Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Sunday, 26 March 2017

*My really fresh Post after got Try Out - Exhale*

Untuk kesekian kali, aku beli sebotol kopi, bukan karena aku suka, tapi karena aku memang butuh. Bisa dibilang, aku berada di garda paling belakang dan bahkan hampir ga nampak dalam barisan penyuka kopi, hahaha.. Terserah mau kopi apa, yang penting kopi. Tapi, aku tidak mutlak menjauhi kopi, kok. Aku cuman tidak suka mengkonsumsinya. Aromanya, aku lumayan suka. Hehehe..

Mungkin benar kata orang, "Ada baiknya, sekalipun sesuatu itu, tidak kamu sukai, jangan terlalu kamu benci. Kamu tidak akan tahu, kapan kamu malah yang datang kepadanya dan meminta bantuan". Iya, efek kopi itu yang sedang aku butuhkan.

Efek kafeinnya emang kebangetan, sanggup buat aku ga tidur sampai pagi. Bener-bener meningkatkan frekuensi detak jantung, darah mengalir lancar jaya, sehingga tubuh benar-benar "dimandikan" darah, apalagi otak semakin semangat dengan datangnya supply oksigen. Gimana bisa tidur, coba?


Sebentar, kenapa hal yang ku benci, bisa ku jelaskan sebegininya?

Ternyata, kebencian membawa alam sadar kita untuk lebih banyak ingin tahu, ingin mencoba, ingin mendekati dan ga menutup kemungkinan kita akan jadi dekat dengan sesuatu yang kita benci. Seperti sekarang, aku malah butuh. Ckckck..

By the way, sepertinya aku sudah di tahap "menaikkan dosis kopi". Kacau! Biasanya dengan kadar rendah saja, aku susah tidur dan jantung berdebar-debar. Ini malah ga, berasa kurang. Haduh!

Jangan terlalu membenci ya, nanti bisa jadi suka, dan mungkin nagih. Yaa, kurang lebih kaya di FTV gitu, yang dibenci malah disukai.  Wkwkwk..

Sunday, 19 March 2017

Ini postingan yang aku buat, lagi-lagi, karena pertanyaan di ASK.FM dan yang nge-chat aku di dunia maya.

"Kak, dimana nyari inspirasinya?" - Di wc dek, pas boker (ini serius)

"Nov, kamu koas kan? Bisa juga nulis? Sempat ya" -iya, koasnya nyante boss, haha..

"Kak, aku suka baca blog kakak (aku cuman nge-copy doang, suer!), gimana kakak nulis?" -ya pake tangan dek, lho (?)

Dan beberapa pertanyaan lain. 

Sesungguhnya, aku berterima kasih sama mereka-mereka yang sudah berkenan membaca tulisan-tulisanku (yang kebanyakkan absurd), Kalian apa ga merasa, telah membuang-buang waktu kalian dengan membaca blog aku? Huahahaha..

Actually, jaman visualisasi sekarang, membaca dan menulis adalah hal yang hampir ditinggalkan. Huruf sebentar lagi tinggal jadi fosil. Kenapa? Sebagian besar manusia, apalagi rakyat Indonesia, index membacanya sangat rendah. Gimana jadinya nanti kalo manusia kurang membaca? Dan gimana bisa aku lebih memilih jadi blogger dibandingkan buat vlogger? Yakin bakalan banyak yang baca? Aku ga yakin juga sih, wkwk..

Alasannya cukup kuat, aku sedang mengikuti passion-ku dan aku memang spesies yang gugup kalo ngomong didepan orang atau kamera. Kalo kalian lihat video-video Opung Sorta di Instagram-ku, percayalah, ada banyak pengulangan scene dibalik layar. Kadang antara expresi dan skenario ga sesuai ekspektasi. Aku bukan orang terlalu pede untuk berakting atau diperhatikan begitu (tapi sangat ingin diperhatikan samamu, bang.. Eaaakk!)

