Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Wednesday, 5 April 2017

#MEMESONAITU, Kuat Berdiri Tegak Dalam Kegagalan

Museum Batak - T.B.Silalahi, Balige, Sumatra Utara

Sebelumnya, terima kasih untuk semesta atas pelatihan kesabaran yang memang benar-benar melatihku. Kalau tidak begini, mungkin jiwaku akan tetap kerdil, tidak mengerti artinya bangkit dan menyugesti diri secara mandiri. Ternyata memang bener ya, kedewasaan tumbuh karena diasah. Ujiannya, luar biasaaaaa~

Seperti yang baru aku alami beberapa waktu yang lalu. Aku benar-benar mengalami yang namanya kesuksesan yang tertunda. Iya, aku gagal hanya karena kecerobohan aku. Dan fatalnya, itu kesalahan yang tak seharusnya terjadi. Aku cuman bisa menggumam dalam hati. Mau marah? Ya pasti diriku yang akan ku marahi. Kalau ga, siapa lagi.

Kemarin, ketika aku sedang mengikuti tes ujian di kampus untuk seleksi ujian negara, hanya karena aku tidak sempat menjawab pertanyaan yang sesungguhnya bisa dibilang itu ada pertanyaan bonus dan pasti benar, aku ceroboh. Aku tidak memeriksakan kolom jawaban yang ternyata pada 5 detik terakhir aku mendapati satu nomor masih diberi tanda bintang, yang artinya belum dijawab. Aku tidak bisa berbuat banyak, bahkan jariku pun tak sempat mengarahkan cursor ke jawaban yang benar. Sial! Dan akhirnya aku gagal. Efeknya, aku harus mengikuti seleksi sekitar 4 bulan lagi.

Danau Toba, Parapat, Sumatra Utara

Yang ada dalam pikiran aku saat itu, "Coba saja aku tidak ceroboh, pasti aku tidak begini. Seharusnya ada hal lain yang bisa aku raih, aku bebas, tidak terbebani dengan ujian-ujian ini". wkwkwk...

Kecewa? Jelas, aku masih manusia biasa. Terlebih lagi, kecewanya aku pada diri aku sendiri. Nangis? Apalagi itu. Karena mengingat satu soal yang tak terjawab dan harus dibayar dengan menunda ujian.

Hingga suatu ketika, hanya pada Semesta saja aku mengadu segala camuk-remuknya isi hati. Entah kenapa, aku tak memiliki jalan yang selalu mulus untuk melewati garis finish. Ada saja hambatannya. Apa mungkin Semesta mengira aku perempuan yang kuat sekali sehingga bolak-balik diletakkan di posisi seperti ini. Gumamku tidak selesai-selesai. Tidak ada jalan lain selain mengikhlaskan yang ada.
Menara Pandang Tele, Tanah Karo, Sumatra Utara
Hemm, untunglah fase "Denial" aku berlangsung cepat. Belajar untuk dewasa, aku tidak mau berlama-lama jadi drama queen dan memojokkan diri aku dengan terus-terus memikirkan kesalahan. Aku membiarkan pikiranku berfokus pada, "Akunya yang memang belum siap, belum teliti dan lebih baik kalah di sini daripada di arena. Kalau dipikir-pikir, jika itu adalah ujian aslinya, aku sudah mencapai target kelulusan kok. Jadi bukan karena masalah ilmu, tapi kecerobohan aku me-manage waktu.". Sepele banget ya kan?

Aku, anak perempuan pertama di keluarga. Bagaimana jadinya jika aku menyerah dan berjalan tanpa tujuan? Itu pasti akan dicontoh oleh adik-adikku dan akan sangat mengecewakan dua manusia, orangtua, yang menaruh harapan besar terhadapku. Aku tak punya pilihan lain, selain berdiri tegak dalam kegagalan ini. Memang terasa sulit, tapi bukan kah lebih sulit jika kita terus-terus bersedih?Tidak ada kata kuat tanpa adanya masalah dan kegagalan, ya kan?

Untuk yang aku alami, aku menemukan satu benang merah kehidupan, "Because there is no sunrise when you haven't passed the night yet" – “Karena tidak ada matahari terbit ketika kamu belum melewati malam”. Mungkin ini akan aku jadikan cambuk seumur hidup jika suatu saat nanti aku keseleo lagi dalam mencapai kegagalan.

Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali
Buatku, inilah memesona. Memesona itu bukan hanya masalah kemolekan fisik, tapi bagaimana aku bisa berdiri dalam kegagalan. Karena dewasa ini, sudah menjamur sifat-sifat manusia yang mengambil jalan pintas untuk menyudahi kegagalan mereka atau mungkin mengkambinghitamkan pihak lain untuk mencari pembenaran diri.

Jadilah pribadi yang memesona, yang kuat berdiri tegak dalam kegagalan. Bukan tidak mungkin kan, kamu sedang menghabiskan porsi kegagalanmu dan nantinya semua jerih payahmu akan dibayar dengan hadiah tak terduga? 

#MemesonaItu



11 comments:

  1. Semangaaatt mbaak nopiii. Pribadi yg kuat, tangguh, dan tidak pantang menyeraah itu memesona bangeet 😁 suksess ya mbaak. Salam kenaal 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hy mbak salam kenal jugaa...
      Wajib mbak, kalo ga kita, siapa lagi ya kan?

      Delete
  2. Gitu dong, anak gadis harus kuat biarpun diterjang gagal.. hehehe. Mantap didikan si opung itu rupanya :D. Memesona itu ya, berlapang dada. Semangaaaat!

    mollyta.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woyoooo, kaka molly! Iya kak, ngeri-ngeri sedap memang ajaran opung sorta. wkwk.. :D

      Delete
  3. semangat ... semangat terus ya Nopi
    nggak pantang menyerah itu hebat banget

    ReplyDelete
  4. Semangat ya? Kata Nietze Apapun yang tidak membunuhmu akan membuat dirimu lebih kuat. Salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hy mbak salam kenal jugaaa...
      kaya lagu What Doesn't Kill You - KELLY CLARKSON ya mbak :D

      Delete
  5. Agree memesona emang ga sekadar fisik tapi inner kita yang selalu positif dan semangat juga bisa membuat kita memesona 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. pas banget mbak. mesti bisa berpikir positif. hazek!

      Delete
  6. Memesona ketika tetap berdiri tegak menghadapi tantangan,
    #noted

    ReplyDelete