Sharing Bucket Of Travelling, Beauty and Happiness

Friday, 27 October 2017

Check Point-Hippocratic Oath (Sumpah Dokter)

"Saya Bersumpah saya akan....." 


Banyak bunga bungaa~ bunga bunga~

Querida Familia
This is my “check point” section of my life. Setiap orang pasti punya “check point” dalam hidupnya masing-masing, seperti lulus dari pendidikan, punya anak, memenangkan suatu lomba, menikah, mulai bekerja, dan lain-lain. Bagiku, Check point maksudnya lolos dari satu tantangan besar dan mulai berfikir, apalagi pencapain yang harus aku raih setelah ini. Inilah salah satu check point dalam hidupku, Hippocratic Oath (Sumpah Dokter).

Dek, gendooot kali kau dekkkkkkk!!!
Kembali mengingat apa yang sudah terjadi dari bulan Maret-Agustus tahun ini, aku cuman bisa menyimpulkan ternyata buah dari doa dan usaha itu manis, sekali! Aku sempat gagal di penyeleksian kampus dan membuatku sedikit drop, But Praise The Lord, it’s only by His Grace I got mine! Aku ga tau orang bakal menilai “ah, baru segitunya usahamu, udah macam yang paling capek!?" atau bagaimana. Tapi, semoga ini bisa sumber semangat ya guys!

Puji Tuhan, selain jas hujan, saya sudah bisa memakai jas Dokter, hehehe..

Alumni UKMPPD CBT dan OSCE Nasional Batch III 2017
Kegagalan pas ujian tes kampus tampaknya menjadi cambuk paling ampuh. Sedih, kesal, kecewa ga jauh dari pikiranku. Beberapa teman dekatku sudah lulus seleksi kampus, sementara aku? Mck! Kekurangan satu point nilai benar-benar mengubah pola pikirku untuk mengatur strategi belajar persiapan UKMPPD.

Baca: 

Yak, dipilih-dipilih~

FYI, sejak dari SD sampai SMA, tidak ada satupun catatanku yang rapi atau setidaknya bertahan dalam satu buku. Dimana ada kertas, disitu aku catat. Kapan ada mood, rapilah tulisanku. Tapi, gara-gara kegagalan itu, aku berubah. HAHAHA! Aku mengulang-ulang pelajaran dengan mencatatnya rapi, walau kadang masih ada di beberapa bagian yang under mood control. Tapi, itu beneran ngefek. Lebih ngerti dan lebih cepat hapal. Jam belajar pun aku maksimalkan, sampai aku rela minum kopi (dan sempat beberapa kali drop karena kopi). Aku rela meninggalkan nge-blog untuk sementara waktu, rela ga jalan-jalan ma teman-teman. Mungkin kalo dirata-ratakan, aku tidur cuman 6jam/hari selama kurang lebih 4 bulan. Selain mengulang-ulang, aku pasang target bahas soal 200 soal/ hari. Muntah, muntah deh. Panas, panas deh. Dan kalo sanggup, menghapal 1 materi. Seorang aku, belajar segininya?! Hellow?!

Family portrait (Bapak dan Ibu Negara, Seorang Gadis dan Dua Boss Penggoncang Dunia)

Aku juga ikut bimbel untuk persiapan ujian di Klinik Ukdi. Aku terhitung 2 kali ikut periode. 1 Periode untuk UKMPPD batch 2, yang rupanya aku gagal dikampus. Cuman karena udah aku bayar, ga mungkin aku buang gitu aja kesempatan belajarnya. Dengan santai pakai muka tembok, aku tetap masuk kelasnya. Hahaha! Gapapa kan ya? Lebih malu jadi koruptor kan ya? Dan 1 periode lagi aku ikuti untuk batch 3, dan Puji Tuhan, aku lulus seleksi kampus dan bisa ikut UKMPPD batch 3. Semakin gila-gilaan lah aku belajar. Mungkin aku dan beberapa kawan belajar kelompokku udah ditandai tentor sering menyusup ke kelas orang lain. HAHAHA!  Antara maruk, nekat dan ga tau diri kadang ga bisa dibedakan. But it's us! Walaupun kadang hujan dan aku cuman punya sepeda motor, aku bela-belain datang. Nah kalo badan udah ga enak, cuman bandrek dan telur setengah matang di warung simpang kampus, serta susu bear brand yang sangat aku tidak suka, jadi senjataku. Memang, kalo mau berhasil harus keluar dari zona aman ya :")