Kenapa passionku menulis?
Ya emang dari sononya shaay! Hahaha, enggak enggak. Kemarin sempat mendalami beberapa hobi, kaya hobi nge-desain baju, sempat ngasilin duit juga, cuman aku ga begitu punya waktu untuk nge-cover-nya. Jadi aku tinggalin. Hobi nge-desain kebaya gitu dan pengen kali buka butik, tapi sadar aku kurang kreatif dan itu juga butuh modal agak besar. Wkwkwk... Hobi fotografi. Ini hobi yang paling lama dan asik sih menurutku. Cuman, lagi-lagi kayanya kurang bisa aku cover, aku ga bisa nyari view bagus, apalagi pas udah jadi dokter muda. Semakin ga memungkinkan pergi jauh-jauh. Tapi, entah nanti, ketika udah kerja, mungkin saja hobi fotografiku muncul lagi.

Finally, aku pikir, menulis adalah hobi yang paling mobile, bisa dilakukan dimana saja. Lagipula, dulu waktu kecil, aku dinasehatin sama mama, "Banyak baca. Malu jadi orang ga up to date, yang kecil pengetahuannya, yang bodoh-bodoh kalo diajak bicara". Itu bahasaku ya wee, bukan bahasa mamaku, tapi kurang lebih begitu intinya. Ya, membaca jadi kebiasaan. Efek malu karena takut ga nyambung diajak bicara sama orang lain, emang nyata adanya. Yaudah, mungkin ada relasi yang kuat antara membaca dan menulis, sehingga aku suka nulis begini.

Nah selain itu, mungkin nge-blogger adalah salah satu wadah ketika cita-citaku menjadi penulis agak diredam oleh karena suatu alasan. Tapi, walaupun begitu, setiap ke toko buku, masih ada angan-angan,"Someday, i wanna publish my story". Semoga ga cuman angan-angan ya :')

Darimana inspirasinya? 
Jujur ya, sekarang aku lagi nulis blog di warung nasi depan kampus. Mungkin makanan yang baru masuk buat aku jadi enteng berpikir. Jadi, bisa disimpulkan, aku bisa dapat inspirasi darimana saja. Emm.. toilet bioskop pun pernah menjadi tempat aku menemukan inspirasi. Ketika aku sedang (maaf) boker pun, otakku ngayalnya semena-mena dan ga tau tempat. Jadi yowes, aku dapat inspirasi lagi. Selain itu, pas di pasar, pas lagi nyetir kendaraan, pas masuk kuliah, nonton kartun, denger radio, travelling, pas lagi sama pacar (ciyeeee ciyeeee...), bahkan ketika nulis blog pun aku bisa dapat ide yang lain. Entah, aku pun bingung. Tiba-tiba aja ada yang bisa dijadikan topik.

Jadi kak, pas kakak dapat inspirasi ga terduga itu, kakak ingat-ingat terus? 
Ku jawab dengan garis keras, TIDAK! Aku udah hampir seperempat abad di dunia ini, makananku pun ga sehat-sehat amat, efeknya aku jadi agak pelupa. Makanya jangan heran, aku termasuk orang susah lepas dari gadget. Yaudah, aku ngetik di situ, terus aku save, atau bahkan langsung upload tulisanku. Iyeaay!


Aku ga tau, gimana cara kalian membaca tulisanku, entah kata-katanya terlalu berantakan dan susah dimengerti, atau mungkin bahasaku ringan, jadi seakan-akan aku yang berbicara. Cuman, saranku, selagi tulisanku enggak semakin memberatkan isi otak kalian, lanjutkan. Tapi kalo rasanya sudah berat dan muak, silahkan tutup dan kalo perlu shut down gadget kalian. Wkwkwk..

