama seperti untuk makan malam. And for your attention, buahnya jangan dijus ya, tapi dikunyah.


Kalo pengen ngemil, aku lebih suka ngemil buah atau buat Oats gitu. Efek kenyangnya lama loh. Atau buat teh manis hangat dan celupin 4-5 buah crackers. Cukup mengganjal kok. Oh ya, teh manis hangat juga buat kita jadi ga oyong (Pusing gitu, bisa jadi karena tubuh kekurangan glukosa).

Loh jadi nasi? Aku kan orang Indonesia...
Dalam masa seperti ini, nasi tetep jadi musuh terbesarku. Sudah hampir sebulan aku tidak mengkonsumsi nasi. Aku cuma mengkonsumsi sayur/telur rebus, daging/ikan panggang, buah dan banyak air putih.

Untuk pemula, aku saranin cukup 1-2 hari dulu puasanya, biar badan kamu adaptasi dengan pola makan yang baru. Kalo misalnya ga tahan, kamu bisa memperpendek jam puasa kamu. Kalo tahan, tambah durasinya, misalnya 3-4 hari per minggu. Pokoknya standartnya, kamu harus bisa menurunkan 0,5-1 kg per minggu. 

But guys, ini aku lakukan karena aku ga ada riwayat penyakit maag. Kalo kamu punya penyakit maag, please jangan ikutin. Lebih bagus, kamu tetep makan kaya biasa, tapi bedanya tetep kamu hindari nasi, tetep makan lauk pauknya sesuai dengan jam makan kamu seperti biasa, kalo laper banget, ngemil buah aja. Jangan ngemil crackers, karena crackers mengundang lapisan lambungmu untuk menghasilkan asam yang lebih banyak, akhirnya jadi tambah perih. 

Ga perlu olahraga? Aku pribadi, sejauh ini enggak melakukaannya, karena takut nge-drop, secara aku puasa, ga minum lagi. Bisa-bisa aku kena dehidrasi berat, syok, pingsan pula. Mungkin nanti setelah badan sudah beradaptasi dengan pola makan yang sekarang, aku akan olahraga kecil-kecilan sambil nunggu buka puasa. 

Nah, itu caraku untuk mengatur pola makan dalam rangka menurunkan berat badan. Ingat, beda pola makan untuk menurunkan berat badan dan mempertahankan berat badan. Kalo berat badan yang kamu inginkan sudah tercapai, baru kita pertahankan berat badan kamu. Analoginya itu, menurunkan berat badan adalah masa pdkt dan mempertahankan berat badan adalah masa pacaran. Wkwkwk.. 


Untuk hasilku, akan aku bahas di postinganku yang berikutnya ya. Kamu coba dulu, nanti baru kita saling nunjukkin hasilnya. Wanna try? Oh ya, kalo ada yang mau nanya-nanya, silahkan tanya di kolom celoteh yaa!

               


11 comments:

  1. Waah boleh neh dicoba, kebetulan aku lagi pengen diet juga hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa-bisa mbaknya, asal mbak ga ada riiwayat maag yaa :'D

      Delete
  2. Pernah juga aku nulis goal semacam ini, bukan untuk mengurangi berat badan aja sih, menjaga kesehatan agar penyakit gak kambuh juga. Lama-lama udah terbiasa, dan sekarang jatah makan bakso sudah berkurang dari yang tahun kemarin hampir tiap hari makan, sekarang cuma seminggu sekali.

    rahmaediary.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaps mbak, mengurangi apa yang ga perlu dimakan termasuk asuransi kesehatan loh, hihi :D

      Delete
  3. Tertarik, tapi masih wondering sanggup ga yah ga makan nasi.. Haha.. Tapi memang beauty is pain yahh. Targetku jg turun 4 kg dalam 2 bulan ini. Aku ga diet tapi lebih nambah olahraga.. Semoga sama-sama tercapai yaa target kitaaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. beda orang. beda tipe metabolisme tubuhnya, beda juga cara nurunin berat badannya. Iya mbaknya, goooo healthy life :D

      Delete
  4. Wih keren mba!
    Mirip-mirip sama OCD sih ini, tapi OCD ada jendela makannya gitu 4-6-8 jam.
    Goodluck ya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah sy follow ya mba :)
      mind to follow back?

      Delete
    2. iya, mirip mbaa pretty.. Done ya mbaaa :D

      Delete
  5. Makasiii tips-nya ya Dokter cantiiik :)

    Moga2 bisa aku praktekin secara istiqomah, aamiiiin

    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
    Replies
    1. gimana pun caranya, yang penting sehat dan ga buat penyakit baru wkwk.. good luck ukhtieee... :D

      Delete