Teman-Teman Sejawat dari FK Nomensen


Inilah kawan-kawan belajar, kawan-kawan saling mengingatkan dan menguatkan. Rindu weeei!
Diatas semua usaha itu, berdoa dan restu dari orangtua adalah pembungkusnya. Aku Nasrani. Di saat itu, Gereja Annai Velangkani adalah tempat aku berteduh. Ada salah satu kawan kelompok belajarku bilang "Kita itu sudah lulus. Kita tinggal meminta perkenanan Tuhan dalam doa kita". Nah, Di situ lah mengadu "Tuhan, aku memohon hikmat dan perkenananMu. Tuhan, aku takut. Aku ini orang yang jarang berhasil kalo ikut tes. Kalo aku lulus, itu pasti karena kemurahanmu". Walaupun aku bukan Katolik, aku lama tumbuh di sekolah berlandaskan Agama Katolik, dan aku pun doa dan puasa Novena. Aku meyakini, asal doa dan puasa itu tulus, kamu akan mendapatkannya.

Sah dong saya ga bayar uang kuliah lagi pak dekan? Hehehe...
And show time has come!

Setelah aku menghitung mundur waktu yang tersisa, waktu pertempuran itu pun hadir di depan mata. Hal terakhir yang ku lakukan sebelum masuk ruang ujian CBT UKMPPD, aku menelfon orangtuaku dan aku meminta restu dengan nada terisak. Hahaha! Dalam pikiranku, jangan sampailah aku mengecewakan mereka ya Tuhan. Sebelum dan sesudah keluar ujian pun, kerjaanku cuman berdoa Rosario, bernyanyi lagu rohani dan menangis. Kenapa? Ketika satu putaran aku mengerjakan ujian, ku hitung yang sudah ku kerjakan baru 132 soal, dan itu pas sekali dengan nilai standart kelulusan, kalau itu benar semua. Makin layu lah hati ini.

Hitam Putih Kehidupan, eciyeileee~

Begitu pun ketika OSCE. Di station pertama aku sudah salah diagnosa, mungkin karena gugup. Sungguh, mendengar sirene tanda waktu ujian tinggal 3 menit di setiap station-nya membuat jantung mau keluar. Setelah ku lewati, aku meyakini, aku salah diagnosa di 2 station. Ya ampun. Entahlah. Cuman untungnya, persenan diagnosa dari seluruh penilaian kecil, lebih diutamakan anamnesa.

Baca:

Ujian selesai bukan berarti aku bisa bernafas lega. Penantian hasil dalam satu bulan membuat aku uring-uringan ga jelas. Mau ngapa-ngapain malas. Kepikiran terus. Dan sembilan hari sebelum hari H pengumuman, aku berdoa dan puasa Novena lagi. Setiap hari selama 9 hari aku mengunjungi Gereja Anna Velangkani. Dan terakhir sebelum pengumuman, aku nelfon orangtua, nonton Korea It's Okay That's Love, dan makan mie rebus. Pokoknya aku ingin mengalihkan pikiranku biar ga ingat sama hari pengumuman. Tapi sebelum makan aku berdoa "Tuhan, apapun hasilnya, tolong pegang tanganku, aku mudah jatuh soalnya".

Bukti Konkret (I) yang paling susah dibuka, takut ga sesuai harapan.
Hingga akhirnya, kira-kira sepuluh menit setelah berdoa, pas tengah malam menuju tanggal 23 September 2017, hasil itu pun keluar, and Only by His Grace, aku lulus UKMPPD. It's completely paid off!! Aku dan kawan-kawan kostan teriak dan hampir dilempar tetangga. Iya kami tahu kami salah. Hahaha. Tapi, Tuhan bener-bener baik. Orangtua adalah yang pertama ku telpon. Aku terharu, aku bisa buat mereka bahagia.

Bukti Konkret (II) yang diluar dugaan, wkwkw..
Euphoria Yudisium profesi Dokter dan Sumpah dokter bener-bener berbeda. Ada bahagia, ada haru dan ada sedikit kekhawatiran "Setelah ini, harus bekerja". Wkwkwk. Harus bisa lebih mandiri.

It's not our farewell party, but our beginning, guys!
Terimakasih buat kepercayaan Tuhan atasku untuk memegang amanah ini, semoga Tuhan selalu membimbing aku untuk bekerja sebaik-baiknya. Mohon bantuan doanya lagi ya! Dan terimakasih atas doa dan dukungan dari orang-orang sekitar maupun mereka-mereka yang tak disangka berkenan menyempatkan diri memasukkan namaku dalam doa-doa kalian. Semoga Tuhan memberkati kehidupan kita :)

Sabtu, 14 Oktober 17, Istana Koki Medan


No comments:

Post a Comment