Untuk kamu yang pengen jadi blogger, penulis atau apapun yang berbau dengan tulisan, aku ingatkan yaa.. Bagiku, menulis bukanlah pekerjaan. Menulis adalah caraku untuk memberitahu dunia, ini aku dan diriku yang ga terlihat, sebut saja passion. Segala sesuatu yang sifatnya passion, tidak bisa dipaksakan dan tidak didasari dengan materi. Passion itu adalah kegiatan yang menggembirakan jiwamu. Kamu utuh karena passion-mu terealisasikan. Jadi menulislah sejadi-jadinya dirimu. Tolong manjakan dirimu.


Tuesday, 14 March 2017

Wah, sudah hampir sebulan vakum dari nge-blog. Lah, emang kemana? Iya, aku sedang nyelesain koas terakhirku dan mempersiapkan diri untuk ujian negara. Ribet ya jadi dokter? Kok mau jadi dokter? Ah, ga usah bertanya tentang itu. Yang penting, mohon doanya ya, pertengahan tahun 2017 sah jadi dokter :)

Tumben nulis? Iya, selain lagi jenuh, ada hal lain yang pengen aku share. Tentang tugas. Ya, tugas, tapi bukan tugas perkuliahan kok :')

Someone older than me, ever said,"Kita itu punya tugas di dunia ini. Tugas untuk bermain, bekerja, menikah, beranak pinak, membesarkan dan menyekolahkan anak, dan menikmati hidup. Ada orang yang mesti berhenti (meninggal) di tugas bekerja. Ada yang bahkan baru berhenti sampai dia punya cicit". Then, aku juga ingat kata-kata Kakashi atau Sasuke atau siapaa gitu di Kartun Naruto,"Takdir manusia semua beda, kecuali mati. Semua manusia akan mati". Dan aku menyimpulkan bahwa, mati juga adalah tugas, dan bahkan tugas wajib. Namun, aku tidak membahas tentang kematian kok. Ini tentang, hubungan.

Uhuk!

Sejak akhir tahun lalu, statusku berubah berpacaran lagi *yeay!* dengan salah seorang lelaki. Sampai sekarang aku belum punya alasan, kenapa aku menerima dia. Tapi, dengan keberadaan dia, aku ngerasa lebih baik. Udah, gitu aja. (Hem, kalo abang baca ini, jangan senyum-senyum ya! Wkwk..)

Uhuk!

Tentang pandangan mengenai teman hidup. Ah, berat kali ya pembicaraanku? Gapapa, ikuti saja ceritaku ini. Mudah-mudahan ga membosankan kok :P

Entah kenapa, semakin tua, semakin mikir bahwa, pencarian teman hidup adalah salah satu tugas yang kita harus selesaikan. Emang usia juga merevolusikan sudut pandang berfikir, buktinya aku ga lagi memandang bahwa, pacaran ya cuman senang - sedih - ketawa - nangis bersama atau punya pasangan yang high quality banget nget nget sesuai dengan ekspektasi target yang kita impi-impikan. Hemm.. Kenapa aku mikir gitu?

Air Terjun Sipiso-Piso, Kab.Karo, Sumatra Utara

Selama aku menjalani fase "dokter muda" ini, aku menyadari, sebanyak apapun pertemanan kita, seluas apapun relasi kita, ketika kita sakit, bukan mereka yang mengurus. Keluarga adalah titik segala keluh kesah. Aku ga berharap, suatu saat nanti, aku menua dengan segala penyakit kronis *amit-amit ya Gusti*. Cuman, yang namanya hidup, sifatnya misteri dan ga terduga, kita mesti punya semacam investasi. Menurutku punya pasangan dan nantinya punya anak, adalah salah satu investasi terpenting dalam hidup. Karena adalah sangat miris dan mengerikan, ketika kita sakit, kita dirawat, kita juga yang dipusingkan dengan segala macam biaya dan administrasi. Malah tambah sakit, ga sih?

Selain itu, emang udah kodratnya, manusia punya darah "makhluk sosial". Aku pernah membayangkan, aku tidak menikah, menua dan sendiri. Itu lebih menyeramkan dari film Conjuring. Wkwkwk.. Menurutku, sepi tidak ada obatnya kecuali punya keluarga.

Nah, seperti sekarang, aku merasa aku hampir menyelesaikan satu tugasku, (hampir) mempunyai pasangan hidup, dan sedang mengenali lebih dalam, who the guy whom I will spend my life time is. Karena siapa sih yang ga mau adem ayem keluarganya nanti?

Aku ga tau, apa tugasku ini akan aku selesaikan atau malah aku harus mengulang tugasku ini dari awal lagi, itu cuman Gusti yang paham. Ya, seberjalannya waktu, Gusti akan menilai, apa tugas ini aku kerjakan dengan bagus atau aku harus remedial lagi. For me, Every deeds will be paid with an unexpectation gift. Just do your best, and God will do the rest.


Berbicara tentang make up, aku bukan tipe yang suka duduk berlama-lama di depan meja rias. It isn't me. Aku juga ga suka make up yang berat di wajah, rasanya pengen aku copot aja itu wajah. Ga betah. Dan setelah aku lihat-lihat, aku sering berjerawat setelah pakai make up. *ternyata ga enak yang berjerawat itu yaa..

So how i get my 5 minutes make up?

1. Serum - Moisturizer - Sunblock
Aku memakai 3 serangkai ini sebagai base-nya sebelum dimacem-macemin biar kulit wajahku tetap terlindungi. Untuk Serum, aku memilih Ponds Serum Flawless White Ultra Luminous Serum. Kenapa aku memilih itu? Aku jatuh cinta padanya pada pemakaian pertama dan memang aku menyamakan dengan pelembabnya. Eh, cocok! Untuk moisturizer, aku memilih Ponds juga. Ga terlalu mikir yang seri mana, soalnya udah aku cobain semua, dan cocok. 
Kalo sunblock, aku pakai Skin Aqua UV Moisture Milk SPF 50+ PA+++. Enak, nyaman, cuman kadang-kadang buat wajahku yang oily tambah rada mengkilap. Huahahaha.. Tapi gapapa deh, selama masih ada tissue dan bedak, it's not a big problem buatku. 
Dan intinya, Praise the Lord, wajahku ga rempong diurus (tau aja kalo pemiliknya ga suka ribet), perawatannya juga ga mahal. Yeay!




2. Bedak
Mungkin udah dari "pabrik"nya, kulitku rada sensitif untuk dipakein yang macem-macem. Tapi berjodoh sama produk yang simple and not pricey. Yaps! Wajahku cocoknya cuman sama bedak baby Johnson and Johnson. Aku cuman pake bedak tabur gitu. Emang sih sering cepat habis dan kadang-kadang jadi berminyak, jadi agak sering touch up.

3. Eye Shadow
Kebetulan aku juga pengguna kacamata, jadi untuk mempercantik mata (eaaaak!!), aku pake Inez Color Contour Plus Eye Shadow Collection “New York”. Ini aku dapetin dari mama pas aku ngebajak alat make up mama. -Hahaha, aku emang hobi ngebajak-. Dan emang dasarnya tipe kulitku sama kaya mama, jadi cocok ke aku. Texture-nya ringan, mudah dibaur dan nge-blend sama warna kulitku. Cuman warnanya agak cepat hilang sih menurutku. 
Tips: lebih bagus kalian mengaplikasikannya dengan kuas basah. Setelah aku coba, warnanya lebih awet dan nyata. Kalo masalah harga, ga pricey: IDR 35k aja shaaay..


4. Eyeliner
Dari dulu sampai sekarang, aku masih kekeuh pake eyeliner My Darling. Pertama jumpa sama produk ini karena disaranin temenku. Eh cocok buatku, walaupun beberapa beauty blogger bilang eyeliner ini buat alergi, tapi samaku ini eyeliner yang ringan, aebenarnya ga waterproof tapi cukup bertahan lama, dan untungnya ga buat alergi. Mengaplikasikannya harus hati-hati karena memakai kuas. Kebanyakkan orang ga begitu fasih memakasi kuas dan berujung tragis, berantakan. Awalnya aku juga gitu, tapi hukum "ala bisa karena biasa" kayanya terbukti samaku. Untuk masalah harga juga ga mahal, terakhir aku beli IDR20k.



5. Mascara
Dulu aku emang memakai Mascara My Darling juga, karena kebetulan ditawarin sama mbak-mbak SPG nya. Cuman makin ke sini aku ngerasa maskaranya kurang bervolume. Ckcckck... Jadi aku move to Maybelline Volum' Express Turbo Boost Waterproof Mascara. Dan aku jatuh cinta. Produknya tahan lama dan bisa mempertajam mataku. Wohooo!! Untuk menghapusnya, mesti pake make up remover beberapa kali. Jadi pasti bertahan lama dong ya..
Tips: kalo make maskara apapun tapi masih merasa kurang tebal, bisa kok kita tambahin bedak. Caranya, pertama aplikasiin maskara kamu, terus taburin bedak di ujung kuas maskara dan ditap-tapin di bulu mata. Kemudian oles lagi pake maskaranya.



6. Eyebrow
Dari semua peralatan make up, ini adalah bagian yang paling horror buatku. Why? Alisku emang dasarnya ga begitu tebal tapi nyebar gitu. Jadi kalo aku ratain ke semua, jatuhnya jadi bisa kelihatan kaya shinchan. Kemarin sempat nge-trading alis, tapi sekitar 1-3 bulan kemudian, balik lagi. Aku cabut sendiri juga malah ga rapi. Emang dasar alisnya yang rada tebal kali ya.. 
Jadi untuk eyebrow, aku masih setia sama Pensil Alis Just Miss yang hitam. Cara aku memakainya, aku mengaplikasikannya dari tengah alis ke pinggir alis. Ingat, jangan lewat dari ujung batas luar mata ya. Bisa kepanjangan nanti hasilnya. And the last, aku rapihin pake brush-nya. Kelaaar!

7. Blush on
Kalo blush on, aku pakenya pas lagi ke kondangan, ke Gereja, hang out cantiq sama temen-temen atau pas pergi kerja (kadang-kadang kalo rajin). Buatku, blush on adalah bagian tersier dari make up, boleh dipake boleh ga, tergantung mood. Efeknya ya pipi kita jadi kelihatan flawless dan cerah gitu pas senyum. Apalagi buat cewek chubby kaya aku -sombong ya?-,  itu cocok banget. Asal jangan ketebalan, nanti ujung-ujungnya kaya bekas ditampar. Hahaha...
Nah, mumpung aku belum ada niatan beli blush on yang sesungguhnya, aku masih memakai eyeshadow atau liptin atau bahkan lipstick. Cuman kalo lipstick dominan ngefek berjerawat dan jadi kelihatan tebal banget, karena bentuknya yang padat dan little bit oily. Aku memakai Inez Color Contour Plus Eye Shadow Collection “New York”. Hahaha, aku hemat banget ya (?) 
Caranya: cukup kamu senyum pas bercermin, lalu kamu aplikasiin blush on pakai brush yang besar di bagian pipi yang menonjol tadi. Jadi lebih merata dan ga numpuk di satu bagian aja. Ingat, jangan ketebalan yaah!



8. Lipstick
As my before blogpost, aku ada nge-review lipstick favorit aku. Nah, kemarin aku memakai L'oreal Color Riche Matte Lipstick in Maple Mocha. Cuman, sebelum pengaplikasiannya, aku balur dulu bibirku pakai Nivea Lip Care Essential. Kenapa? Biar bibirku tetap sehat aja. Hehehe...


Nah, itu kira-kira "My 5 minutes make up" versi Nopipon. Jadi, misalnya kalo aku diajak pergi 5-10 menit keberangkatan, aku masih bisa totally touch up deh. Wkwk..

But, setiap orang punya kebutuhan dan selera make up nya masing-masing. And Praise The Lord, I am not one of "Rempong" woman for touching up. How about you, girls?